Nothing Like Us

Nothing Like Us
Panik



Di sebuah restoran Osteria, restoran termewah dipusat kota.


tempat dimana fany dan calon tunangannya merencanakan pertemuan



Pada akhirnya, yasmin bersedia menemani fany untuk bertemu calon tunangannya


namun ia merasa tak enak hati karena dipikirnya, ini seharusnya adalah kencan yang intim antara fany dan calon tunangannya, namun ia harus berada ditengah-tengah.



“Aku dengan sengaja memilihkan gaun yang begitu sederhana untuknya, namun yasmin masih tetap saja terlihat luar biasa. dia benar-benar seorang perempuan yang luar biasa cantik, dia hanya mengoleskan sedikit blush on di pipinya dan liptint pada bibirnya” batin fany terus memandangi yasmin dengan sedikit rasa iri dihatinya



Karena fany mengajak yasmin ke restoran super mewah, tentu saja yasmin harus berpakaian sesuai tempat.


namun fany tidak mengijinkannya untuk pulang terlebih dahulu mempersiapkan diri, jadi fany memutuskan meminjamkan salah satu gaunnya pada yasmin.



namun fany yang merasa yasmin akan jauh lebih mencolok darinya


ia dengan sengaja memilihkan gaun yang sangat sederhana untuk temannya itu, gaun berwarna pink polos, diatas lutut.



Fany dan yasmin sudah berada dimeja yang sudah dipersiapkan secara khusus oleh calon tunangan fany



"Fany, kalau dia udah datang aku pindah meja ya?" ucap yasmin



Tentu saja yasmin harus beda meja makan, karena meja yang disiapkan memang hanya untuk dua orang saja.



sedangkan fany, ia merasa begitu tidak percaya diri saat berdekatan dengan yasmin.



Tiba-tiba saja seorang pria berjalan ke arah yasmin dan fany, pria itu begitu tampan dan berwibawa ia menggunkan setelan jas berwarna heightened blue.



Yasmin terperangah melihatnya, pria itu tak lain adalah Keanu.



“Aduuh dia ngapain ada disini? Jangan-jangan dia mau menagih hutang padaku” batin yasmin, gadis itu terlihat sontak begitu panik mengira keanu melihatnya dan akan mempersoalkan ganti rugi atas ponselnya waktu itu, yasmin lalu salah tingkah ia menutupi wajahnya dengan buku daftar menu makanan.



"Yasmin ada apa?" fany merasa aneh dengan gelagat yasmin tiba-tiba saja seperti orang ketakutan



"Hay" tiba-tiba pria itu menyapa



fany sontak terkejut, karena pria yang ia tunggu akhirnya datang juga.


ia begitu terperangah dan terpesona, dirinya tidak menyangka ternyata pria yang akan dijodohkan dengannya begitu tampan.



"Yasmin orangnya sudah datang" sahut fany



“Hah? jangan bilang pria itu....” batin yasmin



Yasmin benar-benar terkejut bukan main, ternyata calon tunangan fany itu adalah Keanu pria yang mengaku ponselnya ia rusak dan meminta ganti rugi sebesar 30 juta padanya.



Keanu tersenyum jahil sejenak memandangi yasmin


Ia mencondongkan tubuhnya sedikit dan membuka buku daftar menu makanan yang menghalangi wajah yasmin, pria itu lalu tersenyum kembali.



Yasmin tersenyum canggung padanya



“Cantik sekali” ungkap batin keanu



"Fany, kalau begitu aku akan pindah ke meja yang lain" ucap yasmin canggung



"Tidak perlu" sahut keanu



Keanu memanggil pelayanan restoran untuk menambah satu kursi untuk yasmin


yasmin benar-benar dalam posisi canggung duduk ditengah-tengah antara fany dan keanu, bagaimana tidak? dirinya merasa menjadi benalu dalam acara kencan fany dan keanu.



"Jadi kamu fany? anaknya paman edwin" tanya keanu



fany mengangguk dengan malu-malu



"Maaf aku membawa temanku bersamaku, perkenalkan dia yasmin teman kuliahku" ungkap fany memperkenalkan yasmin pada keanu



Keanu menyodorkan tangannya, sedangkan yasmin hanya tertegun.


kemudian gadis itu berjabat tangan dengannya


yasmin merasa tatapan keanu padanya begitu dalam seolah-olah memiliki sebuah arti.



