
● keesokan hari nya di vila mewah milik Reno anggara
"Morning"
Nadia menyambut anaknya yang baru saja keluar dari kamarnya dengan bersikap manis
Namun Reno tetap saja terlihat bersikap begitu dingin terhadap ibu nya itu
"Ren, mari kita breakfast bersama" ajak Nadia
Tiba-tiba saja Alika mendekati, dengan bersikap sok manis gadis itu ikut membujuk Reno untuk breakfast bersama
"Ayo turun kebawah kita breakfast bersama" ia menarik tangan Reno
Reno dengan sigap menepis tangan gadis itu dan dengan sinis ia bertanya "Kenapa bisa ada dia disini?"
"Reno, Alika disini atas undangan Mami" jawab Nadia
"Ini adalah vila milikku, tanpa seizin aku tidak diperbolehkan mengundang orang luar masuk"
Nadia tertegun mendengarnya sedang kan Alika terlihat begitu kesal akan perkataan Reno barusan
"Aku akan langsung pergi ke kantor, Aku sangat berharap ketika aku kembali sudah tidak melihat perempuan itu disini lagi" kata Reno dengan sinis
● Siang harinya diperusahaan besar anggara
"Gavin booking cafe dimana tempat Yasmin bekerja, saya ingin lunch disana dan tolong umumkan ke semua karyawan untuk datang ke cafe itu saya yang akan bayarin mereka makan siang hari ini"
"Oke"
“si Reno terkesan pelit tidak sih? sekali nya bayarin makan dicafe kecil banget, kantin perusahaan ini jauh lebih mewah dari cafe mawar itu” Keluh Gavin dalam hatinya
● Di sisi lain di cafe Mawar tempat Yasmin bekerja
"Si cantik baru datang?" Sapa karyawan cafe Mawar
Yasmin tersenyum malu-malu karena menyadari dirinya telat masuk kerja sekitar dua puluh menit "Aku baru selesai kelas"
"Yasmin cepat ganti baju seragam, kita akan sangat sibuk hari ini" sahut karyawan cafe Mawar lainnya
Yasmin sontak merasa kebingungan, bagaimana tidak? cafe benar-benar begitu sepi saat ia datang tetapi orang-orang disini terlihat begitu sibuk menata cafe ini dengan terburu-buru
Karena rasa penasaran nya yang tinggi akhirnya gadis itu memutuskan untuk menanyakan nya pada karyawan yang menyapanya tadi, dia bermain Dewi
"Dew, sebenarnya ada apa?"
"Kamu akan terkejut saat tahu, mending cepat pake seragam mu" Jawabannya yang begitu ambigu
"Apa ada yang membooking tempat ini lagi untuk acara ulang tahun? tetapi mengapa harus seheboh ini?" tanya Yasmin yang begitu masih penasaran
"Yasmin bukan nya aku menyuruhmu untuk mengganti pakaianmu, kita tidak punya banyak waktu" sahut seseorang
"Iya-iya"
"Udah telat, Jangan juga cuma jadi manekin disitu" sahutnya
● Karyawan perusahaan anggara pun sudah berdatangan
"Ini serius nih Ceo perusahaan kita sekalinya mau bayarin ditempat seperti ini?" Bisik salah satu karyawan kantor pada temannya
"Payah banget, aku kira kita akan di bayarin makan di restoran mewah lho" sahutnya
"Ini sih, mewahan kantin perusahaan"
Dan masih begitu banyak lagi ocehan demi ocehan dari para karyawan perusahaan besar anggara
Yasmin sontak tertegun melihat tamu yang datang semuanya mengenakan pakaian serba formal
"Mereka ini karyawan kantor kah?" tanya Yasmin pada dewi
"Iya mereka itu adalah karyawan kantor yang makan siang disini" sahut dewi
"Minum lah" dewi memberikan segelas sirup jeruk untuk Yasmin
Gadis itu tersenyum dan mengambil gelas berisi sirup jeruk itu dari tangan Dewi, ia lalu mengatakan "Terima kasih"
"Mereka ini karyawan perusahaan mana?" tanya Yasmin penasaran
"Perusahaan nomor #1 di negara kita"
"Oh, pantas saja cafe ini sampai harus ditata sedemikian rupa"
"Tentu saja, denger-denger Ceo perusahaan nya juga akan datang kesini"
"Sepertinya Ceo perusahaan itu sangat pelit, perusahaan sukses nomor #1 di negara ini tapi malah mau bayarin makan siang para karyawan nya dicafe kecil bukan nya harusnya cari cafe mewah"
"Tapi Ceo perusahaan Anggra itu benar-benar tampan"
"Ada-ada saja" Yasmin yang belum menyadari temannya menyebutkan Perusahaan anggara ia dengan santai meminum segelas sirup jeruk yang diberikan teman nya itu pada nya
Lalu tak lama gadis itu yang baru saja konek dengan apa yang dikatakan teman nya itu, Tiba-tiba ia seperti orang terkejut gadis itu menyemburkan minumannya
"Perusahaan apa tadi?"
