Nothing Like Us

Nothing Like Us
Syarat pernikahan



“Bisa-bisanya dia check-in hotel bersama pria lain” kesal reno



Kedua alis mengkerut ke bawah, tatapan mata tajam dan bibir menyempit. pria itu bejalan dengan cepat menuju tempat dimana ia memarkirkan mobilnya



Kemudian ia mencoba menghubungi gadisnya beberapa kali, namun sama sekali tidak ada jawaban dan ponselnya malah mendadak sibuk.



Reno mengernyit "Di reject?"



Tak ada jalan lain selain ia harus mencari tahu sendiri dimana keberadaan gadisnya saat ini



‘Lacak dimana keberadaan yasmin wesley, kabari saya secepatnya.’



Ia mengubungi seseorang yang bisa membantunya melacak keberadaan yasmin melalui sinyal ponselnya



Tak lama kemudian orang yang ia suruh mengirimkan lokasi keberadaan gadisnya melalui pesan



Reno mengernyit “Hotel rafless”



“Lihat bagaimana aku memergokimu dengan pria lain.” Batin reno ia mencoba menahan amarahnya



Yasmin memang sebelumnya memutuskan untuk kembali kerumahnya, namun saat dirinya hendak berangkat bekerja ia terpikirkan untuk terlebih dahulu melihat kondisi kedua temannya yang masih berada dihotel rafless.



Merasa begitu bosan terus-menerus dihubungi oleh mantan pacarnya, akhirnya ia memberanikan diri untuk menolak panggilan darinya.



Saat gadis itu hendak memasuki lift untuk sampai ke kamar kedua temannya yang berada dilantai tiga tiba-tiba saja ada yang menepuk pundaknya dari belakang, sontak ia terkejut dan menoleh.



Gadis itu hanya bisa langsung tertegun. mulutnya seperti tekunci, ia tak bisa berbicara sepatah katapun. ia telihat begitu syok melihat mantan pacarnya yang tiba-tiba saja saat ini berada tepat di belakangnya.



"Hebat kamu."



Yasmin mengernyit keheranan.



Reno sontak mencengkram tangan yasmin dengan kuat, ia menariknya agar mengikuti langkahnya.



"Reno behenti kamu menyakitiku." keluh yasmin yang kesakitan karena tangannya ditarik paksa oleh reno



Semua staff hotel telihat sedang memperhatikan.



Reno kemudian memaksa yasmin untuk masuk kedalam mobilnya, yasmin hanya bisa pasrah begitu saja karena pada akhirnya mau tak mau ia memang harus mengikuti kemauan reno.



Yasmin melirik ke arah reno dan kemudian ia memperhatikan, lalu ia tersadar karena melihat ekspresi reno, pria itu telihat seperti begitu kesal dan sangat marah.



“Masa dia marah cuman gara-gara aku reject dua kali telponnya” pikir yasmin



Yasmin menghela nafasnya sejenak "Oke. ren aku bisa jelasin" yasmin berusaha tenang



"Cih. tidak perlu." jawab reno singkat




"Apa kamu perlu semarah ini cuman karena aku dua kali mereject telpon darimu?" tanya yasmin ia mulai terpancing emosi



Reno melirik ke arahnya dengan tatapan tajam. yasmin sedikit terkejut dan entah kenapa gadis itu sontak menganggap tatapan itu sebuah gertakan agar ia tak banyak berbicara.


merasa takut, gadis itu hanya bisa terdiam dan menundukkan wajahnya



“Ini jalan pulang kerumahku” batin yasmin tekejut



Benar saja reno tenyata memberhentikan mobilnya di gang komplek perumahan yasmin.



“Dia mengantarku pulang?” batin yasmin bertanya-tanya



"Aku harus pergi kerja." ungkap yasmin



Reno menarik tubuhnya mendekat pada yasmin



"Ambil beberapa dokumenmu untuk syarat pernikahan."



"Apa?" yasmin tekejut



Reno membelai lembut rambut yasmin "Sayang, jangan lupakan soal kontrak yang sudah kamu sepakati."



"Tapi...."



"Tidak ada kompromi yasmin." jawab reno dengan nada bicara begitu tegas



"Ren kasih aku waktu" ucap yasmin memohon



“Aku belum sempat membahas soal ini pada mama, bagimana ini bagimana. aku bahkan belum tahu harus memberi alasan apa padanya, mengapa aku tiba-tiba harus menikah dengan mantanku


aku harus mengatakan apa aku benar-benar tidak tahu dan sekarang ini terlalu mendadak” batin yasmin panik



"Tidak."



Reno mengecup bagian leher yasmin dengan lembut "Sayang aku tidak punya banyak waktu, aku beri kamu waktu 15 menit untuk menyiapkan semuanya"



Pria itu tersenyum melihat tanda merah dileher gadisnya yang dengan sengaja ia buat.



“Dia milikku.” batin reno



Reno melihat jam tangan yang melingkar ditangannya "Sayang dimulai dari sekarang oke"



"Oke."