Nothing Like Us

Nothing Like Us
Menikah lah denganku



Justin sontak saja meraba pipi Yasmin "Ini.. aku baru menyadarinya, pipi mu agak memar lho" katanya dengan terlihat khawatir



Yasmin tersenyum samar dan pelan-pelan menyingkirkan tangan Justin dari pipinya



Justin mengernyit "Siapa yang melakukan nya?" Tanya pria itu dengan penuh rasa penasaran



Yasmin hanya terdiam tidak menjawab nya, gadis itu lalu dengan sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Aku.. aku harus pulang" katanya



Pria itu sontak menggapai tangan gadis itu "Aku antar ya?" tawar nya



"Tidak perlu, Terima kasih atas tumpangan nya taman ini sudah sangat dekat dengan rumah ku" Gadis itu menolak tawaran Justin dengan sopan



Pria itu menganggukan Kepala nya namun telihat kekecewaan di raut wajahnya.



Gadis Itu hanya membalas dengan tersenyum sopan padanya



"Aku pulang" katanya



"Iya" Gadis itu menganggukkan kepalanya



Justin kemudian dengan berat hati meninggalkan Yasmin sendirian ditaman, pria itu mulai melajukan kendaraannya sedangkan Yasmin hanya tersenyum sambil melambaikan tangan nya.



Yasmin menghela nafas "Untung saja taman ini sedang sepi, dia adalah seorang aktor populer" Gadis itu bergumam



Yasmin kemudian berjalan beberapa langkah mendekati kursi taman, lalu gadis itu memutuskan untuk duduk sejenak di taman


Ia menundukkan wajah nya dan memegangi kepalanya raut wajah gadis itu terlihat putus asa


“Sekarang bagaimana” pikirannya


Ia memukuli kepalanya sendiri “Berpikir Yasmin berpikir” batin nya berteriak



Gadis itu mulai terlihat mengeluarkan air mata ia menangis terisak isak "Aku tidak ingin sampai harus menikah dengan pria tua itu, tidak ingin"



Tak lama kemudian ponsel Yasmin berdering, sontak saja gadis itu mengeluarkan ponsel nya dari saku celana jeans yang ia kenakan


Yasmin lalu mengecek siapakah yang menelpon diri nya? dan terlihat lah nomor tidak dikenali dilayar ponsel nya.



Gadis itu menyipitkan mata nya sejenak, tanpa berpikir panjang dan karena rasa penasaran nya yang cukup tinggi ia langsung menggeser tombol berwarna hijau yang artinya menjawab di layar ponsel nya.



'Hallo..'



'Kita akan segera menikah'



Rupa nya yang menelpon dirinya tak lain adalah Roger hardware, si pria tua yang tak tahu diri itu.



'Calon pengantin ku, dengar.. aku membutuhkan beberapa dokumen dirimu untuk syarat pernikahan' katanya dengan percaya diri penuh



Yasmin mengepalkan tangan nya dan raut wajah nya itu benar-benar telihat penuh kebencian.



'Kamu tentunya ingat sayang, kesempatan mu berakhir di hari ini' Paria itu tertawa mengejek



'Tepat jam empat sore datang lah dan jangan lupa membawa dokumen pernikahan, kalau memang kamu menginginkan ibu mu untuk hadir di acara bahagia kita sayang? Aku benar-benar tidak keberatan soal itu' katanya


'Aku pringatkan jika kamu benar-benar meyayangi papa mu ini, jangan pernah mencoba melarikan diri kalau kamu tidak ingin dia mati ditangan ku' tambah nya



Gadis itu benar-benar tak ingin mendengarkan lagi ancaman demi ancaman dari pria tua itu, ia spontan saja mematikan telpon yang masih tersambung dengan Roger hardware.



Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya ia menutupi raut wajahnya yang dipenuhi keputusasaan



Entah apa yang terjadi tiba-tiba tersirat ingatan akan tawaran Reno anggara, pria itu mengatakan jika saja Yasmin mau tidur semalam dengannya ia akan membantu melunasi seluruh hutang papa nya


Sontak saja gadis itu tertegun akan ingatan nya sendiri


Yasmin mulai terlihat cemas dengan apa yang ia pikirkan



Gadis itu melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menujukan pukul dua sore hari, ia semakin terlihat cemas dan ketakutan.


"Aku harus mengambil keputusan" gumam nya



Gadis itu menatap ke arah langit, ia seolah-olah sedang meminta kekuatan kepada yang maha kuasa.


"Demi papa" kata nya



“Kehilangan harga dirimu tidak masalah Yasmin, kamu bisa membangun nya lagi. tapi kamu tentu tidak dapat menghidupkan orang yang sudah mati” pikir nya



"Aku tidak mungkin membiarkan papa mati sengsara ditangan pria tua itu!" gadis itu mengatakan dengan begitu emosional



“Walaupun pada akhirnya aku harus menjadi mainannya lagi” batin nya



Lalu gadis itu tersenyum sendu, namun air mata nya tak berhenti mengalir deras ke pipi nya


Ia kemudian mengusap air mata yang tak henti-hentinya mengalir dari mata nya itu dengan kedua tangannya


Lalu gadis itu menghela nafas nya demi mengontrol emosinya



Gadis itu berlari sambil melambaikan tangannya untuk memberhentikan taxi


ia melihat kembali jam yang ada di pergelangan tangannya sudah menujukan pukul dua lewat


“Jam dua lewat, dia pasti masih dikantor kan” pikir nya



Gadis itu pun dengan tergesa-gesa meminta supir taxi itu untuk mengantarkan dirinya ke perushaan besar anggara



●Di sisi yang lain nya



"Meeting ditunda!" Katanya dengan tegas



Semua orang diruang meeting tertegun dengan keputusan Ceo perusahaan nya itu


Semua orang hanya saling menatap dan saling berbisik ocehan ocehan satu sama lain


sedangkan Reno hanya terpaku pada layar ponsel nya



"Kalian boleh keluar" katanya dengan sinis



Semua orang diruangan itu pun bergegas segera keluar dengan ekspresi kebingungan, bagimana tidak? seharusnya hari ini meeting membahas suatu project besar, namun Ceo perusahaan malah terus-menerus terpaku pada layar ponsel nya



Pria itu terlihat begitu kesal, ia mengepal tangannya dan spontan menggebrak meja ruang meeting


rupanya itu dikarenakan ia begitu kesal karena temannya Gavin belum juga memberi dirinya informasi mengenai dimana gadisnya



●Yasmin Wesley yang baru saja tiba di perusahaan Anggara


Gadis itu berjalan menuju resepsionis dengan penuh keraguan



"Selamat sore nona, apa ada yang bisa saya bantu" katanya dengan nada bicara yang cukup ramah namun dengan tatapan yang begitu aneh, itu membuat Yasmin sedikit kurang nyaman



Yasmin tersenyum sopan "sore..."


Gadis itu lalu mulai ragu saat hendak ingin berbicara, ia malah terlihat seperti seseorang yang sedang kebingungan Yasmin hanya terdiam dan matanya melihat kanan-kiri



"Nona?"



"Apa aku bisa bertemu dengan Reno anggara" Wajahnya penuh harapan



"Apa nona ini sudah ada janji?" tanya nya



Gadis itu menggelengkan kepalanya



Terlihat jelas ketidak sukaan diraut wajah bagian Resepsionis ini pada Yasmin, ia menganggap Yasmin sama dengan kebanyakan wanita-wanita yang selalu datang ke perusahaan dan memaksa bertemu dengan Reno Anggara



"Maaf nona, Ceo perusahaan kami sedang sibuk dengan beberapa meeting penting jika nona datang ingin menggoda nya lebih baik lain waktu"



Yasmin tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh bagian Resepsionis perusahaan ini


“Apa aku terlihat seperti perempuan penggoda” pikir nya



Yasmin menghela nafas nya sejenak "Kapan jam kantor berkahir?" Tanya nya



"Itu tidak tentu. Nona apa kamu pikir dengan keras kepala seperti ini akan membuat Ceo perusahaan kami tertarik padamu?"



