
Setelah mendengarkan cerita dari salah seorang pembantu di vila ini. entah kenapa cerita itu terngiang-ngiang dikepala Yasmin, membayangkan reno yang begitu mencintai alika membuat gadis itu terluka.
Tapi gadis itu merasa sedikit bersalah karena telah menyinggungnya, gadis itu pun melangkahkan kakinya dengan ragu menuju ke kamar reno untuk meminta maaf.
Ia membuka pintu kamar reno dan melihat laki-laki itu duduk diatas kasurnya seperti orang yang depresi menundukkan wajahnya dengan raut wajah yang begitu menyedihkan
Gadis itu pun melangkahkan kakinya dengan perlahan mendekatkan diri pada laki-laki itu.
Gadis itu lalu duduk disampingnya dengan ragu-ragu ia mengatakan "maaf"
Reno yang menyadari kehadiran Yasmin disampingnya sontak ia langsung memeluknya dengan erat membuat Yasmin sedikit terkejut.
"Ren..."
Yasmin mendorong perlahan tubuh reno agar tak terus-menerus memeluknya seerat ini.
"Ren, jangan kayak gini dong"
Namun reno tak menghiraukan perkataan gadis itu ia justru malah menempelkan wajahnya pada bagian dada Yasmin.
"Reno kamu ini lagi pura-pura ya?"
Yasmin yang berpikir reno sedang mencari kesempatan dalam kesempitan mulai menggerutu
"Jangan begerak, sebentar saja"
Yasmin tertegun mendengarnya namun seolah-olah tidak keberatan ia pun membiarkan reno tetap dalam posisinya
Namun waktu terus berjalan sudah hampir sepuluh menit reno masih tetap memeluknya dan masih saja menyandarkan wajahnya tepat didada Yasmin.
Gadis itu pun mulai kebingungan mengapa suasananya dari tadi justru malah hening hening saja pria ini pun tak berkata sepatah katapun.
Lalu gadis itu Menekan-nekan punggung reno dengan jari telunjuknya dengan lembut.
"Reno.."
Yasmin mengernyit seolah tak percaya pria ini tertidur dalam posisi menyenderkan Kepalanya pada dadanya.
Ia kemudian melihat wajah pria itu tertidur pulas namun terlihat mengerutkan alisnya menujukan jika pria ini sedang bersedih.
Tak lama setelah itu pria itu mengigau dengan sendu ia berkata "jangan tinggalkan aku, aku benar-benar mencintaimu"
Yasmin tertegun mendengarnya, ia tak sadar kemudian ada air mata yang tiba-tiba saja jatuh ke pipinya.
Gadis itu berpikir jika reno menganggapnya sebagai bayangan dari alika, ia langsung termenung dan pupil matanya pun menurun, gadis itu tampak kebingungan dengan perasaannya sendiri ia merasa kecewa dan begitu emosional mendengarnya.
Dengan perlahan dan hati-hati kemudian gadis itu mencoba membaringkan reno ketempat tidurnya agar ia bisa terbebas dari pelukan eratnya itu.
Saat sudah berhasil pria itu justru tak mau melepaskan tangannya
"Aku bilang jangan tinggalkan aku"
Yasmin benar-benar tak kuat, perasaannya benar-benar tak bisa terkontrol lagi ia sungguh sangat emosional mendengarnya.
Ia kemudian memaksa tangan reno melepaskannya, gadis itu lalu berlari keluar dengan beruraian air mata.
"Nona apa yang terjadi"
Yasmin terkejut melihat pembantu vila ini tiba-tiba saja sudah ada dihadapannya ia pun sontak langsung menghapus air mata yang terus jatuh dipipinya itu dengan kedua tangannya.
Ia kemudian tersenyum tak simetris dan menjawab pertanyaan nya "tidak ada."
"Apa tuan didalam baik-baik saja" Tanya nya terlihat khawatir
Gadis itu lalu menjawab sambil memalingkan wajahnya tak berani menatap "Ah itu, dia baik-baik saja kok. Dia hanya kelelahan dia sedang istirahat"
"Nona, ini" Pembantu vila ini tiba-tiba saja mengulurkan tangan dengan sebuah handphone ditangannya
"Ah itu handphone ku"
Iya itu memang handphone milik Yasmin, saat itu ia meninggalkan handphone dan tas miliknya di vila ini dan terus menerus lupa untuk mengambilnya.
