Nothing Like Us

Nothing Like Us
Ending



Sepulangnya dari rumah sakit, Reno mengatakan jika ia akan membawa Yasmin pada suatu tempat; saat ini mereka tengah dalam perjalanan menuju tempat tersebut, namun demikian Reno enggan mengatakan kemana ia akan membawa Yasmin pergi


Reno melirik ke arah Yasmin kemudian meraba tangan gadis itu dan menggenggamnya, Yasmin yang sedari tadi melihat ke arah luar jendela tiba-tiba ia terkejut dengan tindakan Reno tersebut dan sontak menoleh kearahnya memandangnya dengan keheranan namun diakhiri dengan ia tersenyum manis seraya menatapnya dengan tatapan lembut



Setelah menghabiskan waktu 4 jam lebih perjalanan, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan; sebuah villa tepi pantai yang memiliki nuasa mendamaikan hati ini benar-benar terlihat indah dan menakjubkan. air laut berwarna biru ke hijauan terlihat begitu jernih, telebih lagi memiliki nilai plus dengan nuasa alam yang masih begitu asri disekeliling villa tersebut membuat udara pun terasa sangat sejuk dan bersih


Yasmin tak bisa berhenti melihat ke sekelilingnya dengan mata yang berbinar binar menujukan kekaguman.


Reno menarik tubuh gadis itu kemudian ia melingkarkan satu tangannya pada pinggang mungil istrinya itu, dengan rasa penuh kasih sayang ia mencium pelipis Yasmin seraya bertanya "Apa kamu menyukainya?"


Yasmin tertawa bahagia ia terlihat begitu bersemangat "tentu saja ini benar-benar menakjubkan" katanya, lalu ia menatap Reno dengan tatapan lembutnya seraya tersenyum manis


Reno pun terlihat begitu terenyuh setelah mengetahui bahwa istrinya menyukai apa yang telah ia siapkan selama berbulan-bulan, Reno tahu pasti bahwa istrinya ini begitu mencintai alam dan sangat menyukai suara ombak yang katanya memenangkan hatinya. Reno berbulan-bulan menyuruh orangnya untuk mencarikan sebuah villa terbaik ditepi pantai untuk dihadiahkan pada istri tercintanya ini "Vila ini milikmu" ungkapnya tiba-tiba


Sontak saja Yasmin dibuatnya terkejut, matanya melebar dengan mulut yang sedikit terbuka. ia sangat gugup sampai tak bisa bertanya dengan benar dan hanya satu kalimat "Hah?" yang terlontar pertama kali dari mulutnya


Reno menarik Yasmin semakin mendekat, mengarahkan tubuh gadis itu berhadapan dengannya, ia lalu melingkarkan kedua tangannya pada pinggang istrinya itu. "Aku membeli Vila ini sebagai hadiah pernikahan" ungkapnya


Mendengarnya Yasmin langsung tersipu malu, ia dibuatnya jadi salah tingkah; gadis itu bergumam "Kamu.. kamu berlebihan" namun terlihat begitu jelas ia tak bisa menyembunyikan senyuman bahagianya


Reno sudah pasti mendengarnya, mendengar jelas gumaman gadis itu, namun Reno memilih untuk diam karena enggan menanggapi. ia malah menatap istrinya sampai membuat gadis itu seketika merasa canggung dan kenapa rasanya suasana tiba-tiba saja menjadi begitu serius; Reno mengelus rambut Yasmin dengan lembut menelusurinya sampai ujung rambut gadis itu "Sungguh sebuah kesalahan besar yang telah kulakukan pada dirimu yang lugu" ungkapnya tiba-tiba


Tampaknya Reno masih merasa begitu bersalah atas penghianatan yang telah ia lakukan beberapa tahun lalu. Yasmin sontak saja berdehem untuk mengurangi ketegangannya, tampaknya gadis itu tidak terlalu nyaman berada dalam situasi yang terlalu serius seperti ini; lalu Yasmin memilih mengalihkan pembicaraan "Disini sangatlah dingin, apa tidak sebaiknya kita masuk kedalam saja" katanya, ia kemudian mencoba mendorong perlahan tubuh Reno untuk melepaskan diri namun pria itu menahan tangannya


"Apa sampai detik ini kamu masih tidak bisa memaafkanku? apa aku akan selalu menjadi pria yang memaksamu terus berada disampingku?" pertanyaan tersebut tiba-tiba saja terlontar dari mulut Reno "Apa kamu... apa kamu begitu membenciku?" dan saat ini pria itu terlihat jelas penuh dengan rasa keputusan asaan "Aku termangu selama bertahun-tahun seperti orang gila, mendapati kamu tak lagi disisiku, tak lagi menjadi milikku. aku benar-benar menyesalinya. Yasmin, percayalah padaku aku benar-benar menyesalinya. aku.. aku sangat mencintaimu, aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu" Reno menyelesaikan kalimatnya dengan suara yang parau, lalu ia menundukkan wajahnya dan bersandar di dada Yasmin


Yasmin tampak hanya diam; "Katakan bagaimana caranya agar perkataanku terdengar menyakinkan? agar kamu bisa percaya padaku. tolong berikan aku satu kesempatan lagi? untuk bisa mencintaimu dengan lebih baik" katanya lagi


Yasmin menghela nafas, dan mendorong tubuh Reno perlahan; raut wajah Reno tampak kecewa, mungkin kah ini artinya gadis itu masih enggan menerima permintaan maafnya?


Yasmin tertawa kecil ketika ia melihat raut wajah Reno, kemudian gadis itu menyentuh pipi suaminya dengan lembut. "Hey, aku sudah memaafkanmu" ungkapnya


"Aku tidak lagi membencimu karena hal itu, kita manusia sudah pasti membuat kesalahan dan mengalami hal yang keliru. lagi pula saat itu kita masih sama-sama terlalu muda." ucap Yasmin


Reno sedikit lega setelah mendengarnya, namun masih ada yang menganjal dihatinya "Kamu tidak lagi membenciku karena hal itu, lalu apa jangan-jangan kamu sekarang malah membenciku karena.. karena aku memaksamu menikah denganku? Yasmin.. aku melakukannya karena...." saat Reno hendak menyelesaikan perkataan Yasmin dengan sigap menutup mulut Reno dengan telunjuknya "syuuuthhh"


Gadis itu menggelengkan kepala dengan cepat "aku belum pernah bilang kalau aku mencintai kamu, tetapi di dalam hatiku, aku sudah mengatakannya berulang kali. Reno, aku sudah tidak membencimu dalam hal apapun. aku sudah tahu semuanya. semua tentang penyesalan kamu, sekarang tolong berhentilah menghukum dirimu sendiri" ungkapnya


Reno tidak bisa menyembunyikan senyum kebahagiaannya "kamu.. kamu mengatakan kamu mencintaiku?" tanyanya memastikan


Yasmin hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan yang pasti. Reno saat ini merasa seperti pria yang paling bahagia dan paling beruntung didunia. ia mengangkat Yasmin dan berputar-putar tak jelas seraya tertawa semringah terpancar kebahagiaan yang sesungguhnya diraut wajahnya itu


Yasmin memukul-mukul pundak Reno memintanya untuk segera berhenti "Hey, apa yang kamu lakukan hentikan" Reno kemudian menurunkan gadis itu; ia menatapnya, mereka saling bertatapan begitu lama semakin dalam dan diakhiri dengan ciuman yang begitu manis


Setelah ciuman manis itu berakhir mereka saling menatap dan tersenyum "terimakasih Yasmin" ucap Reno


"Terimakasih Reno" balas Yasmin


Reno menggeleng menolak ucapan terimakasih yang dirasanya tak pantas ia dapatkan "Tidak, tidak, tidak. terimakasih Yasmin" Ucapnya tegas


Kemudian Reno tiba-tiba menggendong Istrinya itu, dan melangkah memasuki area dalam Vila; Yasmin tampak protes dengan tindakan Reno tersebut "Hey apa yang kamu lakukan? aku bisa jalan sendiri" katanya



Reno menurunkan Yasmin ditempat tidur dengan posisi terbaring, lalu ia mencium kening istrinya itu dengan penuh kasih sayang. "Baiklah istriku, kita sudah menempuh perjalanan cukup jauh sekarang waktunya istirahat" ungkapnya


Yasmin menarik selimut "Baiklah" jawabnya tanpa menyangkal dirinya memang membutuhkan istirahat


"Tunggu dulu, sayang sepertinya.. ada sesuatu yang harus kita lakukan sebelum kita tidur" katanya tiba-tiba


"Benar, aku lupa belum gosok gigi" ucap Yasmin dengan wajah polos


"Bukan bukan itu."


