
"Dia sangat mencintaimu" ungkap kate terdengar ingin menyakinkan
Yasmin tertegun mendengarnya, tetapi lain dengan bibirnya, gadis itu tersenyum walau samar.
tak lama kemudian ada sesuatu yang mencuri perhatiannya, yaitu sebuah buku diary; Yasmin dengan ragu-ragu mengambilnya “Apa.. apakah ini milik Reno?” batinnya
Yasmin lalu perlahan membuka buku diary tersebut, rasanya ia tidak menyangka orang seperti Reno dapat mempunyai sebuah buku diary; gadis itu tertawa kecil seraya mengingat prianya adalah tipikal orang yang tidak suka menulis
Yasmin dengan rasa penasaran penuh membuka buku diary tersebut sambil tak henti-hentinya ia tersenyum; gadis itu mengernyit saat mendapati hanya ada satu lembar tulisan
ia sempat terperangah sesaat “Dia benar-benar menulis?” batinnya; ia mengernyit seraya menyentuh tulisan dibuku diary tersebut “Ini.. ini memang tulisan tangannya” batinnya; kemudian gadis itu mulai membacanya
♡ ♡ ♡ ♡ ♡ ♡ ♡ ♡ ♡ ♡
“Akhirnya, kata putus itu harus terlontar juga dari bibirmu. Rasanya menyesakkan sekali tiap kali teringat bahwa kamu bukan milikku lagi. Betapa indahnya hari-hari yang kita lalui dulu. Berat rasanya hari-hari tanpa perhatianmu lagi. Apa kamu melakukan hal yang sama denganku? Mabuk-mabukan untuk melepas sendu?
Andai aku bisa memberimu hal-hal yang sangat kamu inginkan, sebuah kesetiaan misalnya? yang menurutku memang pantas kamu dapatkan. kamu memang pantas mendapatkan banyak hal yang berharga, karena dirimu memang cukup berharga untuk mendapatkannya. Kamu begitu menguasai hatiku. Tak kan ada yang mampu menandingimu melakukannya, kurasa. Tak ada nama lain selain namamu yang setiap kali bibirku bisikkan.
Tak kan ada lagi seseorang yang mencintaiku seperti kamu mencintaiku. Dan aku yakin, hanya aku yang mampu memberikan cinta yang bahkan tak kan mampu kamu bayangkan besarnya.
Lantas, mengapa kamu pergi? Mengapa kamu meninggalkanku begitu saja? Aku termangu seperti orang gila, mendapati kamu tak lagi disisi, tak lagi aku miliki. Kamu kan tahu aku sudah terbiasa ada dirimu yang menghiasi hari-hariku. Kamu kan tahu aku sudah biasa merecoki hari-harimu. Apa yang harus kulakukan sekarang setelah tak ada dirimu? Apakah memang harus seperti ini? apa itu adalah caramu menghukumku? aku menyesal, aku teramat menyesal. aku melakukan kesalahan yang sangat fatal. aku menghianatimu, membuatmu terluka. tetapi tak bisakah kau mendengarku? mendengar segala penjelasan tentang penyesalanku? Sungguh sebuah kesalahan besar yang telah kulakukan pada dirimu yang lugu”
♡ ♡ ♡ ♡ ♡ ♡ ♡ ♡ ♡ ♡
Setelah selesai membacanya; entah mengapa ia langsung merasa sesak di dada, begitu emosional. rasanya ia benar-benar bisa merasakan dengan jelas apa yang Reno rasakan saat itu, mengapa Reno justru memberikan kesan ia lebih terluka darinya?
gadis itu terus memegangi dadanya; matanya sudah terlihat memerah, tak lama air mata tumpah ruah berjatuhan ke pipinya, namun gadis itu tak hanya tinggal diam, ia terus berusaha menyeka air matanya
"Nona, apa kamu baik-baik saja?" tanya Kate terdengar khawatir
Yasmin buru-buru menyeka air matanya, lalu ia menghela nafas sejenak untuk mengontrol emosinya; kemudian gadis itu menoleh ke arah Kate, tatapan matanya begitu sendu
Yasmin berjalan mendekat pada Kate, gadis itu kemudian menengadah melihat fotonya sendiri yang dipajang dengan frame berukuran besar; terlihat sangat cantik dan menarik karena ditempeli setangkai bunga mawar berwarna merah muda kesukaannya
Kate tersenyum sendu "Dulu jika bunga mawar itu layu, tuan muda Reno sendiri yang akan menggantinya. dia terus mengatakan jika bunga mawar berwarna merah muda itu adalah bunga favoritmu. tetapi setelah ia dilarang memasuki kamar ini lagi... aku yang menggantikannya untuk menganti bunga tersebut dengan bunga yang baru" ungkapnya
Kate kemudian tertawa kecil "Dia sudah seperti orang gila, dia selalu mengajak bicara fotomu, membuat semua orang merasa khawatir. lalu ia akan berteriak tiba-tiba tengah malam dan setelah kami lihat, dia.... dia sedang melukai dirinya sendiri" raut wajah Kate berubah begitu cepat menjadi sedih
Kate menangis terisak isak seraya mengingat kembali momen saat Reno mengalami depresi, Yasmin mendekat dan memeluknya dengan lembut
"Keadaannya semakin buruk ketika kami tahu, tuan muda.. dia... dia mengonsumsi selective serotonin reuptake inhibitors atau obat antidepresan"
