
Kantin rumah sakit.
Alika meminta waktu mengobrol sebentar dengan yasmin dikantin rumah sakit, yasmin sebenarnya enggan menuruti kemauan alika tesebut, namun pada akhirnya mau tidak mau ia harus mengikutinya karena ia tahu diri alika sudah membantu dirinya untuk bisa menebus obat ayah nya.
"Makasih." ucap yasmin singkat sambil mengalihkan pandangan nya dari alika, ia juga mengatakan itu dengan nada bicara agak dingin
"Yasmin kamu segitu membenci aku kah?" tanya alika sambil menunjukkan raut wajah seseorang yang merasa bersalah dan tampak ia sedih namun itu terlalu over ia lakukan sampai telihat jelas kalau ekspresinya tersebut adalah palsu
"Yasmin tolong beri aku kesempatan untuk sekali saja menjelaskan, selama ini aku benar-benar hidup dengan dihantui rasa bersalah" alika membual
Yasmin tertegun “Telat banget nggak sih baru ada kepikiran buat menjelaskan sekarang? lagi pula apa yang bisa dia jelaskan padaku” batin yasmin
"Oke, aku punya 10 menit untuk mendengarkan" ucap yasmin
“Sabar alika sabar” batin alika ia telihat meredam amarah nya
Alika lalu masih berusaha memaksakan diri tersenyum dan bersikap ramah pada yasmin "Yas tolong percaya sama aku, aku sebenarnya benar-benar nggak ada niat buat mengkhianati kamu waktu itu, Aku juga merasa bersalah saat menjalaninya." alika membual
ia juga menambahkan "Tetapi saat itu reno terus-menerus mencoba dengan segala cara mendekatiku, sehingga aku tersentuh"
"Yas, perlu kamu pahami perasaan mana sih yang bisa diatur? aku juga nggak ingin seperti itu sebenarnya
tetapi sebuah perasaan dan kenyataan itu yang nggak bisa disangkal kami benar-benar saling jatuh cinta dan saling mencintai satu sama lain kala itu aku mencintai reno dan begitu pun sebaliknya" ungkap alika membual
“Apa yang sebenarnya coba ia jelaskan?” batin yasmin tidak terlalu memahami mengapa alika menjelaskan hal tersebut padanya
"Aku tahu aku salah memang seharusnya aku nggak sampai jatuh cinta sama pacar sahabat aku sendiri, tetapi seperti yang aku katakan sebelumnya perasaan mana yang bisa diatur? kadang aku juga merasa benci dengan perasaan aku sendiri" ungkap alika, ia juga menambahkan "Reno mengatakan jika dia ingin memutuskan hubungannya denganmu tetapi aku melarangnya karena aku takut itu akan menyakitimu, karena aku melihat kamu begitu mencintainya" ungkap alika
"Saat mendengar kamu memutuskan hubungan kamu dengan reno di karena kan kamu sudah mengetahui hubungan kami, aku benar-benar merasa bersalah dan aku bahkan nggak sanggup bertemu denganmu" alika membual
"Tetapi saat aku sudah mengumpulkan keberanian untuk bertemu dan mencoba menjelaskan padamu, kamu sudah pergi entah kemana" alika mulai menangis tersedu-sedu "Yasmin aku kangen saat-saat kita masih menjadi sahabat, aku bersalah aku benar-benar minta maaf" ia lalu bertanya "Maukah kamu memaafkan aku dan kita kembali menjalin hubungan baik?"
“Sial ekspresi macam apa itu” batin alika kesal melihat yasmin yang merespon usahanya menjelaskan dengan memasang raut wajah yang acuh tak acuh
"Sudah selesai?" tanya yasmin
Alika mengangguk dan terlihat memaksakan tersenyum pada yasmin
"Oke alika, maaf aku harus segera pergi untuk mengurus papaku
jadi tolong sekarang sebutkan nomor rekeningmu agar aku bisa secepatnya mengganti uangmu" ucap yasmin langsung ke intinya
"Ah yasmin itu tidak perlu" sahut alika
"Alika aku bilang sebutkan nomor rekeningmu."
“Sial dia benar-benar nggak ada respon apapun selain merespon dengan raut wajahnya yang menyebalkan itu” batin alika kesal yasmin sama sekali tidak memperdulikan penjelasannya
Alika lalu memberitahukan yasmin nomor rekening miliknya, setelah itu ia kembali mencoba memancing yasmin agar memberikan respon terhadap usahanya menjelaskan persoalan beberapa tahun lalu itu.
"Yasmin apa kah kamu akan terus menerus membenciku?" tanya alika
"Lupakan." jawab yasmin singkat
"Ada yang ingin aku beritahu juga, sampai sekarang hubunganku dengan reno baik-baik saja bahkan kami merencanakan pernikahan" alika membual
"Oh aku turut senang mendengarnya." ucap yasmin
“Merencanakan pernikahan dengan alika ya? lalu untuk apa dia menikahi aku?” batin yasmin bertanya-tanya