Nothing Like Us

Nothing Like Us
Fany menjauhi Yasmin



Sekitar pukul 07.40 pm



Saat tiba waktunya pulang kerja, yasmin yang akan hendak bergegas pulang tiba-tiba saja menerima telpon dari temannya loly yang mengabarkan ia kesulitan menangani fany yang sedang mabuk-mabukan di sebuah klub malam.



Merasa begitu khawatir akhirnya yasmin memutuskan menyusul kedua temannya dan lagi lagi ia mau tak mau harus berbohong kepada ibu nya


ia mengirim sebuah pesan singkat pada farah ibunya, agar tidak menunggunya pulang karena ia beralasan akan merayakan pesta ulah tahun temannya dan kemungkinan menginap.



Beberapa saat kemudian setelah sampai di sebuah klub


semua mata para pria sontak saja melihat ke arah nya yang baru saja beberapa langkah memasuki klub itu


pesonanya sudah tidak bisa diragukan lagi, semakin dewasa ia semakin cantik.



Tidak perlu berusaha menarik perhatian dengan mengenakan pakaian sexy, hanya dengan mengenakan t-shirt sederhana yang dipadukan dengan celana jeans itu saja sudah cukup bisa mencuri perhatian.



Memang yasmin adalah sosok gadis yang cantik dan ia juga dianugrahi bentuk tubuh yang begitu di damba dambakan oleh kebanyak wanita lainnya.



Yasmin melihat dengan teliti ia sedang mencari keberadaan kedua temannya



Yasmin menghala nafasnya sejenak “Dimana mereka?” yasmin mulai sedikit panik



ia mengambil ponselnya disaku celana jeans nya, ia mencoba terus-menerus menghubungi loly namun temannya itu tidak menjawab telponnya



Tak lama kemudian ada segerombolan laki-laki mengelilinginya, gadis itu ketakutan dan terlihat begitu panik.



"Jangan ganggu dia" sahut seseorang



Seseorang itu tak lain adalah Justin jonathan, pria itu memang sering berada diklub ini untuk sekedar having fun bersama teman-temannya menghilangkan penat setelah seharian di lokasi syuting.



Pria yang mencoba mengganggu yasmin entah mengapa langsung menjauh seketika setelah ditegur oleh Justin



"Sedang apa kamu disini?" tanya justin penasaran



Belum sempat yasmin menjawab, loly temannya sudah menyahuti namanya dari kejauhan.



"Itu, barusan terimakasih" yasmin tersenyum canggung saat mengatakannya



"Aku harus menghampiri temanku" yasmin langsung berlari ke arah teman nya itu



Fany menghabiskan tiga botol minuman beralkohol tinggi dan itu membuat ia benar-benar mabuk.



"Dia mabuk parah yas" ungkap loly



"Ayah memaksa aku untuk bertunangan dengan keanu, aku melihat sendiri bagimana keanu menatap yasmin saat itu


dia telah jatuh cinta pada yasmin pada pandangan pertama, lalu bagaimana mungkin aku akan bertunangan dengan pria yang tidak mencintaiku?" ungkap fany



Saat mabuk bagian otak yang berfungsi untuk menahan mengekspresikan semua perasaan di-shut down oleh alkohol, Jika biasanya fany selalu menyembunyikan perasaan ketika ia mabuk, situasi menjadi terbalik. Hal ini terjadi karena alkohol memperlambat kerja bagian otak yang berpikir 



"Semua pria yang aku sukai, mereka menyukai yasmin" ungkapnya



Yasmin tertegun mendengar ocehan fany saat mabuk, namun ada yang ingin ia benar-benar tanyakan "Apa kamu jadi membenciku karena hal ini?" tanya yasmin begitu penasaran



"Tidak tidak tidak tidak" ia menggelengkan kepalanya dengan cepat



"Aku tidak membencinya, dia adalah teman yang begitu baik.


aku sangat sedih saat aku mencoba menjauhinya, namun ketika aku berada didekatnya itu membuat aku merasa tertekan" ungkapnya



"Aku merasa aku paling buruk diantara kalian, yasmin yang paling cantik" tambahnya



Yasmin tahu pasti apa yang dikatakan oleh seseorang dalam keadaan pengaruh alkohol terkadang berkata dengan jujur.



Ternyata yang membuat fany menjauhi yasmin dengan secara tiba-tiba, hanya karena ia sedang merasa kehilangan kepercayaan dirinya.



Karena kebanyakan minum fany mulai mual mual, membuat yasmin dan loly sontak panik kebingungan harus bagaimana.



