
"Nona silahkan, kamarnya ada diarah sana" ia mengarahkan yasmin menggunakan tangannya "Pintu ke empat" jelasnya "Saya akan menyiapkan piyama untuk anda" ungkapnya tiba-tiba
Yasmin mengernyit "Em itu.."
menyadari yasmin tengah kebingungan pembantu itu lalu menjelaskan jika tuan muda sendiri lah yang menyuruh nya menyiapkan piyama, karena ia sudah memutuskan untuk bermalam dirumah ini.
Yasmin mengangguk mengerti dan ia tersenyum ramah "Oh oke!"
Yasmin sebenarnya begitu penasaran mengenai kamar lama reno itu dan segalanya kisah tentang mengapa reno bisa mengalami depresi hanya karena seorang perempuan? ia sekarang telihat jelas menyembunyikan kekecewaan nya karena tak sempat memasuki kamar tersebut.
Yasmin segera melangkahkan kakinya menuju kamar baru reno seperti yang sudah diarahkan oleh pembatu itu, kamar tersebut terletak tak jauh dari ruang kerja reno
Namun tiba-tiba saja ia menghentikan langkah kakinya ketika ia mendengar suara suaminya yang terdengar seperti sedang mengobrol mengenai hal serius dengan ayahnya
Merasa penasaran, yasmin akhirnya mencoba menguping dibalik pintu yang memang sebelumnya sudah sedikit terbuka.
"Papi yakin, papi sangat yakin" zidan menekan kata-katanya, ia lalu berusaha meyakinkan reno jika "Lambat laun dia akan menyadari cinta kamu yang luar biasa besarnya ini"
Reno tersenyum samar "Semoga" ia mengakatan penuh harapan
"Ngomong-ngomong gadis itu benar-benar luar biasa lho, bisa membuat putra zidan anggara mencintainya seperti ia menyerahkan hidupnya saja" zidan anggara mengakatan nya dengan nada guyonan
Reno tertawa kecil "Ya, dia luar biasa" lalu ketika reno sedikit lagi hendak menyebutkan nama yasmin sayangnya tiba-tiba saja ia mendengar..
"Nona anda sedang apa disini? ini piyama nya"
Reno dan ayahnya sontak saja menoleh kearah pintu secara bersamaan
Yasmin yang sedang serius menguping sontak saja dikejutkan dengan seseorang yang menepuk pundaknya, ya benar itu tak lain adalah pembantu ya tadi
Yasmin menghela nafasnya mencoba menenangkan dirinya karena ia merasa terkejut
"Maaf nona saya jika saya membuat anda terkejut, ini piyama nya" pembantu itu merasa tak enak hati "Mari saya antar ke kamar" tawarnya
“Sepertinya aku harus segera pergi, rasanya nggak sopan ketahuan menguping pembicaraan mereka” pikirnya
Di sisi lain..
“Sejak kapan dia berada dibalik pintu? apa dia mendengar semuanya” batin reno bertanya-tanya
“Yasmin seharusnya gadis itu sudah mengetahui perasaan reno ketika ia melihat isi kamar lama nya” batin zidan anggara berharap penuh “Maafkan papi reno, bertindak tanpa memberitahumu papi sejujurnya hanya ingin membantumu”
"Apa yasmin sudah mendengar semuanya ya?" tanya reno
"Kalau papi sih berharap ya!" ungkap zidan anggara penuh dengan harapan
Sedangkan disisi lainnya lagi..
“Benar-benar menyebalkan tinggal sedikit lagi aku mengetahui siapa gadis yang dicintai reno, tapi pembantu itu malah datang diwaktu yang salah” yasmin terus menggerutu dihatinya
Beberapa saat kemudian yasmin dengan setia menunggu reno masuk kedalam kamar, dikarekan ada yang ingin benar-benar ia ketahui, ya sebenarnya itu tak lain mengenai alasan mengapa reno menikahinya?
reno selalu saja enggan menjawab dengan jelas mengenai pertanyaan itu atau bahkan sering kali ia akan menghindarinya.
beberapa saat kemudian...
"Hey kamu belum tidur?" tanya reno “Sepertinya dia mamang sengaja menungguku, apa dia akhirnya benar-benar mengetahui semuanya?” batin reno
"Ada yang ingin aku tanyakan" ucap yasmin dengan nada bicara serius
Reno mengernyit "Apa?"
"Bisakah kamu menjelaskan mengapa kamu menikahiku?" tanya yasmin penuh harapan akan menerima jawaban yang ia inginkan
Reno sontak tertegun