Nothing Like Us

Nothing Like Us
Terjatuh




Selang beberapa hari kemudian setelah benar-benar pulih; Yasmin langsung kembali beraktivitas seperti biasanya, hari ini ia dengan penuh semangat baru pergi ke kampus untuk mengerjakan skripsi nya


Gadis itu melewati lorong loker kampus; Seperti biasanya ia akan tersenyum ramah kepada semua orang yang ia temui, namun entah kenapa mereka malah melihat Yasmin dengan tatapan aneh dan langsung saling berbisik lalu tertawa seolah-olah sedang mengejek dirinya


Yasmin tentu terlihat kebingungan dan itu sangat jelas tertera dari ekspresi wajahnya, akan tetapi ia memilih untuk tidak ambil pusing. karena pikirnya.. Ah mungkin itu hanya perasaan dia saja**? kali ini gadis itu tidak ingin merusak harinya sendiri dengan pikiran-pikiran negatif


Semakin memasuki aula kampus kok rasanya malah semakin tidak wajar? pikirnya; semua orang melihat ke arahnya dengan tatapan aneh


Oke, memang sebelumnya Yasmin adalah sosok gadis yang menarik banyak perhatian. tetapi untuk kali ini tatapan mereka, cara mereka memandang dan memperhatikannya terasa sangat berbeda dari biasanya


Yasmin sebelumnya pernah mendapat tatapan yang sama dari playanan kafe tempat ia bekerja dulu, tatapan tersebut adalah tetapan penuh kebencian dan sebuah tatapan mengejek. kenapa? apa ada yang salah? apa masalahnya?


Setelah menyelesaikan urusannya dikampus, gadis itu lebih memilih untuk sesegera mungkin meninggalkan aula kampus


tentunya hal tersebut tidak seperti biasanya; karena biasanya ia akan menyempatkan diri membaca buku di ruang perpustakaan, namun tampaknya kali ini berbeda... sikap tidak wajar teman-temannya dikampus membuatnya merasa tidak nyaman


Yasmin saat ini sudah berada diluar kampus** ia hendak menghubungi sopir pribadinya, namun tiba-tiba saja gadis itu melihat temannya Fany sedang berjalan tergesa-gesa menuju tempat parkir


"Fany..."


Yasmin memanggil temannya, ia malah melupakan niat awalnya untuk menghubungi sopir pribadinya itu


Gadis itu langsung saja berlari ke arah temannya; namun Fany malah telihat panik dan tampaknya ia ingin menghindar dari Yasmin?


Namun untuk kali ini Yasmin tidak akan membiarkan temannya itu lolos begitu saja, tanpa memberinya sebuah penjelasan apapun.


Yasmin menahan tangan Fany yang hendak pergi "Fany, tunggu!"


Fany terlihat gugup "Yas-yasmin.." nada bicaranya gelagapan persis seperti seseorang yang tengah ketakutan


Yasmin mengernyit "Aku perhatikan... kamu ini sengaja menghindar dariku ya? kenapa? mau sampai kapan?" tanyanya


Fany hanya tertegun, gerak-gerik tubuhnya terlihat gelisah dan ekspresi wajah menujukan seseorang yang merasa bersalah


Yasmin menghela nafas sejenak, kemudian ia mencoba bertanya dengan srius "Malam itu selain mengatur kecan untukku... apa kamu juga orang yang telah menaruh sesuatu di makananku?" tanyanya


Dengan terbata-bata fany mengatakan "A-aku... Yas... Maaf!" ia sontak menunduk


Yasmin terkejut, ia benar-benar merasa terkejut. Ternyata Fany sekali tidak menyangkal jika dirinyalah orang yang telah menaruh sesuatu dimakan Yasmin pada malam itu


Yasmin tertawa namun sambil menangis; saat ini ia merasa tidak bisa mengontrol emosinya sendiri, ia langsung mempertanyakan kenapa? kenapa? kenapa melakukan hal itu padanya? untuk apa? tujuannya apa?


"Yasmin kamu harus tahu, aku... aku juga terpaksa melakukannya! aku ditekan keluargaku untuk bertunangan dengan Keanu, tetapi.. tetapi dia malah mencintaimu.."



"Jadi... wanita ini yang telah merusak hubunganmu dengan Keanu, Fany?"


"Mama? kenapa mama ada disini?"