"Apa?"


Reno menyentuh perut Yasmin "Aku ingin membuatmu menjadi gemuk, terutama di bagian ini" pria itu mengelus elus perut istrinya


"Maksudmu kita harus makan sebelum tidur?" tanya Yasmin dengan nada polos tidak tahu maksud terselubung dari pernyataan Reno tersebut


Reno menghela nafas "Setelah seseorang menikah, biasanya apa yang mereka rencana kedepannya?" tanyanya


"Memiliki seorang bayi" jawab Yasmin cepat


"aku sangat setuju, istriku itu adalah rencana yang sangat bagus. baiklah, ayo kita berusaha lebih keras untuk memiliki seorang bayi" ucap Reno seraya mulai melepaskan bajunya


"A-apa, tunggu tunggu.. tunggu dulu Reno, apakah ini tidak terlalu cepat?"


"Apa kamu tidak ingin memiliki seorang bayi?" tanya nya


"Aku aku.. aku menginginkannya"



Tiga hari kemudian; Yasmin berdiri ditepi kolam yang tampak seperti menyatu dengan pantai, gadis itu termenung sendirian hanya menggunakan jubah mandinya. tiba-tiba Reno datang dan memeluknya dari belakang pria itu menelusuri seluruh leher istrinya "Ren ayolah, apakah tidak cukup dengan tiga malam ini kamu tidak membiarkan aku tidur dengan nyenyak?" celetuk Yasmin


Reno tersipu malu, ia melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya itu "Aku sangat terobsesi dengan tubuhmu, aku ketagihan. maafkan aku istriku" katanya


Yasmin tampak geli mendengarnya, ia hanya merespon dengan senyuman dan pipi yang tampak merah merona.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Reno tiba-tiba


Yasmin terdiam seribu bahasa. Reno sebenernya tahu permasalahan apa yang sedang dihadapi istrinya ini; Reno memeluknya "Apapun masalahnya kita akan menghadapinya sama-sama" ucapnya


"Apa hari ini kita akan pulang?" tanya Yasmin


Reno mengangguk "Ya" diakhiri dengan mencium kening istrinya itu



Beberapa saat kemudian, bukannya pulang langsung kerumah atau apartemen Reno malah membawa Yasmin kerumahnya. rumah yang disinggahi ibu dan kedua adiknya; Yasmin tampak terlihat gugup dan kebingungan namun sekaligus terpancar rasa kesedihan yang mendalam dari raut wajahnya


"Reno, dia.. dia tidak ingin menemuiku"


Reno menggenggam tangan Yasmin "Kita harus menjelaskannya. hey, aku disini ada bersamamu" katanya terdengar begitu meyakinkan


Reno turun dari mobil, lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya itu. Yasmin keluar tampak ragu-ragu "Aku..A-aku"


Reno menggandeng tangannya "Kesalahpahaman ini semuanya, adalah salahku. Yasmin aku akan sangat merasa bersalah kalau kalian terus-menerus dalam keadaan seperti ini"


Tiba-tiba pintu rumah terbuka, Yasmin tampak begitu tegang. namun ternyata itu adalah kedua adiknya; mereka langsung berlari mendekat dan memeluknya dengan erat penuh rasa kerinduan


"Kak, kami sangat merindukanmu"


Tiba-tiba farah keluar dan langsung menyindir dengan nada ketus "Anak perempuanku ini, akhirnya mengingat keberadaan kita juga" ucapnya


"Ma...."


"Masuklah" sahutnya


Mendengar ibunya mempersilahkan dirinya masuk ke dalam rumah, membuat Yasmin tertegun beberapa saat; ia menoleh ke arah reno begitupun sebaliknya. Yasmin tersenyum samar apakah artinya ibunya itu sudah mau berbesar hati untuk memaafkannya?


Yasmin dan Reno pun masuk kedalam rumah, lantas mereka langsung duduk disofa ruang tamu. farah sempat menawarkan untuk membuat minuman namun keduanya menolak


Anak dan ibu itu saling bertatapan satu sama lain, namun Yasmin beberapa kali terlihat menundukkan kepalanya karena ia merasa begitu bersalah dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini. tidak ada yang mau memulai pembicaraan; farah diam begitupun dengan Yasmin suasananya begitu canggung


"Aku pikir kalian mungkin butuh waktu untuk berbicara berdua saja" sahut Reno



Sekarang hanya ada Yasmin dan ibunya, Yasmin begitu tegang rasanya ia ingin sekali menjelaskan segalanya secara terperinci, namun ia benar-benar tak tahu harus dimulai darimana, sampai pada akhirnya..


"Bagaimana dengan kuliahmu?" tanya farah tiba-tiba


Yasmin hanya diam seribu bahasa, ia tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya; karena ia saat ini sedang terancam dikeluarkan.


"Apa kamu memiliki masalah dengan kuliahmu?" tanyanya lagi


Yasmin menggeleng cepat “Bagaimana ini, aku tidak bisa mengatakannya dan membuatmu kecewa” batin Yasmin


"Kamu selalu ngotot ingin menjelaskan sesuatu, dan sekarang saat aku sudah mau berbicara denganmu.. kamu malah kaku seperti patung tak mengucapkan sepatah katapun. Yasmin ini benar-benar hanya kesempatan terakhirmu" jelas farah


Yasmin mengangguk, ia menghela nafas dan berusaha yang terbaik untuk mulai perlahan-lahan mencoba menjelaskan segalanya secara terperinci pada ibunya ini "Ma, aku minta maaf. karena menyembunyikan ini darimu. aku.. ak-aku menikah dengan Reno awalnya memang karena aku membutuhkan uang untuk membantu papa, Ma.. bagaimanapun, papa kan tetap papa kandungku. aku benar-benar tidak bisa hanya diam saja melihatnya dalam kesusahan" jelas Yasmin "kalau soal berita-berita buruk yang tersebar tentangku, itu memang ada benarnya. itu karena kebodohanku sendiri. aku menandatangani sebuah kontrak kerja yang aku sendiri tidak tahu aku akan bekerja sebagai apa? karena sebelum aku memilih jalan menikah dengan Reno untuk membantu papa, pilihan yang lain adalah aku mencari pekerjaan dengan gaji yang tinggi. kebetulan teman kampusku menawarkan aku pekerjaan tersebut, karena aku pikir dia adalah temanku jadi aku sama sekali tidak ada pikiran buruk terhadapnya begitupun terhadap pekerjaan yang akan dia berikan padaku. tetapi aku.. aku benar-benar berani bersumpah aku belum sempat melakukan apapun, Reno telah menolongku dia berbuat banyak untukku"


"Dan... Dan Reno adalah pria yang baik ma, dia-dia ternyata sudah lama menyadari kesalahannya. aku percaya dia sangat mencintaiku, awalnya memang karena terpaksa tetapi sekarang aku benar-benar menjalankan sebuah pernikahan yang aku mimpikan aku bahagia bersamanya"


