
Reno baru saja keluar ruang meeting, pria itu baru saja selesai mendiskusikan beberapa proyek kerjasama dengan klien dari luar negeri. ponselnya sempat ia silent; karena itu dirinya sama sekali tidak tahu jika Peter terus mencoba menghubunginya beberapa kali
"Pak, untuk lunch hari ini saya sudah menyuruh koki perusahaan menyiapkan hidangan wagyu kobe steak sesuai dengan selera anda" Jelas Steffy
"Hm."
Mendengar asistennya mengingatkan ia jam makan siang; hal tersebut justu malah mengingatkan Reno pada istrinya “Apakah Yasmin sudah makan siang? dia tidak boleh telat makan” batinnya merasa khawatir
Reno langsung terburu-buru mengambil ponsel yang ia taruh disaku celananya; ia hendak menghubungi Yasmin untuk memastikan apakah istrinya itu sudah makan siang atau malah belum, Reno tampak cemas saat memikirkannya
Pria itu mulai menyalakan ponselnya; lalu betapa terkejutnya ia mendapati panggilan tak terjawab sebanyak 15 kali dari Peter
Reno mengernyit "Peter?"
Sedangkan Yasmin masih bersikukuh keras; tidak akan meninggalkan komplek rumahnya sebelum ia bertemu terlebih dulu dengan ibu dan juga kedua adiknya
Namun warga terdekat sudah berkumpul, mereka ramai-ramai mendesaknya untuk sesegera mungkin meninggalkan komplek mereka; Tubuhnya diseret, gadis itu sampai meronta-ronta mempertahankan diri sambil terus-menerus memanggil-manggil ibu dan juga kedua adiknya
Sampai pada akhirnya pintu rumah terbuka, Kedua adiknya berlari ke arahnya sambil berteriak "Kakak"
Yasmin sontak menoleh "Kenzo, Dylan?" gadis itu meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari empat orang yang sedang menahannya
"Lepaskan!" pekik Yasmin; ia langsung berlari menghampiri adiknya
Namun seketika langkahnya terhenti saat ia mendengar suara teriakan ibunya dari dalam rumah "Kenzo apa yang sudah kamu lakukan? jangan jadi anak yang membangkang, segera masuk kedalam ajak adikmu." pekiknya
"Kenzo, mama bilang masuk kedalam. jangan memperdulikan orang yang bahkan sudah tidak menggangap kita sebagai keluarga"
Yasmin seketika tertegun mendengarnya, hatinya begitu hancur mendengar ibunya bisa berkata demikian tentang dirinya; ia menangis tersedu-sedu, ingin rasanya ia menghampiri kedua adiknya yang hanya tinggal beberapa langkah saja darinya. namun sangat disayangkan warga kembali menyeretnya menjauh dan adik-adiknya juga ditahan oleh beberapa warga lainnya
"Ibumu pasti sangat malu memiliki anak perempuan sepertimu, pergilah."
Yasmin sudah berusaha keras agar mendapat kesempatan menjelaskan; walapun sejujurnya ia sendiri belum tahu apa yang bisa ia jelaskan? Yasmin tentunya tidak bisa menyangkal jika kontrak kerja yang beredar itu adalah palsu. ia juga rasanya tidak mungkin menyangkal bahwa dirinya telah menjadi seorang wanita yang menggunakan pria sebagai sumber uang
Beberapa saat kemudian, Yasmin sudah berada di luar komplek perumahan nya; ia tampak frustasi. Yasmin benar-benar tidak menyangka jika dirinya akan memiliki nasib seburuk ini. diolok-olok dikampus, sekarang ia sampai di usir di komplek rumahnya sendiri dan yang paling parah ibunya malah Memperlihatkan kesan seolah-olah ia sangat membencinya.
Yasmin menyalakan ponselnya, ia terkejut melihat begitu banyaknya panggil tak terjawab; mulai dari bodyguard, sopir pribadi dan tentu juga suaminya. Yasmin menghela nafas sejenak, kemudian ia memutuskan untuk mengabari suaminya terlebih dahulu lalu setelah itu baru menghubungi sopir pribadinya untuk memintanya menjemput dirinya. saat ia hendak menghubungi tiba-tiba saja ada panggil masuk dari rumah sakit tempat ayahnya dirawat
"Eh"
Tanpa pikir panjang Yasmin langsung menjawab panggilan tersebut, hari ini tampaknya bukan hari baik baginya. perawat dari rumah sakit jiwa tempat ayahnya dirawat mengabari jika Steven Wesley melakukan percobaan bunuh diri dengan memotong urat nadi di pergelangan tangannya menggunakan pisau lipat. Yasmin tentunya sangat syok mendengar kabar tersebut, gadis itu sontak terlihat sangat panik. Yasmin kemudian memberhentikan sebuah taksi agar secepat mungkin ia bisa sampai kerumah sakit.