"Aku sengaja datang untuk tahu siapa yang sudah mempersulitmu mendekati Keanu"


Helen ibu dari Fany, tiba-tiba saja datang dan langsung memaki-maki Yasmin tanpa menyaring terlebih dahulu kata-katanya, ia mengatakan dengan lantangnya... wanita macam apa Yasmin ini? bisa-bisanya merebut calon tunangan temannya sendiri?


Ia membuat kegaduhan sampai-sampai membuat mahasiswa dan mahasiswi sontak berlarian menghampiri, kemudian menjadikan keributan ini seolah-olah sebuah tontonan yang seru


Etah kenapa semua orang tiba-tiba ikut campur, kali ini Yasmin adalah orang yang benar-benar paling disudutkan. ia dihakimi puluhan orang, mereka mengatakan hal buruk tentangnya; apa lagi yang bisa gadis itu lakukan? ia hanya terdiam, karena sejujurnya ia sendiri bahkan tidak tahu menahu mengapa semua orang bersikap demikian padanya?


Teman-teman kampusnya menyebutnya sebagai bintang film panas dan hanya seorang wanita jalang yang sudah tidak memiliki harga diri sedikitpun**!


Rupanya ulah Daniel Williams, anak dari sutradara film porno itu membeberkan selebar kontrak kerja Yasmin yang dulu dengan bodohnya sempat ia tanda tangani, sebelum ia tahu pekerjaan apa yang telah ia terima; pria itu mempublikasikan hal tersebut melalui media sosial dan membuatnya menjadi hal viral lalu masih dihubung-hubungkan dengan berita lama yang telah redup saat Yasmin tertangkap kamera paparazi keluar hotel bersama Justin Jonathan


Semua orang mengejeknya, menertawakan, memaki-maki nya. Fany sebagai temannya hanya terdiam, sedangkan ibunya masih terus meneriaki nya bahkan sampai-sampai Yasmin Dicap sebagai wanita nakal; tetapi Fany sebagai anak tidak ada sama sekali mencoba melerai ibunya


Sekuriti dan para dosen kampus mencoba melerai dan membubarkan anak-anak kampus yang tampaknya sudah benar-benar keterlaluan, semakin lama malah semakin anarkis, mereka bahkan sudah ada yang melempari Yasmin dengan menggunakan botol bekas minuman dan lebih parahnya sambil meneriaki nya sebagai seorang wanita sampah; telah dicoba dibubarkan, Namun sayangnya sama sekali tidak ada yang ingin membubarkan diri


Belum cukup hanya dengan memaki-maki dan mengata-ngatai, mereka bahkan meminta pihak kampus untuk menghentikan beasiswa Yasmin, dengan alasan telah membuat Universitas malu


Tak lama Peter datang, ia meminta maaf karena telah lalai saat menjalankan tugasnya; tak lama ia berdiri di depan Yasmin seolah-olah sedang menjadi benteng pertahanan


Semua orang malah kembali berasumsi negatif dengan menuduh peter adalah seorang gigolo nya Yasmin; kaki Yasmin sudah gemetar, ia bergumam "Cukup!"


Ia kemudian berlari menerobos puluhan orang yang sedang mengelilinginya, air matanya yang ia tahan tahan sudah benar-benar tumpah. ia menangis terisak isak sambil berlari; peter mengejarnya


Yasmin memberhentikan sebuah taksi, ia memilih pergi menggunakan transportasi tersebut dari pada harus menghubungi terlebih dahulu sopir pribadinya; peter terlihat sangat panik. ia terus-menerus berusaha menghubungi Reno namun nomornya selalu terdengar sibuk


"Dimana bodyguard yang harusnya standby?"



Yasmin rupanya memilih menenangkan diri dengan datang mengunjungi ibu dan kedua adiknya; ia berpikir jika kehangatan merekalah yang akan menenangkan dirinya


tidak lupa sebelum itu ia berusaha menegarkan diri terlebih dalu, berusaha membuat dirinya sendiri terlihat baik-baik saja.


