
Reno kemudian membawa Yasmin pulang, tampaknya gadis itu benar-benar ketakutan; sepanjang jalan ia terus menerus menggengam tangan Reno seolah-olah dirinya sedang meminta perlindungan
Reno melihat Yasmin dengan sorot mata yang begitu pilu “Aku masih takut membayangkan apa yang akan terjadi kalau saja aku datang terlambat” batinnya
Reno menggeram "Tidak bisa dimaafkan!" gumamnya; ia menoleh ke arah Yasmin “Tidak. aku tidak boleh membiarkannya merasakan kemarahanku. dia akan semakin ketakutan”
Reno menggenggam lebih erat tangan istrinya "Yasmin, semua sudah baik-baik saja. jangan takut, aku disini" ucapnya terdengar penuh penenangan
Sesampainya dirumah, Reno lalu memapah Yasmin memasuki kediamannya; sebelumnya ia sudah berniat untuk menggendong istrinya itu, namun Yasmin justru malah menolak dengan menggunakan isyarat tangan
"Selamat malam, tuan."
Yasmin jalan sempoyongan sampai-sampai tubuhnya hampir saja jatuh; entah kenapa gadis itu merasa seluruh tubuhnya begitu lemah. Reno yang melihatnya sampai menghala nafas “Benar-benar wanita yang keras kepala” batinnya merasa kesal
Reno sontak menggendongnya; Yasmin menatapnya dengan ekspresi terkejut, sorot matanya seolah-olah sedang mempertanyakan 'apa yang sedang kamu lakukan?
"Biarkan aku membantumu"
Setelah memasuki kamar, Reno langsung menidurkan Yasmin dengan perlahan ke atas ranjang "Istirahatlah" ucapnya terdengar lembut
Saat ini Reno tengah berada di ruang kerjanya, ia memutuskan untuk menghubungi Gavin; "Interogasi mereka. apakah mereka benar-benar hanya sekelompok begal, atau justru mereka melakukannya atas arahan orang lain"
"Maksudmu... ada seseorang yang ingin mencelakai Yasmin?"
"Ya."
"Kau berlebihan, masalah sekecil ini aku sudah selesai mengurusnya. mereka sudah sering beroprasi dijalanan, bisa dipastikan mereka benar-benar hanya sekelompok begal"
"Masalah sekecil ini? Istriku, Yasmin. dia hampir kehilangan nyawanya dan kau mengatakan itu adalah hal kecil?"
"Bu-bukan begitu.. Lagi pula kau memukul mereka sampai sekarat, kemungkinan mereka akan mati sebentar lagi"
"Bawa salah satu dari mereka kerumah sakit, pastikan dia hidup. apa kau mengerti maksudku?"
"Baik."
Kemudian Reno mengingat kembali ketika Peter menceritakan masalah Yasmin dikampus “Aku ingat, aku pernah menyuruh seseorang untuk memusnahkan kontrak kerja tersebut. namun sepertinya orang suruhanku hanya memusnahkan salinannya saja” pikir Reno
Reno lalu menghubungi Asisten pribadinya; "Steffy, saya membutuhkan jasa seorang hacker. tolong carikan saya hacker terbaik. saya harap saya mendapatkan informasi darimu besok pagi"
Reno kemudian terdiam sesaat, pria itu lalu memejamkan mata; mencoba meredam emosinya yang sudah meluap-luap
namun sepertinya usahanya gagal, amarahnya meledak. ia menjatuhkan semua barang-barang yang berada disekitarnya
“Kenapa Yasmin tidak pernah mencoba menceritakan semua masalahnya padaku, segitu tidak bisa percayakah dia padaku? aku sangat mencintainya. apakah dia masih belum menyadarinya” Batin Reno; pria itu menangis dalam diam
Tiba-tiba saja terbersit dipikirannya “Apakah mungkin mereka suruhan dari wanita itu?”
Tanpa pikir panjang Reno langsung terburu-buru ingin menemuinya, untuk memastikan. jika saja itu benar, mungkin Reno selamanya akan membenci ibu kandungnya sendiri
Saat Reno keluar, pria itu terkejut mendapati nenek Kate berada diluar pintu yang ternyata sedari tadi sedang memperhatikannya.
"Nenek?"
"Tuan muda, apa kamu baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja.. ini sudah larut malam, nenek istrahatlah. aku ada urusan diluar sebentar"
Reno langsung pergi terburu-buru; Kate sudah menganggap Reno sebagai anaknya sendiri, dirinyalah yang telah mengurus Reno sedari kecil. maka jika pria itu merasa sedih, Kate yang seolah-olah memiliki Ikatan batin dengannya akan merasakan dua kali lipat perasaan yang sama
Kate selalu menghindari Yasmin, tentu bukan karena Kate membencinya. Kate hanya takut dirinya akan mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak ia katakan. ia tidak ingin memberikan kesan terlalu ikut campur
Namun sampai pada titik dimana ia benar-benar muak. melihat respon Yasmin yang lambat, terlebih lagi selalu bersikap seolah-olah ia tidak menyadari jika Reno mencintainya
Kate selalu menemani Reno saat dia mengalami depresi; bagimana rasa penyesalan yang menghantuinya dan setiap usaha untuk mencari gadis yang ia cintai, jadi tentunya Kate sangat mengetahui pasti Reno begitu mencintai Yasmin.
ia sangat kesal dengan pemikiran gadis itu, ia merasa ada yang salah dengan cara berpikirnya. apakah Yasmin memiliki sebuah pemikiran jika pria yang dulunya berengsek tidak mungkin bisa untuk berubah? atau hatinya sudah ditutupi dengan kebencian?
“Dia harus tahu, Yasmin harus tahu!”
