
“Aku tahu dia ini sedang berbohong tapi mengapa tetap saja membuatku sedikit kesal” kesal reno dalam di hatinya
Kemudian suasana jadi hening~
Lalu entah kenapa tiba-tiba ia memberhentikan mobilnya didepan sebuah restoran
"Ren, kenapa kita berhenti disini?" Tanyaku
"Tunggu sebentar" Katanya
Ia pun turun dari mobilnya dan beberapa menit kemudian kembali dengan membawa semangkuk Bound salad makan favoritku
"Ambil ini" Katanya Sambil memberikan satu mangkuk Salad padaku
Aku hanya diam
"Tadi kamu belum sarapan" Katanya
Semua wanita pasti akan senang diperlakukan seperti ini bukan? laki-lakinya menujukan perhatian yang seperti ini, tapi tidak denganku dia juga bukan pacarku dia hanya sekedar mantan, matan yang memberikan luka paling dalam dihatiku.
Saat ini aku hanya memandangi makanan itu dengan melamun dan isi kepala semua fikiran fikiran negatifku
"Terharu?" Tanya nya dengan nada bicara seperti orang yang sedang meledek
"Tidak tuh!" Jawabku dengan jutek
"Makan lah" Katanya
Yasudahlah mau tak mau aku akupun mulai memakannya.
"Aku belum saparan" Katanya
"Oh..."
"Suapin aku" Katanya
Akupun sontak langsung melihat kearahnya dengan sinis
Dia pun dengan gaya konyolnya membuka mulutnya berharap aku benar-benar akan menyuapi nya
Lalu aku Mengekspresikan ekspresi wajah yang jijik
"Ambil lah makan sendiri" Kataku sambil menyodorkan semangkuk salad itu
Aku benar-benar kesal aku pikir dia membelikan ini memang karena aku belum sarapan ternyata aku juga masih harus menyuapi nya kah?
"Bahaya nyetir sambil makan" Katanya
Aku hanya diam
"Kamu ini benar-benar pelit ya? Tidak mau berbagi makanan" Katanya
"Saya kan sudah bilang ambil saja, saya sudah" Kataku dengan sinis
"Aku mau nya kita makan bersama satu mangkuk dan kamu menyuapiku" Katanya
"Tapi saya tidak mau"
"Kalau gitu aku putar balik saja"
"Putar balik saja, saya mau turun disini"
"Yasmin! Suapin aku sulit kah?" Reno pun mulai kesal
"Kamu tuh bukan bayi"
"Tapi aku lagi nyetir Yasmin" Katanya
Tiba-tiba ada satu motor nyelip diarah kiri "Ren, awas!" Teriak ku kaget. Reno yang mulai tak fokus karena perdebatan kami hampir saja kehilangan kemudinya
"Kalau nyetir tuh yang benar!" Omelku
Aku pun dengan terpaksa akhirnya mau menyuapinya, "Nih" aku menyodorkan ia salad itu menggunakan sumpit.
Ia pun tersenyum dan berkata "seharusnya seperti, jadi kita tidak perlu berdebat dulu seperti tadi"
Aku hanya diam
Akhirnya sampai gang komplek rumahku, aku menyuruhnya memberhentikan mobilnya disini aku tidak mau ibuku tahu aku diantar pulang olehnya lagipula tetanggaku pasti heboh melihat mobil semewah ini masuk komplek perumahan sederhana, Mobilnya Terlalu menarik perhatian.
"Kenapa berhenti disini" Tanya nya
"Rumahku sudah dekat, pulang lah" Kataku
"Terimakasih Reno?" Dia pun menyindirku
"makasih!" Kataku dengan sinis
Saat aku mau keluar dan membuka pintu mobil, astaga. Pintunya masih terkunci?