Beberapa saat kemudian Yasmin sampai dirumah sakit, namun kali ini tentunya bukan rumah sakit jiwa. karena ayahnya telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, saat ia datang ayahnya masih didalam ruang IGD
"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kalian membiarkan papaku memegang pisau? kalian sendiri tahu papaku selalu mencoba bunuh diri"
"Maafkan kelalaian kami, sebelumnya kami melihat perkembangan yang cukup pesat dari pasien. dia meminjam sebuah pisau untuk mengupas kulit apel, tetapi kami benar-benar tidak menyangka itu akan digunakan untuk melukai dirinya sendiri"
"Kalau papaku sampai kenapa-kenapa maaf kalian itu tidak ada gunanya!"
Yasmin mondar-mandir didepan pintu IGD, gadis itu tampak begitu mengkhawatirkan kondisi ayahnya. sudah satu jam lebih dokter belum juga keluar memberi kabar. tetapi tak lama kemudian dokter keluar
"Dokter papaku, papaku.. di-dia selamat kan? papaku pasti baik-baik saja kan?" tanya Yasmin panik
"Kami sudah berhasil menghentikan pendarahannya, kami juga sudah melakukan transfusi darah pada pasien, dia akan baik-baik saja. masa kritisnya juga sudah lewat. sebentar lagi suster akan memindahkannya keruang perawatan"
Yasmin menghela nafas lega mendengarnya "Sukurlah."
Hari sudah malam, Karena panik Yasmin jadi benar-benar lupa mengabari suaminya. ponselnya habis batrai, ia memutuskan untuk pulang dulu. lagi pula kartu yang Reno berikan padanya tidak ia bawa, sedangkan Yasmin harus mengurus biaya administrasi dan lain hal. sebenarnya ada rasa tidak enak hati lagi dan lagi memakai uang Reno namun ia selalu berada dalam keadaan terdesak
Yasmin saat ini sudah didalam sebuah taksi, ia hendak pulang. saat ini waktu menunjukkan pukul 8 malam pas, sepanjang Jalan Yasmin memikirkan alasan apa yang ia akan berikan pada Reno; Namun tiba-tiba saja ada dua mobil berusaha menyelip taksi yang Yasmin tumpangi.
"Nona, apa anda ada masalah dengan mereka. sepertinya sedari tadi mereka mengikuti kita"
"Apa?"
"Nona pegangan yang erat, saya akan mengemudi dengan kecepatan tinggi."
Namun mobil yang sedang mengikutinya itu berhasil mengejarnya, mobil tersebut tiba-tiba behenti ditengah jalan menghalangi taksi yang Yasmin tumpangi. tubuh sopir taksi itu terlihat jelas gemetaran, kurang lebih lima orang laki-laki menggedor kaca mobil dan berteriak "Keluar!"
"Nona, apa anda bisa menghubungi kantor polisi? ponsel saya kebetulan mati."
"Nona mungkin lebih baik kita menyerahkan harta benda kita, daripada nyawa kita terancam"
Pada akhrinya, Yasmin dan sopir taksi tersebut memberanikan diri untuk keluar; berpikir jika mereka adalah segerombolan begal yang hanya menginginkan barang benda. Namun ternyata
Dua orang dari mereka menahan tangan Yasmin "Hey, apa yang kalian lakukan. lepaskan."
"Lepaskan Nona itu, jika kalian menginginkan barang benda dia ambilah jangan melukainya" pekik supir taksi
"Diam." dan salah satu dari mereka memukul sopir taksi tersebut hingga pingsan
"Waah waah waah, ternyata wanita yang bernama Yasmin ini cantik juga. rugi kalau kita langsung Menghilangkan nyawanya tanpa mencicipinya terlebih dulu. bagimana jika kita bersenang-senang dulu sayang?"
