Nothing Like Us

Nothing Like Us
Keanu?



“Segitu telihat tidak pantas kah aku memakai dress dress itu?” kesal Yasmin dalam hatinya



"Sudah lah aku mau pulang!" Kata Yasmin dengan ekspresi wajah yang begitu terlihat kesal



Yasmin lalu dengan begitu saja melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar



"Yasmin"



Reno lantas terus memanggil gadisnya itu namun dihiraukan olehnya, karena gadis itu telihat kesal merasa dijahili oleh mantan pacarnya itu



"Yasmin, tunggu sebentar!"



Yasmin menghela nafasnya sejenak dan kemudian membalikkan badannya


Gadis itu menyipitkan matanya menatap pria itu dengan sinis



"Kenapa lagi?" Tanya Yasmin dengan nada membentak



"Dress nya?!!" jawab Reno dengan santai



Gadis itu sontak tertegun mendengarnya


“Benar-benar sial seharusnya aku mengganti pakaian dulu baru bilang akan pulang, kalau seperti ini kan aku malu banget” batin Yasmin



Reno hanya tersenyum jahil melihat tingkah laku gadisnya itu, pria itu benar-benar merasa gemas sendiri dibuatnya


baginya gadisnya terlihat lucu saat sedang malu atau sedang kesal sekalipun



Yasmin menatap mantan nya itu dengan tatapan sinis


"Aku akan mengganti pakaian, aku juga tidak membutuhkan dress ini" jawab dengan sinis



Yasmin lalu melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju ke toilet untuk mengganti pakaian nya



"Si berengsek itu benar-benar keterlaluan banget, ngerjain sampai sebegini nya dasar Reno sialan"


Yasmin terus-menerus menggerutu karena kesal dengan sikap annoying yang dikira dikiranya sudah mendarah daging pada mantan pacarnya itu



"Sekarang gimana caranya aku membuka resleting ini?"


gadis itu merasa kesulitan karena resleting dress yang lumayan panjang tapat dibelakang dress yang ia kenakan itu



Gadis itu kemudian memilih untuk keluar dulu meminta bantuan pada salah satu dari empat wanita yang berpekerjaan sebagai penata diluar



"em.. apakah aku boleh meminta bantuan? aku agak kesulitan membuka resleting ini" katanya


dan gadis itu kemudian dengan cepat kembali ke masuk kedalam toilet



Penata busana bernama Nina lalu dengan sigap ingin membantu kesulitan gadis itu dengan membantunya membuka resleting dress nya, namun seketika tiba-tiba ditahan oleh Reno dengan mengunakan isyarat tangan


Nina pun hanya bisa menuruti printah pria itu, karena pikirnya pria itu lah yang sudah membayarnya



Reno kemudian melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju toilet, pria itu pun lalu benar-benar tak segan segan langsung masuk ke toilet dimana Yasmin mengganti pakaiannya



"Benar-benar cowok berengsek! ingin sekali aku langsung mencubit saja ususnya"


Gadis itu hanya terus-menerus menggerutu, ia tak sadar jika pria yang dimaki-maki nya saat ini berada dibelakang nya



Namun Reno yang mendengarnya lantas hanya terus menerus tersenyum mendengar ocehan yang dilontarkan oleh gadisnya itu



Gadis itu lalu dengan samar mendengar suara langkah kaki mendekat yang dipikir olehnya itu adalah Nina si penata busana



"Maaf ya aku harus merepotkan mu" kata Yasmin dengan sungkan



Pria itu kemudian membantu membuka resleting dress yang dipakai oleh gadisnya itu



Resleting itu kemudian akhirnya terbuka


resleting yang cukup panjang dibelakang dress itu dan tentu saja akan membuat dress yang Yasmin gunakan akan melorot bagian tangannya jika resleting dress itu sudah terbuka



Reno kemudian menelan ludah nya sendiri sesaat melihat punggung indah milik gadisnya itu


dan payudara yang sedikit menonjol yang telihat dari belakang itu begitu menggodanya



Yasmin telihat hanya menutupi bagian intim bawahnya saja dikarenakan bagian atas dress nya sudah melorot


lebih konyol nya lagi saat ini gadis itu sedang tidak mengunakan bra


karena sesaat akan menggunakan pakaian itu Yasmin dipaksa oleh penata busana untuk tidak menggunakan bra agar telihat lebih seksi


Nina si penata busana sampai harus memohon mohon padanya agar menuruti arahan nya dan pada akhirnya Yasmin hanya bisa menurut saja



Gadis itu lalu sontak menutupi bagian dada nya dengan menggunakan kedua tangan nya itu



"Terima kasih, dan sekarang kamu boleh keluar aku akan mengganti pakaian" katanya



Pria itu kemudian merasa tak puas dengan ucapan terima kasih yang gadis nya lontar kan



Pria itu lalu sontak menempelkan tubuhnya pada gadisnya itu dan kemudian berbisik pada telinga gadisnya


"Hanya terima kasih?"



