Nothing Like Us

Nothing Like Us
Tidak menerima kenyataan



Di sisi yang lainnya, reno mengajak zidan anggara ayahnya untuk berbicara mengenai hal serius.


Ia menceritakan niatnya untuk menikah secepatnya dengan gadis yang ia cintai



zidan begitu terkejut akan apa yang anak laki-lakinya ungkapkan


ia merasa senang reno memiliki niat baik untuk segera menikah, namun sebagai ayah zidan sangat tahu bahwa anak laki-lakinya itu hanya mencintai satu gadis, dan gadis itu tak pernah terlihat di negara ini lagi dalam beberapa tahun.



"Apa pada akhirnya kamu sudah berhasil melupakan gadis itu?" tanya zidan penuh harap



Reno tersenyum "Tidak mungkin" ungkapnya singkat



Zidan sontak tertegun sejenak mendengarnya "Reno dengarkan papi..


Pernikahan itu bukan sebuah lelucon, bagaimana mungkin kamu akan menikahi perempuan lain? sedangkan hati dan pikiranmu saja masih terus-menerus mengingat matanmu" ucap zidan tegas



Reno menghela nafasnya sejenak dan berusaha menjelaskan "Pi.." namun usahanya menjelaskan dipotong oleh ocehan zidan ayahnya



"Papi tidak setuju!" ungkap zidan



"Apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan wanitamu, jika mengetahui prianya ternyata masih sangat mencintai wanita lain" tambahnya



"Kamu tidak mencintainya sepenuh hati, papi tahu itu" ungkapnya


zidan menepuk-nepuk dada reno dengan telapak tangannya "Karena yang menguasai hatimu sepenuhnya, hanya akan ada satu nama yaitu yasmin wesley" pungkasnya



Reno hanya tertawa melihat zidan ayahnya yang terlalu begitu serius



"Kamu bercanda?" zidan Mengernyit



"Apa yang papi katakan itu benar, aku sangat mencintai yasmin" ungkapnya



"Tetapi ada yang papi tidak tahu, perempuan yang aku akan nikahi itu adalah yasmin" ungkap reno



Zidan tertegun mendengarnya, tersirat dipikirannya jika depresi reno kambuh lagi.



"Karena aku sangat mencintai yasmin jadi aku akan menikahinya" ungkap reno




"Aku akan bawa yasmin menemui papi secepatnya" ungkap reno



"Sudah begitu larut malam, papi istirahat lah" reno menepuk pundak ayahnya dan pergi begitu saja


sedangkan zidan masih tertegun dengan apa yang anaknya itu ungkapkan, zidan benar-benar berpikir terlalu banyak, ia mengira depresi yang dialami anaknya itu kambuh kembali



“Apa aku harus membawanya ke pusat rehabilitasi mental lagi? aku sungguh benar-benar khawatir” pikir zidan



Reno memandangi langit malam lewat jendela kamarnya


ia bergumam "Kita akan segera menikah yasmin" kemudian pria itu tersenyum sendu



Ke esokan harinya.



"Aku tidak mau tahu perusahaan papa tidak boleh sampai bangkrut ma, bagaimana pun caranya kita harus bantu papa untuk mencari suntikan dana" ucap alika



"Ma, aku ini sedang meniti karirku sebagai model kelas atas" ungkap alika "tentunya aku tidak mau memiliki latar belakang keluarga yang miskin, itu akan sangat memalukan" tambahnya



Alika sulit menerima kenyataan bahwa omset perusahaan ayahnya semakin hari semakin anjlok drastis, dan kemungkinan besar akan bangkrut.



Emilia sebagai ibu dari alika hanya tertegun kebingungan menghadapi anaknya yang masih saja tak menerima kenyataan pahit bahwa perusahaan ayahnya kemungkinan besar akan bangkrut.



"Alika punya cara" Tiba-tiba alika memberi usul


"Mama tentu ingat reno kan? mama juga pasti tahu soal reno yang sekarang adalah pemilik perusahaan terbesar di negara ini" ungkapnya


"Mama harus bantu aku, aku harus mendapatkan reno" pungkasnya



"Alika tapi...." Emilia regu ragu



"Bagaimana pun caranya aku harus bisa bersama reno" ungkap alika




Terimakasih banyak untuk yang sudah meluangkan waktunya membaca novel karyaku ♡



Untuk yang menanyakan aku update novel hari apa saja, sebenarnya tergantung aku dapat inspirasi atau nggaknya hehehe aku buat novel ini spontan saja. tapi komentar up dan semangat dari kalian ngebantu banget aku, kalau komentarnya buat seneng aku yang malas-malasan mencari inspirasi ini tiba-tiba jadi bersemangat, hehehe (´༎ຶ ͜ʖ ༎ຶ `)♡