
"Balik ke Villa" Printah Reno pada supir peribadinya
Dalam perjalanan menuju Villa mewah milik Reno anggara, Aku Malah tertidur cukup pulas dipundaknya.
"Apa posisi tidur seperti ini akan nyaman untuk dia" Sautnya
"Sepertinya Nona ini tertidur cukup nyaman dipundakmu dia terlihat cukup pulas, apa anda tidak merasa pegal tuan?" Tanya supirnya
"Apa leher dia tidak akan pegal jika posisinya seperti ini" Reno malah balik nanya
“Tuan muda anggara benar-benar perhatian sekali pada gadis ini, ia bahkan tidak perduli akan dirinya sendiri kah?” gumam supir peribadinya
Reno pun melingkarkan tangannya ke bahuku mengubah posisiku yang tadinya bersadar dipundaknya dan sekarang malah tertidur tepat didadanya.
"Capat sedikit" Perintahnya pada supirnya
"Baik Tuan"
Sesampainya di Villa super mewahnya~
"Tuan apa perlu saya bantu untuk menggendongnya kedalam" Saut supirnya
Reno pun menjawab dengan tegas "Tidak perlu!"
Ia pun menggendongku masuk kedalam Villanya
Saat Memasuki pintu masuk Villa itu ada Dua orang Pembantu membungkukan sedikit tubuhnya menyambut tuannya yang baru saja kembali
"Selamat malam tuan Muda anggara"
"Nona Ini??" Saut Salah satu pembantunya
Reno pun tidak menjawab apa-apa ia melanjutkan langkahnya, memijaki satu-persatu anak tangga dan kemudian sampailah dikamarnya. ia pun dengan pelan membaringkan aku ditempat tidurnya. Kemudian memperhatikanku dengan singkat lalu ia mengusap usap Rambutku dan mencium keningku dengan lembut.
Ia berjalan pergi membuka pintu pembatas antara kamar dan balkon, ia
Berdiri di balkon kamarnya memandang ke arah luar kemudian ia mengingat-ingat perkataan Yasmin saat mabuk “Aku sangat kecewa pada papa ku” “Dia ingin menjualku”
Kemudian ia berinisiatif mencari tahu ia mengambil handphone disaku celananya
Via phone ↓
'Gavin? Suruh Beberapa orang Selidiki soal Steven wesley Ayah dari Yasmin wesley saya butuh informasinya secepatnya!!!'
'Baik, nanti aku telpon balik kamu kalau sudah ada hasil'
ia pun berjalan masuk menuju kamarnya~
Lalu Memandangiku menggengam satu tanganku dan tangan satunya lagi mengusap usap keningku dengan lembut.
"Tidak usah khwatir akan masalah apapun, mulai sekarang aku akan ada dibelakangmu" Bisiknya
Kemudian ia berbaring disampingku dan memandangiku lagi ia menyentuh pipiku dengan lembutnya ia pun berkata "Akhirnya!!! Akhirnya Aku bisa sedekat ini lagi denganmu, aku benar-benar merindukanmu. Yas, kalau saja kamu tahu? Aku sangat menderita hidup tanpamu. kepergianmu saat itu membuatku menyadari hanya kamulah satu-satunya wanita yang aku cintai. Yas? Aku sudah mendapatkan Karmaku bisakah sekarang kamu memaafkanku?"
Ia pun tertidur dan memelukku
Keesokan harinya jam 09.00 Am
Entah apa yang terjadi saat kami tertidur paginya kami tertidur dengan keadaan berpelukan aku memeluknya begitupun dengannya.
Ia bangun lebih dulu dariku ia benar-benar terkejut dengan posisi tidur kami saat ini kemudian ia tersenyum senang karena aku tertidur sambil memeluknya.
"good morning, sweetheart!!!" Ia mencium keningku dengan suasana hati yang bahagia
Ia menggeser dengan palan posisi tidurku agar berubah karena ia akan pergi mandi, ia telihat sangat tidak rela saat melakukannya. Tapi dalam fikirnya apa boleh buat? Ia harus pergi ke Kantor pagi ini karena ada meeting penting yang tak bisa diwakilkan.
