
Keesokan paginya Evan bangun dan mendapati Ana sudah membuka matanya..tatapan mereka saling bertemu..Ana seakan gugup hanya bisa diam seraya menhaan nafas sebisa mungkin.
"Kau sudah bangun.. kenapa tidak membangunkan ku gadis bodoh"
"Selamat pagi bos galak"
Evan terkekeh geli..dia bangkit dan turun dari atas ranjang..dia bantu Ana untuk ke kamar mandi..pasalnya wajah Ana sudah memerah menahan sesuatu.
"Ayo ku bantu ke kamar mandi"
"Ah..aku bisa sendiri bos..tidak perlu repot-repot"
"Begitu...cobalah"
Ana mencoba bangkit namun sialnya tidak bisa l..shitt tangannya sakit..ah bodoh kau kan kemarin menjadi pahlawan Ana hiiish.
"Bagaimana..?"
Ana hanya nyengir dan itu sukses membuat Evan terpesona melihat nya..pesona seorang Ariana benar-benar mengerikan..bisa diabetes Evan jika terus melihat cengiran nya.
"Bos..em..bisa bantu aku bangun tidak..lenganku sakit dari bagian pundak sampai lengan benar-benar menyiksa"
"Kan tadi aku sudah menawarkan bantuan padamu namun kau bilang tidak perlu repot-repot..cihh makannya jangan gengsian gadis Bodoh"
"Ishh..jangan memanggilku gadis bodoh bos..ya meskipun sebenarnya sedikit bodoh tapi aku juga masih ada pintar sedikit kau tau huh"
"Yayayaya.. terserahlah..ayo ku bantu ke kamar mandi"
Evan membantu Ariana ke kamar mandi..setelah itu dia keluar menjaga di pintu kamar mandi jika-jika Ana perlu sesuatu.
Tak berapa lama terdengar panggilan kecil dari dalam namun dia masih bisa mendengar nya..Evan hanya tersenyum kecil.. gadisnya benar-benar menggemaskan sekali.
"Sudah selesai belum..?"
"Sudah..bisa kau bantu aku bos" jawab Ana dengan suara lirih.
Tanpa menjawab Evan masuk kedalam dan mengangkat tubuh Ariana kemudian dia letakkan kembali ke ranjangnya..dia atur posisi ranjangnya agar Ana bisa lebih nyaman.
"Mau makan apa..?"
"Em..memang boleh makan pedas..?"
"Tidak...yang lain saja"
Ana menghela nafas berat..dia ingin makan pedas tapi dia sadar kondisinya tidak memungkinkan..tahan Ana maka dari itu kau harus cepat sembuh agar bisa makan yang pedas lagi.
"Huhhh.. baiklah aku mau bubur saja..tapi minta sambal sedikit saja ya..yayaya boleh ya bos"
Evan hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap betapa keras kepala nya gadis bodoh di hadapannya itu.
"Hm.. baiklah tapi hanya sedikit..tidak ada tambahan lain..?"
"Tidak tuan..paling teh saja..kalau bubble belum boba kan..?"
"Huh dasar gadis bodoh..sudah jangan kemana-mana,sebelum aku kembali jangan melakukan hal yang bodoh kau paham..jika tidak aku akan memakanmu"
Ana hanya bisa beringsut..dia mengiyakan perkataan bosnya..lagipula dia juga tidak bisa menggerakkan tangan nya.
"Iya baiklah..sudah sana pergi hushhhhh"
"Kau kira aku ini ayam apa..?"
Evan mendekati Ana dan mengelus kepala gadisnya kemudian pergi mencari pesanan gadisnya..Ana di buat mematung lalu tersadar dan mengumpat habis-habisan.
"Dasar bos nyebelin..emang aku ini kucing apa di elus kepalanya..kampret..Evan sialan"
Sedangkan Evan masih belum jauh masih bisa mendengar umpatan Ana..dia tersenyum senang Ananya sudah sehat lagi..itulah bukti nya.
*
*
Di tempat lain tuan Johan dan Natali semakin panas..mereka baru selesai dengan olahraga paginya..bukan olahraga sembarangan..ini olahraga panas yang hanya mereka berdua yang tau.
"Sayang..apa persiapan pernikahan kita sudah selesai..?"
Natali bertanya di pelukan tuan Johan serta memainkan dada bidang namun sedikit kisut milik tuan Johan.
"Batu 70% sayang.. sebentar lagi selesai..kau sudah tak sabar hm..?"
"Kau tau aku sudah menunggu momen ini 2tahun lamanya sayang..dan aku senang akhirnya impian ku terwujud sekarang..aku mencintaimu sayang"
"Aku juga..apapun untuk mu dan anak kita"
Natali tersenyum licik..dia tengh merencanakan sesuatu untuk dapat menguasai harta kekayaan tuan Johan.. setelah dia berhasil maka akan dia singkirkan si tua bngka kisut ini dari muka bumi.
*
*
Di restoran Evan tengah duduk menunggu pesanan..dia memainkan ponselnya..dia cek pesan masuk dari anak buahnya..seketika aura kegelapan muncul di sekitarnya..namun segera tergantikan dengan seringainya yang khas bak predator yang siap menghabisi lawannya.
"Ternyata si tua Bangka itu..huhh..lihat saja nanti Morgan akan ku hancurkan kau sehancur-hancur nya.."
Evan memasukan ponselnya kembali ke dalam saku celananya setelah memberi balasan oada anak buahnya..Evan menyuruh anak buahnya untuk menangkap Morgan dan di bawa ke markas kematian bersama orang bayarannya.
"Tunggulan setwkah ini..kau akan habis di tanganku Morgan.."
Evan kembali ke rumah sakit karena pesanannya sudah dia ambil..dia berjalan dengan emang..angkuh..sombong..kesan yang di berikannya.
Selamat malam semuanya author garing menyapa kalian lagi nih.☺️☺️☺️
Up nya tepat soale ngurusin anak dulu sama rumah..hp cuma 1 terus anak juga pen nonton tayo yaudah author ngalah dulu sampe anak author tidur kalo ngga jangan harap hp bisa lepas.😌😌😌
Nih author kasih bonus yang bening-bening babang Evan sama mbak Ana buat kalian..😀😀😀
Gimana2 cucok nggak sama karakternya..
jangan lupa kasih dukungan buat author ya biar author semakin semangat 45 nulisnya..❤️❤️❤️
Salam sayang dariku
Author Garing
❤️😘❤️