
Reno melirik ke arah Yasmin dengan sorot mata yang terlihat begitu kesal. gadis itu masih saja enggan memberitahunya siapa yang telah membuat dirinya sampai terluka; ia hanya menundukan wajahnya dan diam seperti orang yang sedang ketakutan
Reno menghela nafas, pria itu menyesalkan sikap Yasmin yang terus menerus mencoba menutup-nutupi masalahnya; ia lantas meraih ponselnya untuk mengubungi seseorang agar membantunya menyelidiki siapa yang telah begitu berani melukai istrinya
“Aku ini wanita parasit ya?” Batin yasmin, ia tersenyum pilu ketika mengingat kembali perkataan demi perkataan yang terlontar dari mulut Nadia “Semua yang dikatakannya memang benar adanya” pikirnya
'Tolong kamu selidiki..'
Yasmin sontak menoleh ketika ia mendengar suara suaminya sedang menghubungi seseorang “Jadi dia benar-benar akan mencari tahunya sendiri? tidak dia tidak boleh tahu” batin Yasmin “Aku tahu hubungan Reno dan ibunya tidak pernah baik, aku tidak boleh merusak hubungan antara ibu dan anak itu lebih dalam lagi” pikirnya
Yasmin kemudian malah bertindak sangat gegabah dengan ia berlari ke arah Reno dan langsung begitu saja meraih paksa ponsel milik suaminya tersebut
"Hey.. apa yang kamu lakukan?" Reno mengernyit, ia nampak sangat kesal "Kembalikan" ucap reno meminta ponselnya kembali
Yasmin menggeleng "Aku punya masalah pribadi, tolong kamu berhenti terus-menerus ikut campur masalahku" pekik Yasmin
Reno tertegun seketika mendengarnya, ia menggertakkan giginya terlihat menahan amarah; mengapa gadis ini tidak menyadari betapa khawatir dan begitu perduli nya ia terhadapnya.
Reno mengepal tangannya, tatapan matanya terhadap Yasmin begitu menakutkan. pria itu terlihat seperti orang frustasi ia mengacak-acak rambutnya sendiri kemudian berbalik hanya untuk meninju sebuah tembok yang terletak dibelakangnya menggunakan tangannya sendiri; hal tersebut membuat Yasmin begitu ketakutan sampai-sampai membuat seluruh tubuhnya gemeteran, ia benar-benar tidak menyangka Reno akan semarah itu
"A-aku bisa menjelaskan.." Sahut Yasmin dengan terbata-bata
Reno sontak berbalik "Berikan ponselnya padaku!" pekiknya dengan nada bicara yang terdengar begitu dingin
"Ren sebenarnya hanya ada kesalahan pahaman orang itu pun sudah meminta maaf, jadi aku pikir tidak perlu lah diperpanjang"
"Kembalikan ponselku" Reno memilih tak mendengarkan penjelasan Yasmin "Yasmin aku bilang kembalikan ponselku!" ia membentaknya
Yasmin menggeleng "Ren, kamu benar-benar berlebihan" pekiknya
Reno tertawa kecil "Itu benar, segalanya hal yang menyangkut tentang dirimu memang selalu membuatku berlebihan" ungkapnya “Aku terlalu berlebihan perduli padamu, terlalu berlebihan khawatir akan dirimu dan tentunya aku terlalu berlebihan mencintaimu” batin Reno
Yasmin Menggeleng, ia lalu menatap Reno dengan tatapan mempertanyakan 'apa maksud perkataan Reno tersebut?
"Tolong ponselku" sahut Reno, masih meminta ponselnya kembali
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar, orang diluar menyahut "Maaf tuan, ini saya yang ditugaskan menjadi bodyguard Nona Yasmin" ia menambahkan "Saya sudah menyelidiki orang yang telah melukai Nona Yasmin" mendengarnya Yasmin dan Reno sontak menoleh secara bersamaan
Reno tersenyum "Sayang apakah kamu dengar itu? Ternyata dua bodyguardmu ada gunanya juga" sahut Reno
“Kenapa mereka malah pergi menyelidikinya” batin Yasmin
"Masuk."
"Tuan, kami memutuskan untuk kembali ke perusahaan kosmetik tersebut untuk mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi"
"Benar, kami berinisiatif kembali ke perusahaan tersebut untuk mencari tahu"
"Jangan bertele-tele, cepat katakan siapa yang telah melukai istri saya?"