"Perusahaan anggara" sahut teman nya
"Kalian itu benar-benar makan gaji buta ya? Enak-enakan minum sirup disini" bentak karyawan lain
"kami akan kembali bekerja"
● tiba-tiba saja..
"Kemari semuanya tuan muda anggara sudah datang kita bagi-bagi tugas"
“Jadi yang booking cafe ini dia ya?!! Dia tahu aku kerja disini tidak ya?" Pikir Yasmin
"Jam kerja jangan kebanyakan bengong" Sindir karyawan lain yang melihat Yasmin sempat melamun
"Empat orang akan melayani seluruh karyawan perusahaan Anggara"
"sepertinya kita kekurangan karyawan, karyawan perusahaan itu benar-benar banyak"
"Mau bagaimana lagi, ini benar-benar mendadak mereka mengubungi saya dengan tiba-tiba ingin membooking tempat ini untuk lunch saya peribadi sudah mengatakan tidak menyanggupinya namun pihak sana begitu memaksa ingin lunch dicafe ini" kata pemilik cafe
"Dewi, Caroline, Ana, dan Santi kalian melayani bagian karyawan"
"Aku ingin bagian melayani Ceo perusahaan saja" sahut santi
"Soal melayani tuan muda anggara aku yang lebih pantas" sahut Caroline
Dan Para pelayanan cafe Mawar pun berdebat akan siapa yang melayani Reno anggara
"Cukup cukup!!! Yang akan melayani Tuan muda anggara itu adalah Yasmin"
Yasmin sontak tertegun mendengar bagian tugas yang ia dapat
"Aku sepertinya tidak sanggup" kata Yasmin
"Ini udah saya tentukan segera mulai" kata pemilik cafe "Oh ya Yasmin, Tuan muda Anggara ada diruangan khusus cepat segera layanin dia dengan baik" tambah nya
● Beberapa saat kemudian
"permisi, tuan anda mau pesan apa?"
Yasmin berusaha bersikap profesional akan kerjaannya
Reno tertawa kecil melihat gadisnya mengenakan seragam cafe ini
pria itu sempat melihat beberapa pelayanan cafe lainnya mengenakan seragam yang sama, namun tak ada yang sebagus Yasmin saat memakainya
Seragam berwarna pink beach yang lumayan mini, dengan pinta di lehernya, rambutnya yang terikat sederhana dan bagian dada yang sedikit menonjol itu benar-benar terlihat seksi
Reno kemudian berdiri mendekatinya dan berbisik tepat ditelinga nya
"Apa kamu sudah melupakan segala makanan favorit mantan pacar mu ini" pria itu mengatakan dengan tersenyum jahil
Yamsin menghela nafasnya sejenak "Tuan jadi mau pesan atau tidak?"