Yasmin mengernyit "Apa maksudnya? Aku hanya bertanya baik-baik kapan jam kantor berakhir"



Yasmin menghela nafas nya lagi untuk mengontrol emosinya "Aku ada hal yang begitu penting untuk di bahas dengan nya, bisa kah kamu bantu aku? Atau tolong berikan nomor ponsel nya"



Bagian Resepsionis itu tertawa mengejek "Nona silahkan keluar atau saja akan memanggil bagian security"



Yasmin mengepal tangannya dengan penuh emosi, jika terus-menerus berlama-lama berhadapan dengan Resepsionis semacam itu emosinya akan meledak


"Baik."


Akhirnya gadis itu melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar



Yasmin melihat jam tangan nya, dan waktu terus berjalan sekarang sudah hampir jam empat.



●Di ruang kerja Reno anggara


Reno yang sibuk menghubungi gavin untuk mencari tahu dimana gadisnya saat ini, ia benar-benar dipenuhi rasa kekhawatiran


pria itu tak bisa tinggal duduk dikursi nya ia hanya mondar-mandir tidak jelas dekat jendela ruang kerja nya.



Namun tiba-tiba saja ia melihat wanita yang begitu persis dengan wanita nya berkeliaran diarea perusahaan nya, Walau Reno berada di lantai paling atas sekali pun ia akan tetap mengenali persis perawakan wanitanya


Tanpa berpikir benar atau salah yang dilihatnya ia sontak saja berlari terburu-buru untuk menemui wanita yang dilihatnya itu sekilas mirip gadis nya



Pria itu turun melalui lift khusus Ceo perusahaan


pria itu lalu berlari ke arah luar



"Selamat sore pak" kata bagian Resepsionis dengan sopan dan penuh senyuman



Namun diacuhkan oleh Reno anggara, pria itu tetap terfokus pada perempuan yang dilihatnya



●Di sisi yang lainnya


Yasmin yang langkah kaki nya sedikit lambat dikarena ia terluka ketika dikejar oleh Daniel William, jadi tentu saja dia masih berada dilingkungan perusahaan Reno anggara.



Yasmin sontak membalikkan badan nya



Ternyata pria itu tak lain adalah mantan nya, Reno anggara


Dengan menggunakan pakaian begitu formal yang ditambah dengan sepatu monk strap nya pria itu benar-benar terlihat Maskulin


Yasmin terlihat begitu terkesima dengan ketampanan yang dimiliki mantan pacar nya itu


Pria itu mendekat ke arah nya, namun dirinya masih saja terpukau dengan ketampanan yang dimiliki oleh mantan pacar nya itu yang tidak pernah luntur dari waktu ke waktu



Pria itu tiba-tiba saja jongkok dihadapkan gadis itu, membuat nya begitu terkejut.


"eh"



Reno mengernyit "Kaki mu kenapa?" pria itu benar-benar terlihat mengkhawatirkan gadisnya



Gadis itu hanya celingak celinguk dengan rasa khawatir akan ada orang yang melihatnya



Pria itu pun akhirnya berdiri dan memandangi wajah gadis nya itu, namun ia sontak terkejut melihat memar di salah satu bagian pipi gadisnya


"Ini..." pria itu meraba pipi gadisnya dengan lembut


Yasmin hanya memalingkan wajahnya seolah ia benar-benar tak ingin membahasnya



Reno memegang pundak Yasmin, membuat gadis itu sedikit terkejut


Pria itu mengernyit "Siapa yang melakukan nya" dengan nada bicara tinggi



Yasmin hanya menggelengkan kepala nya ia tak ingin memberi tahu bahwa Daniel William lah yang melakukannya