Yasmin melihat ibunya tidak merespon apapun, hanya diam menatap anaknya dan tampak mendengarkan dengan serius "Apa mama membenciku?" tanya Yasmin tiba-tiba


Farah tersenyum "Yasmin, tidak akan pernah ada seorang ibu yang membenci anaknya. mama hanya kecewa sangat kecewa. karena kamu tidak mau berkata jujur, dan setiap masalah kamu menanggungnya sendiri tanpa berdiskusi terlebih dulu denganku. menikah itu adalah hal yang besar, dan aku sebagai ibumu justru malah tahu dari mulut orang lain" ungkapnya


"Apa mama akan memaafkanku, aku benar-benar telah menyesalinya. aku benar-benar minta maaf karena telah membuatmu begitu kecewa"


Farah memeluk anaknya itu dengan penuh kasih sayang "Tentu saja, aku akan selalu memaafkanmu" ungkapnya


Yasmin dan ibunya saling berpelukan, menumpahkan rasa rindu yang mendalam. kesalahan pahaman itu akhirnya berakhirnya Yasmin menangis bahagia begitupun farah menangis karena sangat merindukan anak perempuannya ini dan kedua adiknya pun datang lalu mendekat mereka berpelukan penuh cinta dan tangis kebagian


"Mama tau dari dulu sampai sekarang kamu hanya masih mencintai Reno, dan lagipula mama juga tahu Reno sangat mencintaimu. dan mama juga sudah tahu bahwa dia telah menyesali semuanya. dulu sebenernya mama sempat bertemu dengannya, dia terlihat frustasi terus menerus menanyakan keberadaanmu, tapi mama tahu pasti pada saat itu kamu sudah tidak ingin lagi memiliki hubungan apapun dengannya jadi mama tidak memberitahu keberadaanmu"



Beberapa saat kemudian, Yasmin dirangkul farah keluar rumah. Reno yang sedari tadi menunggu dimobil langsung buru-buru keluar. ia senang begitu melihat ibu dan ini tampak sudah akur.


"Menantu, aku akan mengatakan hal ini padamu. agak mengancam tapi kamu sudah pasti harus mendengarnya dan melakukannya. jangan pernah menyakiti anak perempuanku terlebih lagi membuat kesalahan yang sama."


Reno tersenyum dan mengangguk dengan pasti "Tentu saja, aku akan melakukannya. aku tidak ingin kehilangannya lagi"


Yasmin dan Reno berpamitan untuk segera pulang; dalam perjalanan Yasmin tak henti-hentinya tersenyum menebarkan aura kebahagiaan yang sangat pekat, walaupun ia memang masih memiliki beberapa masalah lagi yang sudah pasti ia akan hadapi. tatapi ia benar-benar bersukur karena masalah yang terpait baginya telah berakhir.


Di sisi lain, zidan anggara menemui nadia mantan istrinya untuk membicarakan masalah putra semata wayang mereka; zidan datang langsung ke Vila putranya yang disinggahi oleh nadia ini


"Kenapa datang kesini?" tanya nadia ketus


"Berhentilah mengacaukan kehidupan putramu sendiri" sahut zidan tegas


"Apa maksudmu, aku ini ibunya. ibu kandungnya aku tidak mungkin mengacaukan kehidupan putraku sendiri. zidan kamu jadi orang tua harus tegas walaupun reno sudah amat dewasa sekarang tetapi nyatanya dia masih begitu bodoh, kenapa dia bisa-bisanya ditipu oleh wanita seperti Yasmin itu, jelas-jelas wanita yang tidak benar"


"kamu memang ibu kandungnya, dan aku tidak bisa menyangkal itu dan memang tidak ingin menyangkalnya juga. tetapi nadia, akulah yang membesarkannya dan aku tahu pasti segalanya tentang putraku. tidak sepertimu yang meninggalkannya ketika dia masih kecil. jadi tolong jangan membuat seolah-olah kamu tahu segalanya tentangnya. perlu kamu tahu, Reno... putramu itu sangat mencintai Yasmin dari dulu, di dalam hatinya tidak pernah ada wanita lain selain wanita itu. dan Yasmin adalah wanita baik-baik, Renolah yang membuat sebuah kesalahan yang berimbas pada Yasmin akhrinya meninggalkannya, dan kamu tahu? anakmu itu hampir gila karena kehilangan wanita satu-satunya yang ia cintai. sekarang semuanya telah baik-baik saja Reno telah menemukan kembali wanita yang dia cintai, aku juga tahu pasti dia telah berusaha keras untuk membuat Yasmin tetap disisinya, dan apa yang lakukan? kamu malah mau memisahkan mereka? sama saja dengan kembali menghancurkan kehidupan putramu bukan?"


Nadia benar-benar terkejut mendengar penjelasan dari zidan, itu artinya selama ini dirinya tanpa sadar telah diperdaya oleh Alika.


"Tetapi karena wanita itu dia berani melawan ku, meneduhku yang tidak tidak. meneriakiku" jelas nadia yang teringat kembali pertengkaran antara dirinya dan putranya itu


"Itu karena kesalahanmu sendiri, kamu sudah membuat kesalahan besar dengan meninggalkannya sewaktu dia masih kecil dan sekarang pikirkan apa yang kamu lakukan saat kamu kembali? kamu datang-datang tidak tahu apa-apa langsung ikut campur urusannya. terlebih lagi kamu telah mengusik wanita yang dia amat cintai" jelas zidan


"Ini semua karena alika yang membuatku salah paham, apa yang harus aku lakukan sekarang? dia pasti sangat membenciku, putraku satu-satunya sangat membenciku apa yang harus aku lakukan? aku ingin rasa simpatinya sedikit saja. aku ini ibunya, ibu kandungnya ibu yang telah melahirkan dia dengan taruhan nyawaku sendiri tetapi mengapa hubungan kita terasa begitu asing"



Keesokan harinya, Yasmin janjian dengan loly temannya di sebuah cafe; mereka janjian tepat jam 1 siang. namun etah apa yang terjadi loly tidak datang tepat waktu, ia masih belum terlihat ditempat mereka janjian


Yasmin memutuskan menunggunya, namun tiga puluh menit telah berlalu dan loly masih tak kunjung datang. Yasmin mencoba beberapa kali menghubunginya namun handphonenya selalu sibuk, awalnya ia berpikir mungkin saja dia sedang mengemudi tengah dalam perjalanan ketempat mereka akan bertemu. tetapi sekarang dia mulai berpikir, mungkinkah loly ada keperluan mendesak lainnya sehingga memutuskan tidak jadi bertemu dengannya?


Yasmin memutuskan untuk meninggalkan cafe, namun tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya dan langsung menyapanya dan menyuruhnya untuk duduk kembali; seorang pria itu tak lain adalah orang yang sudah ia kenal, yaitu Justin


"Justin?"


Justin menarik kursi didepan Yasmin dan langsung duduk begitu saja, Yasmin yang melihatnya hanya diam dengan ekspresi kebingungan.


"Maaf sudah menunggu lama, aku baru saja selesai syuting. duduklah"


Yasmin yang tadinya sudah berdiri hendak pergi, memutuskan untuk duduk kembali. tanpa basa-basi gadis itu langsung bertanya "Kenapa kamu disini?"


Justin memandang Yasmin dan tersenyum "Sebenarnya yang ingin bertemu denganmu adalah aku, aku menyuruh loly untuk..."


