Nothing Like Us

Nothing Like Us
Yasmin bertemu alika



Tidak lama kemudian yasmin mulai menyadari dan merasakan kehadiran seseorang yang sedang memperhatikan dirinya dari balik pintu yang sedikit terbuka


Gadis itu menoleh ke arah pintu dan ia lalu menyahut "Siapa itu?"



"Ini aku." sahut alika sambil ia membuka pintu



Yasmin sontak tertegun terkejut karena gadis itu sangat tidak menyangka tenyata orang yang memperhatikan dirinya sedari tadi dibalik pintu itu adalah sahabat lama nya alika.


“Alika?!!” batin yasmin



Alika melambaikan tangan nya sambil ia tersenyum "Hai, Aku boleh masuk?" tanya nya



Yasmin hanya menjawab dengan menganggukkan kepala nya saja tetapi setelah itu ia langsung mengalihkan pandangan nya dari alika seperti ia menujukan sangat enggan melihat sahabat lama nya itu, ia juga tampak jelas dari raut wajah nya tidak menyukai kehadiran alika.



"Aku kebetulan tadi lihat kamu keluar dari ruangan dokter dan aku agak khawatir, aku pikir kamu yang lagi sakit" ungkap alika membual



"Eh tenyata om steven ya, om steven kenapa?" tanya alika nampak sangat penasaran dan belagak seperti ia begitu khawatir



Yasmin begitu enggan menanggapi pertanyaan dari alika tersebut, ia memilih diam seribu bahasa.



"Udah beberapa tahun yas kita nggak ketemu, dan sekarang aku senang banget bisa lihat kamu lagi" bualan alika "Apa kamu sangat membenciku karena persoalan beberapa tahun lalu itu? yasmin semua nya bisa aku jelaskan" ungkap alika memasang wajah bersalah



Yasmin sontak menoleh ke arah alika dan ia menatapnya sinis dalam beberapa detik


lalu yasmin tertawa kecil sejenak kemudian ia langsung dengan tegas mengungkapkan jika ia sebenarnya sama sekali sudah tidak ingin membahas lagi masa lalu


"Nggak perlu. aku udah nggak mau bahas." yasmin mengatakan dengan nada bicara sangat dingin pada alika "Aku akan pergi ke administrasi untuk mengurus pembayaran dan mengurus kepulangan papaku hari ini, aku juga harus pergi menebus obat papaku di instalasi farmasi rumah sakit" ungkap yasmin



Alika mengangguk "Oke, kamu tenang saja nggak perlu khawatir.. aku akan jaga om Steven sementara saat kamu mengurus semuanya" alika berlagak tulus saat ia mengatakan nya



Alika benar-benar salah paham ketika ia mengartikan perkataan yasmin sebelumnya, dirinya berpikir yasmin ingin ia menemani ayah nya disaat yasmin sedang mengurus segala prosedur rumah sakit.


yasmin hanya tertawa kecil saat mendengarnya, ia lalu mengungkapkan "Maaf, sebenarnya bukan itu yang mau aku katakan." yasmin menambahkan "Kamu ikut aku keluar, papaku butuh istirahat"




Alika memutar bola matanya terlihat sebal dengan sikap dingin yasmin pada nya, namun ia masih terlihat berusaha menahan amarah nya.



Beberapa saat kemudian di bagian administrasi



"Apa?! 1,2 juta" Yasmin sangat terkejut dengan tagihan biaya rumah sakit ayah nya itu



"Biaya mengobatan nya 850 ribu di tambah dengan biaya untuk sewa kamar rawat 350 ribu jadi total nya 1,2 juta" ungkap bagian administrasi sedang berusaha menjelaskan detailnya



"Tetapi papa saya itu hanya dirawat setengah hari saja?" yasmin masih berpikir mungkin saja ada kesalahan karena saking ia terkejutnya dan sangat tidak menyangka biaya rumah sakit akan sampai semahal itu



Namun pada akhirnya mau tidak mau ia tetap saja harus membayar tagihan tersebut bukan? jadi dengan terpaksa ia harus menggunakan simpanan uang yang ia memang sengaja sediakan untuk biaya hidup ibu dan adik-adiknya sementara ke depannya saat ia masih tidak memiliki pekerjaan


Uang itu pun ia dapatkan dari hasil gaji terakhirnya bekerja sebagai pelayanan di kafe mawar uang tesebut hanya sekitar 2,5 juta rupiah saja dan sudah terpakai olehnya sekitar 500 ribu untuk mengganti dua roti yang ayah nya sempat curi di toko orang lain.



Yasmin melihat isi dompet nya hanya tersisa 500 ribu saja, ia lalu tampak khawatir karena belum menebus obat untuk ayah nya ia takut uang yang ia punya sekarang tidak cukup untuk menebus obat tersebut.



Di instalasi farmasi rumah sakit.



"Ini salepnya dan ini obat minumnya, salep untuk luka-luka nya oleskan minimal 4x ya dalam sehari


Nanti kalau bisa sebelum dipakai di kompres terlebih dulu pakai air hangat atau air dingin juga nggak apa-apa, dan untuk obat minum nya di minum cukup 2x sehari saja. total semuanya 800 ribu"



“Ternyata apa yang aku khawatirkan benar-benar terjadi, sekarang aku harus bagaimana?” batin yasmin ia mulai telihat panik



"Maaf sebelumnya, saya boleh izin menelpon taman saya dulu nggak? soalnya uang saya kurang" yasmin telihat malu-malu saat mengungkapkan hal tersebut



Namun tiba-tiba alika datang dengan bertingkah seperti seorang malaikat penolong dan ia lalu menyahut "Nggak perlu, pakai uang aku dulu saja."