Tiba-tiba saja ada seseorang datang, dan ternyata orang itu tak lain adalah Gavin teman yang sekaligus tangan kanan dari Reno anggara
"Boss, ini" Gavin menyodorkan sebuah proposal
"Oke"
Lalu Reno menggunkan isyarat tangan agar Gavin langsung pergi
"Kalau belum mau pesan aku mending bantu yang lainnya" Yasmin membalikkan badannya dan melangkah kan kakinya hendak untuk pergi
Namun tiba-tiba reno memeluknya dari belakang, pria itu mencium leher Yasmin mebuat seketika badan gadis itu geli semua
"Sensitif sekali" kata Reno dengan nada bicara begitu jahil
"Ren jangan seperti itu"
namun pria itu seperti tak ingin melepaskan tangannya dilekukan pinggang gadisnya itu
“Gimana kalau ada yang lihat” Batin Yasmin
Yasmin terus menerus mencoba melepaskan tangan Reno dari lekukan pinggang dirinya namun gadis itu merasa kesulitan
"Ren jangan Bersikap kurang ajar seperti ini"
"Calon suami ingin memeluk calon istri nya sendiri memangnya tidak boleh?"
Yasmin sontak tertegun mendengarnya, gadis itu benar-benar melupakan persyaratan yang mantan pacarnya itu berikan saat ia meminta uang senilai 45,6 miliar
"Duduk lah dan baca proposal ini"
Akhirnya pria itu melepaskan pelukannya namun ia langsung menyodorkan sebuah proposal pada gadis itu
Dan ternyata proposal yang diperlihatkan Reno pada Yamsin adalah sebuah proposal pernikahan kontrak
Gadis itu seperti ingin menolaknya namun tak punya pilihan lain, ini sudah menjadi kesepakatan dan ia sudah menerima uang itu
"Tanda tangan, dan besok kita akan menikah" kata Reno
Yasmin mengernyit "Besok?"
Reno mengiyakan dengan hanya menganggukkan kepalanya
"Hanya jadi istrimu saja kan?" tanya Yasmin
"Aku hanya memiliki dua syarat, jadi lah istri yang baik dan penurut"
"Kalau aku boleh tahu, kenapa aku harus menikah dengan mu?" tanya Yasmin penasaran
"Kamu tidak berhak menanyakan itu"
Gadis itu menghela nafasnya sejenak "Apa aku boleh memiliki beberapa syarat?"
"Katakan"
"Pertama hubungan kita ini hanya sebatas suami istri kontrak jadi kamu tidak boleh menyentuhku, dan kedua ini penting dan ini benar-benar sangat penting aku ingin hidup low profile jadi bisakah hubungan kita dirahasiakan? Terus ke tiga jangan mengendalikan aku, aku ingin tetap kuliah dan bekerja" kata Yamsin
"Aku menerima dua syarat"
"Tapi syarat aku ada tiga"
"Aku bilang menjadi istri yang baik itu Termasuk nurut saat harus melayani suami"
"Maksudmu aku..."
Reno mendekati Yamsin
"Saat kamu menjadi istriku, tubuh dan hatimu ini milikku" Reno menujuk buah dada Yasmin dengan telunjuknya
"Yasmin aku sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk menolong papa mu itu" Reno mengingatkan
"Aku tahu"
"Jadi?"
"Aku menyetujuinya, aku akan tanda tangan" kata Yasmin
Seperti tak ada pilihan lain gadis itu pun langsung menandatangani proposal kontrak yang sudah dibuat oleh mantan pacarnya ini
"Aku sudah tanda tangan"
Tiba-tiba saja ada seseorang masuk, Ia adalah Caroline ia salah satu pelayanan dicafe mawar
"Yasmin apa yang kamu lakukan kamu tidak melayani tuan muda anggara dengan baik?"
"A...ku.."
"Saya memang belum pesan apa-apa saya akan pesan" kata Reno
● beberapa saat kemudian
"Apa dia sudah pesan makanannya?" tanya dewi
"Ini list makanan yang dia pesan" Yasmin menyodorkan sebuah kertas berisi list makanan yang Reno pesan
Dewi temannya yang menyadari ada titik merah dileher Yasmin sontak saja dengan frontal menanyakan nya
"Ini... ini apa?"
Dewi memegang titik merah dileher Yasmin
Yasmin kebingungan karena tidak menyadari akan hal itu
"Memangnya apa?"
