Nothing Like Us

Nothing Like Us
Alika memanfaatkan Kesalahan pahaman Nadia



"Jadi kamu wanita itu"



Alika terlihat kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Nadia


Gadis itu mengernyit "Wanita itu?"



Nadia kemudian menyodorkan selembar foto pada gadis itu, selembar foto yang ia temukan di laci kamar putra nya.


"Wanita di foto itu kamu kan?" Tanya nya pada gadis itu



Alika kemudian memperhatikan foto itu sejenak, walaupun foto itu terbakar dibagian wajah wanita nya namun ia tentu saja akan tetap menyadari bahwa memang itu adalah dirinya dan reno kala itu.


“Foto ini pasti sengaja dibakar, dia benar-benar membenciku.” batin alika


Gadis itu kemudian nampak sedih sekaligus terlihat kekesalan diwajahnya, namun Ia hanya menganggukan Kepala untuk menjawab apa yang ditanyakan nadia.



"Saya tidak suka basa-basi, Saya akan to the point. mengapa saat itu kamu meninggalkan anak saya?"



Sontak saja gadis itu tertegun dengan apa yang baru saja di katakan oleh Nadia


Alika mengernyit "Aku yang meninggalkan Reno?"



“Jelas-jelas waktu itu Reno sendiri yang mengusirku dalam hidup nya” batin alika


Kemudian gadis itu kembali mengingat kejadian lalu, kala itu dirinya yang merasa begitu gembira dengan kabar kandasnya hubungan antara Yasmin dan Reno, Alika yang kala itu bepikir ia akan menjadi satu-satunya wanita yang Reno cintai dengan wajah yang begitu sumringah menemui pria nya di salah satu klub malam.


Namun tidak pernah di sangka nya justru ia malah diusir dengan cara yang begitu tidak baik


Pria itu membentak Alika dengan kasar menyuruh nya untuk segera enyah dari padang nya


Kala itu Reno yang begitu depresi dengan keadaan mabuk pria itu memecahkan beberapa botol bir yang ada di meja klub membuat Alika begitu ketakutan.


Pria itu kemudian meneriaki nya dan menyudutkan dirinya bersalah atas pergi nya Yasmin,


Kala itu alika yang sakit hati langsung pergi meninggalkan klub itu dengan menangis.



"Saya Ibu dari Reno anggra."



Gadis itu menganggukkan kepalanya "Aku sudah tahu dari Naufal"



"Kamu tahu anak saya mengalami depresi setelahnya?"



"Aku mengetahui kabar tentang itu tante" Kata Alika


Namun dalam batin nya “Tapi bukan aku penyebab dia depresi”



"Mengapa kamu meninggalkan nya? anak ku begitu mencintaimu"



Alika tertegun mendengarnya “Dia mencintai Yasmin” dalam batinnya



"Alika kembalilah dengan Reno dia benar-benar mencintaimu sampai detik ini aku bisa merasakannya, Aku ibu nya."


Nadia menggenggam Kedua tangan Gadis itu



“Tetapi yang aku tahu dia hanya mencintai Yasmin” Batin alika



"Aku bisa melihat di Matamu, kamu masih begitu mencintai Reno namun saat itu mengapa kalian berpisah"



“Ini kesempatan bagus, jika saja aku bisa kembali bersama dengan Reno, dia sekarang sangat kaya raya. aku bisa manfaatkan dia untuk menyuntikkan dana diperusahaan papah, sekaligus mencari popularitas. aku tidak ingin jatuh miskin. perusahaan papah omset nya benar-benar anjlok, kalau tidak secepatnya mendapatkan suntikan dana bisa-bisa bangkrut. lagi pula aku memang masih mencintai Reno” pikir Alika



Gadis itu membual "Tante.. tentu saja aku masih benar-benar begitu mencintai Reno, saat itu aku meninggalkan nya karena dia menghianati aku"



“Wanita ini, Aku tidak tahu kenapa Aku tidak begitu menyukainya. Omongan nya seperti ada yang janggal” Batin Nadia



Alika terus membual "Aku juga sangat merindukan nya"



“Tapi Reno, dia begitu mencintainya. Aku tahu anak ku tidak mungkin mencintai orang yang salah” Pikir Nadia



"Alika, Tante minta maaf atas nama Reno" Kata Nadia yang masih menggenggam kedua tangan Alika



Gadis itu terlihat tersenyum ada maksud "Tentu saja aku sudah memaafkan nya tante"



"Terima kasih Alika kamu benar-benar gadis yang baik, tadi kamu bilang kamu merindukan nya? bagaimana kalau tante atur agar kalian bisa bertemu"


Alika hanya mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya.