Yasmin sontak terkejut dengan suara itu, sampai-sampai pupil mata gadis itu membesar dan mulutnya sedikit terbuka


Suara itu sudah tak asing lagi didengar nya



Gadis itu kemudian sontak membalikkan badan nya, namun posisi Reno yang menempel pada punggung nya membuat Yasmin yang tiba-tiba saja berbalik badan


Posisinya jadi begitu tidak ada jarak dengan mantan pacar nya itu



"Kamu?!!!"



Pria itu hanya tersenyum jahil dan matanya jelas-jelas memandang ke arah buah dada milik gadisnya itu



Yasmin kemudian sontak dengan cepat mundur beberapa langkah dari pria itu



Dengan terbata-bata gadis itu menanyakan "un..untuk apa kamu disini?"



"Membantu mu membuat resleting" jawab Reno dengan nada bicara begitu santai



"KELUAR!!!" bentak Yasmin



Pria itu terus-menerus menatap dengan tatapan mesum pada bagian buah dada gadisnya seakan-akan ia ingin segera memangsa nya



"Heh matamu lihat kemana?"



Seperti ingin menuruti hasrat nya pria itu kemudian mendekati gadisnya sampai-sampai membuat Yasmin sontak terlihat begitu ketakutan



Dengan nada bicara terbata-bata gadis itu memperingatkan Reno untuk tidak mendekat pada dirinya


"Ka..kamu ja..jangan men..mendekat"


Ia terus-menerus menutupi bagian dada nya dengan kedua tangannya itu



“Sial benar-benar sial aku sudah tidak tahan lagi sudah tidak bisa menahan nya lagi tubuhnya itu benar-benar menggoda” batin Reno



Yasmin terus menerus mudur beberapa langkah namun pria itu terus mengikutinya dan sampai pada akhirnya buntu karena terbentur tembok kamar mandi



"Ren dengarkan aku, aku peringatkan kamu jangan sampai macam-macam aku bisa saja teriak dan diluar masih ada orang" ancam Yasmin



Pria itu benar-benar dikuasai oleh nafsunya ia sama sekali tak mendengar ocehan gadisnya



pria kemudian memaksa Yasmin melepaskan tangannya yang menutupi dada nya itu



Yasmin lalu dengan spontan berteriak meminta bantuan namun baru saja mengucapkan kata awal Reno sudah menutup mulutnya dengan cara mencumbu bibir gadisnya itu



Tangan Yasmin kemudian seakan-akan terkunci dibelakang oleh satu genggaman tangan Reno


Pria itu mulai menjajah bagian dada milik gadisnya itu dengan penuh nafsu



“Tuhan sejak kapan dia jadi segila ini?" batin Yasmin



Yasmin kemudian menendang bagian intim Reno sampai-sampai membuat nya kesakitan dan tentu saja pria itu dengan spontan melepaskan genggaman nya pada gadisnya itu



Kemudian gadis itu dengan ekspresi kesal nya tiba-tiba saja menampar pria itu


sedangkan Reno hanya langsung tertegun dibuatnya



"Tolong keluar!" kata Yasmin



Reno yang kesetanan tadi seperti nya merasa bersalah saat ini ia hanya tertegun dengan ekspresi agak murung



● Beberapa saat kemudian setelah Yasmin mengganti pakaian



"Yas, soal barusan aku benar-benar minta maaf"



Namun gadis itu malah salah fokus pada pipi pria itu yang dilihatnya terlihat begitu memar


“Sepertinya aku barusan menampar nya terlalu keras” pikir Yasmin



Sekesal apapun dirinya pada Reno entah kenapa gadis itu merasa bersalah telah besikap terlalu kasar pada mantan nya itu



Spontan gadis itu meraba pipi memar mantan pacarnya itu dengan lembut



"Ini harus di kompres"



Reno terperangah melihat sikap gadisnya itu yang ternyata masih perduli padanya



Reno menyentuh tangan Yasmin yang sedang memegangi pipi nya itu


namun sontak gadis itu melepaskan tangan nya dari pipi pria itu



"Aku hanya memberi tahu lakukan sendiri" katanya dengan sinis



pria itu hanya tersenyum samar dengan raut wajah agak kecewa mungkin Reno berpikir Yasmin akan mengobati dirinya