"Ka-kalian siapa sebenarnya?" tanya Yasmin
"Kami adalah suruhan dari musuh cintamu"
“Yang mereka maksud... Alika? Alika yang telah menyuruh mereka? dia mengirim orang untuk membunuhku? ternyata dia sudah senekat itu. sepertinya aku ingat mobil ini, mereka telah mengikutiku dari siang” batin Yasmin
Mereka mengeluarkan sebuah pisau lipat dan menodongkan nya ke leher Yasmin "Layanin kami" sahutnya
“Kenapa jalanan ini sepi sekali, mereka sengaja mengarahkan mengarahkan taksi yang aku tumpangi melalui jalan ini” batin Yasmin
Reno begitu mencemaskan Yasmin, ia bahkan rela meninggalkan semua perkerjaan nya demi mencari dimana istrinya berada. perasaannya tidak enak, terlebih lagi ponsel Yasmin mati dan ia sudah mencarinya kemana-mana, orang yang ia suruh melacak keberadaannya melalui sinyal ponsel pun mengalami kesulitan karena posisinya ponsel Yasmin sedang mati.
Reno menyebar anak buahnya untuk menemukan Yasmin, hasilnya tetap nihil. ditempat ibunya tidak ada. kampus ataupun rumah teman-temannya.
Namun tiba-tiba...
"Tuan kami mendapatkan informasi kurang dari 30 menit yang lalu nona Yasmin baru saja meninggalkan rumah sakit XX"
"Telusuri setiap Jalan"
Reno menelusuri Semua jalan yang dapat dilintasi rumah sakit tersebut, sampai pada akhirnya ia menemukan dua mobil yang berhenti dijembatan. Jalan tersebut terkenal sangat rawan kejahatan sekitar jam 7 keatas sudah tidak ada yang berani melintasi jalan tersebut. Hati reno seperti terketuk ingin mendekati kerumunan orang-orang yang menghentikan mobilnya dijalan tersebut
"Tuan apa anda yakin? sebaiknya kita tidak mencari masalah dengan orang-orang itu. kita fokuskan mencari Nona Yasmin"
"Lakukan apa yang mau."
Setelah mendekat, Reno melihat Yasmin yang sudah akan didorong kebawah jembatan yang terdapat sungai besar dengan air yang deras dibawahnya.
"Itu....." Reno mengernyit "Yasmin!!!"
Yasmin Meronta-ronta ingin melepaskan diri "Lepaskan!"
"Sudahlah diajak senang-senang malah mempersulit, kau merusak moodku untuk menyetubuhimu. mending langsung saja kita laksanakan tugas sebelum ada polisi patroli"
"Berhenti!"
Reno melihat Yasmin benar-benar ketakutan, Reno tentunya sangat tidak Terima istrinya diperlakukan seperti itu. ia menghajar semua orang yang telah begitu berani menyentuh istrinya. Yasmin hanya terdiam ketakutan dengan seluruh tubuh yang gemeteran
"Kalian kenapa lama sekali, bantu tuan muda anggara cepat!"
Gavin dan anak buah Reno yang lainnya baru datang dengan mobil yang berbeda, Gavin berlari menghampiri lalu ia menenangkan Reno yang seperti kesetanan; pria itu terus memukuli orang-orang yang telah berani menyentuh istrinya "Reno sudah! jangan mengotori tanganmu, serahkan semuanya pada mereka"
"Kau lihatlah Yasmin dia sangat ketakutan. pergilah tenangkan dia bawa dia pulang"
Reno melirik ke arah Yasmin yang terdiam ketakutan, iya menghela nafas untuk meredam emosinya yang meledak meledak. pria itu mendekat pada Yasmin
"Yasmin apa kamu baik-baik saja? tidak apa-apa ini aku."
"Ayo kita pulang"
Yasmin langsung memeluk Reno, ia menangis dipelukan nya. gadis itu sepertinya benar-benar ketakutan? terlebih lagi ia telah melalui hari yang buruk
Reno menggertakan gigi "Habisi mereka!" pria itu benar-benar tidak Terima istrinya telah diperlukan dengan buruk
❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀
Aku akan update minimal 3x dalam seminggu, menurut kalian gimana? soalnya aku lagi ada kesibukan lain nih. makasyiii buat yang udah baca❤✨