
Reno lalu menarik tangan Yasmin agar ikut dengannya
"Aku lagi masak" Kata Yasmin
"Jangan membuat pembantu disini memakan gaji buta" Katanya
Ia pun kemudian membawa Yasmin masuk kedalam kamarnya
Reno lalu menatap Yasmin dan mendekati wajahnya seolah-olah akan menciumnya lagi namun Yasmin memalingkan wajahnya dengan seolah-olah memberi reaksi bahwa dia tak mau.
"Sudahlah" Kata reno agak sedikit kesal
Yasmin hanya terdiam
"Katakan..."
"Soal apa" Kata Yasmin kebingungan
"Apa tidak ada pejelasan apapun tentang semalam" Katanya
Yasmin hanya diam
"Atau kamu memang sengaja menjual diri kemereka"
Sontak Yasmin tekejut dengan tebakan reno yang benar-benar ngawur “Apa dia berpikir aku perempuan yang seperti itu” katanya dalam hati
"Diam?"
Lalu seolah-olah ingin mengalihkan topik pembicaraan ia pun justru malah mengalihkannya dengan menanyakan siapa yang menggantikan pakaiannya.
"Siapa yang menggantikan pakaiku?" Tanya Yasmin
"Itu aku!"
"Kamu?" Yasmin lalu menutupi bagian dadanya dengan tangannya "kamu melihat semuanya" Tanya nya lagi
Reno lalu mendekati tubuh Yasmin dan berbisik di telinganya "iya aku melihat semuanya benar-benar menakjubkan" Katanya
Yasmin pun mendorong tubuh reno untuk menjauh darinya "Mesum!" Katanya
Reno kemudian memegangi tangan Yasmin agar ia tak mencoba pergi keluar dari kamarnya
"Lepaskan tanganku" Kata Yasmin
"Kamu mau kemana?" Tanya nya
"Aku mau turun kebawah"
"Tidak nanti saja tunggu aku" Katanya
Yasmin hanya diam
"Temani aku mandi" Kata Reno dengan senyuman usilnya
"Kamu ini gila ya"
"Gara-gara semalam aku menolongmu aku jadi tidak sempat mandi malam loh" Katanya
"Mandi ya tingal mandi" Kata Yasmin mulai kesal
Kemudian ia secara tiba-tiba menarik lengan Yasmin agar mengikutinya memasuki kamar mandi
"Ren apa apaan ini" Yasmin mulai kesal dengan tingkah laku reno yang seperti ini
Reno menyalakan shower kamar mandinya sehingga membuat mereka basah kuyup bersama
Reno hanya tersenyum jail pada Yasmin
"Ren! Kamu!" Yasmin benar-benar kesal sekarang
Reno yang melihat tubuh Yasmin basah kuyup benar-benar dibuatnya bergairah
Ia kemudian dengan tiba-tiba memegangi kedua tangan Yasmin dan menjajah lehernya ia mencium leher Yasmin dengan penuh gairah
"Reno kamu bajingan!"
"Ren jangan!"
Reno kemudian menciumi wajah Yasmin
"Ren sadar" "Aku bilang berhenti aku mau pulang!"
Yasmin yang tak kuat lagi menahan kesalnya akhirnya memberanikan diri menendang kepunyaan reno hingga dia teriak kesakitan
Ahhhhhhhhhh
Beberapa saat kemudian, Yasmin yang merasa bersalah yang sudah menendang dengan terlalu keras barang kepunyaan reno ia pun memberanikan diri menanyakan apa reno baik-baik saja.
"Kamu baik baik saja kan"
Reno menatap Yasmin dengan kesal dan agak bingung melihat Yasmin membawa kotak P3K
"Kamu ingin mengobati burungku dengan itu"
Yasmin tertegun dengan kata burung apa yang dimaksudkan reno ia benar-benar kurang mengerti
"Hah" Hanya itu yang Yasmin katakan saat mendangarnya
"Aku.. Anu.. Aku ingin mengobati memar di wajahmu" Katanya
"Ah itu, ini tidak apa-apa!" Reno pun kemudian menujuk jari telunjuknya ke arah kepunyaannya dengan sok polos ia berkata "aku ingin kamu mengobati asetku dimasa depan" Katanya
"Aku minta maaf soal tadi, tetapi aku tidak tahu bagaimana mengurangi rasa sakitmu"
"Itu mudah" Reno kemudian tersenyum jahil dan mengekspresikan wajah seperti orang-orang yang sedang mesum
"A...aku mau pulang!" Yasmin ketakutan lalu lari meninggalkan Reno keluar begitu saja
"Yass....!"