Sebelum Justin selesai melanjutkan penjelasannya, Yasmin sudah paham duluan dia sontak saja bertanya "Aku mengerti, tetapi untuk apa kamu ingin bertemu denganku?" gadis itu langsung celingak celinguk melihat sekeliling; ia takut ada paparazzi yang bersembunyi dan memotret mereka berdua lalu menyebarkan berita yang biasanya suka dilebih-lebihkan


Justin tahu pasti kekhawatiran Yasmin, jelas terlihat diraut wajah gadis itu yang tampak panik ketika ia melihat sekeliling cafe "Kamu tidak perlu khawatir, cafe ini sudah aku tutup untuk kita berdua" katanya


Mata Yasmin langsung terbuka lebar, ia nampak begitu terkejut


pikirnya; pantas saja dari tadi ia disini hanya melihat beberapa playan cafe saja dan dirinya hanya pengujung satu-satunya


"Aku juga sudah menempatkan beberapa bodyguardku diluar sana untuk mengurusi orang-orang itu, kamu sudah bisa tenang" katanya


"Baiklah Justin, kenapa kamu ingin bertemu denganku?" tanya Yasmin tanpa ingin basa-basi


"Aku hanya merasa khawatir denganmu, apa kamu baik-baik saja?" tanya nya


"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja."


"Sosial media...."


"Maaf Justin, maaf karena sudah melibatkan namamu dibeberapa kasusku. A-aku belum menemukan solusi, tetapi aku akan secepatnya menyelesaikan masalah itu jadi kamu tidak perlu merasa khawatir" jelas Yasmin


"Bukan seperti itu Yasmin, aku sama sekali tidak peduli akan hal itu. yang aku khawatirkan adalah dirimu benar-benar hanyalah dirimu"


"Terima kasih, tetapi aku baik-baik saja. Justin ada satu hal yang ingin aku sampaikan, aku ini perempuan yang sudah menikah"


Justin tampak begitu terkejut "Apa?"


"Aku sudah menikah, kita bertemu dengan cara seperti ini... A-aku.. aku merasa kurang nyaman" jelas Yasmin


"Kamu sudah menikah? benar-benar.. benar-benar sudah menikah?" tanya Justin memastikan kembali pernyataan Yasmin tersebut


Yasmin dengan begitu pasti mengangguk dan menjawab "Ya, aku sudah menikah."


Justin mencoba menenangkan diri, ia sontak meminum minuman yang berada dimeja. sedangkan Yasmin telihat mengernyit karena yang Justin minum adalah minuman bekasnya


"Umm.. Justin itu.."


Justin yang baru saja tersadar setelah meminum minuman Yasmin sontak meletakkan gelas itu kembali dengan cepat "Maaf maaf, apa kamu keberatan?" tanyanya tak enak hati


"Tidak apa-apa"


"Aku akan menggantinya dengan yang baru, aku akan memesan" jelas Justin


"Tidak perlu Justin, lagipula aku harus segera pergi. tidakkah ada hal yang ingin kamu bicarakan lagi denganku?" tanya Yasmin


"A-aku... tidak bisakah kamu lebih lama lagi disini? maksudku.. kita bahkan belum makan siang bersama?"


Tiba-tiba saja Yasmin melontarkan sebuah pertanyaan "Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya


"A-aku... apa kamu memiliki lebih banyak waktu untuk mendengarkan ceritaku?" tanyanya


"Justin.. apa yang telah terjadi?" tanya Yasmin terdengar khawatir


"Ekspresi apa itu Yasmin? kamu terlihat sangat menggemaskan? hey hey, apakah aku terlihat begitu mengkhawatirkan? aku hanya sedang jatuh cinta" jelasnya seraya tertawa kecil


"Kamu jatuh cinta?" tanya Yasmin memastikan kembali pendengarnya


"Ya aku sudah jatuh cinta, aku begitu jatuh cinta" jelas Justin


"Kedengarannya bagus, siapa wanita itu?" tanya Yasmin terdengar sangat penasaran


"Dia sangat cantik, dia benar-benar wanita yang sangat sangat cantik. dia memiliki mata dan sebuah senyuman yang begitu indah. terlebih lagi hatinya sangat baik. sungguh membuatku jatuh cinta, aku sangat mencintainya" jelas Justin


"Lalu?"


"Aku menyerah."


"Apa maksudmu?"


"Dia tidak mencintaiku, dia milik pria lain"


"Kamu.. kamu jatuh cinta dengan seorang wanita yang sudah memiliki hubungan dengan pria lain?" tanya Yasmin dengan ekspresi terkejutnya


"Benar."


"Si-siapa wanita itu?"


Justin tersenyum manis seraya menatap Yasmin penuh dengan perasaan, namun gadis itu tampaknya tidak menyadari tatapan bermaksud itu.


"Seorang manusia yang berjenis kelamin perempuan" jawaban dengan nada bercanda


Yasmin memutar bola mata seketika setelah mendengar Jawaban konyol dari Justin "Baiklah, kamu tidak ingin menyebutkan namanya? tetapi.. aku ingin tahu, apa kamu baik-baik saja dengan semua itu?" tanyanya


"A-aku baik-baik saja, asalkan dia bahagia"


"Kamu pria yang begitu baik, sangat disayangkan kamu malah jatuh cinta dengan wanita yang hatinya sudah milik orang lain. mungkin kamu bisa coba membuka hatimu untuk wanita lainnya, misalnya loly?"


Justin tertawa setelah ia mendengarnya "Kamu.. tunggu tunggu dulu kamu.. jangan bilang.. kamu, kamu ingin menjodohkan ku dengan temanmu loly? itu sangat konyol" katanya


"kenapa? loly adalah teman terbaikku, dia adalah wanita baik-baik. dia juga sangat cantik dan yang paling penting yang perlu kamu tahu.. dia-dia begitu menyukaimu" jelas Yasmin


"Tetapi aku lebih menyukaimu" jawab Justin tiba-tiba


"A-apa?"


"Aku hanya bercanda"


"Oh"


"Aku akan memikirkannya"


"Itu bagus."


Awalnya Yasmin tak ingin berlama-lama dengan Justin, namun pria itu memaksanya untuk menemani ia makan dan pada akhirnya mau tidak mau Yasmin menyetujuinya; lagi pula ia juga merasa sangat lapar, saat menunggu kedatangan loly setengah jam lebih ia hanya memesan segelas jus saja


Setelah selesai makan, Yasmin tiba-tiba ingin bertanya mengenai "Apa kamu masih sering mabuk-mabukan dan meminum obat-obatan itu?" tanyanya


"Ya, apa kamu tidak suka itu?"


"Berhentilah menyakiti dirimu sendiri"


"Apa kamu tidak suka itu?"


"Tentu saja, itu bukanlah hal yang baik"


"Aku tidak akan melakukannya lagi"


"Benarkah? kenapa?"


"Karena itu bukanlah hal yang baik"


"itu benar"


"Juga karena dirimu"


"Apa maksudmu?"


"Tidak ada."


Tak terasa haripun sudah begitu sore, sekarang sudah jam 3 lewat. Yasmin harus segera pulang atau Reno akan habis-habisan mengomelinya, terlebih lagi jika ia tahu dirinya bertemu dengan Justin bukan dengan temannya loly


"Baiklah Justin, aku harus segera pulang"


Yasmin berdiri dari kursi, begitu juga Justin. saat Yasmin hendak pergi Justin menahan tangannya "tunggu.. tunggu dulu" katanya


"Kenapa?"


Justin menarik tangan Yasmin begitu tiba-tiba, sehingga membuat tubuh gadis itupun ikut tertarik. rupanya Justin berniat memeluknya "Sebentar saja" bisiknya


Setelah beberapa saat kemudian; Yasmin saat ini tengah dalam perjalanan pulang kerumah, namun etah apa yang terjadi tiba-tiba saja terbesit dalam pikirnya wanita yang dicintai Justin adalah dirinya. hal tersebut membuat dirinya merasa benar-benar konyol. mengapa ia bisa memiliki imajinasi seperti itu? mengapa dirinya sepercaya diri itu. Justin adalah seorang aktor besar dia sangat tampan begitu banyak wanita cantik yang mengejarnya mana mungkin ia akan tertarik dengan wanita seperti Yasmin? terlebih lagi gambaran yang dibuatkan Justin tentang wanita itu terlalu sempurna, Yasmin seharusnya tak merasa itu dirinya. Yasmin memukuli kepalanya sendiri tak ingin memikirkan hal hal konyol tersebut. sungguh itu membuatnya terlihat gila. sangat menggelikan.