“Apa keanu menyukai yasmin?” pikir fany terlihat sedikit kecewa



"Kamu tentu sudah tahu tentangku kan? aku keanu anak dari Refal hady" ungkapnya



Setelah fany dan keanu asik mengobrol kurang lebih 15 menitan, dan yasmin hanya terdiam menjadi nyamuk penganggu suana.



"Maaf aku permisi ke toilet sebentar" sahut fany tiba-tiba



"Aku ikut." sahut yasmin



"Yas aku cuman sebentar kok, kamu temanin keanu ngobrol ya sebentar saja" ucap fany




Setelah fany pergi, keanu terus-menerus melihat kearahnya dengan tatapan seakan-akan ada maksud tertentu. itu benar-benar membuat yasmin kurang nyaman dan merasa sungguh canggung.



"Aku akan bayar hutangku, tapi tidak sekarang" celetuk yasmin tiba-tiba



Pria itu malah tertawa jahil



"Aku serius." ungkapnya



"Karena saya tahu kamu teman fany, saya sudah tidak mempermasalahkan soal itu lagi" ungkapnya



pria itu mengeluarkan ktp milik yasmin yang ia sempat tahan dari saku jasnya itu "Ini ktp-mu" ucapnya



Yasmin terlihat bersemangat mengambil ktp miliknya itu dari tangan keanu, ia tersenyum senang.


Namun keanu dengan sengaja menarik tangannya dekat dengan dada, itu membuat yasmin harus mencondongkan tubuhnya menjadi begitu dekat dengan keanu.



Dengan tiba-tiba keanu berbisik padanya "Yasmin aku suka kamu"



Yasmin tertegun, matanya terbuka lebar ia benar-benar terkejut dengan apa yang di ungkapkan keanu padanya.


Yasmin langsung menarik diri menjauh, namun ia merebut begitu saja ktp ditangan keanu.



Kemudian fany datang dengan secara tiba-tiba membuat yasmin lagi-lagi benar-benar merasa terkejut.



"Fany" sahut yasmin



"Hey, yas kenapa kok mukanya tegang gitu?" tanya fany



Keanu terus-menerus menatap yasmin dengan tatapan bermaksud, membuat gadis itu sungguh tak tahan jika terus berlama-lama dalam kondisi canggung seperti ini.



“Sialan. bisakah dia berhenti menatapku dengan tatapan seperti itu?” kesal yasmin dalam hatinya



"Yas apa semua baik-baik saja?" tanya fany terlihat cemas



"Sepertinya aku harus aku pulang duluan" ungkap yasmin



terlihat raut wajah kekecewaan dari wajah fany mendengarnya "kenapa?" tanya fany



"Ini sudah larut malam" ungkap yasmin



"Kita pulang bareng saja, aku akan mengantarmu" ucap fany



"Ta.. tapi"



"Kami akan pulang" sahut fany pada keanu



"Baiklah, apa perlu aku antar?" tawar keanu



"Tidak perlu aku bawa mobil" ungkap fany



Akhirnya yasmin bisa terbebas dari situasi canggung itu. fany mengantarkan yasmin pulang ke rumahnya


namun mobil fany tiba-tiba terhenti di sebuah taman yang memang sudah tak jauh dari rumah yasmin



“Hah? apa fany akan menurunkan aku disini?” batin yasmin bertanya-tanya



"Yasmin aku suka gilang" ungkap fany secara tiba-tiba



yasmin tertegun mendengar ungkapan fany, ia tak tahu mengapa temannya tiba-tiba mengatakannya.



"Tapi gilang menyukaimu" ucap fany



Fany meraba pipi yasmin "Kamu sangat cantik, aku begitu iri padamu" ungkapnya "bola mata coklat yang begitu indah, bulu mata yang sangat lentik, bentuk hidung dan bibir yang sempurna" tambahnya



Fany tertawa sendu "Tubuh ideal yang begitu di damba dambakan oleh para wanita, kamu memiliki semuanya"



Yasmin menggelengkan kepala seolah-olah ia tak setuju membenarkan perkataan temannya itu.



"Itu benar yasmin" ungkap fany "Aku menyukai gilang tetapi dia sangat menyukaimu, lalu sekarang? calon tunanganku pun sepertinya begitu menyukaimu" tambahnya



"Penampilanku begitu buruk, aku ingin sepertimu yasmin" fany menangis tersedu-sedu



"Fany itu tidak benar, kamu sangat cantik" ungkap yasmin



Fany mencoba tegar, ia menghapus air matanya. kemudian kembali melajukan mobilnya untuk mengantarkan yasmin sampai ke depan rumahnya