"Saat itu... tuan zidan tidak ada dirumah, ia memilih tinggal diluar negeri, karena hm... sebenarnya bukan tanpa sebab, awalnya ia dan tuan muda Reno bertengkar hebat. tuan zidan sangat marah pada tuan muda karena pemberitaan diluar.. Ya, memang saat itu tuan muda.. dia membuat banyak skandal dengan begitu banyak wanita. dia sangat tidak terkontrol, dia akan pulang dini hari dalam keadaan mabuk" terbata-bata Kate perlahan mulai menceritakan semuanya
Di sisi lainnya Reno mendatangi sebuah vila miliknya yang saat ini tengah ditempati oleh ibunya; ia datang-datang dengan raut wajah begitu emosional langsung to the point menuduh jika Nadia lah dalang dibalik orang-orang yang ingin melukai istrinya
Nadia tidak Terima putranya sendiri menuduhnya membayar orang untuk menyingkirkan Yasmin; Reno dan Nadia cekcok besar. sampai pada akhirnya Nadia memecahkan sebuah guci dengan sengaja dan mengambil pecahan guci tersebut "Ambil ini, langsung bunuh saja aku. kamu begitu membenciku kan. membenci ibu kandungmu sendiri dan malah membela Mati-matian wanita pelacur itu" pekiknya seraya menyodorkan pecahan guci tersebut pada Reno
"Nyonya kumohon jangan, tenangkanlah dirimu." dua pembantu mencoba melerai pertikaian anak dan ibu itu, mereka memangi kedua tangan Nadia agar ia tidak sampai benar-benar melukai dirinya sendiri
"Jadi bukan anda orang yang menyuruh mereka untuk melukai istri saya?" tanya nya
Nadia sontak terkejut ketika mendengar putranya menyebut Yasmin sebagai istrinya "Istri? Reno..." nadia menggeleng tak menyangka "Jangan bilang kamu sudah menikahinya"
"Aku mencintainya, apa salahnya dengan menikahinya."
"Reno, wanita itu memiliki reputasi buruk. dia bukan hanya seorang parasit. dia seorang wanita pelacur" pekik Nadia
"Cukup!" Reno berbalik badan dan meninggalkan Nadia begitu saja, ia berpikir jika dirinya terus menerus berada disekitar Nadia yang sedari tadi mengata-ngatai istrinya. mungkin ia akan tersulut emosi dan ia menakutkan dirinya sendiri akan berperilaku berlebihan
Beberapa saat kemudian setelah Reno memutuskan kembali kerumah; Yasmin terlihat sedang berjalan menuruni satu-persatu anak tangga, raut wajahnya terlihat jelas sedang mencurigai suaminya "Darimana saja kamu? pulang mabuk-mabukan?" tanya Yasmin
Awalnya Reno tidak menyadari kehadiran Yasmin, namun ia tentu mengenal suara itu. ia menengadah melihat istrinya sedang menatapnya penuh curiga seraya berjalan menuruni anak tangga tersebut "Yasmin..?!"
Yasmin berjalan mendekat pada Reno, ia merasakan jika suaminya itu tengah menyembunyikan sesuatu darinya; Yasmin menyipitkan matanya "Darimana saja kamu?" tanya nya terdengar seperti orang yang sedang mencurigai
Reno menarik tubuh Yasmin mendekat, pria itu meletakan tangannya dipinggang istrinya. ia tersenyum konyol "Hai, kenapa kamu belum tidur?" tanyanya mengalihkan pembicaraan
Yasmin memalingkan wajahnya "Hmpphh"
Reno mengarahkan wajah Yasmin untuk menatapnya, Tiba-tiba saja pria itu menciumnya. Yasmin terperangah sejenak; namun tak lama ia sontak mendorong tubuh Reno menjauh darinya
"A-apa.. apa yang kamu lakukan?"
Reno tersenyum jahil "Sayang bagaimana rasanya? tidak ada rasa alkohol bukan?" ucapnya
Yasmin mengerucutkan bibirnya; Reno lalu menarik kembali tubuh Yasmin mendekat dan ia membisikkan sesuatu tepat di telinganya "Suasana hatiku sedang tidak baik, tidakkah istriku ini ingin menyenangkan ku"
Yasmin mengernyit “Apa yang terjadi, kemana tadi dia pergi? sepertinya suasana hatinya memang tidak baik” batinnya
"Memangnya apa yang bisa aku lakukan" wajab Yasmin
Reno tersenyum bermaksud; pria itu tiba-tiba saja menggendong istrinya. hal itu membuat Yasmin sontak begitu terkejut "Hai, apa yang kamu lakukan turunkan aku."
Reno membawa Yasmin kekamar, pria itu langsung mendorong Yasmin keatas ranjang; ia kemudian membuka bajunya dan lalu mengatur posisi diatas Yasmin
"Tunggu tunggu, A-apa yang ingin lakukan?"
Reno mengernyit "Istriku ternyata benar-benar seorang wanita yang lugu"
"Sayang, aku kan sudah bilang. suasana hatiku sedang tidak baik. sebagai istri aku ingin kamu menyenangkan ku"
Yasmin teringat kembali kata-kata kate 'Dia sangat mencintaimu, buka hatimu. beri dia satu kesempatan lagi' Yasmin belum mendengar cerita keseluruhannya dari kate, karena tiba-tiba saja suara mobil Reno terdengar. Kate tidak ingin Reno tahu bahwa dia sudah menceritakan semuanya pada Yasmin, jadi kate dan Yasmin buru-buru keluar kamar lama Reno tersebut.