Disisi lainnya, Alika tenyata pergi menemui Steven Wesley di rumah sakit jiwa. dia berdalih pada petugas yang ditugaskan merawat ayah dari Yasmin Wesley itu; ia mengakui dirinya sebagai anggota keluarga


Sebelumnya Steven Wesley dilarikan kerumah sakit, namun tiga hari kemudian ia dipindahkan lagi kerumah sakit jiwa setelah kondisinya dinyatakan membaik. semua itu di lakukan tentu saja demi kebaikannya, karena kondisi kejiwaannya yang masih sedikit terganggu


Yasmin menginginkan segalanya yang terbaik untuk ayahnya itu, ia akan melakukan segala cara untuk memulihkan kondisi kejiwaan dan mental ayahnya kandungnya itu. ia ingin ayahnya kembali normal dan behenti menyakiti dirinya sendiri. jadi yang terbaik adalah menempatkan ayahnya berada dalam pengawasan dan penanganan rumah sakit jiwa


Alika masuk dengan percaya diri keruangan khusus Steven Wesley, dan ia melihat ayah dari Yasmin itu sedang tertidur pulas di kasurnya.


Ia dengan sengaja menyenggol barang yang terletak dimeja, bermaksud membuat suara yang keras yang mungkin akan bisa langsung membangunkan Steven Wesley dari tidurnya itu


Benar saja, ayah dari Yasmin Wesley itu benar-benar terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara berisik dari barang yang jatuh. ia mengernyit membuka matanya perlahan lalu sontak menatap gadis didepannya ini dengan sinis


"Om masih inget aku kan?" tanya nya


Steven Wesley hanya diam tampak memperhatikan dan mengingat-ingat kembali Siapa sebenarnya gadis didepannya ini


"Aku ini teman baiknya Yasmin dari kecil, tetangga rumah om waktu dulu" sahut Alika


"Mau apa kamu kesini?"


"Tentu saja untuk melihat kondisi Om, Om ini kan sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri. aku terus terang benar-benar prihatin dengan keadaan om yang sekarang ini"


"Kamu datang sendiri?"


"Memangnya aku harus datang bersama siapa? Yasmin? Apa om masih berpikir anak perempuan om itu sangat peduli denganmu? coba pikir-pikir lagi, kalau dia memang peduli terhadapmu.. kenapa dia tidak suka rela saja merawatmu bersamanya? tetapi apa yang telah dia lakukan? dia malah menempatkanmu dirumah sakit jiwa seperti ini"


"Itu semua demi kebaikanku"


"Apanya demi kebaikan? dia itu anak paling egois, dia meninggalkan ibu dan adik-adiknya lalu Menempatkanmu.. ayah kandungnya di rumah sakit jiwa seperti ini, sedangkan dia menikmati hidup mewah bersama Reno"


"Tutup mulutmu, jangan berbicara omong kosong tentang putriku."


"Yasmin telah menikah dengan Reno, itu semua karenamu. anak perempuanmu itu jual diri. dia merebut kekasihku"


"Kamu bukan teman terbaik anakku"


"Tentu saja, lagi pula siapa yang ingin berteman dengan anakmu itu. seorang penghianat."


"Tutup mulutmu, aku tahu putriku tidak mungkin seperti itu"


"Putrimu tersayangmu itu telah menghancurkan harapan hidupku satu-satunya. maka aku juga bersumpah akan menghancurkan hidupnya"


"Keluar!"


"Om Steven, apa kamu tahu soal putrimu yang menjadi bintang film panas? itu semua karena dirimu. dirimu yang memiliki banyak hutang dan putrimu yang harus menanggungnya. tetapi dia tidak punya sebanyak itu maka dari itu dia hanya bisa mengandalkan tubuhnya"


"Saya bilang keluar!"


"Aku tidak peduli sama sekali tentang dia menjul tubuhnya pada pria manapun, tetapi mengapa dia harus merebut pria ku juga? anakmu itu benar-benar bukan wanita baik-baik seperti yang terlihat diwajah polosnya yang palsu itu"


Steven Wesley mulai beteriak seraya menutupi telinga dengan kedua tangannya, dia terus berteriak menyuruh alika untuk segera keluar


Namun bukannya menurut, alika justru semakin membual banyak hal buruk tentang Yasmin.


Steven Wesley hanya terus berteriak meminta alika untuk segera keluar, ia masih telihat menutup telinganya dengan kedua tangannya.


Mendengar suara keributan di ruangan Steven Wesley, petugas dan suster yang merawat ayah dari Yasmin Wesley ini berlarian menghampiri.


Katika mereka masuk, mereka langsung pendapati alika yang terjatuh dengan telihat lebam lebam di sekujur tangan dan kakinya


Petugas membantu alika untuk berdiri "Nona, apa kamu baik-baik saja?" tanya dengan nada khawatir


"Suster lebih baik kasih Om saya ini suntikan penenang terlebih dahulu, saya hanya berniat baik menjenguknya tetapi dia tiba-tiba menyerang saya seperti ini benar-benar membuat saya takut. dia melempar semua barang-barang yang dilihat kearahku"


"Tidak.. itu tidak benar! aku tidak melakukan apa-apa, aku tidak salah. d-dia sendiri yang melemparkan benda-benda itu pada tubuhnya"


"Suster, saya ini orang yang normal. sedangkan om saya ini memiliki gangguin jiwa menurutmu siapa yang benar? siapa yang masuk akal? lagi pula untuk apa aku menyakiti diriku sendiri"


"Baiklah Nona alika, tolong anda keluar dulu. karena kami akan menyuntikkan obat penenang terlebih dulu pada pasien kami"



Yasmin baru saja sampai rumah, Ia bahkan baru sampai gerbang depan rumahnya saja. namun tiba-tiba dering ponselnya berbunyi; sebuah panggilan masuk dari pihak rumah sakit jiwa


Ia menerima telpon tersebut, pihak rumah sakit jiwa itu mengatakan jika ayahnya menyerang orang lain sampai terluka. Yasmin begitu terkejut setelah ia mendengarnya, gadis itu telihat sangat khawatir dan langsung begitu panik. Yasmin sontak saja buru-buru menyuruh supir putar balik dan langsung menuju rumah sakit jiwa itu


Beberapa saat kemudian, setelah sampai dirumah sakit jiwa. Yasmin langsung berlari menuju ruangan ayahnya. Yasmin langsung tergesa-gesa dan panik ketika ia mencoba menanyai semua petugas petugas yang berada disana tentang kondisi sebenarnya ayahnya.


"Nona Yasmin mohon tenang dulu, ikut keruangan saya. saya akan mencoba menerangkan kondisi sebenarnya ayah anda"


Yasmin mengikuti apa yang dikatakan perawat disana, ia lantas langsung mengikutinya untuk berbincang di ruangan khusus miliknya.


"Terakhir kali saya tanya, kondisi mental dan emosi papa saya sudah mulai stabil? tetapi apa yang terjadi sekarang? papa saya kenapa bisa tiba-tiba memberontak dan menyerang sampai melukai orang lain?"


Kemudian perawat ini menjelaskan, bagaimana perkembangan baik akhir-akhir ini tentang Steven Wesley. mereka bahkan sudah memperkirakan Steven Wesley bisa saja pulih total dalam beberapa minggu ini, mereka yang merawatnya benar-benar sama terkejutnya seperti Yasmin saat ini. mereka tak menyangka hal ini dapat terjadi


Lalu perawat itu memberikan beberapa kemungkinan, salah satunya adalah mungkin saja orang yang terakhir menemui Steven Wesley membangunkan emosi labilnya sampai membuatnya begitu marah


"Memangnya siapa yang menjenguk papa ku?"


