
“Wanita ini pesonanya benar-benar menakjubkan, berani-beraninya dia membuat pria lain jatuh cinta padanya”
Kedua alis mengkerut, mata memandang tajam dengan sinis dan bentuk bibir yang menyempit
pria itu benar-benar terlihat begitu menakutkan saat sedang mengekspresikan kemarahannya
Reno lalu dengan cepat membuka pintu kamar hotel yang di tempati oleh yasmin
namun saat pintu terbuka, ia tak melihat keberadaannya
ia mengernyit "Dia tidak ada disini?"
Kemudian demi memastikannya ia mencoba masuk kedalam kamar itu
"Dia dimana?"
Pria itu mendapati satu set pakaian yasmin berada diatas ranjang hotel dan ia juga mendengar suara air dari kamar mandi
"Dia sedang mandi?"
Reno memutuskan menunggunya di dekat pintu kamar mandi
pria itu menyendarkan punggungnya ke dinding, ia juga menyilangkan tangan dan kakinya
Tak lama kemudian pria itu mendengar suara air dari kamar mandi telah berhenti, yang tak lain artinya yasmin sudah selesai mandi
tak butuh beberapa lama setelahnya, pintu kamar mandi terbuka
dan benar saja yasmin keluar dengan menggunakan handuk kimono dan handuk yang ia lipat dikepala untuk mengeringkan rambutnya
Gadis itu tentu saja belum menyadari keberadaan reno didalam kamar hotelnya
namun sontak pria itu membuatnya terkejut bukan main dengan tiba-tiba saja menarik tangannya dan lalu menciumnya begitu saja tanpa aba-aba
“Reno? dia kenapa bisa berada disini? dan bagimana caranya dia bisa masuk?” yasmin bertanya-tanya dipikirannya
Reno mencium yasmin dengan sangat agresif, sampai membuat yasmin terasa akan kehabisan nafasnya jika trus menerus ia lanjutkan tanpa pemberontakan
gadis itu lalu mendorong tubuh reno anggar ia segera melepasnya, namun tidak ada respon apapun
tetapi beberapa saat kemudian akhirnya reno melepaskan ciumannya, nafas yasmin terengah-engah
walau hanya sekitar 60 detik tetapi pria itu tak membuat jeda sedikitpun untuknya bernafas
Reno mendorong tubuh yasmin hingga punggungnya terbentur dinding
pria itu menatapnya dengan tatapan begitu dingin dan sinis
“Pagi-pagi begini dia bisa kesurupan setan apaan?” batin yasmin
alisnya yang naik bersamaan dan mulutnya sedikit terbuka gadis itu jelas terkejut sekaligus ketakutan dengan sikap reno yang tiba-tiba saja bersikap begitu dingin kepadanya
reno yang memiliki gangguan emosional pasca depresi, ia memang masih belum begitu mampu mengontrol emosi dan perilakunya
contohnya saja seperti saat ini, pria itu bahkan berperilaku Influsif dengan tiba-tiba saja mencekik leher yasmin saat dirinya terbakar api cemburu
"Yasmin jawab pertanyaan aku dengan jujur, tadi malam kamu bertemu dengan siapa saja hah?" bentak reno
tekanan tangan reno dilehernya membuat yasmin benar-benar kesakitan dan ia juga merasa sulit bernafas, yasmin kemudian berpikir jika ia terus dalam posisi seperti itu mungkin saja dirinya akan mati ditangan reno detik itu juga
“Reno bajingan dia akan membunuhku jika seperti ini terus!
aku benar-benar tidak mengerti apa yang dia tanyakannya? dia pasti adalah seorang bipolar, iya itu benar.
dia pasti memiliki penyakit semacam itu
suasana hatinya begitu cepat berubah-ubah, aku hanya tidak merasa aku memiliki masalah dengannya
semalam dia masih menebar senyuman menjijikkan nya padaku” batin yasmin
dengan terbata-bata yasmin memohon pada pria itu agar melepaskan tangannya dari lehernya
"Reno tolong lepaskan dulu tanganmu ini"
reno yang merasakan nafas gadisnya yang sudah terdengar begitu berat, akhirnya pria itu melepaskan tangannya dari leher yasmin
Nafas yasmin terengah-engah, ia sontak mendorong tubuh reno agar menjauh darinya
"Kamu ini gila ya? kamu ingin membunuhku?" bentak yasmin
reno menyentuh pundak yasmin, namun gadis itu sontak menipisnya dengan begitu kasar
"Jangan sentuh aku" ucap yasmin kesal
Yasmin hendak berjalan menjauh, namun tiba-tiba tangannya ditahan oleh reno
"Kamu belum menjawab pertanyaanku?" tanya reno
Yasmin sontak tertegun, gadis itu tak mengerti mengapa reno terus menayangkan hal itu
jelas-jelas tadi malam yasmin merasa ia hanya bertemu dengan dirinya saja
pria itu langsung memeluk yasmin dari belakang, ia memeluk pinggang mungil gadisnya itu
"kenapa tidak menjawab?"
