Nothing Like Us

Nothing Like Us
Reno menemui Nadia



Reno berjalan begitu cepat menuju lift, Yasmin mengikuti; ia berusaha mengejar untuk menahannya


"Reno, tolong berhenti. dengarkan aku dulu" sahut Yasmin


Reno tentu saja mendengarnya, namun nampaknya pria itu lebih memilih untuk tidak memperdulikan ocehan Yasmin kali ini; ia terus berjalan tanpa menoleh ke belakang sedikit pun



Reno kemudian bergegas masuk kedalam lift pribadinya, ia langsung menekan tombol 'Close agar mempercepat tertutupnya pintu lift tersebut


Yasmin berteriak "Hai tunggu dulu" ia rasanya ingin sekali berlari lebih cepat untuk menahan pintu lift tersebut agar tidak tertutup, namun sayangnya saat ia sudah mendekati lift tersebut. liftnya benar-benar sudah tertutup rapat.


Yasmin menoleh ke arah lift khusus karyawan, yang memang terletak disamping lift pribadi Reno; namun betapa sialnya ia ketika mendapati lift tersebut sedang terpakai. ia lalu menekan tombol untuk mengetahui dimana posisi lift tersebut dan betapa ia merasa lebih sialnya lagi ketika melihat layar floor designator yang menunjukkan posisi lift tersebut sedang menuju lantai paling bawah


Sempat terpikir olehnya untuk menggunakan tangga darurat, namun apa bedanya dengan menunggu lift datang? sama-sama membutuhkan waktu dan ujung-ujungnya ia pasti tidak sempat menahan suaminya pikirnya lagi


“Sudah tahu aku sedang mengejarnya, tetapi dia sama sekali tidak ada usaha untuk menahan pintu lift tertutup” kesal Yasmin saat mengingat kembali ketika Reno hendak masuk ke dalam lift dan malah terburu-buru menutup pintunya begitu saja tanpa memperdulikan dirinya yang berusaha mengejarnya sampai nafasnya terengah-engah


Yasmin mondar-mandir terlihat gelisah didepan lift tersebut, ia menunggu liftnya datang. namun sudah hampir 10 menit lift tersebut belum juga kembali dan telihat dilayar floor designator lift tersebut masih stuck dilantai 9


Namun tiba-tiba “Ah, lift Reno sudah kembali? itu berarti dia sudah sampai bawah ya?” pikirnya



"Selamat sore pak. klien kita yang dari Jerman sudah landing 15 menit yang lalu, tetapi saya sudah memerintah seseorang untuk menjemputnya dan saya juga sudah membooking sebuah klub ternama sesuai intruksi bapak." Jelas asisten Steffy; saat mengatakannya gadis itu terlihat gemetar, bagimana tidak? ia sedang berhadapan dengan atasan yang sedang memasang wajah masam


"Hm." Hanya jawaban ambigu yang terdengar dari mulut atasannya itu, rasanya begitu kesal namun hal tersebut sudah bukan pertama kalinya. Reno memang sering kali memberikan jawaban yang singkat dan begitu ambigu ketika ia sedang merasa badmood; Steffy yang sudah hampir 3 tahun menjadi asisten pribadinya terus-menerus berusaha memaklumi sikap dari atasan perusahaannya tersebut.


“Ada apa sebenarnya, kenapa tuan muda anggara kelihatannya sedang begitu kesal? bukan kah istrinya datang?” batin Steffy bertanya-tanya


Namun tiba-tiba, terdengar suara Yasmin menyahut dari kejauhan "Reno!"


Reno sempat menoleh, tetapi ia malah melanjutkan langkah kakinya bergegas segera menuju ke mobil; Yasmin terus menyahuti nya agar pria itu mau menunggunya, ia ingin memberikan banyak alasan untuk dapat menahannya.


Nafas Yasmin terengah-engah, gadis itu sangat lelah. wajahnya terlihat pucat. rupanya ia telah melewatkan jam makan siang; sebelumnya ia pernah masuk rumah sakit karena maag, sepertinya kali ini penyakit maag nya itu kabuh.


gadis itu memegangi perut bagian atasannya, ia sepertinya sedang merasakan sakit dan panas yang luar biasa; namun rupanya ia masih belum menyerah untuk berusaha menahan suaminya itu


"Nona Yasmin? apa anda baik-baik saja?" tanya Steffy terdengar khawatir


"Ya aku baik-baik saja."


