
Dikantor reno anggara.
"Lihat ini" gavin menyodorkan sebuah catatan "ini hasil investigasi ku" ucapnya sambil sedikit menyombongkan diri
Reno hanya diam tak memberikan respon apapun dan ia lebih memilih fokus pada laptopnya menyiapkan bahan presentasi untuk meeting dengan client sore ini, ketimbang ia harus mendengarkan ocehan temannya.
"Woi ren, bisa hargai usahaku sedikit tidak? hanya demi dirimu aku rela menjadi detektif dadakan lho. tidak kah kau merasa harus berterima kasih padaku" ucap gavin yang mulai kesal karena ia diabaikan
“Berterima kasih untuk apa?!! jelas-jelas aku seharusnya sedikit memberinya hukuman karena dia telah berani-beraninya menganggu momen ku dengan istriku.” batin reno kesal
"Gavin saya sibuk." ucap reno
"Daripada kau berdiam diri disini dan terus-menerus mengoceh hal yang tidak penting. jadi, lebih baik kau bantu aku" ucap reno memerintah "Tolong kau print ini lebih banyak dan setelah itu suruh sekertaris steffy rapihkan, harus selesai dalam waktu 10 menit." tambahnya
"Apa kau akan bertemu client dengan wajah masammu itu? bagimana mereka akan mau bekerja sama dengan perusahaan yang dipimpin oleh seorang ceo yang tidak bisa membedakan urusan kantor dan pribadi." ucap gavin
Reno mengernyit "Apa maksudmu?" tanya reno dengan sedikit membentak
"Aku tahu kau ini sedang merasa kesal karena begitu banyaknya pemberitaan mengenai gadismu" ucap gavin "Maka dari itu aku dengan sengaja mencari tahu kebenarannya." ungkapnya "Aku mendatangi hotel raffles siang ini" tambahnya
"Justin check-in dua kamar hotel." ungkap gavin "Dia dan yasmin tidak tidur dikamar yang sama." tambahnya
"Kau begini hanya untuk sedikit menghiburku kah?" tanya reno mengernyit.
"Maka dari itu kau lihat dulu hasil investigasi ku" ucap gavin dengan data bicara sedikit arogan "Aku mendapatkan data-data tamu malam itu dari bagian respresionis. itu aku dapatkan dengan susah payah lho" ungkap gavin
"Yasmin, dia di malam itu tidak hanya bersama dengan Justin namun ia juga bersama dua teman wanitanya yang bernama loly dan fany" ungkap gavin
Kemudian gavin menceritakan detail kejadian yang sebenarnya yang sebelumnya sudah ia selidiki sangat teliti.
"Hm."
“Hm?! apa itu, dia benar-benar tidak tahu cara berterima kasih kah.” batin gavin kesal
"Terima kasih." ucap reno dengan nada bicara begitu pelan
"Hah?!!!" gavin sontak terperangah, pria itu kemudian tertawa kecil ia ingin sedikit mencarikan suasana "Ah sudahlah, ini semua juga aku lakukan agar kau tidak memasang wajah masam mu itu ketika meeting dengan client." ungkapnya
Gavin mengambil beberapa berkas-berkas yang reno perintahkan padanya untuk segera di print. "Aku akan mengerjakan ini, meeting 30 menit lagi" ucapnya mengingatkan
"Kau pikir aku ini memiliki sindrom alzheimer tidak perlu kau terus-menerus mengingatkan aku soal itu." kesal reno
Beberapa saat kemudian saat reno sedang sendirian.
“Mengapa aku ini masih saja tidak dapat mengontrol sikap dan emosiku yang berlebihan?!! kalau begini bukannya aku malah membuatnya takut. Yasmin aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf” batin reno menyesali karena ia telah salah paham
Kemudian pria itu berinisiatif agar ia tidak terlalu merasa bersalah, akhirnya ia meminta seseorang untuk mengirim bunga ke apartemennya untuk istrinya itu sebagai tanda permintaan maaf darinya.
‘Pilihkan buket bunga yang cantik dan kirim bunga itu ke apartemenku. tolong beri sedikit catatan 'Aku telah salah paham terhadapmu, aku minta maaf' lakukan sesuai apa yang aku perintahkan’ via telpon
“Tunggu bukankah ktp yasmin sedang ditahan, bagimana caranya dia bisa mendapatkan ktp itu kembali?” tiba-tiba reno teringat akan ktp yang diakui gadisnya sedang ditahan oleh seseorang yang ponselnya sempat ia rusak, namun saat akan menikah ktp itu sudah ada pada yasmin padahal reno sudah memperingati yasmin sebelumnya agar ia saja yang mengurusnya dan yasmin tidak perlu pertemu pria itu lagi.