pria itu menciumi leher dan telinga yasmin, sehingga membuat gadis itu merasa geli bukan main
Reno semakin menggila, pria itu bahkan mencoba membuka tali depan handuk kimono yang yasmin pakai untuk menutupi tubuhnya, setelah selesai mandi tadi
saat ini hanya handuk kimono itu yang menempel ditubuhnya, kalau saja handuknya terlepas ia akan benar-benar telanjang bulat
yasmin trus menerus menahan tangan reno yang mencoba membuka tali handuk kimono yang ia sedang kenakan
"Apa yang mau kamu lakukan? jangan seperti ini" ucap yasmin
“Jika aku meminta bantuan dan berteriak, semua orang akan kesini dan melihatnya” pikir yasmin
yasmin bukan gadis bodoh, ia tahu betul bahwa kehidupan reno yang saat ini tak luput dari incaran para wartawan berita
jika ia berteriak dan mengundang perhatian banyak orang, bisa jadi ini akan menjadi skandal paling panas di negara ini dan reputasi yasmin akan hancur
"Yasmin aku beri tahu kamu, aku sudah sangat terangsang" bisik reno pada telinga yasmin
"Tetapi aku akan berhenti, jika saja kamu mau jujur padaku semalam kamu bertemu dengan siapa saja?" lanjutnya
"Aku hanya bertemu denganmu" jawab yasmin
merasa tak puas dengan jawaban gadisnya, reno kemudian meremas bagian dada yasmin dengan alasan itu adalah sebuah hukuman baginya yang berbohong
"Reno berengsek! bajingan, mesum! aku sudah berkata dengan jujur apalagi yang kamu mau" kesal yasmin
"Kamu berbohong! dan itu hukuman untukmu yang berbohong padaku" ucap reno
“Tuhan apakah dia benar-benar sosok pria yang begitu aku cintai dulu? sosoknya benar-benar berubah 180 derajat dia tidak sama dengan pria yang aku cinta dulu
reno yang dulu tidak mungkin akan bersikap tidak senonoh padaku seperti ini” batin yasmin
"Aku pulang dari apartemenmu dan langsung ke hotel ini untuk istirahat" jawab yasmin
reno memutar kepala yasmin agar ia menengok ke arah ranjang
"Bunga itu dari siapa?" tanya reno sinis
Di ranjang itu ada sebuah buket bunga tulip yang begitu cantik dan terlihat masih segar, reno menyimpannya diatas ranjang hotel
namun yasmin yang melihatnya hanya terperangah, ia benar-benar tak tahu harus berkomentar seperti apa? karena dirinya sendiri tidak tahu menahu soal buket bunga itu mengapa tiba-tiba ada diatas ranjangnya
"katakan siapa yang kamu goda malam ini? sampai-sampai membuat orang itu jatuh cinta padamu" ucap reno jengkel
reno terus mengganggunya dengan mencium seluruh leher yasmin dan telinganya, membuat gadis itu benar-benar tak nyaman dibuatnya
“Dia benar-benar persis seorang serigala yang sudah mendapatkan mangsanya, benar-benar menakutkan. apa aku telah mengambil keputusan yang salah?” batin yasmin
"jadi kamu memilih tidak pulang dan menginap dihotel ini karena sengaja ingin bertemu seseorang kah?" tuduh reno
"Kamu mau aku menjelaskan apa? aku menginap disini karena aku sudah terlanjur memberi alasan aku akan pergi menginap dirumah teman kuliahku, agar aku bisa menemanimu pergi ke pesta temanmu itu"
"karena aku berpikir aku mungkin saja akan pulang larut malam, ibu juga adikku mereka tidur jam 10 malam, aku hanya tidak ingin menganggu jam istirahatnya dan juga membuat mama mencemaskan ku yang tidak pulang tepat waktu" lanjut yasmin
"Lalu kamu bertanya padaku tadi malam aku bertemu dengan siapa saja, aku memang hanya bertemu denganmu"
"Jika kamu tidak pertemu pria itu di hotel ini, lalu dimana? mengapa dia tahu bahwa kamu tinggal disini semalam dan bahkan ia tahu dimana kamarmu" ucap reno
yasmin tertegun mendengar apa yang reno katakan, itu memang benar
ia tak pernah memberi tahu pada siapapun soal dirinya yang menginap dihotel ini semalam
"Kemungkinan pertama adalah kamu bertemu dengannya di hotel ini, atau kemungkinan kedua kamu memang senaja memberitahunya" ucap reno
Yasmin terdiam, kemudian tersirat dalam ingatannya tentang kecelakaan konyol yang terjadi pada dirinya dan pria bernama Keanu
"Aku akan melihat seluruh cctv di hotel ini" ucap reno
Yasmin menyipitkan matanya “Apa dia harus bertindak seberlebihan itu?” batin yasmin
"Aku bertemu satu pria, aku tidak yakin dia yang mengirim bunga itu
semalam aku ada sedikit insiden
aku menabrak seorang pria saat ia sedang berjalan dengan memegang ponselnya, ponsel itu sampai jatuh dan rusak.