Reno memegangi gadu nya menginginkan gadisnya menatap dirinya


"Aku tanya siapa yang melakukan nya!" Reno agak membentak nya



Reno tanpa berbicara sepatah kata pun tiba-tiba menggendong gadis nya itu


"Eh, turun kan aku"



"Kaki mu terluka" jawab nya singkat



"Aku bisa jalan sendiri" kata Yasmin dengan begitu ngeyel



Reno tak membawa Yasmin kembali masuk ke dalam perusahaan nya, pria itu membawanya ke area parkir bawah tanah yang dimana Reno memarkirkan mobilnya



"Kita mau kemana?" tanya Yasmin



"Rumah sakit" jawab nya singkat



●Sesampainya dirumah sakit


Reno yang begitu mengkhawatirkan gadis nya, pria itu membawa gadis nya menemui dokter ortopedi terbaik disalah satu rumah sakit terbaik juga



"Ini tidak apa-apa dalam waktu tiga hari juga akan sembuh, tidak ada patah tulang sama sekali hanya keseleo biasa" kata dokter ortopedi



Setelah itu, Reno kemudian menggendong gadis nya itu kembali ke mobilnya.



Suasana di dalam mobil benar-benar hening, Reno terlihat kesal pada gadisnya itu yang tak ingin memberitahu nya siapa yang menyebabkan pipi nya memar sampai seperti itu dan kakinya terluka


Sedangkan Yasmin yang ingin mengatakan sesuatu terlihat kebingungan akan mulai darimana



Namun tiba-tiba hal konyol terjadi mereka kompak memanggil nama masing-masing diwaktu yang bersamaan


"Ren" + "Yas"


Masing-masing saling menatap canggung



"Kamu dulu" kata reno



"Kamu dulu saja" Yasmin terseyum canggung



"ladies first" katanya



Gadis itu hanya diam dan terlihat cukup panik



"Aku hanya ingin menanyakan untuk apa kamu datang ke kantorku" tanya nya



Gadis itu hanya menundukkan wajahnya dan sesekali memainkan tangannya ia terlihat begitu gugup saat ingin membicara dengan mantan nya ini



"Ada apa? katakan saja" kata Reno dengan santai



Yasmin menghela nafasnya, dan ia akhirnya berhasil mengumpulkan keberanian untuk berbicara


"Soal tawaran mu saat itu..."



Tiba-tiba saja Reno mengerem mendadak mobilnya, untung saja jalanan ini sedang benar-benar sepi, kalau tidak bukan kah ini akan menyebabkan Kecelakaan?



"Hey" Yasmin benar-benar terkejut dengan tingkah laku annoying mantan nya ini yang kambuh lagi



Reno menatapnya dan tersenyum usil pada nya


"Apa kamu menyetujuinya?" tanya nya



Gadis itu hanya menganggukan kepalanya namun terlihat dengan ragu



“Dia tidak mungkin menerima permintaan rendahan semacam itu, dia pasti sedang terdesak” pikir Reno



Tiba-tiba saja terdengar dering ponsel Yasmin ada kiriman MMS masuk


dan betapa terkejutnya gadis itu melihat sebuah foto yang Dikirim kan oleh Roger hardware, sebuah foto yang memperlihatkan pria tua itu menodongkan sebuah pistol tepat dikepala papa nya


Gadis itu sampai merasa sesak nafas melihatnya


foto itu di iringi dengan pesan ancaman '30 menit tidak datang juga, peluru ini akan menembus kepala papa mu'



Yasmin kemudian benar-benar telihat panik dan bercampur dengan rasa khawatir, tingkah laku nya ini membuat reno juga jadi ikut khawatir melihatnya