"Aku mau pulang"



"Aku antar"



"Tidak perlu, bukan nya kamu sedang ada acara dan ingin pergi sendiri ke pesta itu?" sindir Yasmin



"Aku suruh supir antar kamu"





"Alika tante sekarang benar-benar bingung, sebenarnya dulu itu bagaimana cerita hubungan kamu dengan Reno? bukan kah kamu bilang sendiri pada tante Reno yang mengkhianati kamu tetapi kenapa tante melihat dia yang seolah-olah membencimu"



“Sial sekarang aku harus jawab apa” pikir alika



"Alika katakan dengan jujur pada tante, tante sama sekali tidak melihat ekspresi penyesalan lho dari raut wajahnya"



"Reno itu sampai-sampai depresi bukah kah karena kamu meninggal kan dia? tetapi kenapa saat kamu muncul dihadapannya dia sama sekali tidak perduli akan hal itu"



"Bukan hanya tidak perduli tetapi dia bahkan menyuruh tante mengusirmu lho"



“Tante Nadia ini kan tidak tahu apa-apa jadi aku seharusnya bisa mengarang cerita dan menipu nya dengan mudah” batin alika



"Aku akan cerita tante"



"Katakan alika katakan"



"Mungkin saja Reno bersikap seperti itu karena dia sudah mengetahui soal aku akan dijodohkan dengan anak teman dari papaku, tante namun aku bisa merasakan Reno begitu mencintaiku"



"Kamu dijodohkan?" Nadia mengernyit



"Aku benar-benar tidak mencintainya tante, aku hanya mencintai Reno seumur hidupku


aku hanya dipaksa oleh papa ku


kalau saja aku tidak menuruti nya aku akan jadi anak yang sangat durhaka


perusahaan papa ku mengalami sedang krisis tante, kami membutuhkan suntikan dana yang cukup besar dari teman papa ku itu


namun dia memiliki syarat yaitu aku harus menikah dengan putra nya" Alika membual



Nadia sontak tertegun mendengar ceritanya


“Tapi mengapa aku melihat tidak ada cinta dimata anakku untuk gadis ini” batin Nadia



"Tante kami ini saling mencintai, aku begitu senang jika tante senan tiasa mendukung hubungan aku dengan Reno"



"Jika memang benar-benar begitu tante akan sangat mendukung nya dengan senang hati, prioritas tante adalah kebahagiaan Reno"



"Tante aku benar-benar begitu berterimakasih padamu, bantu aku meluruskan kesalah pahaman ini"




● Yasmin yang sedang menuju pulang ke rumah nya tiba-tiba saja teringat sempat mengirim pesan pada Mama nya, bahwa ia akan pergi menginap dirumah teman nya



“Sial aku sekarang sebaiknya tidak perlu pulang kerumah dulu” pikirnya



Pada akhirnya Yasmin pun kemudian memutuskan untuk mengginap satu malam dihotel




● Di resepsionis hotel



"Saya mau memesan sebuah kamar standar room hanya untuk malam ini"



"Baik nona anda ingin double bed, twins bed atau single bed?"



"single bed."



"Silahkan nona isi data tamu terlebih dahulu"




● beberapa saat kemudian



“Benar-benar sial banget hari ini, tinggal semalam doang dihotel ini hampir sejuta” Batin Yasmin



Gadis itu terlalu sibuk menggerutu soal harga hotel untuk standar room yang terlalu kemahalan bagi nya


tanpa ia sadar dirinya sudah menabrak seseorang dari lawan arah



"Maaf"



"Kalau jalan tuh lihat-lihat pakai matamu, Jangan menggunakan dengkul"



"Saya kan sudah bilang maaf dan lagi pula anda juga salah, jalan seharusnya jangan trus fokus pada pansel"



Ternyata seseorang yang Yasmin tabrak barusan ponselnya sampai jatuh


Pria itu langsung jongkok dan sontak mengambil ponselnya itu yang sudah berserakan dilantai, pria itu tentu belum sempat melihat siapa orang yang telah menabrak nya saat ia sedang fokus memainkan ponsel nya



"saya tidak mau tahu kamu harus ganti rugi!!!"