"Kita bawa pulang saja" sahut loly



"Fan, kamu bawa mobil tidak?" tanya loly pada fany, namun fany benar-benar sudah sulit untuk diajak bicara



"Yas bagaimana ini?" tanya loly panik



"loly emang tidak bawa mobil?" Yasmin menanyakan balik



"Aku datang kesini dengan riko, naik motor karena aku sangat panik" ungkap loly



ia begitu panik, ia ingin segera sampai menemani fany diklub jadi ia memutuskan untuk meminta sepupunya mengantarkannya menggunakan kendaraan sepeda motor.



"Aku melihatnya keluar dari taxi" sahut justin "jadi dia tentu tidak membawa mobil" ungkapnya



"Aku saja yang akan mengantarkan kalian pulang" tawarnya



"Ah terimakasih" loly terlihat begitu senang


seperti kata pepatah ‘Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui’ ia adalah penggemar dari justin jonathan tentu saja ia tidak akan menolak kesempatan duduk di mobilnya yang super mewah dan elegant dan ia juga dapat menolong temannya



Tak ada pilihan lain selain menerima kebaikan hati dari justin jonathan, melihat keadaan fany sudah sangat parah karena mabuk ia jadi perlu benar-benar istirahat.



“Mengapa harus aku yang duduk didepan?” batin yasmin bertanya-tanya



Saat akan pergi loly sudah dengan ekspresi sangat senang karena mengira akan duduk dikursi depan dengan justin disampingnya yang menyetir.


Namun justin malah secara khusus membukakan pintu mobil untuk yasmin


itu membuat yasmin merasa tidak enak hati pada loly, loly juga nampaknya agak kecewa.



"Loly apa kamu tahu rumah fany?" tanya yasmin



"Sebaiknya kita bawa dia ke hotel" usul fany



"Memangnya kenapa tidak dibawa pulang?" sahut justin



"Ayahnya adalah orang yang begitu tegas, dia suka main tangan aku akan khawatir jika mengantarkan dia kerumahnya dalam keadaan seperti ini" ungkapnya



Beberapa saat kemudian di hotel rafless, salah satu hotel bintang lima paling mewah dipusat kota.



Tak hanya membantu mengenai kendaraan, ia juga ternyata membantu sampai menyewakan sebuah kamar dengan fasilitas super fantastis.



"Aku akan ada di ruang sebelah, jika butuh apa-apa kalian bisa langsung menggedor pintu kamarku" ungkapnya



Ke esokan harinya.



Justin dan yasmin diwaktu yang bersamaan membuka pintu kamar hotel



Yasmin terlihat canggung begitu juga yang terlihat dari raut wajah Justin



"Aku baru saja mau memastikan apa kalian sudah bangun atau malah masih tidur" pria itu dengan terbata-bata memulai obrolan agar suasananya tidak terlalu begitu canggung



Yasmin tersenyum canggung "kedua temanku memang masih tidur" jawabnya singkat



"Breakfast?" Justin mencoba mengajak yasmin sarapan bersama



"Sebenarnya aku harus pulang" jawab yasmin



"Oke aku antar?" tawarnya



"Tidak usah repot-repot, terimakasih" jawab yasmin



"Sekalian ke lokasi syuting" pria itu tiba-tiba menggenggam tangan yasmin



yasmin tak berkutik sedikitpun, pria itu kemudian menyadari tangannya yang tiba-tiba mengenggam tangan yasmin itu pasti membuatnya tidak nyaman


setelah menyadarinya ia kemudian melepaskan tangan yasmin



"Aku antar" katanya mengajak



Yasmin berjalan dengannya berdampingan, sampai aula luar hotel entah kenapa dengan spontan justin merangkulnya


Yasmin terkejut melihat tangan justin yang sudah melingkar di pundaknya


ia mencoba menepis nya namun dengan cara baik-baik, ia sempat tersenyum menatap justin dan kemudian menurunkan tangan justin perlahan.



Namun begitu sial, ia tak mengetahui sekitar hotel itu sudah terkepung oleh paparazi yang bersembunyi di berbagai sudut.


Paparazi itu berhasil mengambil gambar ketika yasmin dirangkul dan ia telihat seolah-olah begitu bahagia menatap ke arah justin.



Tak perlu waktu lama foto foto itu sudah tersebar luas menjadi headline news berita yang menjadi topik utama dalam sebuah koran, televisi dan majalah.  


dengan memberi judul yang akan mengiring opini orang kemana-mana contohnya ‹Aktor tampan justin jonathan telihat keluar hotel bersama dengan kekasihnya› mungkin juga seperti ‹Aktor tampan naik daun telihat menginap dengan pacar barunya di hotel bintang lima mereka terlihat begitu mesra dan serasi› dan lain-lainnya.




Selamat membaca para readers kesayangan ♡