Nothing Like Us

Nothing Like Us
aku tidak mungkin sedang cemburu kan?



Keesokan harinya~


Hari ini aku ada kelas jadi aku pergi ke kampus setelah itu agendaku seperti biasa akan langsung bekerja disebuah cafe dekat kampusku


Saat dikampus Fany dan loly tiba-tiba menyaut memanggilku


"Yasmin....."



Aku pun melihat ke arah mereka


"Hay... Kalian" Sambil melambaikan tangan


Aku pun langsung mendekat karena ingin menanyakan keberadaan handphoneku


"Fany, loly aku mau menanyakan soal..." Loly pun tiba-tiba menutup bibirku dengan jari telunjuknya seolah-olah menyuhku untuk diam


"Kami dulu yang ingin menanyakan sesuatu padamu" Kata fany


"Eh ini kalian kenapa ya" Kataku kebingungan


"Kamu ada hubunga apa dengan tuan muda Anggara?" Tanya nya


"Jawab jawab jawab" Kata loly


Dalam pikirku aku tidak mungkin memberi tahu yang sebenarnya kan bahwa dia adalah mantan pacarku


"Ah itu, dia.... Dia adalah temanku pas SMA" Kataku ngejawab sambil cengegesan dan tak berani menatap mereka bedua


"Oh ya?" Kata loly "tapi dia perhatian sekali padamu" Tambahnya


"Dia kan hanya menolongku, menolong kenalan sewaktu SMA nya tak ada yang salah" Kataku


"Tapi kami juga melihat dia sampai menggendongmu memasuki mobilnya"


"Ah dia menggendongku ya" Dalam hati uh aku tak ingat bagian itu


"Tak hanya itu dia terlihat marah banget pas kamu digangguin empat laki-laki itu dia menyuh lima bodyguardnya menghajar habis-habisan ke empat laki-laki itu"


Aku hanya diam


"Dan seperti khusus datang hanya untuk menolongmu"


"Ya dia baru saja datang saat itu"


Aku hanya diam


"Apa kalian benar-benar hanya teman SMA??" Tanya nya dengan penasaran


Aku hanya menganggukan kepalaku


"Kamu jujur kan saat ini?" Tanya nya


"Iya." Kataku


"Tapi kalau kamu bilang kalian pernah pacaran pun aku tidak akan aneh, kamu ini begitu cantik siapa yang tak tertarik padamu bahkan sekelas aktor populer abad ini pun Justin Jonathan menanyakanmu sepertinya dia tertarik padamu" Katanya


"Apa katamu?" Tanyaku


"Si Tampan aktor kesayangan aku menanyakanmu saat kami hendak pulang dari club itu ia menahan kami dan menanyakanmu" Katanya


"Menanyakan soal apa?" Tanyaku penasaran


"Aku tak ingat apa-apa aku mabuk juga aku ingat dia cuma menanyakan kamu ini siapa dan blablabla" Katanya


Aku hanya diam


"Jadi wanita cantik itu enak ya disukai banyak laki-laki tampan" Kata loly


"Menurutku tidak enak juga, karena hanya akan membingungkan dengan siapa nantinya kamu akan menjalin hubungan yang serius" Kata fany


Fany dan loly pun kompak bekata "DIAM"


"Kamu selalu saja merendah" Kata loly


"Mungkin Yasmin merendah untuk meroket" Kata fany


"Kamu cantik yas, cantik banget bikin semua wanita iri padamu apa kamu tidak ada kaca dirumah? Aku akan membelikan satu untukmu " Kata loly


"Iya aku cantik, kalian juga karena kita wanita" Kataku


"Selalu seperti itu" Kata fany


"Aku ingin menanyakan soal handphone dan tasku pada kalian"


"Yas bercanda? Bukannya kamu bawa tas mu saat kamu pergi dengan tuan muda Anggara" Kata fany


"Aku? Bawa tas?" Tanyaku


"Iya kamu bawa tas kok" Kata loly


"Bukannya aku simpan diarea bar itu ya" Kataku


"Tidak kita bawa tas saat dugem" Kata fany


dalam hari aku bergumam “Itu berarti yang whatsapp ibuku dia ya?”


"Apa perlu kami bantu mencarinya yas?"


"Tidak udah makasih ya" Kataku



Selesai ngampus aku pun bergegas untuk bekerja di cafe yang letaknya tak jauh dari kampusku


"Maaf untuk kemarin aku gak masuk kerja" Kataku


"Tidak apa apa kamu juga sangat rajin jarang cuti" Katanya


Boss kafe ini benar-benar baik padaku jadi terharu



Saat melayani pengunjung, pengujung itu pun sedang ramai-ramainya membicarakan majalah yang cover Majalahnya reno anggara.


"Dia sangat tampan, dan kaya benar-benar idaman semua wanita" Katanya


Aku hanya diam, dan diam diam mendengarkan juga hehe.


"Tapi terlalu banyak sekandal" Saut yang lainnya


"Dia kemarin bukannya sama model super sexy itu ya? Dan sekarang udah ada gosip dia dekat sama aktris yang bernama Natalie pendatang baru itu" Katanya


"Dia lumayan cantik tapi sepertinya dia sengaja mendekatkan diri supaya pansos" Katanya


"Menurutku daripada sama model itu semua badan saja palsu lebih baik si gadis murni ini" Katanya



Aku pun Medehem agar mereka berhenti membicarakan soal reno anggara aku muali muak mendengarkannya, lebih baik kalian ini cepat memesan makanan.


"Eh iya saya mau pesen ini" "Saya juga"



Aku berjalan pergi menuju dapur entah kenapa mendengarkan wanita wanita itu yang digosipkan dekat dengannya aku jadi agak panas moodku tiba-tiba langsung buruk aku tidak mungkin sedang cemburu kan?