Yasmin mengetuk pintu rumahnya berkali-kali "Ma, ini aku... aku pulang" sahutnya


Sudah hampir sepuluh menit, Yasmin telah mengetuk pintu beberapa kali namun sayangnya sama sekali tidak ada yang membukakan pintu ataupun menyahuti panggilannya. ia bepikir apa mungkin ibunya dan kedua adiknya itu sedang tidak dirumah


Gadis itu duduk di antara anak tangga depan rumahnya, ia terdiam menunggu kedatangan ibunya yang dikiranya sedang pergi keluar rumah; rasanya bagi Yasmin tidak ada tempat lain yang lebih baik untuk menenangkan diri selain rumah dan bercengkrama dengan keluarganya


Setelah hampir setengah jam menunggu, kebetulan ada dua orang tetanggalewat depan rumahnya; namun mereka melihat Yasmin dengan tatapan jijik


Yasmin menelan ludah ketika ia tahu sedang dilihat dengan tatapan yang sema seperti ia dapatkan dikampus, gadis itu rasanya sudah lelah dilihat dengan tatapan mata seperti itu. namun ia terus berusaha menegarkan dirinya sendiri "Maaf boleh bertanya? apa kalian tahu ibuku pergi kemana?" tanyanya dengan ramah


"Dia pasti ada didalam rumah, hanya saja tidak ingin bertemu denganmu."


Yasmin mengernyit "Maaf, maksud bibi apa ya?"


"Ini semua gara-gara kelakuanmu. barusan saja ada seorang wanita seusia kami dengan berpenampilan sangat elegan datang langsung marah-marah dan memaki-maki ibumu, dia mengatakan jika ibumu telah gagal menjadi seorang ibu. cara ibumu mendidikmu salah sampai-sampai membuatmu tumbuh dewasa menjadi seorang wanita yang selalu menginginkan bergantung hidup kepada seorang pria"


"Saya sudah memperlihatkan berita yang lagi viral di media sosial tentangmu kepada ibumu itu, dia sangat syok setelah mengetahui kelakuan anak yang telah dia puji-puji selama ini rela menjual tubuhnya demi mendapatkan pundi-pundi uang dengan cara mudah"


Yasmin mengepalkan tangannya, ia berusaha meredam emosinya "Siapa.. siapa yang sudah mengatakan hal seperti tersebut pada ibuku?" tanya nya


"Kami tidak tahu. wanita itu juga mengatakan kamu telah menghancurkan hubungan dua orang yang saling mencintai"


“Apa itu tante helen? ibunya Fany? bukan.. mereka mengatakan jika orang itu datang baru saja? sedangkan tante Helen kan tadi berada dikampus, kalau bukan tante Helen lantas siapa? masa Ibunya Reno? apa mungkin?” pikir Yasmin


Kemudian Yasmin kembali mengetuk pintu rumahnya "Ma, Yasmin tahu mama ada didalam kan? tolong buka pintunya. Yasmin bisa jelaskan" pekiknya


Yasmin terus berusaha "Kenzo ini kakak, dek. tolong buka pintunya" "Dylan ini kak Yasmin tolong buka pintunya, Kenzo buka pintunya ini kakak"


"Saya benar-benar menyesal menyuruh anak-anak saya mencontoh dirimu, walapun kamu berprestasi tetapi kelakuanmu sangat minus!"


"Bilangnya tinggal diasrama fokus sedang menyelesaikan skripsi, namun kenyataannya malah menjadi simpanan pria"


"Pergi jangan mencul di komplek kami lagi, kami tidak ingin anak-anak kami melihatmu dan terpengaruh"


"Sebelum yang lainnya ikut adil mengusirmu secara paksa, akan lebih baik dari sekarang pergi saja sana! atau kami juga akan mengusir ibu dan juga adik-adikmu dari komplek ini!"


Hancur, saat ini ia merasa hidupnya telah benar-benar hancur. tidak masalah jika semua orang membencinya, namun keluarganya? terutama ibunya?


ia terjatuh ia benar-benar jatuh. tetapi tidak ada yang dapat menolongnya, ini semua karena kesalahannya sendiri yang tidak jujur sedari awal. ia tahu tentang konsekuensinya, namun ia menyepelekan hal tersebut dan malah terlalu percaya diri dengan menyebut jika dirinya akan bisa menanggung akibatnya dikemudian hari.


Semua hal yang telah Yasmin lakukan hanya demi menolong ayahnya, ternyata justru malah berujung dengan menghancurkan kehidupannya sendiri.



❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀



Jangan lupa like dan komentarnya Readers! 🤗✨