"Dia mengatakan dia adalah bagian dari keluarga"


Tiba-tiba saja alika menyaut dari belakang "Yasmin?" ia melambaikan tangan sambil tersenyum


"Alika? mengapa kamu berada disini?"


"Nona Yasmin, Nona inilah yang terakhir kali menjenguk ayah anda"


"Aku hanya berniat baik menjenguknya, tetapi namanya orang gila kan emosinya tidak stabil mereka juga tidak punya pemikiran jadi asal nyerang aja"


"Tutup mulutmu."


"Yasmin, lihatlah ini semua gara-gara papa tercintamu itu" alika menujukan lebam lebam di seluruh tangan dan kakinya "Aku akan menuntutnya" jelas alika dengan tegas


"Apa kamu mengatakan semua omong kosong yang memancing emosi papaku?"


"Aku hanya mengatakan beberapa fakta tentang putrinya"


"Alika kamu.. kamu benar-benar keterlaluan!"


"Benarkah? takut aku tuntut?"


"Cek CCTV yang berada diruangan papaku!" Yasmin memberikan sebuah printah tegas Kepada security rumah sakit jiwa tersebut


Alika menggepal tangannya, begitu sial dirinya melupakan keberadaan CCTV diruang tersebut, tentu saja akan ketahuan jika dirinya lah yang membanting barang-barang di ruang itu dan melemparnya ke arahnya sendiri tanpa rasa takut.


Alika memang ingin menghancurkan satu persatu orang yang Yasmin cintai, ia akan memulainya melalui Steven Wesley. rencananya ia akan menuntut hukum karena ayah dari Yasmin ini telah menyerangnya dengan sengaja, walaupun tidak berniat untuk memasukkannya sampai membusuk dipenjara, tapi niatnya adalah membiarkan Steven Wesley selamanya jadi orang gila dirumah sakit jiwa ini.


Namun rencana jahatnya itu sudah pasti gagal karena rekaman CCTV dikamar Steven Wesley, alika merasa dirinya begitu bodoh dan ceroboh.


Alika berniat untuk melarikan diri, namun Yasmin menahan tangannya "Mau kemana kamu? aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah papaku perbuatan padamu, tetapi aku juga perlu tahu telebih dulu kejadian sebenarnya" jelas Yasmin


"Apa lagi kalau bukan karena papamu itu gila, dia tiba-tiba menyerangku. kejadiannya seperti itu. dia tidak punya pikiran. lupakan sajalah aku juga tidak ingin memperpanjang masalah ini. lagi pula ini hanya lebam biasa"


"Aku takutnya kamu yang gila alika"


"Yasmin lepaskan tanganku!"


"Alika diamlah, kita lihat dulu rekaman CCTV-nya setalah itu aku akan langsung mengantarmu kerumah sakit. aku harus benar-benar bertanggung jawab atas apa yang telah papaku lakukan. lihatlah kulitmu yang malang dipenuh lebam karena ulah papaku"


"Lebih baik kamu menempatkan papamu dirumah sakit jiwa ini selamanya, dia benar-benar tidak akan pernah menjadi waras lagi."


"Apa karena diserang papaku kamu jadi trauma? sepertinya kamu sedang ketakutan?"


"Tentu saja, aku benar-benar trauma. papamu itu sangat menyeramkan. dia melempariku menggunakan berbagai benda"


Beberapa saat kemudian, Rekaman CCTV tersebut diputar oleh pihak security dirumah sakit jiwa ini. Yasmin telihat serius memperhatikan rekaman tersebut, berbeda dengan alika yang tampak gemetaran dan pucat. Yasmin sampai detik ini menggenggam tangan alika dengan erat ia tidak bisa melarikan diri.


"Woah alika, kenapa hasil rekaman ini beda dengan ceritamu?"


"Kamu pasti memanipulasi itu."


"Bisakah aku memanipulasinya secepat itu?"


"Yasmin lepaskan tanganku."


"Alika... sepertinya, sepertinya kamu juga mengalami gangguan jiwa? lihat halusinasimu yang berlebihan itu. di detik mana di rekaman ini papaku melempari benda-benda disekitarnya ke arahmu? kamu persis seperti orang gila menjatuhkan dan melempari dirimu sendiri dan lihatlah papaku hanya diam menutup telinganya sendiri lalu kamu bisa-bisanya mengarang cerita dialah yang menyerangmu?"


"A-aku.."


"Aku serahkan orang ini padamu, tolong periksa kejiwaannya" printah Yasmin pada petugas rumah sakit jiwa


"Tidak.. tidak.. tidak.. aku tidak gila"



Setelah menyelesaikan masalah ayahnya, Yasmin langsung buru-buru pulang. ia takut Reno akan pulang lebih awal darinya, gadis itu merasa akan sulit untuknya jika ia harus menjelaskan apa yang baru saja terjadi.


Untunglah, saat sampai dirumah Reno belum kembali. Namun saat melihat ruang tamu gadis itu langsung mendapati ada seorang wanita yang tengah duduk mengobrol dengan Zidan anggara


"Yasmin, sudah pulang?" sahut Zidan


"Papi?"


Yasmin benar-benar tekejut setalah tahu ternyata seorang wanita itu tak lain adalah nadia, ibu kandung dari suaminya. selama ini nadia selalu memandang Yasmin dengan negatif, selalu saja telihat kilatan kebencian terpancar dari matanya dan Yasmin juga tahu nadia begitu mendukung Reno untuk bersama dengan alika


Yasmin tersenyum ke arah nadia untuk memperlihatkan rasa sopan santunnya, begitu mengejutkan baginyanya ketika melihat senyumannya itu dibalas oleh senyuman tulus dari nadia.


"Papi baru saja pulang, papi ingin istirahat ke kamar. kamu ngobrol lah dengannya"


Setalah ditinggal hanya berdua dengan nadia, entah Yasmin ataupun nadia sama-sama hanya berdiam diri sudah hampir 15 menit lebih. tak ada dari mereka yang mau membuka mulut, sampai pada akhirnya Yasmin memberanikan diri bertanya "Tante, apa ada yang ingin tante katakan?" tanyanya


Nadia menghala nafas terlebih dulu "Aku ingin meminta maaf atas sikapku padamu selama ini, ini semua karena alika memperngaruhiku. tidak sebenarnya juga karena kebodohanku. aku benar-benar bodoh membiarkan kesalahan pahaman ini berlarut-larut. sekarang aku sudah tahu semuanya, Reno hanya mencintaimu dan bukan alika. selama ini alika hanya mengatakan banyak kebohongan, aku sangat menyesal telah begitu mempercayainya"


"Tidak apa-apa, tante sebelum tante minta maaf aku sudah memaafkan tante lebih dulu. karena aku memang tidak pernah juga memasukkan perkataan tante kedalam hatiku. aku bisa mengerti seorang ibu hanya menginginkan yang terbaik untuk anaknya"


"kamu memang benar-benar perempuan yang baik, Reno beruntung sekali memiliki wanita cantik dan baik hatinya seperti dirimu"


"Terimakasih tante"


"Mami dong panggilannya, aku ini ibu mertuamu"


Tiba-tiba saja Reno pulang, pria itu langsung mendapati istrinya tengah berpelukan sambil tertawa dengan ibu kandungnya.


"Ren, kamu udah pulang ya?" tanya Yasmin


Reno berjalan mendekat, melihat ke arah nadia dengan tatapan sinis "Kenapa dia ada rumah kita?" tanyanya pada Yasmin


"Reno, jangan bersikap seperti itu pada ibumu"


"Ren, maafkan mami ya"


"Aku sangat lelah aku ingin segera istirahat" Reno mencium kening Yasmin dan langsung buru-buru melangkahkan kakinya menuju kekamar


"Tan.. maksudku, mami tidak perlu khawatir aku akan coba bicara dengan Reno"


"Terimakasih Yasmin"


"Malam ini mami nginep disini ya?"