"Apa kamu sedang bercanda?" Tanya ku
"Pertama kalau bukan karena aku, kamu sekarang ini pasti sudah dipakai mainan empat laki-laki itu. Kedua kamu tanpa izinku memakai bajuku dan Celana boxerku. Dan ketiga tadi malam kamu menggodaku"
Akupun langsung melotot kearahnya
"Itu benar! Kamu menggodaku aku bergairah tadi malam" Katanya dengan nada bicara begitu santai
"Ren..." Aku pun mulai kesal
"Ke empat aku memperlakukanmu dengan baik di villa aku menyuruh pembantuku menyediakan seluruh makanan favoritmu dan aku juga mengizinkan mu tidur diranjangku dan memberimu pelukan hangat"
"Cukup!!!" Aku pun membentaknya
"Dan ke lima aku membelikanmu sarapan favoritmu dan masih mengantarmu pulang"
"Buka pintunya" Kataku
"Kamu benar-benar tidak ada balas budinya sama sekali" Katanya
Kadar kesal ku saat ini sudah mencapai 100% aku langsung saja memaki-makinya aku sudah tak tahan
"Tuan Reno saya sebenernya juga tidak membutuhkan bantuanmu lhoo, tapi kamu berinisiatif sendiri membantuku dan membawaku ke villa mu, soal baju dan celanamu itu saya disuruh memakainya oleh membantumu sendiri bukan saya juga yang menginginkannya dan lagi dengar ini baik baik saya TIDAK PERNAH MENCOBA MENGGODAMU!!! Seharusnya saya yang marah kamu menyentuh saya kamu melecehkan saya tadi malam dan sarapan tadi saya juga tidak menyuruhmu membelikannya dan kamu juga yang memaksa mengatar saya"
Dia hanya tersenyum dalam hatinya bergumam “So pretty, very very cute”
"Kamu ini Gila ya? Senyum-senyum sendiri"
Dia hanya tersenyum terus-menerus
Aku langsung memalingkan muka darinya~
"Buka pintunya" Kataku berulang-ulang kali
"Oke"
Aku mun mencoba membukanya lagi tapi masih terkunci
"Ini masih dikunci" Kataku
"Ada syarat" Katanya
Uh benar-benar kesal!!!! Tuhan, bisa pindahkan manusia disampingku ini ke planet lain tidak? Aku benar-benar tak ingin bertemu manusia se-annoying dia lagi
"Katakan" Kataku dengan sinis
Dia menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya
Dalam fikiranku “Dia ingin aku menciumnya kah?”
"Mengerti tidak?" Tanya nya
Aku hanya diam
Dia pun mendekatiku dan berbisik dengan nada pelan "Apa mau latihan dulu"
Aku pun reflek mendorongnya
"Tidak tidak tidak mau!" Kataku
Dia tertawa jahil, dia sepertinya sangat senang menggodaku.
"Anggap saja itu tanda terimakasihmu" Katanya
"Tidak mau!" Kataku
"Apa kamu tidak mau cepat cepat pulang kerumahmu?"
Aku melirik ke tombol buka nya dihalangi olehnya, kesialan ini mengapa terjadi berturut-turut padaku?
Dia memonyong bibirnya.
"Yasmin dulu kita sering melakukannya" Katanya "jangan membuat permintaan ini seolah-olah sangat sulit untukmu melakukannya"
Dalam pikiranku saat ini “Mama sama kenzo pasti sekarang lagi panik banget, lagi khwatirin aku. Tas dan handphoneku ketinggalan diclub itu tetapi apa Loly atau Fany inget dan membawanya pulang ya?"
"Sepertinya ini alasanmu saja agar bersamaku lebih lama" Katanya
"Ge-er banget!"
“Apa aku tidak ada cara lain keluar dari sini selain harus menciumnya? Tetapi, apa begini boleh masa aku menciumnya duluan perempuan mencium laki-laki duluan terlebih lagi mantannya tapi aku benar-benar ingin secepatnya pulang dan bertemu ibu dan adikku pasti mereka begitu menghawatirkanku. Sudahlah tidak ada salahnya, setelah ini lebih baik aku menghindari bertemu dengannya lagi” Dalam pikiranku
"Oke..." Kataku
"Akhirnya..."
