
Apartemen justin jonathan.
"Apa-apaan ini justin? jelaskan padaku." pinta jordan selaku manajer justin dengan nada bicara begitu ketus, ia menyodorkan sebuah koran headline news yang berisikan topik tentang aktornya dengan seorang wanita
selaku manajer tentu ia berhak tahu kebenaran yang masih sangat simpang siur mengenai aktornya itu
Justin menggapai koran tersebut dan melihatnya, pria itu memberi respon ambigu dengan hanya tersenyum.
Melihat justin tak seperti biasanya jordan begitu keheranan, namun senyuman justin seolah-olah membenarkan prihal kabar tersebut.
Jordan mengernyit dan langsung bertanya "Dia benar-benar pacarmu?"
Justin hanya bergumam dengan nada suara rendah "Akan menjadi"
"Dengar justin, bukankah sudah aku peringatkan sebelumnya untuk tidak membuat skandal apapun untuk saat ini" ucap jordan memperingatkan
"Kau akan ada promo film bulan depan. pihak produksi sudah memutuskan agar menarik lebih banyak perhatian, akan membuat sebuah drama cinta lokasi antara kau dan lawan mainmu sofia" tambahnya
"Cih. aku tidak menyukainya" gumam justin
"Ngomong-ngomong taktikmu sungguh hebat. jangan kau pikir aku tidak tahu" ungkap jordan
"Kau dengan sengaja ingin mempublikasikannya" ucap jordan langsung ke inti
"Selama ini kau begitu tertutup dengan main aman. kau mengencani banyak wanita tapi tak ada satupun yang kau dengan sengaja ungkap ke publik, kalau bukan karena wanita itu sendiri koar-koar dimedia mungkin tidak akan ada yang terungkap sama sekali" ungkap jordan
"Tapi kali ini.. ayolah justin kau sudah cukup lama di dunia entertain, tidak mungkin jika kau sama sekali tidak menyadari adanya paparazi disekitarmu" ungkap jordan
Justin hanya tertegun “Aku memang menyadari adanya paparazi disekitar hotel tersebut
dan aku dengan spontan merangkulnya pada saat itu, namun sejujurnya niat awalku hanya untuk melindunginya” batin justin
"Siapa sebenarnya wanita itu justin? apakah dia begitu istimewa untukmu" tanya jordan penasaran
“Aku juga tidak mengenal dekat siapa dia, pertemuan pertama aku bahkan tidak tertarik padanya sama sekali. kemudian aku menyadari dia cukup cantik” batin Justin
“Lalu aku pernah menolongnya di pertemuan selanjutnya, saat itu aku dan dia begitu dekat. aku sempat meraba wajahnya dan dia telihat begitu manis dengan berbagai ekspresi” batin Justin
“Kemudian entah apa yang terjadi setelah itu, aku selalu terbayang-bayang akan dirinya” batin Justin
Di sisi lainnya, diperusahaan besar anggara. para pegawai dan para staff perusahaan yang wanita sedang asik berkumpul dan bergosip mengenai topik yang sedang hangat-hangatnya diberitakan dimana-mana mengenai aktor tampan dan wanita misterius yang dirangkul nya saat keluar hotel yang tak lain adalah yasmin wesley
"Yatuhan aku benar-benar tidak rela justin dengan wanita itu"
"Dia mempublikasikannya dengan sengaja, justin pasti kali ini serius. mereka telihat imut saat bersama"
"Senyum wanita itu telihat kurang tulus saat menatap wajah justin, aku takut dia bersama justin hanya untuk popularitas semata"
berita yang mengejutkan publik itu menuai banyak pro-kontra, terutama bagi penggemar garis keras justin jonathan sendiri.
Beberapa saat kemudian, saking asiknya bergosip para pegawai dan staff perusahaan tersebut sampai tidak menyadari bahwa pemimpin perusahaan telah tiba dan sedang diam-diam memperhatikan kelakuan pegawai dan para staffnya.
Reno berdehem "Apa saya menggaji kalian untuk ini?" ucapnya
Sontak para pegawai dan staff perusahaan tersebut terperangah dan melirik dengan secara bersamaan ke arah suara tersebut.
Dengan kompak mereka mengucapkan "Selamat pagi tuan"
"Kembali ketempat masing-masing dan kerjakan pekerjaan kalian" ucap reno dengan tegas
Di ruang kerja reno.
"Steffy kamu catat semua ini nanti kirim ke saya lewat e-mail, dan soal bahan presentasi saya harap kamu bisa menyelesaikannya dalam waktu tiga hari"
Reno telihat sedang begitu sibuk dengan pekerjaan, ia belum mengetahui berita mengenai justin dan yasmin yang sedang hangat-hangatnya jadi bahan perbincangan publik.
Tiba-tiba gavin menerobos masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
"Heh tahu sopan santun tidak?" tanya reno dengan nada bicara sinis
"Sorry bos."
Seperti seseorang yang telah berlari gavin telihat ngos-ngosan, pria itu membawa sebuah koran ditangannya.
"File-file yang sebelumnya jangan sampai hilang, ingat untuk mengirimi saya e-mail secepatnya"
"Baik pak, ada lagi?"
"Sudah, kamu boleh keluar."
"Kalau begitu saya permisi"
Tak lama kemudian setelah steffy sudah keluar dari ruangan kerja reno
"Gavin apa proyek kita dengan marvel internasional berjalan dengan sesuai rencana?"
"Tentu saja, mereka hanya tinggal tanda tangan kontrak dan kita perlu menghadiri satu kali meeting lagi di L.A"
"Oke."
Gavin menyodorkan koran tersebut pada reno agar ia melihatnya, namun reno hanya fokus pada laptopnya.
"Lihat ini."
"Ini bukan waktunya bersantai"
"Kau harus lihat ini dulu" Ucap gavin memaksa
"Gavin saya sibuk."
"Saya tahu. tapi ini soal yasmin"
sontak reno melirik ke arah gavin, yang pada awalnya ia sama sekali tak tertarik mendengarkan ocehan gavin dan lebih memilih fokus pada pekerjaannya.
"Kau tahu betul untuk menarik perhatianku dengan menyebut namanya"
gavin yang tak sabaran lantas langsung saja memperlihatkan isi koran dan menunjukkan cover koran tersebut adalah justin dan yasmin.
"Lihat baik-baik ini, bukan kah ini adalah wanitamu"
Reno begitu terkejut saat melihatnya, tak lama kemudian ekspresi wajahnya 180 derajat berubah menjadi begitu menakutkan. alis mengkerut, mata menatap tajam dan bibir menyempit pria itu telihat begitu marah, bahkan tangannya sudah dalam keadaan menggepal.
"Yasmin."
Tiba-tiba saja reno menggebrak meja kerjanya membuat gavin terkejut dan sontak ketakutan.
Reno bergegas pergi begitu saja dengan sangat emosional.
"Ren, jam 11 ada meeting" sahut gavin
"Batalkan."