
Yasmin segera menuju kamar lama reno seperti yang di arahkan oleh zidan anggara; namun ketika ia sudah tepat berada didepan pintu kamar tersebut dan ia tinggal membuka saja pintunya, tiba-tiba malah ada seseorang menyahuti nya dengan nada panik
Ruang kerja
Zidan tiba-tiba saja masuk ke dalam ruang kerja anaknya dan ia langsung bertanya "Apa ada masalah?" tanya nya pada reno yang terlihat tegah sibuk mengoreksi berkas-berkas perusahaan
Reno menggelengkan kepalanya dengan cepat "Oh, nggak!" ungkapnya begitu santai, ia juga kemudian menjelaskan "Semua berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan"
"Wow jadi? apakah gavin berhasil menang tender proyek di Los Angeles itu?" tanya zidan terdengar sedikit meragukan
Reno tersenyum "Dia nggak pernah mengecewakan" ungkap reno mengenai temannya itu
Zidan tepuk tangan mengapresiasi "Good job!" ia lalu bertanya "Jadi kapan dia akan pulang?"
"Mungkin lusa" jawab reno singkat
"Oh oke!"
Reno memperhatikan ayahnya beberapa detik kemudian ia spontan bertanya "Apa.. apa ada yang ingin papi bicarakan?" tanya reno tiba-tiba; ia menyadari dari gelagat ayahnya itu seperti ada yang ingin ia biasakan padanya, namun masih terlihat ragu-ragu.
Zidan menggeleng heran "Kau ini selalu saja tahu" ungkap zidan yang salut akan putranya itu karena ia selalu peka terhadap apa yang dirasakannya, tiba-tiba saja suasananya kian menjadi serius "Ren, apa nggak sebaiknya kamu memberitahu yasmin soal..." tanya zidan yang belum selesai karena tiba-tiba dipotong oleh anaknya
"Aku memiliki alasan dan rencana tersendiri" ungkap reno, ia lalu sedikit menjelaskan rencananya "Sebenarnya aku hanya takut yasmin akan merasa terbebani dengan perasaanku nantinya" ia terlihat sedih saat mengatakannya "aku nggak ingin dia bersamaku karena rasa kasihan" ungkapnya
"Aku sudah melukai hatinya terlalu dalam" reno mengatakan penuh penyesalan sampai ia meneteskan air matanya
“Putraku dia benar-benar sangat mencintai gadis itu” batin zidan ia merasa salut melihat anaknya yang hanya mencintai satu wanita
Reno meyeka air matanya kemudian ia lanjut menjelaskan "Aku hanya ingin menghapus luka hatinya terlebih dulu agar benar-benar mendapatkan tempat di hatinya" ia juga menambahkan "Aku menghianati nya dan aku bersumpah benar-benar menyesal akan hal itu, sekarang sangat sulit. aku nggak hanya kehilangan cintanya saja tapi aku juga kehilangan kepercayaan nya" reno menundukkan wajahnya dan menutupinya dengan tangannya "Dia.. dia seperti menutup kemungkinan kita bisa kembali bersama" reno telihat agak frustasi
kembali ke sisi yasmin, pada akhirnya yasmin tak jadi masuk ke dalam kamar reno; ia tiba-tiba saja mendapat teguran dari salah satu pembatu dirumah tersebut.
Ia dengan lantang nya menjelaskan peraturan rumah kepada yasmin, pembatu itu mengungkapkan jika tuan besar melarang siapapun masuk kedalam kamar tersebut; semua itu dikarenakan kamar itu lah yang memperburuk kondisi mental tuan mudanya kala itu
ia juga menjelaskan hanya nenek kate lah selaku ibu asuh reno yang mengantongi izin untuk masuk kedalam kamar tersebut, namun itu saja hanya sekedar membersihkan kamarnya 2x dalam seminggu
Yasmin lalu berusaha menjelaskan jika ia diarahkan oleh zidan anggara sendiri untuk masuk kedalam kamar tersebut, namun sayangnya ia sama sekali tak diberikan peluang untuk berbicara pembatu itu terus mengoceh dan mengerahkan nya untuk segera pergi ke kamar baru reno.
SUAMI ORANG! ⬇