"Ada apa" tanya Reno



Yasmin spontan memegang tangan Reno dan wajahnya telihat begitu penuh harapan


"Ren, aku benar-benar serius menginginkan tawaran mu itu" kata Yasmin



“Aku tidak mau sampai harus menikah dengan pria tua itu, apa yang harus aku katakan pada mama nanti? satu-satunya cara adalah bantuan dari Reno” pikir nya



"Itu masih berlaku kan?" tanya Yasmin penuh harapan



"Itu sudah tidak berlaku" Jawab Reno dengan santai



Yasmin begitu terkejut dengan jawaban Reno, Wajahnya spontan menujukan kekecewaan yang begitu dalam ia terlihat menahan air mata nya


kemudian gadis itu hanya menundukkan wajahnya menyembunyikan raut wajah penuh kekecewaan nya itu



"Tapi aku punya tawaran lain" katanya



Gadis itu lalu spontan melirik ke arah nya dan mencoba mendengarkan apa yang akan ia katakan



"Menikah lah denganku"



Spontan gadis itu tertegun dengan apa yang baru saja mantan nya itu kata kan


“Aku sudah menduganya, dia memang hanya akan mempersulitku. baginya aku ini cuman mainan” Batin Yasmin



Sedangkan bantin Reno berkata “Aku minta maaf yas, aku memanfaatkan kondisi sulitmu untuk mengikatmu”



"Hanya dua tahun" kata nya



"Maksudmu kita menikah kontrak?" tanya Yasmin



Reno hanya tersenyum menanggapi pertanyaan gadisnya itu “Dalam dua tahun aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta lagi dengan sendirinya padaku, Akan begitu sulit mendekatkan diri jika kamu tidak selalu disampingku. dan aku begitu risih dengan pria pria yang mencoba mendekatimu tetapi saat aku melihatnya kita tidak memiliki ikatan apapun, dengan ini aku akan merasa kamu sudah menjadi milikku” pikirnya



“Akan jauh lebih buruk saat aku harus menikah dengan pria tua itu, apa yang harus aku katakan nanti pada mama dan Kenzo penjelasan masuk akal apa yang akan aku berikan kepada mereka? tidak mungkin aku akan mengatakan jika aku memiliki ketertarikan pada pria sudah berumur kan? Mama pasti akan benar-benar kecewa jika tahu akan keputusanku yang berbuat senekat itu hanya demi menolong papa, apalagi mama terlihat masih begitu membenci papa sampai saat ini” pikir Yasmin



“Walaupun harus sekali lagi dipermainkan oleh pria yang sama, itu bukan masalah bagiku dan kali ini aku sendiri yang menyerahkan diri demi papa” Batin Yasmin



Yasmin kembali melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya


Ia kembali terlihat panik


"Aku setuju" katanya dengan tegas


Reno hanya tersenyum puas mendengarnya



“Aku tidak bisa lebih banyak lagi basa-basi aku harus to the point, Papa Aku akan datang menolongmu" Batin Yasmin



"Ren, bisa kah soal menandatangani kontrak kita bicarakan lain waktu sekarang aku benar-benar membutuhkan uang nya" kata Yasmin penuh harapan



"Mencairkan uang sebanyak itu perlu waktu" kata Reno



"Tidak masalah dalam bentuk cek, aku mohon aku sangat membutuhkan nya sekarang juga kamu percaya padaku aku tidak mungkin melarikan diri aku akan menepati kesepakatan kita"



Reno kemudian menulis disatu lembar sebuah cek senilai 45,6M dan memberikan nya pada gadisnya


Yasmin menghela nafas terlihat lega "Terima kasih, Terima kasih" katanya



"Aku sekarang harus pergi" kata Yasmin seperti orang tergesa-gesa



"Aku antar" tawar Reno



"Tidak perlu" kata Yasmin



"Aku tahu kamu akan pergi kerumah Roger hardware bukan?"



Yasmin tertegun



"Aku akan mengantarmu"