Di sisi yang lainnya Di Universitas A dimana Yasmin berkuliah~


“Hari ini adalah kesempatan terakhir, tetapi aku masih belum juga mendapatkan uang itu. sekarang bagaimana aku bisa membebaskan papah? Apakah pada akhirnya aku memang harus benar-benar menikah dengan si tua Bangka itu?” dalam pikiran nya


Yasmin yang berjalan sambil melamun dan menundukkan wajahnya Tiba-tiba saja dengan tidak sengaja menyenggol seseorang, tubuh nya yang begitu lemah karena tidak sempat sarapan sebelumnya membuat ia hampir saja terjatuh namun seseorang yang ia senggol ini dengan sigap menahannya.


"Hati-hati" Katanya


Nada suara itu terdengar seperti begitu menghawatirkan Yasmin, Suara yang begitu berat. ternyata seseorang yang ia tidak sengaja senggol adalah seorang pria, ia adalah dosen magang dikampus bernama Johan


"Maaf maaf"


Tangan pria itu melingkar di punggung Yasmin seolah-olah sedang memeluk nya.



Namun diwaktu bersamaan Reno yang sedang berada di area kampus yang sama, Reno dengan sengaja menyuntikkan dana cukup besar, pria itu mendadak menjadi investor di kampus tempat Yasmin berkuliah, agar dirinya mempunyai alasan untuk masuk kedalam area kampus hanya untuk melihat gadis nya itu berkuliah.


Reno melihatnya, melihat gadisnya dipeluk oleh pria lain.


Reno terlihat begitu kesal ia benar-benar terbakar api cemburu, Gavin yang berada disamping Reno melihat dengan jelas perubahan ekspresinya mencoba membual "Mungkin tidak seperti yang kau pikiran"



Reno sontak melirik dengan tatapan tajam ke arah Gavin membuat teman nya itu merasa ketakutan


"Boss tidak mungkin kan kau akan membuat keributan di kampus"


Gavin benar-benar khawatir teman nya itu akan tiba-tiba berlari ke arah Yasmin dan memukuli pria itu.



Reno hanya diam dan membalikkan badan nya untuk segera meninggalkan aula kampus


Gavin tercengang, karena dari sikap Reno yang Gavin ketahui seharusnya dia sudah memukuli pria itu.


"balik." Kata Reno singkat




Di sisi lainnya lagi mengenai Steven Wesley, Papa dari Yasmin Wesley~


"Wesley lihat lah ada yang ingin bertemu dengan mu" Saut Roger hardware


Rupanya yang datang adalah istri muda Steven Wesley bernama Clarissa


"Saya akan memberikanmu kesempatan untuk melepas rindu dengan wanita mu ini" katanya


Roger hardware, lalu meninggalkan Clarissa dengan Steven Wesley hanya berdua di satu ruangan.



Steven Wesley memalingkan wajah nya, ia seperti acuh tak acuh dengan kedatangan Clarissa.


"Suamiku, lihat kondisimu begitu memperihatinkan" Clarissa membual



"Untuk apa datang kesini" Tanya Steven Wesley dengan sikap yang dingin



"Tentu saja untuk suamiku" Clarissa membual



"Tidak perlu pura-pura perduli!"



"Aku istrimu aku peduli padamu"


Steven Wesley tertegun mendengarnya



"Sayang nikah kan lah anak mu itu dengan Roger hardware, supaya kamu bisa terbebas dari sini"



"Itu tidak akan!" jawab nya dengan tegas



"Jika saja anak mu itu menikah dengan Roger hardware itu akan menguntungkan bagi kita. dengar sayang, aku baru saja berbincang-bincang dengan pria tua itu, dia mengatakan jika saja Yasmin menikah dengan nya kamu akan tetap menjadi direktur di perusahaan milik nya"



"Jangan mempengaruhi saya!"



"Lagi pula si tua Bangka itu hanya ingin memiliki anak laki-laki, Yasmin bisa saja bercerai dengan nya ketika dia sudah melahirkan anak laki-laki"


Steven Wesley hanya tertegun.