Yasmin menghampiri Reno ke dalam kamarnya, dan mendapati suaminya itu baru saja selesai mandi.


"Aku tidak mau membicarakannya" celetuk Reno tiba-tiba saja sebelum Yasmin sempat berbicara beberapa patah kata


Yasmin merangkul pundak Reno dan membuat ekspresi yang begitu menggemaskan


"Apa yang kamu lakukan?"


"Sayang, kamu tidak boleh bersikap seperti tadi pada ibumu"


"Aku sudah bilang, aku tidak ingin membicarakannya. baiklah Yasmin, lepaskan tanganmu dulu dan berhentilah membuat ekspresi seperti itu"


"Kenapa?"


"Atau aku akan menginginkanmu malam ini, tetapi aku sangat subuk dikantor seharian dan aku benar-benar lelah sekarang. aku tidak bisa melakukan itu denganmu malam ini"


Ke keesokan paginya..


Yasmin bangun lebih awal dari yang lainnya, ia turun kebawah dan langsung mendapati nadia dan beberapa pelayan rumah lainnya tengah sibuk menata makan dimeja makan


"Pagi nyonya muda"


Nadia sontak menoleh setelah mengetahui Yasmin berada disekitarnya, wanita itu tersenyum manis dan menawarkannya segelas susu.


"Duduklah dan minumlah ini, mari sarapan bersama. apakah Reno belum bangun?"


Yasmin mengambil gelas susu yang ditawarkan oleh Nadia dan mengucapkan terimakasih, lalu gadis itu langsung meminumnya setengah. "Ini sangat manis"


"Ah apa itu terlalu manis?"


"Bukan bukan seperti itu.. ini.. ini sebenarnya rasanya pas"


"Mami telah menyiapkan ini semua, apakah Reno akan menyukainya?"


Nadia terus berusaha memperbaiki hubungannya dengan anak laki-lakinya itu, ia sengaja bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan khusus untuk Reno; ia menanyakan makanan favorit Reno saat dia sarapan pada nenek kate yang sudah pasti sangat tahu jelas apa saja tentang Reno karena dia lah yang merawat Reno sedari kecil


Yasmin melihat spicy tuna sandwich dan segelas jus wortel dimeja makan, Yasmin tersenyum melihat ke arah nadia "Ya, Reno pasti sangat menyukainya. ini semua adalah menu sarapan favoritnya"


"Aku akan segera membangunkannya dan menyuruhnya untuk sarapan bersama"


"Terima kasih Yasmin."


Yasmin hanya tersenyum, ia terlihat sangat bersemangat. gadis itu langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar. namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti; entah apa yang terjadi Yasmin merasa begitu mual


"Nyonya muda apa anda baik-baik saja?"


"Yasmin, ada apa? apa kamu baik-baik saja?" tanya Nadia terdengar khawatir dan panik


Reno ternyata telah bangun, pria itu langsung mendapati istrinya dalam kondisi kurang baik. ia mendekat melirik nadia dengan tatapan sinisnya "Yasmin ada apa denganmu?"


Reno memeluk Yasmin, namun Yasmin tiba-tiba saja mendorong tubuhnya. gadis itu langsung berlari ke arah kamar mandi yang terletak didapur; etah apa yang terjadi pada perutnya dirinya benar-benar merasa mual sampai langsung muntah tak henti-hentinya di wastafel


"Kenapa dia ada disini?" tanya Reno sinis


"Nyonya muda yang mengizinkan nyonya nadia untuk menginap disini tadi malam, tuan"


"Apa Yasmin ada salah makan sesuatu?"


"Nyonya muda hanya baru meminum segelas susu yang dibuat oleh nyonya nadia"


"Reno, tatapan curiga macam apa itu? mami benar-benar tidak melakukan apa-apa. itu hanya segelas susu yang aku campur dengan beberapa tetes madu"


Reno menatap nadia penuh ancaman dan kebencian, namun pria itu memilih untuk tidak menanggapinya terlebih dulu. ia mengutamakan melihat Yasmin ke kamar mandi untuk memastikan kondisi istri tercintanya itu dalam kondisi baik-baik saja


"Nenek kate, apa dia baik-baik saja?"


Yasmin keluar dari kamar mandi, sambil mengusap usap perutnya. "Aku baik-baik saja Ren, mungkin asam lambungku naik" ungkap Yasmin


"Tidak, kita harus memeriksanya segera mungkin kedokter. kamu baru saja meminum susu yang dibuat oleh wanita itu"


"Reno kamu tidak bisa menuduh ibumu seperti itu"


Tiba-tiba Zidan Anggara menyaut "Ada apa ini?" tanya nya begitu kebingungan setelah ia melihat beberapa orang rumah ini berkumpul didepan kamar mandi dapurnya


"Yasmin, kenapa wajahmu sangat pucat?"


"Aku A-aku baik-baik saja"


"Ayo kita pergi ke rumah sakit."


"Reno, itu tidak perlu"


"Yas, menurutlah"


Reno langsung buru-buru membawa Yasmin kerumah sakit, pria itu sepertinya sangat panik sampai ia melupakan segalanya; saat membawa Yasmin kerumah sakit ia bahkan masih menggunakan baju tidurnya


"Kita bisa memanggil dokter keluarga, kerumah"


"Aku menginginkan pemeriksaan lebih lanjut"


Saat sampai dirumah sakit, Reno langsung menggendong Yasmin turun dari mobil. gadis itu tampak memberontak, karena baginya ini sangat sangatlah berlebihan; ayolah Yasmin merasa dirinya baik-baik saja, dia hanya merasa mual dan itu tidak akan berpengaruh apa-apa pada kakinya


Beberapa saat kemudian, Reno dengan nada paniknya langsung menyuruh seorang dokter terbaik dirumah sakit ini untuk sesegera mungkin memeriksa keadaan istrinya.


Setelah dokter itu memeriksa keadaan Yasmin, Reno langsung tak sabar mendengar hasilnya. namun telihat jelas sekali dari raut wajah pria itu, ia telihat sangat cemas "Apa istri saya keracunan?" tanyanya


"Keracunan?"


"Jadi benar, istri saya keracunan?"


"Tuan, apa sebenarnya yang kamu sedang pikirkan? mengapa memiliki pikiran yang begitu jauh kearah sana? saya justru berbahagia untukmu dan ingin mengucapkan selamat padamu"


"Istri saya sedang keracunan dan anda berbahagia karena itu?"


"Tuan, tidak ada yang mengatakan istrimu itu keracunan"


"Lalu?"


Seorang dokter itu mengulurkan tangannya "Selamat tuan, anda akan segera menjadi seorang ayah"


"A-apa?"


"Selamat istri anda saat ini tengah mengandung buah cinta kalian, morning sickness itu adalah hal wajar yang dialami oleh seorang wanita ketika mereka tengah hamil muda"


beberapa saat kemudian; Reno menghampiri Yasmin yang masih terbaring diruang pemeriksaan. gadis itu bangun perlahan dari posisi yang tadinya berbaring langsung memperhatikan setiap gerak-gerik suaminya itu


"Ren.. apa kata dokter? aku.. ak-aku bukan karena keracunan kan?"


Bukannya menjawab apa yang ditanyakan Yasmin, Reno malah langsung memeluknya.


"Kamu kenapa?"


"Aku sangat senang, karena aku akan segera menjadi seorang ayah. Yasmin kita akan segera menjadi orang tua"


"Apa.. a-apa maksudmu?"


Reno mengelus perut Yasmin "Disini ada anak kita, kamu sedang mengandung anakku" jelasnya


"Secepat itu?"


"Apa kamu tidak senang?"


"A-aku senang.."