aku diajaknya untuk makan malam bersama membicarakan soal ganti rugi, aku pada akhirnya harus mengganti rugi ponselnya yang rusak itu walau hanya setengah, tetapi itu 30 juta
dan kalau kamu menyimpulkan dia adalah orang yang jatuh cinta padaku dan yang mengirim buket bunga itu, itu benar-benar mustahil"
"Siapa nama pria itu?" tanya reno
"Aku tidak tahu namanya, aku belum sempat menanyakan itu namun dia menyita ktp-ku, dia juga meminta nomor ponselku" jawab yasmin
reno tak segan-segan menjitak dahi yasmin
“Gadis bodoh! apa dia tidak berpikir sedikitpun bahwa itu hanya soal trik laki-laki mendekati perempuan?” batin reno
Yasmin menepis tangan reno yang terus mengetuk-ngetuk dahinya
"ini sakit" ucap gadis itu kesal
"dengarkan aku baik-baik yasmin, masalah itu aku yang akan menyelesaikannya
kamu tidak diperbolehkan bertemu dengannya tanpa seijin aku. kamu paham?"
yasmin menganggukkan kepalanya
reno menepuk-nepuk kepala yasmin dan tersenyum sambil mengatakan "calon istri yang penurut"
reno menyodorkan tangannya meminta ponsel yasmin
"mana ponselmu?"
"Mana boleh begitu aku juga membutuhkan ponsel itu" ucap yasmin
"aku akan membelikan ponsel yang baru untukmu, kamu tinggal memberi tahu pada ibu dan teman-temanmu nomor barumu itu hal yang mudah dilakukan yasmin"
“Tunggu, jangan-jangan yang membuat sikap si berengsek reno menjadi seperti ini.. apa karena dia sedang cemburu?” pikir yasmin
“Tidak yasmin tidak pikiranmu itu tidak benar itu salah, mana mungkin dia cemburu?
mungkin ini memang hanya disebabkan oleh tempramennya saja yang buruk, dan begitu meledak-ledak. emosian huh” batin yasmin
"ponselku ada ditasku" jawab yasmin
"Apa kamu tidak mau pakai bajumu dulu? kalau seperti ini terus aku tidak tahan liatnya" ucap Reno
Yasmin yang lupa akan dirinya yang masih hanya menggunakan handuk kimono, ia begitu tersipu malu dibuatnya
"Aku akan memakai baju" ucap yasmin
"tunggu, itu bajumu yang kamu pakai semalam kan?"
gadis itu mengangguk
"Aku akan menyuruh sesorang untuk mengantarkan baju baru untukmu" ucap reno
"aku rasa itu tidak perlu"
Reno mengambil ponselnya yang ia taruh di kantung dalam jasnya
pria itu kemudian menghubungi gavin
Via telpon
‘Gavin antarkan satu set pakaian wanita untuk yasmin ke hotel wisma di jalan xx’
‘Boss apa kau ini lupa akan jadwal pekerjaanmu hari ini?’
‘15 menit pakaiannya tidak sampai kamu saya pecat’
‘Gavin jangan lupa tunda meeting setelah jam makan siang’
‘tapi bos...’
Reno begitu saja mematikan ponselnya
“Dia sampai menunda meeting hanya demi ribut denganku kah?” pikir yasmin
"pakaiannya akan datang dalam waktu 15 menit" ucap reno
yasmin hanya menganggukan kepalanya
"yasmin apa kita tidak mau melakukan sesuatu dulu?" dengan nada bicara yang begitu jahil dan tatap mesum
yasmin sontak menjauh beberapa langkah dari reno
pria itu tertawa akan reaksi gadisnya yang terlihat begitu imut itu
● Setelah keluar dari hotel, di dalam perjalanan reno mengantarkan yasmin pulang ke rumahnya
"Pas keluar hotel tadi apa tidak ada paparazi yang melihat kita?" tanya yasmin panik
"kamu begitu takut hubunganmu denganku terekspos media" pria itu memasang ekspresi ketidak sukaanya saat menjawab
"tentu saja, karena aku hanya ingin menjalani hidupku dengan normal"
"apa kamu sudah sarapan?" tanya reno
"Sudah"
"Aku belum"
“memangnya siapa yang perduli?” batin yasmin
Terimakasih banyak untuk yang meluangkan waktunya membaca novel karyaku ♡