Selesai mandi dan siap siap ia pun ingin bergegas pergi ke Kantornya tapi sebelum itu ia mencium keningku lagi dan berbisik "aku pergi dulu" Dan kemudian tersenyum
"Siapkan makanan yang sudah saya list di kertas ini, Kalau dia bangun suruh dia makan makanan itu. Semua list ini makanan favoritnya"
"Baik tuan"
"Kalau dia bangun dan mencoba untuk pergi tahan dia jangan izinkan dia pergi sebelum saya pulang, apa kalian mengerti?" Reno memberikan pesan pesan khusus pada dua pembantunya di villa ini
"Kami mengerti tuan"
Di salah perusahaan besar anggara
"Yang saya suruh selidiki apa sudah ada hasil?" Tanya nya pada Gavin
"Sudah boss! Tadi malam aku mencoba menelponmu tapi hp mu mati boss"
"Katakan"
"Steven Wesley sudah tidak menjadi wakil direktur diperusahaan hardware, dia menggelapkan uang prusahaan puluhan miliyar"
"Totalnya?"
"45,6 miliar"
"Apa dia benar-benar menggelapkan uang tersebut?"
"Semua bukti bukti mengarah padanya boss"
"Lalu?"
"Sekarang Steven wesley diduga ada ditangan boss prusahaan tersebut"
"Siapa pemilik utama perushaan tersebut"
"Roger hardware"
"Namanya cukup asing"
"Kita tidak pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan tersebut, namun baru-baru ini boss perusahaan itu mengajukan kerja sama"
"Oke"
Biasanya setelah Reno bilang seperti itu Gavin langsung pergi dengan ocehannya tetapi ini ia Mententap diam dengan lamunannya seperti ada yang ingin masih disampaikan.
"Ada lagi?" Tanya nya
"Steven wesley sepertinya akan menyerahkan anaknya pada Roger hardware"
"Untuk dinikahkan"
Sontak reno dengan refleks langsung berdiri dengan menggebrak meja kerjanya
*Reno hanya diam dengan ekspresi wajah kesal*
"Umur Roger hardware sesuai biodata yang aku dapatkan adalah 49 tahun, Rumor mengatakan bahwa Roger hardware memamg sering menikah saat ini dia memiliki empat istri dan delapan anak"
Reno kemudian mengingat lagi perkataan Yasmin saat ia mabuk “Dia ingin menjualku”
Dalam fikiran reno saat ini ia tak heran saat itu aku pergi mabuk-mabukan, dia tahu maksudku.
Dalam hati Gavin berkata “Serem banget anjiir” melihat ekspresi Reno yang sudah sangat murka
"Itu aja informasi yang aku dapat"
"Keluar" Kata reno dengan nada bicara tegas
“Kebiasaan, tidak tahu terimakasih” kesal Gavin dalam hatinya
Disisi lain divilla mewah Reno anggara~
Jam 11.40 am
Aku mulai terbangun, awalnya tak menyadari aku berada di tempat yang asing. Dan kemudian aku bangun dan langsung duduk. Mulailah aku melihat sekeliling terlihat ruangan yang begitu asing aku hanya celingak celinguk kebingungan "aku ada dimana" Kataku
Dilihat lihat lagi ruangan ini terlihat sangat elegan dan mewah. Akupun mencoba mengingat apa yang terjadi padaku mengapa aku bisa berada ditempat ini?
"Semalam ya? Semalam apa yang terjadi" Aku memukul-mukul keras Kepalaku aku benar benar tidak ingat apa yang terjadi
Kemudian tersirat sedikit ingatan tentang malam tadi
"Semalam aku mabuk ya? Kemudian?"
Akupun mencoba mengingat-ingat lagi. Aku ingat ada empat laki-laki yang mengganggu kami.
"Benar empat laki-laki itu"
Akupun hanya celingak celinguk gak jelas lagi "semalam aku bareng fany sama loly, sekarang dimana mereka" Aku mulai panik "aku dimana sekarang?" "Apa kami terpisah"
"Apa jangan jangan aku dibawa oleh salah satu dari empat laki-laki itu" "Saat itu Kepalaku sangat berat aku benar-benar tidak ingin apapun" "Apa yang terjadi uh"
Akupun langsung mengecek semua tubuhku "pakaianku masih utuh, dan tidak ada bekas apa-apa" "Kalau begitu aku tidak mungkin diperkosa kan"
Naiknya level kepanikan~
"Aku semalam tidur disini ya" "Mama dan kenzo pasti mereka khwatir" "Apa teman-temanku juga ada disini" "Apa mereka sekarang baik-baik saja"
Aku hanya terus memukuli kepalaku agar aku bisa sedikit demi sedikit mengingat kejadian semalam "Uh!!!"
