Nothing Like Us

Nothing Like Us
Dipecat



Yasmin telihat berusaha menahan air matanya agar ia tak sampai menangis, ia juga terlihat begitu berusaha tetap tenang dan tegar


walapun tidak bisa dirinya sendiri sangkal sebenarnya ia sangat tersinggung akan pendapat caroline terhadapnya.



Sedangkan dewi temannya, gadis itu mencoba menenangkan yasmin dengan beberapa kali mengelus-elus punggungnya.



Yasmin menghela nafasnya sejenak dan ia sontak menatap ke arah dewi temannya dan kemudian berusaha meyakinkan nya bahwa dia baik-baik saja.



Yasmin lalu tersenyum sendu pada temannya dan kemudian ia mengatakan "Tidak apa-apa" dengan sangat tenang namun pernyataan itu hanya bualan semata.



“Yasmin aku benar-benar sangat kagum padamu, mengapa kamu bisa sesabar itu? Kalau saja aku yang berada di posisinya saat ini mungkin aku tidak akan bisa bersikap setenang itu” batin dewi



Tiba-tiba saja pemilik kafe datang dan langsung meminta yasmin untuk ikut keruangan nya.



"Yasmin ikut keruangan saya."



Yasmin telihat sontak menegang dan ia tampak khawatir “Bagaimana kalau aku ternyata benar-benar akan dipecat?” batin yasmin



Dewi menggengam kedua tangan yasmin dan ia kembali mencoba menenangkan temannya itu "Yasmin tetap optimistis, aku yakin semuanya akan baik-baik saja. terlebih lagi kak mawar itu orang yang sangat baik dia tidak akan mungkin memecatmu begitu saja hanya karena prihal seperti ini"



"Heh apakah kamu itu tuli? sampai tidak mendengar instruksi dari pemilik kafe?" sindir caroline



“Kali ini dia pasti akan dipecat. selamat tinggal yasmin.” batin caroline merasa senang



Beberapa saat kemudian diruangan pemilik kafe.



"Yasmin apa kamu tahu dampak dari skandal kamu dengan aktor Justin Jonathan terhadap kafe ini apa?" tanya pemilik kafe



Yasmin menghela nafas sejenak dan lalu gadis itu hendak mencoba memberikan penjelasan "Kak mawar, soal itu....."



Pemilik kafe tiba-tiba memberi isyarat dengan tangannya agar yasmin tidak melanjutkan niatnya untuk menjelaskan



"Yasmin perlu kamu tahu aku mempertahankanmu bekerja di kafe ini hanya karena kamu mampu menarik banyak perhatian para pria-pria muda untuk datang dan menjadi langganan tetap dikafe ini" ungkap mawar



"Kalau saja tidak, mungkin saya sudah memecatmu lebih awal" ungkap mawar



Yasmin hanya tertegun “Hehe jadi sikap baiknya padaku selama ini karena hal ini ya?” batin yasmin



"Sejujurnya aku sudah sangat muak padamu yasmin


kamu selalu datang terlambat dengan berbagai alasan" mawar mengatakannya dengan nada tinggi



"Dan aku sebagai pemilik kafe ini dengan terpaksa hanya bisa menerima berbagai alasan yang sangat membosankan itu, hanya karena aku merasa kehadiran kamu sangat bermanfaat untuk kafe ini" ungkapnya



Mawar mengambil ponselnya yang ia taruh tidak jauh dari laptopnya "Lihat ini baik-baik" ia memperlihatkan isi layar ponselnya pada yasmin



Mawar menujukan isi sosial media yang tengah ramai dengan hastag memboikot kafe mawar hanya karena keberadaan yasmin sebagai pelayanan dikafe tersebut, semua itu dilakukan oleh penggemar fanatik dari Justin Jonathan atau yang sering disebut JJ lovers.



Yasmin mengerutkan alisnya, gadis itu benar-benar terkejut dan ia tak menyangka kesalah pahaman yang ia sepelekan sebelumnya ternyata malah menjadi seheboh itu dan bahkan sampai memperngaruhi pekerjanya.