"Usia kandungmu masih sangatlah muda, baru dua minggu. Yasmin aku sangatlah menyesal. saat kita tinggal divila itu, kamu sudah mengandung anakku tetapi aku malah memaksamu melayani nafsuku. membuatmu lelah sampai tiga malam berturut-turut"



Beberapa saat kemudian, Reno dan Yasmin memutuskan untuk segera pulang ke rumah. semua orang rumah terlihat sudah menunggu dengan cemas hasil pemeriksaan Yasmin


Yasmin tersenyum "Aku baik-baik saja" jelasnya


"Ren.. apa hasilnya?"


"Yasmin tidak apa-apa"


"Bukan keracunan kan?"


"Bukan"


"Lalu?"


"Yasmin hanya sedang mengandung buah cinta kami"


Semua orang yang mendengarnya telihat begitu terkejut. namun telihat juga mereka sangatlah bahagia mendengar kabar baik ini. terutama zidan Anggara yang memang sudah menanti-nanti memiliki seorang cucu, tapi nadia pun tak kalah telihat bahagianya. terlebih ia juga merasa lega karena Yasmin mual-mual bukanlah karena kesalahannya, jadi ia sudah bisa merasa tenang karena tidak akan membuat anak laki-lakinya ini lebih dalam lagi membencinya


"Baiklah istriku butuh istirahat, aku akan membawanya ke kamar. tolong Siapakah sarapan yang bergizi untuknya"


"Ren, tunggu dulu."


"Kenapa sayang? kamu harus banyak istirahat"


"Kamu tidak merasa bersalah setelah menuduh ibumu seperti tadi?"


Reno menghela nafas "Baiklah, aku minta maaf. selesai"


"Reno.. bisakah kamu lebih tulus lagi dalam meminta maaf?"


"Yasmin.. aku sudah minta maaf, apa lagi?"


"Tidak bisakah hubungan kalian membaik?"


"Reno, benar apa kata istrimu. tidak baik terus menerus memiliki rasa kebencian terhadap ibu kandungmu sendiri. lagi pula, Ibumu ini sudah menyadari akan kesalahan-kesalahan nya"


"Reno maafkan mami, mami benar-benar minta maaf atas semua kesalahan-kesalahan mami. tolong beri mami kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita?"


"Baiklah."


Walaupun nada bicara Reno masih ketus terhadapnya, tetapi begitu saja sudah membuat nadia bahagia; akhirnya anak laki-lakinya ini mau memberinya satu kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka


Setelah beberapa hari kemudian, Yasmin bertemu dengan loly disebuah cafe. Yasmin telah menceritakan semuanya dan memberitahunya tentang kehamilannya. sebagai teman loly merasa sangat bahagia setelah tahu temannya ini juga dalam keadaan yang begitu bahagia dan juga mendapatkan pria yang begitu sempurna yang mencintainya dengan cara yang sempurna juga


Tiba-tiba fany datang mendekat ke arah Yasmin dan loly, mereka tadinya sedang berbincang-bincang sambil tertawa bahagia; namun setelah menyadari kedatangan fany, Yasmin maupun Loly semuanya langsung terdiam


"Loly, Yasmin.. apa kabar?"


Tak ada satupun dari mereka yang ingin menjawab pertanyaan dari fany, suasananya terasa sangatlah canggung. seperti loly dan Yasmin tak pernah kenal fany sebelumnya, padahal mereka adalah teman dekat. semenjak Fany mencoba bermasalah dengan Yasmin hubungan pertemanan merekapun menjadi benar-benar renggang


"Aku.. A-aku sudah membuat pernyataan dikampus. kamu tidak merebut tunangan ku, aku sudah menjelaskan pada mereka semua bahwa kami hanya tidak saling mencintai dan bukanlah hal yang salah jika Keanu suka sama kamu"


"Kamu bisa memastikannya kembali Yasmin, aku benar-benar sudah mengklarifikasinya. Yasmin aku sungguh merasa menyesal. aku sangat merindukan kebersamaan kita"


"Dan soal foto-foto yang tersebar di sosial media, semua itu juga sudah hilang dan sudah dipastikan kebenarannya bahawa yang difoto itu bukanlah dirimu. Anak-anak dikampus juga sudah tidak menuntut pihak kampus untuk mengeluarkanmu"


"Hubunganku dengan Keanu sudah tidak dipaksakan lagi oleh orang tuaku, Keanu juga sekarang telah pulang ke negara asalnya untuk membicarakan pembatalan pertunangan dengan keluarga"


"Aku senang mendengarnya.."


"Yasmin, apa kamu mau memaafkanku. apa kita bisa berteman lagi? apa kita bisa kembali seperti dulu?"


"Tentu saja."



Selang beberapa hari kemudian, Reno menemani Yasmin ke kampusnya untuk mengklarifikasi beberapa berita-berita buruk yang simpang siur tentang istrinya itu. pihak kampus, mahasiswa dan mahasiswi disana benar-benar tekejut dengan kedatangan seorang Reno anggara ke kampusnya tersebut. terlebih lagi ia datang dengan menggandeng tangan Yasmin dan mengakuinya sebagai seorang istri.


Yasmin dengan berani menjelaskan rincian permasalahannya, gadis itu mengakui jika saat itu ia tengah terdesak dan membutuhkan uang jumlah besar dalam waktu yang singkat. dia sama sekali tidak tahu menau bahwa ayah dari temannya ini memiliki produksi film porno, Yasmin menjelaskan bagaimana ia berpikir positif tentang pekerjaan yang akan diberikan temannya ini. ia juga dipaksa menandatangani kontrak kerja yang bahkan belum sempat ia pahami isi kontraknya, terlebih lagi sama sekali tidak dijelaskan pekerjaan apa yang akan ia Terima. dan Yasmin juga menegaskan, bahwa dirinya belum sempat melakukan pekerjaan yang tertulis dikontrak tersebut. foto-foto yang disebar luaskan oleh temannya itu juga bukanlah foto dirinya.


Yasmin juga menegaskan bahwa dirinya tak pernah merebut tunangan dari temannya itu, karena ia telah menikah dengan Reno hampir satu tahun.


Sekarang seluruh dunia mungkin sudah tahu, Yasmin Wesley adalah istri dari Reno anggara. Pasangan ini sekarang sudah mempublikasikan hubungan mereka, Yasmin dan Reno sering telihat keluar bersama dan dengan sengaja memperlihatkan kemesraan dan keharmonisan hubungan mereka pada semua orang


Selesai.










***********************



**Sambil nungguin NOTHING LIKE US ada SEASON 2 nya, Yuuk dibaca dulu karya terbaruku 😋😋😋****




***Sinopsis :


Rey dikenal sebagai individu muda yang sangat jenius. Dia memecahkan rekor dunia sebagai sisvwa yang mendapatkan nilai A di 10 bidang mata pelajaran, dilndonesia Internasional School of Economic. diusianya ke 13 tahun Rey berhasil menjadi Top Trader termuda dunia yang menghasilkan $200 Juta dalam 35 hari & diusianya ke 25 tahun Rey telah menjadi CEO modal vantura diperusahaan yang ia dirikan sendiri


Rey adalah anak dari triliuner terkenal Jeffrey Johnson, namun hubungan antara anak dan ayah itu tidaklah baik. Rey dan ibunya Jessica diperlakukan secara tidak adil. sampai pada akhirnya perceraian pun terjadi karena lagi-lagi Jeffrey memiliki anak dari wanita lain. Rey yang tidak Terima ibunya telah disakiti bersumpah akan balas dendam pada ayahnya itu


Rey telah dijodohkan dengan Allisya anak dari sahabat ibunya, namun siapa sangka Rey malah jatuh hati pada Selina anak dari target balas dendamnya sendiri. Selina adalah anak pertama dari Lydia seorang PSK yang merusak keutuhan keluarganya


TERIMKASIH ❤💜❤💛***