Walaupun Kate tahu Yasmin sudah tidur, tetapi rasanya ia sudah tidak bisa menahan diri lagi; ia sudah benar-benar ingin memberitahukan segalanya pada gadis itu; Kate mendekat dan kemudian memberanikan diri menepuk-nepuk lengan kiri Yasmin agar ia terbangun
Tak lama Yasmin membuka matanya perlahan, kemudian ia benar-benar terkejut mendapati Kate sudah berada di sampingnya. saking terkejutnya gadis itu langsung duduk dan tertegun
"Nona, maaf mengganggu waktu tidurmu"
Yasmin menggosok kedua matanya, ia memastikan apakah penglihatannya salah ataukah yang berada dikamarnya saat ini benar-benar adalah nenek kate? ia melirik ke kanan; gadis itu mendapati ternyata Reno tidak ada disampingnya. kemudian gadis itu melihat ke arah jam dinding yang menujukan pukul setengah 12 malam
"Nona Yasmin, bisa ikut saya sebentar?"
“Nenek kate, dia selalu menghindariku sedari aku pindah kerumah ini. kenapa dia sekarang tiba-tiba.. Agrhh, dimana Reno?” batinnya kebingungan
"Saya ingin memperlihatkan sesuatu padamu" ia mengulurkan tangannya
Yasmin begitu penasaran dengan apa yang Kate akan tunjukan padanya, ia memutuskan mengikutinya. lalu pada akhirnya ternyata Yasmin dibawa ke kamar lama Reno. sorot matanya seperti mempertanyakan 'Hah untuk apa kita kesini?
Kate hendak membuka pintu kamar tersebut, namun Yasmin sempat menahannya. Gadis itu menggeleng dan melihat kearahnya dengan tatapan serius, seolah-olah ia ingin memberitahu 'bukan kah tidak boleh memasuki kamar ini?
"Tidak apa-apa." Ucap Kate meyakinkan
“Nenek Kate, dia... dia selama ini selalu menjauhiku. dan sekarang tiba-tiba saja dia ingin membawaku masuk kedalam kamar lama Reno, jika begini.. aku bisa menyimpulkan dia sengaja. iya dia pasti sengaja, dia ingin membuatku tahu diri dengan memperlihatkan siapa sebenarnya wanita yang Reno cintai. apa nenek kate membenciku” pikiran negatif Yasmin
Pintu kamar lama Reno pun telah terbuka, kamar tersebut sangat gelap jadi gadis itu belum melihat apapun “Gelap?” batin Yasmin
"Nona Yasmin, apa kamu siap untuk melihatnya?"
"Ya." Jawaban singkat Yasmin. lalu ia menundukkan wajahnya; rasanya ia belum siap mengetahui Reno ternyata begitu mencintai wanita lain
Kate kemudian menyalakan lampunya, Namun Yasmin masih menundukkan wajahnya "Nona Yasmin, lihatlah"
Yasmin menghela nafas mempersiapkan diri, pelan-pelan dia mulai mengangkat wajahnya
lalu betapa terkejutnya ia melihat setiap dinding yang dihiasi oleh foto-fotonya dan diranjang terpadat ratusan lembaran foto polaroid
Yasmin terperangah melihatnya, ia sampai tidak bisa berkata-kata “Apa. aku.” gadis itu benar-benar telihat syok
Yasmin melirik ke arah Kate, ia mengernyit mempertanyakan "Apa.. a-apa maksudnya semua ini?" tanya nya
Yasmin berjalan mendekati Ranjang, kemudian gadis itu mengambil selembar foto polaroid yang begitu menarik perhatiannya
Foto dimana ia dan Reno pertama kali berkencan. dihari yang begitu cerah, dipinggir danau. Yasmin yang introvert selalu menjaga jarak dari Reno; terlebih lagi itu adalah kencan pertamanya, kala itu ia begitu pemalu dan canggung.
Gaya Reno saat masih remaja ala-ala badboy dan ya, dia memang suka gonta-ganti wanita hampir setiap harinya. namun sampai pada akhirnya dia benar-benar merasakan rasanya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada seorang gadis bernama Yasmin Wesley. ia mengejarnya walau sering ditolak bekali kali, sampai pada akhirnya benar-benar berhasil bersama
Yasmin tersenyum saat melihat tulisan yang begitu teramat manis tertulis rapih di lembar foto tersebut “I look at her sometimes and wonder out of all the faces in the world how did I find one that was so perfect for me.” (Aku melihat dia terkadang dan bertanya-tanya, dari semua wajah di dunia bagaimana aku menemukan satu yang begitu sempurna bagiku.)
❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀
( ͡°³ ͡°)
READ THIS!!!! PLEASE!!!!
Antisipasi untuk orang yang mungkin akan bertanya; kenapa sih banyak novel lain kesannya sekarang ngikutin NOTHING LIKE US memakai sampul or visual yang sama? No Problem at all guys! 😌 (Btw, aku udah lihat sekarang banyak banget yang pakai sampul or Visual yang sama denganku)
Begini, karena gambar-gambar tersebut memang bukan dibuat olehku. tentunya aku nggak mau mengakui karya orang lain sebagai karyaku sendiri
Jadi visual novelku bukan aku yang gambar tetapi itu dibuat oleh Patnoc yang berasal dari negara korea, dia membuat ilustrasi gambar tersebut untuk novel 반드시 해피엔딩 disalah satu website.
and end.. Kenapa aku memutuskan untuk memakai gambar visual? pertama Agar kalian nggak boring aja dan kedua Agar memudahkan kalian berimajinasi
Ilustrator Patnoc 🇰🇷
Alur cerita by RA 🇮🇩
Terimakasyii ❤❤❤