Dengan menggunakan tenaga yang tersisa, Yasmin terus berlari. Reno sudah masuk kedalam mobilnya dan pintunya dikunci; Yasmin terus-menerus mengetuk jendela mobilnya namun Reno malah sudah menyalakan mesinnya dan melajukan mobil tersebut.


"Reno dengarkan aku dulu" sahut Yasmin


Namun Reno enggan mendengarkan ocehan istrinya tersebut, pria itu tak terima ketika mengetahui gadis yang begitu amat ia cintai dilukai. terlebih lagi oleh ibunya sendiri


Tidak dipungkiri rasa benci terhadap ibu kandungnya sendiri telah dirasakannya, ia sudah hilang hormat ketika mengetahui ibunya dengan tega mengkhianati ayahnya dan lebih memilih meninggalkannya demi hidup bersama dengan pria yang sudah memiliki satu anak.


Reno begitu marah ketika mengetahui ibunya malah ikut campur kembali dalam kehidupnya, ia ingin sekali mempertanyakan keberadaannya di tahun-tahun sebelumnya ketika ia memang benar-benar membutuhkan sosoknya.


Dan kenapa harus datang untuk menghancurkan segala usahanya? ia telah melakukan banyak hal untuk mendekatkan diri kepada Yasmin dan masih berusaha untuk mendapatkan hatinya, namun ibunya yang tidak tahu apa-apa malah belagak sok tahu dengan mengatakan demikian kepada gadisnya. Reno benar-benar takut Yasmin akan terpengaruh dan pergi meninggalkannya lagi. kalau saja itu sampai terjadi kembali, Reno kemungkinan akan lebih memilih mati daripada hidup tersiksa oleh rindu


Beberapa saat kemudian, sampai di villa Reno.



"Tuan anda datang?" sahut pembantu


"Apa wanita itu ada disini?" tanya nya


"Maksud tuan, nyonya? benar dia sedang beristirahat dikamarnya"


Namun tiba-tiba, Nadia menyahut sambil berjalan menuruni anak tangga "Anakku, akhirnya kamu datang?" ia nampak bersemangat ketika mengetahui anaknya datang mengunjunginya


Reno semakin bersikap dingin terhadap ibu kandungnya itu "Kenapa kembali?" tanya dengan lantang


Kekecewaan sontak telihat sangat jelas di raut wajah Nadia, ia sebelumnya berpikir jika putranya itu sedang merindukannya. namun ternyata sikapnya masih saja begitu dingin terhadapnya "Reno, mami kan memang tinggal di villa mu" Nadia membual; ia bepikir Reno tidak mengetahui soal dirinya yang telah dijemput paksa oleh Keanu untuk kembali pulang ke Los Angeles


"Cih, memangnya anda pikir saya tidak tahu? seharusnya anda sudah kembali pada keluarga anda"


Nadia mengernyit "Reno, perhatikan kosakatamu" ia membentaknya "Aku ini ibumu" ucapnya sambil menepuk-nepuk dadanya memperlihatkan diri


"Saya mengizinkan anda untuk tinggal villa ini, kalau anda ingin memilikinya secara pribadi juga silahkan. saya akan dengan senang hati mengurus surat pengalihan nama"


"Reno, kamu ini sedang berbicara dengan ibumu. ibu kandungmu. dimana sopan santunmu? bagaimana cara ayahmu mendidikmu? Zidan terlalu sibuk bekerja sampai-sampai tidak memperhatikan anaknya sendiri. benar-benar keterlaluan"


Reno tertawa mengejek "Setidaknya papi lebih baik daripada seorang ibu yang meninggalkan anaknya sendiri yang masih kecil demi melanjutkan perjalanan cinta semasa SMA-nya" sindirnya


Nadia tertegun mendengarnya "Reno, kenapa kamu datang kalau hanya ingin melukai hati ibumu" pekik Nadia


"Jangan ikut campur dalam kehidupan saya lagi, apalagi sampai melukai wanita yang saya cintai" ungkapnya tiba-tiba


Nadia langsung mengerti apa yang dimaksud putranya itu, ia tertawa "Jadi wanita parasit itu mengadu padamu?" tanyanya


"Reno, kenapa kamu sangat marah hanya untuk wanita parasit seperti itu? bahkan sampai membentak ibumu sendiri? kamu mencintainya? Atau dia hanya alat balas dendammu terhadap alika? aku tahu wanita yang kamu cintai sebenarnya adalah alika"


"Reno kamu harus tahu, alika juga sebenarnya mencintaimu. tinggalkan wanita parasit itu, karena dia tidak baik untukmu"


"Saya akan meninggalkan Yasmin"


Nadia tersenyum "Anakku, aku akan membantumu untuk mendapatkan Alika kembali" ungkapnya menyakinkan


"Ya, saya akan meninggalkan Yasmin. tapi nanti, ketika saya sudah tidak bernafas"


Nadia tertegun "Reno apa maksudmu? apa kamu sekarang sudah benar-benar mencintai wanita parasit itu? Reno sadarlah dia hanya memanfaatkanmu. Alika lah yang tulus mencintaimu. Zidan anggara ini bagimana sih? anaknya terjerat oleh wanita tidak benar, tetapi dia hanya diam tanpa melukakan tindakan apapun."