Aku memberanikan diri mendekatinya dan mendekatkan bibirku pada bibirnya niatku hanya ingin mengecup sekali bibirnya lalu selesai dan ia akan membukakan pintu mobilnya untukku. Namun hal tak terduga terjadi ia secara tiba-tiba memegang wajahku dan malah melakukan single lip kiss padaku ia menciumi bibir bawahku dan menghisapnya dengan penuh gairah. Seakan-akan terkunci oleh bibirnya akupun tak bisa apa-apa selain menemaninya bermain
Ada artikel yang mengatakan gaya ciuman ini adalah cara terbaik untuk seseorang mengatakan bahwa ia sangat mencintai pasangannya, aku tak ingin berfikir kearah sana kalau dia begitu mencintaiku dia tidak mungkin menghianatiku waktu itu bukan? Terlalu terlambat kalau ingin mengatakan menyesal
Kami berciuman lumayan lama hampir 2 menit sampai sampai membuat bibir bawahku agak bengkak. Dia pun membukakan pintu mobilnya dan aku saat ini hanya masih syok! Aku hanya diam dengan pupil mata membesar.
"Tidak jadi turun" Tanya nya
Aku pun buru buru turun agar tak ditahannya lagi didalam mobilnya lalu memberikan syarat syarat aneh lagi
Tanpa berbicara sepatah katapun aku langsung bergegas jalan menjauh dari mobilnya
Dan ia hanya memperhatikanku dari kaca mobilnya yang ia buka sedikit sambil memegangi bibirnya dengan tersenyum girang
Dari depan gang komplek ke rumahku lumayan agak jauh masih harus jalan kaki 10 menitan saat dijalan aku hanya benar-benar ngedumel dan memaki-maki laki-laki bernama Reno anggara itu laki-laki annoying!
Sesampainya dirumah~
"Kakak...." Kenzo langsung berlari memeluk ku
Aku pun langsung memeluknya dengan penuh kasih sayang
"Kakak? Mama sangat marah padamu, kamu pergi menginap dirumah teman tak pulang dulu memberitahu"
"Hah? Pergi menginap dirumah teman?" Kataku
"Iya kan kamu menghubungi Mama dengan whatsapp"
Aku pun bertanya-tanya dalam pikiranku “apa ini ulah Fany atau loly?”
Ibuku tiba-tiba muncul dengan mengekspresikan wajah masih kesal
"Masih ingat pulang kamu" Tanya nya
"Mah, dengerin penjelasan Yasmin dulu" Kataku
"Sudahlah lain kali kalau mau menginap dirumah temanmu pulang dan bilang dulu ke Mama biar kami disini tuh gak khwatir dua malam ngilang cuma ngirim pesan via Whatsapp "Ma, Yasmin nginep dirumah teman" Udah gitu aja Dan tidak nunggu jawaban mama langsung menonaktifkan handphonenya nomor temen-temenmu juga mama tidak punya"
"Ma, sekali lagi maafin Yasmin ya" Kataku penuh penyesalan
Akupun mendekatkan diri pada ibuku dan memeluknya dengan lembut
"Mama tuh cuma khawatir aja sama kamu yas, kamu kan anak gadis"
"Iya iya Yasmin salah, Yasmin tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Yasmin sayang mama dan Kenzo"
Tiba-tiba ada seorang anak kecil keluar dari kamar ibuku dengan wajah polosnya ia bertanya "mami ku udah datang jemput aku belum tante?"
Betapa terkejutnya aku anak kecil itu bukannya Dylan anak dari ayahku dan perempuan itu, mengapa anak itu ada dirumahku?
"Dia.... Dia.. Kenapa ada disini?" Akupun bertanya-tanya