"Aku benar-benar tidak ingat apapun lagi setelah itu"
"Aku harus melahirkan diri dari sini" "Bisa saja tadi malam laki-laki itu tidak menyentuhku karena aku mabuk tetapi sekarang aku sudah sadar dia bisa saja melakukan hal-hal buruk padaku, aku tidak akan membiarkan itu aku harus kabur"
"Pintunya pasti dikunci" (Padahal pintunya sama sekali tidak dikunci)
"Aku harus lewat jendela" "Hah? Sepertinya ini lantai dua"
Akupun berjalan menuju balkon
"Masa aku harus loncat dari lantai dua"
Aku pun mengamati sekitar
"Ini bukan rumah ini seperti sebuah villa, benar-benar mewah"
"Eh seperti aku bisa lewat sini" Ada pohon disamping villa
"Sepertinya ini agak sulit" "Ayolah Yasmin semangat pasti bisa tentunya kamu tidak mau kan hidupmu hancur ditangan laki-laki tidak jelas"
"Pohon ini tinggi juga"
Saat sudah sampai bawah kaki ku bisa-bisanya terkilir "Aww..Sakit sakit"
Berjalan mundur beberapa langkah dan..."waaaah" Bruuuuuuk!!! " Kecemplung kolam Renang yang cukup besar yang ada tepat beberapa langkah dibelakangku.
"Aduuuh kenapa aku sial banget"
"Suara apa itu" Saut sesorang
Akupun mulai panik panik panik
"Nona Cantik" Katanya
"Kamu, kamu siapa?" Tanyaku
"Apa Nona lompat dari atas sana" Tanya nya
Dalam hati bergumam “Kalau aku loncat dari atas sana belum tentu aku masuk sini”
"Mari saya bantu naik"
Dia mengulurkan tangannya membantuku keluar dari kolam itu
"Aku mau pulang!" Kataku
"Pesan tuan muda pada kami untuk tidak mengizinkanmu pergi sebelum ia pulang" Katanya
"Aku tidak perlu izin darinya" Kataku
"Nona apa anda akan pulang dengan keadaan baju basah kuyup seperti ini" Tanya nya
Dipikir-pikir iya juga aku tidak mungkin pulang dengan keadaan basah kuyup dikondisi cuaca sedang cerah cerahnya begini aku pasti akan disangka orang gila hujan dari mana.
"Apa kamu bisa pinjamkan saya baju" Tanyaku
"Eh itu ya anu maaf Nona bajuku tak ada yang cocok untukmu" Katanya
"Yang penting ada baju"
"Ikuti saya Nona " Katanya
Akupun mengikutinya dan tetap waspada siapa-siapa tahu ini sebuah jebakan bukan?
Pembantu itu membawaku kembali ke kamar
"Kamu apa kamu akan mengurung saya lagi?" Tanya ku
"Tidak ada yang mengurungmu nona"
Dalam hati aku bergumam “jadi tadi tuh pintunya nggak dikunci ya”
"Nona sebaiknya anda pergi mandi dan memakai pakaian tuan muda terlebih dahulu"
"Baik lah, kamu boleh pergi terimakasih" Kataku
"Nona cantik jangan terlalu sungkan. Oh ya, Nona jangan loncat kebawah lagi ya" Katanya
*aku hanya diam*
Membuka isi lemari Reno~
"Apaan ini isinya kebanyakan kemeja"
"Tapi, seingatku ke empat laki-laki diclub itu semua gayanya acak acakan kenapa isi lemarinya begitu rapih seperti orang Kantoran saja"
Aku pun menemukan sebuah kaos oversize berwarna putih
"Nah aku pakai ini saja" Tunggu aku tentunya tidak mungkin hanya memakai baju tidak memakai celana dalam? Akhirnya aku pun dengan terpaksa memakai celana Boxer pria merk clan kelvin
"Tetapi tetap saja aku tidak mungkin pulang dengan pakai baju seperti ini, uh behaku"
"Sepertinya aku harus cepat mencuci bajuku dan mengeringkannya lalu setalah itu aku mau pulang"
Akupun turun kebawah untuk menanyakan dimana mesin cucinya~
"Nona, kami sudah menyiapkan makanan"
"Eh, makasih. Dimana mesin cucinya" Kataku
"Sini biar saya yang mengerjakan Nona makan dengan tenang saja" Katanya
"Em, tidak perlu aku bisa sendiri"
"Nona itu sudah menjadi tugas kami" Katanya
Dua pembantu itu pun sangat memperlakukanku dengan baik dia bahkan membantuku menggeser kursi~
"Silahkan"
Saat depan meja makan betapa terkejutnya aku hampir semeja makan ini semuanya adalah benar-benar makanan favoritku.