"Dia bukan wanita parasit, tetapi saya sendiri yang suka rela membantunya karena saya sangat mencintainya. Perlu anda tahu, saya akan melakukan apapun demi dia. harta? atau sekalipun mungkin hidup saya sendiri jika dia memang menginginkannya saya akan memberikan segalanya"


"Reno didepanku kamu tidak perlu berpura-pura, aku ibumu. aku bisa memahami perasaanmu."


"Saya datang kesini hanya untuk memperingati anda untuk tidak melukai Yasmin lagi"



"Reno apa dipikiranmu itu aku yang jahat? aku ini ibumu. aku sedang mencoba melindungimu, aku memiliki firasat dia bukan wanita baik-baik. dia hanya memanfaatkanmu" ungkap Nadia yang merasa tak yakin dengan apa yang dikatakannya sendiri


"Reno apa sekarang kamu sudah benar-benar mencintai wanita itu?" tanya Nadia sungguh-sungguh


"Sekarang? Ya, em maksudku.. aku sudah lama mencintanya dan akan terus mencintainya" Jawab Reno


Di sisi yang lainnya, yasmin jatuh pingsan dan ia dibawa kerumah sakit oleh zidan anggara. Zidan terus menghubungi ponsel Reno beberapa kali namun ponselnya tak ada jawaban, dan setelah menghubungi hampir 20x akhirnya Reno mengangkat telponnya. Zidan dengan nada bicara yang terdengar begitu panik mengabari kepada Reno jika Yasmin jatuh pingsan dan dilarikan kerumah sakit


Reno terlihat khawatir dan panik saat mendengar kabar tersebut, ia hendak meninggalkan ibunya itu dan pergi menemui Yasmin dirumah sakit.


"Reno? Ada apa?"


Reno hanya memberikan isyarat mata yang telihat begitu khawatir, ia tidak menjawab secara jelas "Aku pergi" ucapnya


Beberapa saat kemudian.



"Apa yang sebenarnya terjadi? ke-kenapa Yasmin sampai pingsan? apa dia baik-baik saja?" Reno dengan panik mencecar banyak pertanyaan kepada ayahnya


"Reno jangan tegang seperti itu, dia akan baik-baik saja. dia memiliki riwayat maag dan dia telat makan jadi maag nya kambuh. pikirkan saja dulu dirimu sendiri. kamu terlihat sangat kacau sekarang, pergi mandi dulu. ada banyak hal yang ingin papi tanyakan"


"Soal itu bisa nanti saja kita bahasnya pi?"


"Maaf, papi sudah salah paham"


"Tidak apa-apa"


2 jam kemudian.


"Sudah hampir 3 jam dia masih belum sadar?" tanya Reno telihat begitu khawatir


"Reno, tenanglah. kata dokter dia akan sadar jika infus nya sudah selesai"


Tak lama kemudian Yasmin sadar


"Kenapa telat makan?" tanya Reno ketus


Zidan menepuk pundak anaknya dan berisik "Reno, dia baru saja sadar dan kamu malah memarahinya?"


"Yasmin kamu ini, selalu saja membuat orang khawatir ya" kesal Reno


Yasmin mengerucutkan bibirnya, sedangkan Zidan anggara menghela nafas dan memilih pergi karena tidak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga anaknya.


"Reno.. Ka-kamu tidak melakukan apapun kan pada ibumu" tanya Yasmin curiga


"Tidak" Reno tampak malas menjawabnya


Yasmin tersenyum dan mengangguk “Apa aku bisa mempercayainya?” pikirnya


Reno kemudian memegang perut Yasmin "Apa masih terasa sakit?" tanya nya terdengar khawatir


Yasmin menggeleng, ia lalu memegang tangan Reno sambil tertawa "Tidak tidak tidak, aku sudah baik-baik saja."


"Aku akan menjadi alarm pengingat jam makanmu lain kali."



**************


Jangan lupa like & tinggalkan komentar kalian 💛❤💛