
Namun tiba-tiba saja yasmin teringat seharusnya ia membeli obat kontrasepsi, agar mencegah dirinya tak sampai mengandung anak dari reno, walaupun ia selalu melakukan hubungan badan dengan suaminya tersebut.
Ia kemudian meminta sopir pribadinya untuk berhenti disebuah apotek.
Di apotek.
"Saya tebak kamu pasti akan membeli obat kontrasepsi Atau sebuah testpack?"
Saat yasmin hendak menyebutkan maksud kedatangannya ke apotek untuk membeli apa; penjaga apotek tersebut sudah menebaknya dengan penuh percaya diri, sontak saja itu membuat yasmin terkejut keheranan, mengapa tebakannya bisa benar?
"Emmm... Aku..."
"Ini mau obat kontrasepsi atau testpack?" penjaga apotek tersebut menyodorkan dua barang tersebut begitu saja pada yasmin
"Dasar anak muda jaman sekarang mau enak-enaknya saja" gumam penjaga apotek
Justin melihat yasmin di sebuah apotek, ia sontak memberhentikan mobilnya; Justin langsung turun dari mobilnya tersebut dan berlari ke arah yasmin
Langkahnya sempat terhenti ketika pria itu melihat penjaga apotek menyodorkan obat kontrasepsi dan sebuah testpack, ia terkejut justin bepikir yasmin benar-benar akan membeli kedua barang tersebut.
"Yasmin?!!" sahut justin
Yasmin sontak menoleh ke arah belakang karena ia tekejut mendengar suara pria memanggilnya "Justin???"
Justin tiba-tiba saja memeluk erat yasmin dan ia terus berkata "Kamu nggak perlu khawatir aku akan tanggung jawab"
Yasmin sontak mendorong tubuh justin menjauh darinya "Justin ada apa denganmu sebenarnya?" ia benar-benar tak tahu mengapa justin tiba-tiba mengatakan itu
"Nggak perlu obat kontrasepsi, aku akan tanggung jawab" ucap justin
Yasmin mengernyit "Tanggung jawab untuk apa? apa kamu bisa jelaskan terlebih dulu? sepertinya ada kesalahan pahaman"
"Yasmin ayolah jangan ditutup-tutupi. aku tahu kamu datang ke apartemenku. tetapi saat itu aku dalam keadaan mabuk berat, aku pasti hilang kendali, aku memang nggak ingat apapun. tapi melihat kondisiku saat itu, aku bisa saja telah melecehkan mu iya kan" ungkap Justin
Justin menggenggam kedua tangan yasmin "Tapi percayalah aku akan bertanggung jawab" ucapnya
“Bukan kah dia pria yang biasa meniduri banyak wanita? mengapa dia malah kepikiran untuk tanggung jawab?” pikir yasmin
Tak lama kemudian yasmin tertawa terbahak-bahak dan ia menjelaskan "Justin sebenarnya kita tidak melakukan apapun pada malam itu, kamu tertidur dan aku langsung pulang" ungkap yasmin
"Sebenarnya penjaga apotek ini lah yang salah paham, aku kesini untuk membeli obat tetes mata bukan kontrasepsi ataupun sebuah testpack" yasmin membual
Justin mengernyit dan langsung bertanya memastikan "Kita tidak melakukan apapun?" namun entah mengapa telihat jelas diwajahnya sebuah ekspresi kekecewaan
“Mengapa aku merasa aku telah menyia-nyiakan waktu dan kesempatan berharga pada malam itu, tidak melakukan apapun dengannya mengapa aku merasa begitu kecewa? ada apa dengan perasaanmu sebenarnya Justin” batin justin
Beberapa saat kemudian.
"Mengapa kamu ke apartemenku waktu itu?" tanya justin
"Sebenarnya karena aku mau meminta bantuanmu, untuk menjelaskan pada publik kalau foto-foto yang kesebar luas itu tidak seperti yang banyak diberitakan" ungkap yasmin
"Berita itu sudah di take down" ungkap justin
Yasmin sontak terkejut "Kamu melakukannya?"
“Bukan yasmin, sebenarnya aku juga ingin tahu siapa yang melakukannya. itu bukan juga dari pihak menejemen” batin justin
"Aku akan buat konferensi pers sehari sebelum premiere film terbaruku" ungkap justin
“Itu lebih bagus sih, walapun berita-berita yang simpang siur tersebut udah di take down dari internet dan media-media lainnya, tetapi para penggemarnya yang fanatik itu sudah mengetahui wajahku, dan aku benar-benar takut jika sampai bertemu mereka dijalan. apa benar akan seperti apa yang mereka katakan di sosial media? ada yang ingin sampai membunuhku aku melihatnya dari fany tadi” batin yasmin
Yasmin hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya
"Aku mengundangmu secara khusus ke premiere film terbaruku yang akan tayang minggu ini, aku harap kamu berkenan untuk hadir" ucap Justin
"Terima kasih, akan aku usahakan" jawab yasmin
"Aku sedang terburu-buru sebenarnya, maaf aku tinggal ya. sampai jumpa" ucap yasmin begitu saja meninggalkan justin