Nothing Like Us

Nothing Like Us
Biaya RSJ



“Uh benar-benar sial, biaya rumah sakit jiwa saja mencapai 30 juta perbulan.


Sebenarnya aku bisa saja menekan harga tetapi aku mau yang terbaik buat papa jadi aku tempatkan dia diarea VIP” batin yasmin



Setelah mengantarkan ayah nya ke rumah sakit jiwa yasmin memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen nya sekitar jam 9 malam



“Reno belum pulang ya atau memang dia nggak pulang kesini? Apa yang harus aku jelaskan nanti ya? pertama soal ponselku yang mati tadi siang dan kedua bagaimana kalau dia sudah mendapatkan tagihan dari kartu kreditnya, apa dia akan langsung menanyakan uang itu aku pakai untuk apa” batin yasmin khawatir



“Sebenarnya aku merasa tidak enak hati memakai uangnya, tetapi aku benar-benar terdesak kali ini dan lagi pula aku berniat untuk menggantinya” batin yasmin “Tetapi aku harus melakukan sesuatu” yasmin tiba-tiba terpikirkan sesuatu agar dirinya tak terlalu merasa bersalah karena telah memakai uang reno dalam sehari sampai 30 juta



Beberapa saat kemudian yasmin baru saja selesai mandi dan ia sekarang sudah mengenakan piyama, tak lama setelah itu bunyi suara pintu.



“Reno pulang kesini?” batin yasmin



Yasmin buru-buru berlari hendak menyapanya, namun langkahnya seketika terhenti sesaat setelah ia dapat melihat raut wajah Reno yang terlihat sangat marah pada nya.



“Apa reno marah karena sudah tahu aku memakai uangnya?” batin yasmin



Pria itu melangkahkan kakinya mendekat pada yasmin lalu "Hari ini kemana saja kamu? ponsel kenapa tidak aktif" tanya reno dengan nada bicara agak membentak



"Dia mempermasalahkan soal ponsel yang tidak aktif ya bukan soal uang?” batin yasmin



"Aku bertemu teman-temanku batrai ponselku habis hehehe aku juga sudah pulang sedari tadi" yasmin membual



“Ngomong-ngomong soal teman aku lupa hari ini harusnya aku bertemu fany dan loly” batin Yasmin yang tiba-tiba teringat harusnya ia memang menemui kedua temannya itu di hotel raffless siang tadi tetapi karena persoalan ayahnya ia malah jadi sibuk merawat ayah nya itu



Reno mengernyit "Benarkah?" tanya nya serius



Yasmin menganggukkan kepalanya dengan cepat "Tentu saja benar, aku nggak berbohong" yasmin membual



Yasmin tiba-tiba saja mengecup pipi reno dan ia membisikkan "Tenang saja, aku tentu nggak akan berani macam-macam diluar"



Reno tersenyum “Heh sejak kapan dia mau berinisiatif mencium ku” batin reno



"Apa kamu sudah makan malam? mari kita makan bersama" tanya yasmin dengan tersenyum hangat



“Kenapa sikap dia tiba-tiba jadi manis banget, tapi nggak bisa dipungkiri juga sih aku menyukai sikap dia yang seperti ini” batin reno



"Aku akan menyiapkan makan malam, kamu sebaiknya mandi dulu" ucap yasmin




Yasmin melepaskan kan dasi reno dan membuka satu persatu kancing kancing kemejanya "Sudah."



"Yasmin kamu sangat berinisiatif malam ini, aku jadi ingin." ungkap reno



"Suamiku sebaiknya kamu pergi mandi terlebih dahulu dan aku akan segera memasak didapur lalu setelah itu kita akan makan malam bersama" ucap yasmin mengalihkan pembicaraan



Reno hendak mencoba mencium bibir Yasmin, namun yasmin mendorongnya dengan cepat.



"Ayolah ren."



"Oke oke" reno langsung melangkah kan kakinya menuju kamar mandi namun sebelum itu ia sempat sempatnya mencium terlebih dahulu pipi yasmin



Beberapa saat kemudian



"Aku udah masak Sup ayam kentang untuk makan malam kita hari ini, karena bahan-bahan nya terbatas jadi hanya ini saya yang bisa aku masak"



Setelah selesai makan, tak lama kemudian reno menoleh ke arah yasmin yang berada tepat di sampingnya itu ia terlihat memperhatikan istrinya, yasmin yang merasa dilihatin terus menerus akhirnya menoleh ke arah reno dan mereka akhirnya saling menatap



Reno kemudian merangkul yasmin dan dengan cepat pria itu sontak mencium bibir istrinya



"Ummm..."



Yasmin tekejut dengan tingkah laku reno yang begitu saja tiba-tiba menciumnya saat masih sedang duduk diruang makan


Bahkan pria itu mulai membuka tangan tangan dari piyama yang yasmin sedang kenakan


pria itu seperti nya tersulut gairah membara diseluruh tubuhnya ia mencium bagian leher hingga dada istrinya


Pria itu kemudian memandang payudara yasmin seperti squishy, ia meremasnya, meraba, dan menjelajahinya seperti gunung. ia seperti terobsesi untuk menciuminya dan mengigit pentingnya, sedang kan yasmin hanya sedang pintar pintar mengatur nafasnya dan ia sesekali mendesah kegelian karena bagian situ sebenarnya masih menjadi hal sensitifnya


Reno lalu menaruh wajahnya di antara payudara yasmin sambil menggerakkannya dari masing-masing sisi



"Ren kita masih di meja makan" sahut yasmin




✧ ✧ ✧ ✧ ✧




Para readers kesayangan ♡


Komentar yang menarik dong mengenai pendapat kamu soal yasmin dan reno? jika komentarnya menarik aku kasih hadiah 10 update dalam waktu dekat ( ͡°з ͡°)( ͡°з ͡°)