
Malam harinya fany mengirimkan sebuah pesan ajakan kepada yasmin; ia mengajaknya untuk makan malam bersama disalah satu restoran, karena yang mengajaknya adalah teman baiknya tentu saja yasmin tanpa pikir panjang langsung menyetujui ajakannya tersebut.
Sekitar pukul 7 malam yasmin baru tiba direstoran tempat ia janjian dengan fany, yasmin langsung bergegas menghampiri temannya itu yang sudah terlihat sedang menunggunya
Ia berjalan mendekat, namun kemudian yasmin dibuatnya heran. mengapa meja yang dipesan temannya itu hanya ada dua kursi? memangnya loly tidak diajak? terlebih lagi makanannya sudah terlebih dulu dipesan olehnya
Fany lalu mengarahkan yasmin untuk segera duduk "Duduk lah" sahutnya
Yasmin membuka mantel yang ia pakai, baru setelah itu ia langsung duduk
ia memperhatikan makanan yang telah fany pesan untuknya; sedikit aneh bagi yasmin, memang tak biasanya temannya itu mau memesankan makanan lebih dulu tanpa bertanya dulu padanya
Fany yang menyadari temannya itu nampak kebingungan lantas menanyakan "Apa kamu nggak menyukai makanan yang aku pesan?" tanya nya
"Aku? tentu saja aku suka" jawab yasmin sambil tersenyum, ia berusaha menghargai makanan yang telah dipesankan oleh temannya itu
"Ayo makan, selamat makan" ucap fany; memang yasmin sudah sering mendengar ucapan tersebut namun entah kenapa kali ini terdengar sangat aneh
Yasmin mengangguk "Ah iya iya, selamat makan" jawabnya mulai memakanan makanannya
Yasmin menanyakan keberadaan loly, dan alasan mengapa tidak mengajaknya untuk makan malam bersama? namun fany malah membual ia mengatakan jika loly tengah sibuk mengerjakan tugas kuliah dan tak ada waktu untuk ikut makan malam bersama diluar, mendengarnya yasmin hanya mengangguk mencoba memahami; tetapi faktanya dibalik itu, fany sebenarnya memang tidak pernah ada mencoba menghubungi loly
Ada sesekali yasmin melirik ke arah fany, ia memperhatikan, rasanya gelagat fany sedikit aneh malam ini? fany terlihat canggung dan gelisah. sering kali yasmin juga memergoki fany tengah melihat ke arahnya dengan tatapan aneh, namun yasmin enggan berpikir negatif tentang teman baiknya itu
Malah yasmin merasa khawatir, pikirannya mungkinkah fany tengah dalam masalah?
Tak lama tiba-tiba saja fany menyodorkan beberapa lembar foto seorang pria pada yasmin, yasmin tekejut dan sontak terlihat kebingungan mengapa temannya memperlihatkan foto-foto tersebut kepadanya?
Yasmin mengambil foto-foto tersebut dan melihatnya satu-persatu; pikirnya, mungkin kah pria pria yang ada difoto tersebut adalah pria incaran fany?
"Apa ada yang menarik perhatianmu?" tanya nya tiba-tiba
"Selama ini aku nggak pernah mendengarmu bercerita soal pria yang kamu sukai? yasmin kamu sudah dewasa masa iya sih kamu nggak pernah tertarik dengan siapapun dalam hidupmu?"
Yasmin hanya tertegun; memang benar setelah putus dari reno beberapa tahun lalu hatinya seperti membeku begitu saja, ia lebih memilih fokus pada keluarganya dan dirinya sendiri. entah itu karena ia masih mencintai reno atau karena rasa trauma? yang jelas ia tak tertarik menjalin hubungan dengan siapapun selama bertahun-tahun.
Yasmin menyodorkan kembali foto-foto tersebut kepada temannya ia dengan tegas mengatakan "Aku mengerti maksudmu, tapi aku rasa nggak perlu seperti ini fany"
“Kamu nggak akan mengerti yasmin, aku melakukan ini hanya untuk membuat keanu menyerah” batin fany
"Aku lihat kamu lebih suka digosipkan dekat dengan banyak pria dibanding harus memiliki satu kekasih" ucap fany tiba-tiba
Yasmin menggeleng cepat "Fany kamu nggak akan mengerti, aku sudah menikah" jawab yasmin kelepasan, ia sontak saja dengan cepat menutup mulutnya menggunkan tangan
Fany yang mendengarnya sontak tekejut
fany menyipitkan matanya "Apa?!"
“Fany adalah teman baikku, aku rasa dia tahu juga nggak ada salahnya” pikir yasmin
Yasmin mengangguk membenarkan perkataannya
Fany tertawa meremehkan "Yasmin ayolah, hanya karena kamu nggak mau aku kenalkan dengan seorang pria, kamu sampai memberikan alasan semacam itu? kamu ini benar-benar lucu ya" namun ia terdengar seperti orang kesal
Yasmin menggeleng "Fany aku benar-benar sudah menikah" ia menegaskan kata-katanya
Fany melihat jam tangannya ia lalu telihat gelisah, entah kenapa juga fany setelah itu telihat begitu panik; ia tiba-tiba saja mengakatan jika ia perlu segera pergi ke toilet dan fany masih menyuruh yasmin untuk kembali menikmati makanannya saja, ia mengatakan jika ia akan segera kembali.