Saat Yasmin keluar dari kamar reno tiba-tiba saja ada seorang wanita bertumbuh sexy dengan drees ketatnya berwarna merah menyala menonjolkan bagian dada dan pinggulnya. Ia adalah lusy salah satu dari wanita skandal Reno anggara. Ia berjalan mendekati Yasmin
"Kamu siapa?" Tanya nya dengan sinis
Yasmin hanya diam
Perempuan itu pun melihat Yasmin seolah-olah dengan tatapan kurang suka, ia melihat Yasmin dari atas sampai bawah dan kebetulan Yasmin sekarang sedang memakai t-shirt milik mantannya itu.
Wanita itu mendekati Yasmin dan menujuknya dengan jari telunjuknya dan bertanya dengan sinis "Aku tanya kamu siapa?"
dalam hati Yasmin berkata “Wanita ini benar-benar cantik sekali uh bodynya juga! bukan kah dia model papan atas kelas A itu ya. dia benar-benar wanitanya Reno sekarang kah?”
"Kamu ini bisu ya?" Katanya
"Apa kamu pelacur yang sudah disewa Reno anggara untuk memuaskannya malam ini?"
Yasmin hanya terdiam
"Kamu dengar baik-baik ya dia tidak akan mungkin jatuh cinta padamu kamu hanya dipakai olehnya satu malam saja mending kamu sekarang pergi aku ini wanitanya loh" Katanya
“tidak disangka wanita ini menebak aku perempuan seperti itu” kesal Yasmin dalam hatinya
"Nona lusy sepertinya anda salah paham, aku bukan perempuan seperti itu" Kata Yasmin yang mulai bersuara
"Baju ini dia sendiri yang memberinya"
"Kamu pasti sudah tidur dengannya kan? Kamu sekarang sudah diusir olehnya kan pergi sana tidak usah berharap lebih untuk jadi perempuannya"
"Aku memang mau pergi! dan kalau kamu memang wanitanya jagalah laki-lakimu baik-baik agar tidak menggoda wanita lain"
"Kamu yang menggodanya!"
Yasmin pun tak ingin beradu argumen lebih padah lagi dengan perempuan itu ia pun memutuskan untuk bergegas pergi dari villa reno ini.
Beberapa saat kemudian Reno pun keluar kamarnya dan mendapati melihat perempuan yang tak ia sukai sama sekali didepan kamarnya
"Kamu"
Perempuan itu langsung memeluk reno dengan manja
Yasmin yang belum jauh berjalan meninggalkan tempat itu ia melihat semuanya
Reno yang melihat Yasmin, melihat kearahnya sontak mendorong tubuh wanita itu agar menjauh darinya ia kemudian mengejar Yasmin yang sudah mau menuruni tangga villanya.
"Yasmin berhenti!" Teriak Reno
Namun Yasmin terus saja melangkahkan kakinya untuk segera pergi meninggalkan tempat ini
"Yasmin aku bilang berhenti ya berhenti"
Yasmin tak menghiraukan perintah reno anggara ia hanya menjawab "kamu urus saja perempuanmu! Aku mau akan pulang tidak ganggu kamu lagi!"
Reno kemudian berhasil mengejar Yasmin ia pun menahannya untuk berjalan lagi ia memegangi tangannya dengan erat.
"Aku suka loh lihat kamu cemburu begini" Katanya sambil senyum senyum jahil
"Siapa yang cemburu!"
Reno kemudian mencium pipi wanitanya itu dan berkata padanya "tentu saja kamu"
"Aku? Aku sama sekali tidak cemburu"
Reno kemudian mencubiti kedua pipi gadisnya itu seolah-olah ia sangat gemas dengan tingkah laku gadisnya yang mencoba menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.
"Reno, ini sakit!"
"Aku antar kamu pulang ya"
"Sayang, dia itu siapa sih?" Kata lusy yang mulai kesal karena tak dilirik sama sekali
Reno dengan sengaja merangkul Yasmin didepan wanita itu
"Mau apa datang kesini?" Tanya reno pada wanita itu
"Aku......" Lusy seperti gugup ingin mengatakan sesuatu pada reno, namun reno sudah bisa menebaknya bahwa dia ingin meminta uang lagi padanya
"Aku akan tranfer uangnya kamu boleh pergi sekarang!"