"Seorang wanita yang mungkin sudah berumur hampir 50 tahun, bernama Nadia. dia mengaku sebagai ibu anda"
Reno sontak saja tertegun; terlihat begitu jelas diraut wajahnya, pria itu sepertinya benar-benar sangat terkejut dengan apa yang baru saja dirinya dengar
Reno menoleh ke arah Yasmin, pria itu sontak menggenggam tangan Yasmin "Katakan, apa itu benar? wanita itu yang telah melukaimu?" tanyanya
Yasmin terdiam seribu bahasa, "Yasmin buka mulutmu, bicaralah. katakan apa itu benar?" tanya reno dengan nada bicara membentaknya
"Tuan kami melihat sendiri melalui rekaman CCTV wanita itu lah yang telah menampar nona Yasmin dan kemudian masih mendorongnya hingga membuat nona Yasmin terjatuh sampai ia terbentur pada sebuah meja hiasan didepannya"
"Kami mengetahui namanya dari asisten pribadi CEO perusahaan tersebut, ia juga mengungkapkan jika wanita itu sempat mengatakan beberapa kata-kata kasar kepada nona Yasmin dan kemudian mengancamnya agar menjauhi anda"
“Mengapa informasi yang mereka dapatkan begitu detail?” batin Yasmin
"Yasmin lepaskan tanganmu, jangan membuatku semakin kesal"
Yasmin menggeleng "Aku tidak akan membiarkanmu pergi jika kamu hanya akan melakukan hal buruk terhadap ibumu. Reno sudahlah lagi pula aku baik-baik saja" ungkap Yasmin
"Yasmin kamu tidak akan pernah mengerti, sekarang lepaskan tanganmu" pekik Reno
Namun tiba-tiba...
"Ada apa ini?"
Reno dan Yasmin sontak menoleh secara bersamaan, Zidan anggara tiba-tiba saja datang ke perusahaan Reno tersebut.
"Papi?"
Yasmin menunduk berusaha menyembunyikan wajahnya yang sedang terluka
"Kalian sedang bertengkar?" tanya nya "Yasmin? kamu tidak menyapa papi?"
Yasmin mengangkat wajahnya, kemudian betapa terkejutnya Zidan saat melihat pipi Yasmin memar dan bibirnya terluka; Zidan berpikir Reno dan Yasmin telah bertengkar hebat sampai sampai membuat anaknya itu lepas kendali dan memukulnya
Jika itu benar Zidan akan sangat kecewa, karena ia merasa dirinya tidak pernah mengajarkan anaknya untuk berperilaku kasar terhadap perempuan.
Zidan yang berpikir Reno lah yang telah melukai Yasmin, tanpa berpikir panjang dan dengan secara tiba-tiba ia langsung menonjok anaknya itu bermaksud untuk memberinya hukuman.
Yasmin berteriak saking terkejutnya
"Siapa yang mengajarimu untuk memukul seorang wanita?"
Reno telihat kesakitan.
Yasmin menggeleng "Papi bu-bukan.."
"Biarkan saja Yasmin, papi yang akan menghukumnya"
Yasmin ingin menyentuh wajah reno yang telah memar karena dipikul oleh ayahnya sendiri, namun Reno menepis tangan yasmin. pria itu langsung bergegas pergi begitu saja meninggalkan ruangan kerjanya
"Reno.."
"Sudahlah Yasmin biarkan saja."
"Papi, papi salah paham. bu-bukan Reno yang melakukannya" ungkap Yasmin
"Yasmin jika suamimu telah melakukan kesalahan jangan mencoba melindunginya, papi ada bersamamu."
Yasmin menggeleng "Papi benar-benar bukan Reno yang melakukannya"
"Terus kalau memang bukan Reno, siapa lagi?"
“Dia kelihatan sangat marah, dia pasti langsung mencari ibunya” pikir Yasmin
"Yasmin kenapa malah diam saja? sebenarnya siapa yang telah melakukannya? siapa yang telah begitu berani melukai menantu kesayanganku? bicaralah nak"
"Papi aku harus mengejar Reno"
Yasmin bergegas pergi mengejar Reno, ia terlihat jelas sangat panik; hal tersebut disadari oleh zidan anggara “Kenapa dia begitu panik?”
Zidan lalu bertanya kepada dua bodyguard Yasmin "Kalian? kalian bodyguard Yasmin bukan? sebenarnya apa yang telah terjadi? beritahu saya?"
***********
Hai readers! author mau minta maaf karena udah seminggu ini nggak update, mohon pengertiannya juga karena baru bisa update segini hehe soalnya author jatuh sakit 🤧