Ia kemudian mengambil handphone miliknya "terimakasih" Katanya, lalu tersenyum.
"Tuan muda anggara menyuruh saya untuk mengembalikan handphone milik nona ini, soal tas.." Perempuan ini terlihat ragu untuk mengatakannya
"Sudah lah itu hanya sebuah tas saja isi nya juga tidak ada yang terlalu penting, aku cuma membutuhkan handphone ini"
"Aku akan pulang"
Pembantu vila itu pun hanya menganggukkan kepalanya seolah-olah mengerti.
Malam harinya tepat pukul delapan malam.
Reno yang terbangun dari tidurnya lantas ke bingungan
Pria itu lalu melangkah kan kakinya mencari-cari gadisnya, seingetnya ia terakhir bersama dengan yasmin.
"Tuan ada apa"
Tanya salah seorang pembantu vila ini yang terheran-heran melihat tuannya seperti seorang yang sedang linglung
Reno mengernyit dan bertanya "dimana Yasmin?"
"Nona Yasmin sudah pulang tuan, sekitar jam empat sore"
Kemudian tiba-tiba saja ada seorang lelaki bertubuh kekar memakai seragam ia adalah salah satu seorang security di vila ini ia masuk dengan secara tiba-tiba dengan ekspresi wajahnya yang begitu panik itu yang membuat tuan nya merasa Kebingungan.
Reno mengernyit "Ada apa?"
"Tuan nyonya besar memaksa masuk"
"Perempuan itu dia mau apa lagi" Reno terlihat begitu kesal mendengarnya
Kemudian ia memerintah security vila ini yang bernama tobby untuk mengusirnya "usir saja!"
Reno membalikkan badannya dan melangkah kan kakinya untuk kembali ke kamarnya
"Reno!"
Reno sontak langsung melihat ke arah orang yang memanggilnya itu namun ia telihat acuh tak acuh
Orang itu tak lain adalah Nadia ibu dari reno anggara.
Perempuan itu pun langsung berlari ingin menggapai anaknya itu, namun kemudian dihalangi oleh beberapa security di vila ini.
"menyingkir lah kalian! Jangan halang halangi aku bertemu putra ku!"
Perempuan itu memasang ekspresi yang begitu menyedihkan, ia menjatuhkan tubuhnya sendiri ke lantai sehingga posisinya saat ini seperti orang sedang berlutut ia menundukkan wajahnya yang dipenuhi rasa bersalah dengan beruraian air mata.
Ia lalu berkata dengan terbata-bata "Reno.. Maaf!" "Maafin mami" Ia perlahan-lahan mengangkat kepalanya dan melihat ke arah putranya itu dengan penuh rasa bersalah dimatanya "putra ku tolong.. tolong maafkan mami, mami menyesal sangat menyesal" Ia pun kembali menundukkan wajahnya
sikap reno yang begitu keras, ia begitu menutup pintu maafnya. Namun entah kenapa ia saat ini sedikit luluh dengan tekad ibunya yang terus-menerus berusaha mendapatkan maaf darinya.
Ia pun berjalan mendekat pada ibunya
Ibunya memegang kaki kanan anaknya itu dan bersujud padanya "jangan usir mami lagi"
Reno menjongkok kan tubuhnya
"Jangan seperti ini, bangun lah"
Ia kemudian memapah ibunya itu untuk berdiri
Sontak saja ibunya yang merasa hati putra nya itu sudah sedikit luluh ia langsung saja memeluk anak laki-laki semata wayang itu.
Suasana saat ini begitu emosional hubungan ibu dan anak yang tak pernah akur dalam beberapa tahun ini akhirnya menemukan titik temu.
Reno yang masih saja sedingin es, tubuhnya menolak untuk berlama-lama dipeluk ibu kandungnya itu. Ia dengan spontan melepaskan pelukan ibunya itu.
Kemudian ia bergegas berjalan menjauh dari ibunya itu, namun langkah nya terhenti ia lalu memerintahkan pada salah seorang pembantu di vila ini untuk mengantarkan ibu nya itu ke kamar tamu.
"Antarkan dia ke kamar tamu"
Ia pun langsung melanjutkan langkah kakinya itu menuju kamarnya dan menjauh dari ibunya itu
Ke esokan harinya~
"Sayang lihat, mami masak makan kesukaan kamu sedari kecil loh mari kita sarapan bersama"
Dengan penuh senyuman dan ketulusan ibu nya itu menawarinya sarapan yang ia sengaja buatkan khusus untuk putranya ini, namun sikap reno yang dingin ia menolaknya dengan bahasa tubuh.
