
Tiba-tiba dewi menghampirinya dengan penuh harapan menerima kabar baik dari temannya.
"Yasmin kamu tidak sampai dipecat kan?" tanya dewi telihat begitu penasaran
"Cih. sudah pasti lah dia di pecat. bukan kah begitu yasmin?" sindir Caroline
"Yas itu tidak benar kan?" tanya dewi telihat semakin penasaran
Yasmin merangkul dewi "Aku dipecat dew" ucap yasmin dengan nada bicara dibuat-buat seolah-olah ia sangat tenang
"Apa?!!!" dewi terkejut mendengar jawaban yasmin namun yang membuat ia lebih terkejut lagi adalah sikap yasmin yang masih saja telihat tenang
"Mana bisa begitu, aku akan komplain ke ka mawar!" dewi telihat sangat kesal
"Tidak perlu dew" yasmin menahan temannya itu, kemudian ia menujukan amplop berwarna coklat yang mawar kasih untuknya "Aku tidak apa-apa, lihat." ucapnya "Besok aku akan teraktir kamu ya dengan gaji terakhirku hehehe" tambah nya
“Aku sengaja kemari untuk melihat dia menangis tetapi tidak disangka dia masih telihat begitu tenang seperti biasanya” kesal batin Caroline
“Yasmin dia begitu berlapang dada” batin dewi begitu kagum pada sosok yasmin
Beberapa saat kemudian.
"Nona kita akan pergi kemana lagi?" tanya sopir pribadi yang dipersiapkan Reno khusus untuk yasmin, ia sudah berumur 45 tahun namanya bapak suhipto
"Ke rumah saya."
Yasmin memutuskan untuk kembali kerumahnya telebih dahulu dan bertemu ibu juga kedua adiknya kenzo dan dylan dalam perjalanan kerumahnya gadis itu hanya melamun memikirkan bagaimana kedepannya, ia adalah tulang punggung keluarga saat ini
ibu dan juga kedua adiknya membutuhkan biaya hidup
Ditambah dengan biaya sekolah adiknya kenzo dan juga ia memikirkan dylan yang sebentar lagi harus bersekolah walupun dia hanya adik tiri Yasmin namun Yasmin sama sekali tak membeda-bedakannya dengan kenzo ia masih tetap menyanyanginya dan bertanggung jawab layaknya kakak yang baik.
“Sepertinya nona yasmin sedang memiliki banyak masalah” batin pak suhipto
Beberapa saat kemudian setelah sampai di komplek perumahan yasmin gadis itu menyuruh sopir untuk menunggu nya agak lebih jauh dari rumah nya.
"Bapak kalau mau pergi dulu juga tidak apa-apa atau menungguku dikafe dekat sini juga boleh" ucap yasmin
Setelah berjalan kurang dari 10 menit akhirnya Yasmin sampai kerumahnya.
Gadis itu mengetuk pintu rumahnya beberapa kali, dan beberapa saat kemudian kedua adiknya menyambutnya dengan sebuah pelukan hangat
"Kakak.." tak hanya sebuah pelukan hangat mereka juga memasang ekspresi bahagia saat menyambutnya, itu membuat yasmin meneteskan air mata karena merasa begitu terharu dengan sikap manis adik-adik nya terhadapnya
"Yasmin kamu sudah pulang?" tanya farah
Yasmin hanya menganggukkan kepalanya.
"Mari kita makan bersama mama sudah masak sayur kesukaan kamu dan ayam goreng kesukaan kenzo dan dylan" ucap farah
Saat dimeja makan Yasmin hanya melamun “Bagaimana pun aku harus berusaha mencukupi kebutuhan mereka” batin yasmin
"Yasmin kalau sedang makan jangan sambil melamun" tegur farah yang sadar anaknya sedang melamun
"Eh hehe, iya iya."
Setelah selesai makan beberapa saat kemudian yasmin dan ibunya duduk diruang tamu hanya berdua, yasmin sangat telihat canggung ia ingin mengatakan sesuatu namun tidak tahu ia harus memulainya darimana.
"Yasmin apa kamu sedang ada masalah?" tanya farah
Yasmin menggelengkan kepalanya ia membantah.
"Jangan berbohong padaku."
"Sebenarnya aku ingin meminta ijin, aku ingin tinggal diasrama kampus bersama temanku" ungkap yasmin
"Apa?! kenapa harus tinggal diasrama kampus" farah terkejut dengan niat anaknya itu
"Aku harus fokus mempersiapkan skirpsi, aku hanya akan tinggal diasrama untuk beberapa saat saja" Yasmin membual
Setelah farah kembali mencoba mempertimbangkan keinginan anaknya itu, dan juga setelah yasmin memberikan begitu banyakan alasan yang masuk akal pada akhirnya farah mengijinkan yasmin untuk tinggal diasrama kampusnya dalam beberapa saat saja sampai ia menyelesaikan skripsinya dan lulus dengan nilai baik dan memuaskan.
farah berpikir jika ia belajar dirumah dan mendapat gangguan dari kedua adiknya ia tidak akan fokus belajar jadi ia menyetujuinya dengan syarat yasmin harus sering memberinya kabar dan sering-sering pulang kerumah.
Untuk sementara tidak ada pilihan lain selain membohongi ibunya, ia hanya belum tahu harus menjelaskan dengan cara apa pada ibunya itu bahwa dirinya telah sah menjadi istri reno anggara.