"Sebenarnya kamu ingin menjalin hubungan dengan siapapun itu bukan urusan aku, tetapi yasmin kamu sudah merugikan kafe ini karena skandalmu bersama Justin Jonathan" ungkap mawar



"Kamu tahu dari tadi pagi kafe ini begitu sepi pengunjung" ungkap mawar



"Sekarang nama baik kafe ini sudah hancur yasmin, aku melihat banyak kritikan di sosial media" ungkap mawar ia telihat frustasi




"Aku ingin mewujudkan nya


itu harapan terakhir ayahku sebelum dia meninggal dunia, namun jika aku terus mempertahankanmu bekerja disini aku tidak yakin kafe ini akan bertahan dan tidak akan sampai bangkrut" ungkap mawar "Jadi yasmin kamu saya pecat!" pungkasnya



Yasmin tak kuasa menahan air matanya dan ia kembali mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi itu tak seperti asumsi kebanyakan orang "Kak mawar tolong dengarkan penjelasanku terlebih dulu, sebenarnya aku dan Justin itu..."



"Cukup yasmin." ucap mawar sedikit membentak



Mawar menyodorkan satu buah amplop berwarna coklat pada Yasmin "Aku tidak membutuhkan penjelasan apapun yasmin, aku bahkan juga tidak tertarik ingin tahu persoalan dirimu dengan Justin" ungkapnya "Aku hanya tahu skandalmu itu merugikan kafe ini." tambah nya



"Ambil itu." mawar mendekatkan amplop coklat itu pada yasmin "itu adalah gaji terakhirmu" pungkasnya



“Pada akhirnya aku benar-benar dipecat? bagimana seharusnya sekarang” batin yasmin



"Sekarang kamu boleh keluar" ucap mawar sambil tangannya menujukan pintu keluar



Yasmin buru-buru menghapus air matanya dan berusaha tegar kembali menerima kenyataan pahit bawa ia benar-benar harus kehilangan pekerjaan nya hanya karena persoalan yang tidak jelas baginya.



"Terim kasih banyak kak mawar" ucap yasmin sambil ia tersenyum sendu



Yasmin kemudian membalik badannya dan langsung melangkahkan kakinya untuk keluar ruangan mawar si pemilik kafe



Saat ia sudah diluar pintu ruangan pemilik kafe, gadis itu terlihat mencoba untuk menangkan diri dengan beberapa kali menghala nafasnya.



Beberapa saat kemudian, saat ia sudah merasa lebih baik gadis itu menoleh ke arah samping ternyata para karyawan kafe sedang memperhatikannya namun ia tak menyadarinya sebelumnya dan mereka telihat saling berbisik sambil tertawa membicarakan hal buruk yang sudah pasti itu tentang dirinya.



"Eh sepertinya dia benaran dipecat ya"



"Baguslah dia dipecat"



"Bisa-bisanya Justin Jonathan tertarik pada wanita seperti dia ya"



"Aku dengan dari kak Caroline dia sebelumnya telihat menggoda Ceo perusahaan anggara, eh tau-tau sekarang menjadi kekasih dari aktor berbakat Justin Jonathan sangat disayangkan Justin medapat wanita seperti dia sepertinya memang hanya haus akan harta sama ketenaran"



"Dia kegap bersama Justin disebuah hotel termewah dipusat kota, seorang wanita bersama seorang pria di satu kamar hotel yang ranjangnya hanya satu tidak mungkin hanya tidur berpelukan dengan pakaian lengkap"



"Dia pasti mengunakan tubuh dan wajah nya untuk menggodanya"



"Menjijikkan"



Walapun hanya saling berbisik dengan suara pelan tetapi pendengaran Yasmin yang begitu tajam membuat ia masih saja bisa mendengar asumsi mereka tersebut



“Tenang yasmin tenang kamu harus tenang” yasmin mencoba menenangkan dirinya sendiri agar tak tersulut emosi



"Eh kalian dari tadi situ?" Yasmin tiba-tiba bertanya pada mereka dengan tersenyum gadis itu hanya ingin mencairkan suasana



Namun bukannya menjawab pertanyaan baik-baik dari yasmin mereka malah menatap ke arah yasmin dengan tatapan seperti begitu jijik


Dan mereka dengan kompak langsung menghindarinya dan pergi menjauh dengan terburu-buru seolah-olah mereka sedang menghindari seseorang yang sedang menderita penyakit menular



"Eh"