Dewi kemudian dengan sigap mengambil ponselnya dan langsung memotret leher Yasmin, gadis itu pun memperlihatkan hasil fotonya pada Yasmin
Yasmin sontak terperangah dengan titik merah yang ada di lehernya itu
"Jangan jangan ada yang mengaku jomblo tidak beneran jomblo" Ejek dewi temannya
Yasmin jelas sudah tahu dengan jelas ulah siapa titik merah di lehernya itu
“Reno!!!!” Batinnya berteriak
Dengan wajah memerah karena malu Yamsin membuat alasan "Itu kena catokan rambut"
"Tapi yas, tadi pas aku lihat pertama kali kamu datang tidak ada titik merah ini"
"Ini digigit nyamuk mungkin" sambil tertawa Yasmin menjawab asal
● Beberapa saat kemudian
"Ini makanan nya"
"Temani aku makan"
"Tidak mau" jawab yamsin jutek
"Kenapa?" tanya Reno agak kecewa
"Ini kamu maksudnya apa, ngapain buat begini? bikin orang lain salah paham" yamsin menujuk lehernya yang ada bekas ciuman Reno
"Hanya memperlihatkan ke dunia kalau kamu itu sudah menjadi milikku"
Yasmin tertegun
"Kalau sudah tidak ada lagi yang mau dipesan aku keluar"
"Yasmin temani aku untuk menghadiri pesta ulangtahun temanku malam ini"
"Ren aku kan sudah bilang aku benar-benar ingin hidup low profile"
"Pesta itu bersifat pribadi tidak akan ada wartawan hanya teman-teman ku saja"
"Apa aku bisa menolak?"
"Tidak"
"Baiklah, jam berapa?"
"Nanti aku suruh supir jemput kamu"
● Beberapa saat kemudian waktu jam pulang kerja..
"Nona Yasmin, saya supir peribadi dari tuan muda anggara saya disuruh menjemput Nona"
"Saya mau dibawa kemana?"
"Nanti Nona juga tahu sendiri"
Ternyata Yasmin dibawa kesebuah apartemen milik Reno anggara
"Apartemen?" tanya Yasmin pada Reno
Reno menempuk tangannya dan keluarlah empat orang wanita
Yasmin mengernyit "Mereka siapa?"
"Penata busana, penata rias, dan penata rambut satu lagi penata kuku" jawab Reno dengan santai
Yasmin terperangah "ini berlebihan"
"Ini nona beberapa dress yang sudah dipilih oleh tuan muda Anggara sendiri ayo dicoba"
● Beberapa saat kemudian Yasmin mencoba dress pertama yang dipilihkan oleh mantan pacarnya itu
Gaun itu berwarna silver dengan dada yang begitu rendah yang akan sangat menampakan belahan payudara dan belahan yang cukup tinggi disisi kanan kakinya menambah kesan yang begitu seksi dan glamor
Sesaat Yasmin keluar dari toilet sudah mengenakan baju itu Reno yang melihatnya hanya terperangah
“Sempurna” kata Reno dalam hatinya
“Dress itu benar-benar cocok untuknya dia telihat begitu seksi dan glamour, sejujurnya aku jadi tidak tahan” Batin Reno
“Tetapi jika dia pergi menggunakan dress itu, dia akan jadi pusat perhatian dress itu terlalu terbuka aku benar-benar tidak rela tubuh indah gadisku dilihat oleh pria lain” pikir Reno
"dress itu tidak cocok untukmu, coba yang lainnya" kata Reno
● Beberapa saat kemudian, Dress ke dua
Hanya dress hitam polos biasa namun saat digunakan oleh Yasmin entah kemana dress itu berubah menjadi dress yang begitu Terlihat elegan dan seksi
"Tidak cocok ganti"
● Beberapa saat kemudian dress ke tiga
Dress yang tertutup namun memperlihatkan lekukan tubuh Yasmin yang terlalu indah
"Sudahlah aku akan pergi sendiri"
"Reno sialan!!!!"