Saat pria itu mulai berdiri dan melihat ke arah Yasmin ia begitu terperangah tenyata seseorang yang menabrak nya adalah seorang wanita yang begitu cantik


Pada awalnya pria itu benar-benar terlihat kesal namun sesaat sudah melihat Yasmin ia hanya menujukan ekspresi begitu terpesona


Pria itu bernama Keanu, yang tak lain adalah anak dari suami baru Nadia dan nadia adalah ibu dari Reno Anggara



“Kalau aku benar-benar disuruh ganti ponsel itu, yang jatuh itu kan jelas-jelas ponsel model terbaru dari merk iP itu mahal banget” batin Yasmin



"Tuan saya sekali minta maaf saya benar-benar tidak sengaja, sepertinya juga kita memang kurang fokus saat berjalan itu tentu bukan hanya karena salah saya saja"



"Tidak apa-apa, kita akan bicarakan soal itu dan bisakah kita sekarang makan malam bersama?"



Yasmin tertegun mendengar tawaran nya, jelas-jelas pria ini diawal benar-benar cerewet dan terus menerus menggerutu menyalahkan nya tetapi mengapa tiba-tiba begitu baik?



Pada akhirnya Yasmin menyetujui untuk makan bersama pria itu untuk membicarakan masalah ganti rugi atau tidaknya dia atas insiden barusan



Pria itu dengan tega pada akhirnya tetap mengharuskan Yasmin mengganti kerugian setengahnya



“Ini benar-benar hari yang paling sial mengganti setengahnya saja hampir 30 juta” batin Yasmin




● Di sisi yang lain nya tentang Reno yang baru mendapati kabar bahwa Yasmin menginap di hotel dan bukan pulang ke rumah nya pria itu mendapati informasi itu dari supir pribadi keluarga anggara



"Untuk apa dia menginap dihotel dan bukan pulang ke rumah?" Reno penasaran akan alasan nya



Namun begitu sial baginya, Reno tidak dapat menyusul gadisnya itu dikarenakan ditahan oleh teman nya yang sedang merayakan sebuah pesta ulang tahun



karena pesta itu Reno kemudian juga benar-benar tepar karena mabuk dan ia tidak sempat menyusul gadisnya malam itu juga




● Pagi harinya sebelum langsung pergi ke kantor Reno menyempatkan diri untuk mencari tahu apakah gadisnya sudah pulang atau masih berada di hotel itu



Reno disambut dengan begitu ramah di hotel itu dikarenakan popularitas nya sebagai pengusaha muda yang begitu sukses



● Di resepsionis hotel



"Saya ingin tahu apakah Yasmin Wesley masih disini?"



"Sebentar tuan kami akan cek data-data nya"




● Beberapa saat kemudian



"Belum keluar masih ada dikamar 116"



"Saya perlu kunci kartunya"



"Maaf tuan kalau itu tidak bisa itu sudah jadi privasi tamu kami"



Reno hanya menatap pihak resepsionis hotel dengan tetapan ketidak sukaan dan pria itu begitu terlihat sinis membuat pihak resepsionis hotel memberikan kunci kartu cadangan kamar 116 dimana Yasmin tinggal




● Dan beberapa saat kemudian saat Reno hendak membuka pintu kamar gadisnya tiba-tiba saja adalah seorang kurir dengan buket bunga bunga tulip ditangan nya



Reno menatap sinis orang itu, pria itu sedikit kebingungan untuk apa kurir itu hanya berdiri dibelakang nya tanpa bicara sepetah katapun



"Ada apa?"



"Buket bunga ini milik kamar nomor 116"



Pria itu sontak terkejut saat kurir itu menyebutkan bunga itu untuk gadisnya


"untuk Yasmin?"



"Ya penerima disini untuk Yasmin Wesley"



Reno mengernyit "Dari siapa?"



Kurir itu hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan pria itu


Kemudian Reno memutuskan untuk menerima buket bunga itu dan menyuruh kurir itu agar segera pergi



Reno kemudian melihat ada sepucuk surat yang terselip dari buket bunga yang indah itu



● isi suratnya



‘Aku jatuh cinta padamu ketika pandangan pertama, kamu benar-benar cantik Yasmin


Aku bahkan sempat meragukan kamu memang benar-benar hanya seorang manusia biasa dan bukan lah seorang bidadari dari syurga dan perlu kamu tahu aku belum pernah sejatuh cinta ini sebelumnya’



Surat itu ditulis dengan tanpa nama pengirim


Reno menggepal tangan nya pria itu benar-benar telihat terbakar api cemburu









Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel karyaku ♡


Tulis tanggapanmu soal sikap Reno diatas dong?