"Tapi, tapi.. aku kesini juga karena aku merindukanmu"
"Aku bilang pergi ya pergi" Reno mulai kesal
"Apa karena wanita jalang ini" Katanya
"Jaga mulutmu!" Reno membentaknya
"Dia siapa dia bukan apa apa dibanding aku! Kamu pasti hanya main main dengan wanita ini, dia juga pasti hanya wanita sewaan mu kan untuk penghangat ranjang! Reno tenyata kamu masih bermain dengan pelacur rendahan seperti wanita ini! Apa masih belum puas pelampiasan rasa sakit hatimu ditinggal mantanmu itu? Huh setelah sekian tahun kamu masih belum juga melupakannya" Katanya
Yasmin tertegun dengan perkataan wanita itu
"Jangan bawa-bawa dia!"
Yasmin kemudian penasaran dengan siapa yang dimaksudkan oleh wanita itu
"KELUAR!" Reno pun membentaknya
"Aku akan pulang jangan lupa tranfer!"
Beberapa saat kemudian, hanya ada suasana hening~
"Aku...Aku akan pulang" Kata Yasmin
"Aku antar kamu pulang" Katanya
"Tidak perlu!"
"Aku tidak suka penolakan!"
Saat dalam perjalanan pulang Yasmin benar-benar ingin bertanya Siapakah mantan yang Reno tak bisa ia lupakan sampai saat ini, Yasmin justu dalam pikirannya malah menebak bahwa itu pasti adalah sahabatnya Alika Meliana yang mengkhianatinya dulu.
“Dimana dia sekarang apa hubungan mereka tidak berjalan baik saat aku pergi meninggalkan reno? Bukan kah seharusnya mereka bahagia, aku pikir saat aku muncul kembali mungkin saja mereka sudah menikah. Mereka bukannya sangat saling mencintai” kata Yasmin dalam hatinya
"Kamu diam saja lagi mikir apa?" Tanya reno
"Bukan apa apa"
"Heh masih panas kah suasana hatimu?" Kata Reno dengan senyuman jahilnya
"Aku sudah bilang tadi tuh aku tidak cemburu sama sekali!"
"Iya iya tidak cemburu tidak, kamu kok lucu banget sih" Reno mengatakannya sambil mencubit pipi Yasmin dengan satu tangannya
"Menyetirlah dengan benar" Kata Yasmin
Sesampainya depan gang komplek Yasmin~
"makasih ya!"
Yasmin sempet khawatir reno akan menguci pintu mobilnya lagi namun ia lega ternyata reno tak melakukannya lagi
"Kenapa senyum"
"Tidak makasih! Sampai jumpa!"
Sesampainya dirumah~
"Yasmin alasan apa lagi yang akan kamu katakan ke Mama? Bukan kah kamu sudah janji tidak akan mengulangi lagi kesalahan seperti ini? Kamu lagi lagi membuat Mama dan juga adikmu Kenzo benar-benar khawatir"
"Mama, Yasmin benar-benar minta maaf"
"Sepulang kerja bukannya pulang malah tidak tahu kemana perginya menghilang satu hari satu malam kemana saja kamu jelaskan pada Mama!"
Yasmin pun hanya terdiam
"Tidak bisa menjelaskan apa apa pada mama?"
"Ma maaf ma!"
"Mama tuh cuma khawatir denganmu Yasmin mama panik mama mencarimu mendatangimu ke cafe tempatmu kerja namun kamu sudah pulang tepat waktu katanya teman-temanmu semuanya tak ada yang tahu kamu kemana kamu seperti ini apa benar-benar ingin membuat aku mamamu ini mati karena menghawatirkanmu"
Yasmin hanya menagis menundukkan wajahnya merasa bersalah
"Lalu Handphone mu mengapa handphone mu tidak bisa dihubungi"
Tiba-tiba kenzo muncul dan menenangkan mamanya
"Mama jangan marahin kak Yasmin terus dia baru saja pulang, yang penting kan kakak baik-baik saja"
"Nak, mama bukannya memarahinya mama hanya menegurnya agar dia tidak terus menerus melakukan kesalahan yang sama"
Kenzo pun mendekati Yasmin dan menarik tangannya dan berkata "Ayo kakak, kakak lebih baik istrahat"
Yasmin kemudian melihat ke arah Farah, Mamanya.
"Sudahlah pergi istirahat"