
Reno mencoba mengubungi yasmin beberapa kali, namun istrinya itu tidak menjawab panggilan telepon darinya.
pria itu tak menyerah begitu saja, ia kemudian beralih menelpon suhipto sopir pribadi yasmin
Suhipto tentu saja tidak akan pernah berani mengabaikan panggilan telepon dari reno, ya itu sudah pasti karena pria itu lah yang telah memperkerjakannya dan membayarnya
Suhipto memberi informasi pada reno bahwa istrinya itu sedang berjalan menuju tempat parkir, dan memang belum benar-benar meninggalkan perusahaan.
Tentu saja reno akan langsung bergegas untuk menemui istrinya itu, dari pada ia harus mengurusi keributan yang dibuat oleh alika.
Area parkir perusahaan
Entah kenapa perkataan resepsionis perusahaan itu terngiang-ngiang di ingatannya, suasana hati yasmin jadi kian memburuk.
“Tunangan yang dimaksud itu alika kah? kalau memang benar hubungan mereka sebaik itu, jadi sebenarnya untuk apa reno menikahiku?” batin yasmin bertanya-tanya
"Yasmin" sahut reno tiba-tiba memanggil
Yasmin sontak menoleh, gadis itu terlihat benar-benar tekejut ketika melihat reno yang ternyata menyusulnya sampai ke parkiran
“Dia menyusulku? bukannya seharusnya dia sedang bersama dengan tunangannya itu ya” batin yasmin terlihat agak jengkel saat mengingatnya
"Ren? ada apa?" tanya yasmin
Reno melangkahkan kakinya beberapa langkah mendekat pada yasmin
"Kenapa nggak langsung anterin ke ruangan aku?" tanya reno
"Istrimu ini sangat tahu aturan" ungkap yasmin dengan nada bicara seperti berguyon
reno sedikit tekejut karena yasmin sebelumnya tak pernah bersikap demikian, namun tentu saja ia tidak akan menolak ciuman dari wanita yang sangat ia cintai itu.
Langkah alika terhenti saat ia melihat pemandangan menyakitkan itu didepannya
Alika tak menyangka ternyata reno sudah menjalin hubungan baik kembali dengan yasmin.
“Yasmin wanita jalang!” batin alika, ia begitu menahan amarahnya
Alika mengepal tangannya “Dia pasti sengaja iya dia pasti sengaja dia ingin membalasku kah? apa yang dia katakan dirumah sakit waktu itu cuma omong kosong” batin alika
sebelumya yasmin sempat mengatakan turut senang dengan kabarnya alika yang akan menikah dengan reno, sekarang entah kenapa alika merasa ia di khianati oleh yasmin.
“Sekarang bagaimana mungkin aku bisa memiliki tempat dihati reno? dia sangat mencintai yasmin
tapi aku nggak akan menyerah, aku pastikan aku bisa menyingkirkan yasmin dengan cara apapun” batin alika “Maaf yasmin, tidak ada lagi kata persahabatan yang ada sekarang adalah aku harus mencapai tujuanku”
Kemudian alika memilih untuk mencari jalan lain ya ia tentu tak mau melewati yasmin dan reno yang sedang bermesraan.
Melihat alika pergi dengan raut wajah kesal entah kenapa yasmin merasa ada kepuasan tersendiri dalam dirinya
yasmin menarik diri dari reno tak lama setelah alika pergi, pipinya terlihat memerah karena malu.
Reno tersenyum puas karena yasmin yang akhirnya berinisiatif duluan menciumnya.
“Kenapa aku bisa melakukannya?” batin yasmin, ia sebenarnya tak menyangka dirinya bisa melakukan hal seperti tadi