"Eh ini" Masih bingung
"Apa Nona tidak menyukainya saya akan buatkan ulang anda tinggal bilang padaku" Katanya
"Eh tidak perlu saya suka kok, duduk lah makan bersama" Kataku
"Terimakasih banyak Nona saya tidak pantas" Katanya
Dua jam semudian setelah makan dua pembantu ini terus mengikutiku, padahal didalam pikiranku hanya ingin kabur kabur dan kabur.
"Apa aku boleh menelpon?" Tanyaku, uh aku ini benar-benar tidak ide banget harusnya aku kepikiran ini dari tadi bukan.
"Maaf nona jika belum izin pada tuan muda kami tidak memberi anda telpon" Katanya
Aku pun menekuk wajahku mengekspresikan kekecewaan
Beberapa jam kemudian hampir larut malam dan aku masih berada di villa ini. Villa siapapun aku tidak tahu.
Tiba-tiba terdengar suara mobil tepat jam 10 malam
"Sepertinya tuan muda sudah pulang nona"
Aku hanya bisa panik khawatir takut.
Reno pun menuju memasuki villanya.
"Dimana dia?" Tanya nya pada pembantu yang satunya lagi
"Dia sedang dikamar atas tuan bersama lufy (pembantu)"
"Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya nya
"Saya sibuk meeting seharian dan banyak sekali pekerjaan tidak sempat menelpon menanyakan soal kabarnya, tapi semua aman kan?"
"Nona itu tadi loncat dari kamar atas tuan dan kecebur ke kolam renang"
"Apa dia baik-baik saja" Tanya nya khawatir
"Dia baik-baik saja tuan"
Reno pun langsung bergegas menemuiku
Disisi lain aku kok semakin degdegan aku benar-benar takut bertemu dengannya bagaimana kalau laki-laki ini bermaksud buruk.
"Nona tuan sudah datang saya akan turun kebawah"
"Eh jangan kamu disini saja" Kataku menahannya
"Nona, saya tidak enak mengganggu kalian saya turun kebawah dulu ya" Katanya sambil tersenyum
Dalam pikiranku yang sudah negatif thinking “tidak tidak aku tidak akan menyerahkan diriku pada laki-laki itu”
Dengan bodohnya aku berlari menuju kamar mandi dan mengunci diri disana
Saat Reno memasuki kamar~
"Dimana dia"
Reno melihat ke arah pintu menuju balkon dan masih terkunci kalaupun dia akan kabue dia hanya memiliki satu jalan yaitu melewati tangga
Reno pun langsung kepikiran bahwa aku pasti ada ditoilet
"Perempuan ini mikir apaan" Gumam Reno
Dia lalu mengetuk pintu kamar mandi membuatku semakin cemas.
"Keluar!!" Teriaknya beberapa kali
"Tidak mau" Kataku
Reno kemudian memanggil salah satu pembantunya "apa kamu ada bilang sama dia kalau villa ini tempatku" Tanya Reno
"Dia belum tahu apa-apa tuan"
Reno pun kemudian mengetuk pintu kamar mandi lagi
"Buka pintunya" Teriaknya
"Tidak mau, anda jangan macam-macam aku akan melaporkanmu ke polisi"
Reno pun tertawa
Dalam hati aku bergumam “sepertinya suara ini tidak begitu asing didengar”
"Yasmin begitu sulitkah mengenali suara mantanmu"
Aku pun mengerutkan alis seolah-olah tak percaya aku benar-benar tekejut mantan katanya? Mantan yang mana?
"Keluarlah" Katanya
Karena penasaran akupun memberanikan diri untuk kelur dari kamar mandi