
Yasmin sontak menoleh; namun ia tidak merasa tekejut, karena pikirnya sudah pasti pria yang memeluknya secara tiba-tiba itu tak lain adalah suaminya
"Ah, kamu sudah bangun ya? kalau begitu ayo kita pulang" ajak yasmin terdengar canggung
Reno tidak menanggapi ajakan tersebut; ia malah nampak begitu menikmati momen memeluk yasmin dipinggir pantai, sambil menompangkan gadu ke pundak istrinya itu
Ungkapan yasmin tadi malam benar-benar membuat reno syok namun sekaligus membuatnya merasa bahagia; ungkapan tersebut sampai-sampai terus-menerus terngiang-ngiang dipikirannya
"Semalam..." walau terdengar sedikit ragu-ragu, Reno mencoba kembali menanyakannya
Namun spontan yasmin berbalik badan dan langsung menjawab dengan cepat "A-ku tidak ingat apapun" sahutnya
Reno mengernyit "Benarkah?" tanya nya memastikan
Sedikit gambaran ingat Yasmin; untuk saat ini sayangnya hanya itulah yang baru ia ingat
Ingatan tersebut benar-benar membuatnya merasa sangat malu. dipinggir pantai, malam hari didalam sebuah mobil dan melakukan hubungan seks? terlebih lagi dirinya mengingat ialah yang berinisiatif
Maka dari itu ketika Reno hendak membahasnya lagi, ia sontak membual dengan mengatakan jika dirinya tidak mengingat apapun yang terjadi tadi malam
Jika hal itu harus dibahas lagi? itu hanya akan membuat dirinya merasa canggung
Padahal yang ingin Reno bahas bukan soal hubungan seks yang mereka lakukan tadi malam, malainkan ia hanya ingin memastikan kembali ungkapan Yasmin.
Yasmin telihat tersipu malu, gadis itu sangat gugup sampai gemetaran; Reno yang hanya melihat dari sikap yasmin saja sudah mengetahui dengan pasti jika istrinya itu berbohong soal ia tidak mengingat apapun prihal tadi malam
“Dia sangat imut” batin Reno ketika ia melihat istrinya yang tengah terlihat tersipu malu sampai-sampai membuat pipinya menjadi merah merona; baginya hal itu menggemaskan
Reno menghela nafasnya, tak lama ia mengelus rabut yasmin; pria itu memutuskan untuk tidak memaksanya "Sudahlah ayo kita pulang" ajaknya
Beberapa saat kemudian.
Setelah berdiskusi dengan dosen pembimbing berjam-jam lamanya, yasmin kemudian mencoba mengelilingi kampus untuk mencari temannya fany sambil ia terus berusaha mencoba menghubunginya
“Kenapa ponselnya sibuk terus?” batin Yasmin
Yasmin menghela nafas “Apakah fany mencoba mengindari ku?” pikirnya, tak lama ia menggeleng dan memukul-mukuli kepalanya sendiri "Yasmin, kamu tidak boleh memiliki pikiran negatif seperti itu" ucapnya pada dirinya sendiri
Sebenarnya sedari tadi yasmin merasakan ia sedang di ikuti dan diperhatikan oleh seseorang, ya. seorang pria dengan pakaian rapih ia juga memiliki tatapan yang tajam; Yasmin terus-menerus menyangkal dirinya sendiri dengan berpikir positif, pikirnya mungkin saja hanya sebuah kebetulan
Namun kemudian gadis itu berpikir kembali, mengapa kebetulan malah terjadi berulang-ulang? pria itu selalu berdiri tak jauh tepat dibelakangnya dengan terus-menerus memperhatikannya dengan tajam
Yasmin menoleh; ia memperhatikan pria itu, sepertinya tidak ada rasa sungkan dimatanya? walau sudah sudah dilihat oleh yasmin, ia nampak begitu enggan memalingkan pandangannya dari gadis itu
Yasmin melihat sekeliling “Di sini sangat ramai, kalau sampai dia orang jahat a-ku bisa beteriak” pikirnya
Dengan perasaan ragu dan diiringi dengan tubuh yang gemetaran karena takut, Yasmin mulai melangkahkan kakinya mendekat pada pria itu hanya untuk sekedar bertanya, untuk apa dia terus mengikutinya? setahu Yasmin pria itu sudah mengikuti dan memperhatikannya sedari ia baru menginjakkan kakinya di gerbang kampus
Baru saja Yasmin hendak bertanya, namun pria itu malah lebih dulu bertanya "Nona yasmin ada apa? apa ada masalah?" tanya nya
Sontak saja Yasmin terperangah, mengapa pria yang sama sekali tidak dikenalnya mengetahui namanya? gadis itu langsung bertanya "Anda mengenal saya?" tanya nya
Ia menundukkan kepalanya memperkenalkan diri "Saya peter, saya ditugaskan untuk menjaga anda ketika di aula kampus" ungkap nya
"Apa?! si-siapa yang menyuruhmu?" tanya nya tak percaya
"Tuan muda anggara" jelasnya
Yasmin benar-benar kehabisan kata-kata; bagaimana tidak? Reno sudah menyuruh dua orang bodyguard untuk mengikutinya kemana-mana dan sekarang bahkan didalam kampus pun? Ya, bahkan sampai didalam kampus pun ia menyuruh seseorang yang memiliki akses untuk terus mengawasinya.Tetapi ternyata bukan hanya mengawasinya saja, bahkan pria yang bernama Peter ini pun dengan teliti mengawasi semua makanan dan minuman yang akan yasmin konsumsi; gadis itu berpikir Reno terlalu berlebihan