Nothing Like Us

Nothing Like Us
Hanya sebuah mainan!



Yasmin menekuk wajahnya dan terlihatlah raut wajah kekecewaan, suasana hatinya kian kacau.


Gadis itu terlihat berusaha menahan tangisnya, namun ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, mengapa? mengapa ia sampai harus menangis? untuk apa? untuk siapa? apa karena perkataan bagian resepsionis tadi sangat menyinggung perasaan dirinya atau dikarenakan hal lain? yang pasti ia merasa hatinya terluka


"Nona silahkan" bagian resepsionis itu mengarahkan yasmin ke arah pintu keluar


Yasmin menghela nafas dan lalu menjawab "Oke!" namun ia tak lupa menyodorkan makanan yang ia beli secara khusus untuk makan siang suaminya itu atas perintahnya "Tolong berikan ini untuk dia" ucap yasmin


"Baik."


Gadis itu langsung saja melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah pintu keluar


"Mending makanan ini dibuang aja deh, lagi pula tuan muda anggara juga tidak mungkin mau menerima ini, persis seperti yang sebelum-sebelumnya"


bagian resepsionis itu begitu saja membuang makanan yang yasmin belikan khusus untuk suaminya itu ke tempat sampah


Sebelum yasmin benar-benar meninggalkan perusahaan reno, ia sempat mengirimkan pesan singkat pada suaminya itu.


‘Makanannya sudah aku antarkan, ada dibagian resepsionis. selamat menikmati:)’


Di sisi yang lainnya.


"Apa kamu tuli? saya kan sudah suruh kamu untuk keluar" reno mulai tersulut emosi menghadapi alika yang begitu keras kepala


"Reno, kamu kenapa sih harus bersikap sedingin ini sama aku? bagaimana pun juga kita dulu pernah saling mencintai" jelas alika


Reno tertawa kecil "Sudah saya katakan beberapa kali. saya tidak pernah mencintai kamu." ungkap reno


"Lalu hubungan kita dulu?" tanya alika dengan nada tinggi


“Dulu saking nggak maunya menodai yasmin, aku dengan bodohnya melampiaskan hasratku pada alika” batin reno, ia mengingat kebodohannya dulu “sangat bodoh, tidak berpikir jauh. ternyata setelah semuanya kebongkar konsekuensi yang harus aku dapat adalah kehilangan orang yang benar-benar aku cintai” batin reno, sontak telihat raut wajah penuh penyesalan pada dirinya


Reno maraih ponselnya tak lama setelah mendengar dering pesan, reno telihat terkejut saat membaca sebuah pesan singkat dari istrinya itu. ternyata yasmin benar-benar menuruti kemauan nya, ia membawakan makan siang untuknya.


Reno sontak saja melangkahkan kakinya dengan cepat, untuk segera ke bagian resepsionis.


Sedangkan alika benar-benar terlihat terluka dengan perkataan reno yang menganggap dirinya hanya sebuah mainan semata


"Mau kemana kamu ren?" tanya alika, ia menambahkan "Aku belum selesai berbicara!" ungkapnya


Reno melangkahkan kakinya terburu-buru ke bagian resepsionis, ia sempat menghentikan langkahnya saat ia berpapasan bertemu sekertaris Steffy, reno memintanya untuk memberi intruksi pada bagian security agar mengusir wanita didalam ruangannya tersebut.


Steffy terlihat sangat terkejut mendengar permintaan dari boss nya itu, ia bertanya-tanya mengapa boss nya itu menyuruhnya untuk mengusir tunangannya sendiri?


Di bagian resepsionis perusahaan


"Tadi ada wanita yang mengantarkan makanan untuk saya?" tanya reno pada bagian resepsionis


"Iya tuan, tapi tuan muda anggara tenang saja makanan itu sudah saya buang seperti biasanya" ungkap bagian resepsionis


Reno lalu mencoba mengubungi yasmin.


pria itu menatap bagian resepsionis dengan tatapan tajam, ia terlihat seperti seseorang yang sedang marah besar


"Besok tidak perlu datang lagi, kamu saya pecat!" sahutnya dengan nada bicara ketus


Sontak saja bagian resepsionis itu telihat tekejut mendengar apa yang dikatakan CEO perusahaannya itu, mengapa tiba-tiba saja memecatnya tanpa sebab? ia merasa tak melakukan kesalahan apapun


"Tapi tuan saya salah apa?" tanya nya dengan pilu