Reno terus melangkah kan kakinya melewati ibunya itu.
"Mami akan membawakan mu bekal untuk dikantor tunggu sebentar"
"Tidak perlu!" Kata reno sambil menatapnya dengan sinis
Nadia mengerutkan alisnya dengan ekspresi penuh kekecewaan ia benar-benar tak tahu lagi bagaimana caranya agar hubungannya dan putra nya ini bisa seharmonis seperti dulu lagi.
"Saya bukan anak kecil!"
Di sisi lain farah begitu kebingungan akan anak kecil bernama dylan yang tak jelas asal usul nya ini ia lalu nekat melaporkan kehilangan anak pada kantor polisi, karena ia tak mau ambil resiko jika suatu saat nanti ia akan di dikatakan sebagai penculikan anak.
"Saya menemukan anak ini didepan rumah saya beberapa hari yang lalu"
Beberapa waktu kemudian~
"Mama abis darimana bareng dylan?"
Farah melihat ke arah anak kecil itu dan seperti orang yang ragu ingin mengatakan sejujurnya bahwa ia melaporkan kehilangan anak ke kepolisian, karena selama ini Yasmin selalu seolah-olah menghalanginya untuk melakukan itu.
"Kalian abis dari mana, mama gak ajak kenzo juga"
"Yasmin mama sudah melaporkan kehilangan anak ke kepolisian agar anak ini bisa segera bertemu ibunya"
Yasmin benar-benar terkejut mendengarnya
"Kenapa" Yasmin mengernyit
"Yasmin mama ini hanya tidak mau mengambil resiko, bagaimana jika suatu saat nanti kita malah dituduh sebagai penculikan anak"
"Itu tidak mungkin!"
"Anak ini asal usul nya tidak jelas"
"Dia.." Yasmin yang saat ini ragu ingin mengatakan yang sebenarnya ia menahan perkataannya
"Dia apa Yasmin"
Namun Yasmin berpikir lagi ia harus mengatakannya, mungkin saat ini adalah waktu yang tepat.
Toh, cepat atau lambat mama nya ini akan mengetahui juga kebenarannya. Ia tak mau melihat mama nya ini khawatir lagi dan terus-menerus merasa ketakutan.
"Ma, dylan ini... Dia.. Dia, dia anak dari papa dan perempuan itu" Dengan terbata-bata Yasmin memberanikan dirinya untuk mengatakan kejujuran.
Farah langsung tertegun ia benar-benar terkejut dengan apa yang anak perempuannya itu katakan.
Ia kemudian melihat ke arah anak itu.
"Dia..."
Yasmin hanya menganggukan kepalanya, membenarkan apa yang ia katakan.
"Kamu sudah tahu sejak awal?"
"Maaf ma.."
"Kenapa anak ini ditinggalkan didepan rumah kita?"
Yasmin lalu menceritakan detailnya pada mama nya itu, farah benar-benar hanya terkejut dengan cerita yang anak perempuannya itu ceritakan.
"Ma, dylan ini dia masih kecil dia tidak tahu apa-apa"
Farah pun melihat ke arah anak itu, anak yang masih begitu kecil dan tak berdosa. Ia memang begitu membenci ibunya namun ia bepikir tak semestinya juga ia melampiaskan semua kebenciannya pada anaknya ini.
"Kita akan merawatnya"
Yasmin benar-benar lega dengan keputusan yang mama nya buat, ia juga tak lupa bersyukur memiliki seorang ibu yang begitu baik luar biasa seperti seorang malaikat.
~ Readers terimakasih kasih yang sebanyak-banyaknya telah meluangkan waktu untuk membaca novel karyaku ini. Mohon maaf jika belum sebagus cerita novel yang lainnya, karena masih belajar dan tahap perbaikan hehe kalian tentu boleh mengirim kritik & saran di kolom komentar.
author tentunya akan semaksimal mungkin mengusahakan agar novel ini mudah dimengerti dan terus mengembangkan imajinasi agar novel ini terus berkembang ceritanya kedepannya.
Dukungan kalian membuat author terharu lho, trus dukung novel ini cukup dengan like tidak perlu berbagi koin kok hehe dan jangan lupa tinggalkan komentarmu :) - RA ~