
"Tolong antarkan saya ke kafe mawar di jalan xx"
Yasmin menyuruh sopir tersebut memberhentikan mobilnya agak jauh dari tempat ia berkerja, ia hanya tak ingin semua orang melihatnya di antarkan memakai mobil yang mewah dan kemudian malah menimbulkan spekulasi yang tidak tidak tentang dirinya
Sesampai ia di kafe, tatapan sinis dari para karyawan lainnya menjadi sebuah sambutan untuknya.
gadis itu terheran-heran dengan sikap dingin yang diberikan untuknya itu karena adanya perkara apa? sebelumnya pasti masih ada saja beberapa orang yang menyapa nya dengan senyuman, namun kali ini hampir semuanya melihat yasmin dengan tatapan seperti melihat seorang musuh terkecuali dewi.
"Hai yas, baru datang" sapa dewi
Yasmin menghela nafasnya sejenak, ia merasa begitu lega karena dewi taman baiknya itu tidak ikut-ikutan mendiami nya seperti yang lainnya.
"Dewi..." Yasmin kemudian memeluk dewi dengan lembut sebagai tanda terimakasih karena ia begitu bersyukur teman baiknya tidak menjadi bagian dari orang-orang yang menatapnya seperti musuh.
"Hey kenapa?" tanya dewi terheran-heran
"Ada apa dengan mereka, kenapa mereka melihatku dengan tatapan seperti itu? dewi aku benar-benar bersyukur kamu tidak ikut-ikutan." ungkap yasmin
"Sudahlah yas, tidak usah dipusingkan mungkin mereka hanya sirik terhadapmu." ungkap dewi "Ngomong-ngomong selamat ya, aku sangat mengidolakannya lho aku bahkan menonton semua film yang ia perankan." ucap dewi bersemangat "Aku tidak menyangka kamu bisa menjadi kekasihnya, kamu benar-benar beruntung" pungkasnya
"Hah?!"
Dewi memperlihatkan sebuah koran berisi topik tentang Justin dan yasmin. betapa terkejutnya yasmin saat ia melihat koran tersebut
"Ngomong-ngomong kalian imut banget disini."
"Tidak berhasil menggoda tuan muda anggara eh taunya sudah menyusun rencana pendekatan sama aktor terkenal" sindir caroline "Wanita-wanita semacam kamu ini yang mencari mangsa nya hanya pria kaya, tunggu biar aku tebak. kamu pasti ingin numpang hidup kan?!"
“Bagimana ini aku harus mencari Justin agar dia bisa bantu klarifikasi persoalan ini.” batin Yasmin
"Memakai baju berkerah tinggi? aku tahu kamu pasti sedang menyembunyikan bekas-bekas kemerahan diarea lehermu" ucap caroline "Yasmin dirimu benar-benar seorang wanita picik yang hanya menggunakan tubuh dan kecantikanmu untuk memikat banyak pria dan morotin uang mereka" ungkap caroline
yasmin hanya terdiam.
"Kak caroline cukup ya jangan nuduh tanpa bukti" ucap dewi membela
"Datang suka telat, ditambah ada skandal begitu kamu pikir pemilik kafe akan mempertahankanmu? sebentar lagi kamu pasti dipecat. pengujung kafe ini rata-rata fans dari Justin Jonathan mereka pasti mikir beberapa kali sekarang jika mau makan disini karena muak akan melihat wajahmu"
Ada yang setuju tidak kalau aku akan crazy update dalam waktu dekat? ( ͡°з ͡°)
Ngomong-ngomong terimakasih yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel ini hehe
kalau ada yang nanya konfliknya belum telihat, itu memang disengaja aku ingin novel ini tidak begitu singkat. kedepannya konflik akan ditonjolkan dan ada yang mau ngasih saran saran atau kritikan lainnya dipersilahkan♡