"Kalau pun kamu bisa keluar dari sini dengan cara lain reputasimu pasti akan hancur, Roger hardware akan membocorkan tentang kamu korupsi uang perusahaan puluhan miliar"


Steven Wesley masih tertegun.


"Setelah itu siapa yang akan menerima orang sepertimu disebuah perubahan? kamu akan jatuh miskin dan istri pertama mu pasti akan menertawakanmu"



"Sebenarnya aku sudah yakin ujung-ujungnya Yasmin tidak ada jalan lain selain menikah dengan Roger hardware, karena uang sebanyak itu dia akan bisa mendapatkannya dari mana? menjual dirinya kah? itu tidak akan mungkin menutupi Hutang-hutangmu yang banyak"



"Suamiku mengapa kamu tidak berbicara sepatah katapun? Apa kamu setuju dengan pendapatku?"


Steven Wesley hanya terdiam membisu.



"Baik lah suamiku aku harus pergi dulu" katanya



Sesaat Clarissa sudah meninggalkan ruangan dimana Steven Wesley ditahan.


"Bagaimana, apakah suamimu itu setuju?" tanya Roger hardware


"Dia harus setuju!" jawabannya



Kembali ke keadaan dikampus Yasmin Wesley~


"lain kali kalau jalan jangan sambil melamun" katanya


Yasmin hanya tertawa tertawa kecil


"Mau cerita?" Johan menawarkan dirinya untuk menjadi pendengar yang baik untuk Yasmin, Ngomong-ngomong umur johan dan Yasmin hanya terpaut empat tahun.


Gadis itu menggelengkan kepalanya dan sontak langsung menundukkan wajahnya


"Kalau tidak mau cerita tidak apa-apa saya tidak memaksa, Yasmin setiap masalah pasti ada jalan keluarnya jangan patah semangat ya" kata johan menyemangati sambil tersenyum


"Terima kasih banyak pak" Gadis itu menjawabnya dengan senyuman yang samar



Tiba-tiba saja ada suara dari jauh Meneriaki namanya


"YASMIN!"


sontak saja Yasmin menoleh ke arah nya.


"Daniel" Kata Yasmin terkejut


Daniel adalah anak dari sutradara film porno yang tempo hari menjebak nya untuk menandatangani kontrak tanpa harus melihat isi kontrak dan tahu apa yang harus ia kerjakan.



Daniel dengan kasar menarik tangan Yasmin untuk ikut besamanya


"Ini sakit Daniel"



Johan yang melihat perilaku Daniel tak sewajarnya menegurnya "Daniel lepaskan tangan Yasmin, Kau menyakitinya!"



"Pak dosen yang terhormat tidak usah ikut campur ini urusan saya dengan nya!" Jawaban tegas Daniel



"Daniel saya bilang lepaskan!" Johan yang sudah terpancing emosi ingin memukul Daniel namun ditahan oleh Yasmin



"Pak sudah lah, Daniel teman saya tidak apa apa kok" kata Yasmin



"Tapi Yasmin...."



"Saya tidak mau bapak kena sanksi Gara-gara memukuli mahasiswa karena saya" kata Yasmin



Daniel kemudian menarik tangannya lagi agar Yasmin mengikuti langkah nya


Yasmin kemudian mengikuti kemauan dari Daniel ia hanya tersenyum pada Johan sesaat sebelum ia melangkahkan kakinya mengikuti Daniel



Yasmin ternyata dibawa ke tempat yang begitu sepi


Gadis itu terlihat kebingungan dan mulai cemas.


"Daniel untuk apa kita kesini?" Tanya Yasmin



Daniel menatap Yasmin dengan tatapan tajam membuat Yasmin benar-benar ketakutan.


"Gara-gara kamu Ayahku berurusan dengan hukum!"


Yasmin yang tak tahu apa-apa hanya tertegun


Daniel mencekik leher Yasmin dengan kuat membuat nafas Gadis itu terengah-engah


"Da....n...iel Sa..k..i..t" Yasmin Meronta ronta Gadis itu mencoba melepaskan tengan Daniel yang mencekik leher nya


Daniel pun melepaskan tangannya dari leher Gadis itu


"Aku tidak mau tahu bebaskan ayahku!" katanya



"Daniel aku tidak tahu apapun bukan aku yang melaporkannya" Jawab Yasmin


"Omong kosong!" Daniel menariki Yasmin dan Membuat gadis itu benar-benar ketakutan



Yasmin benar-benar tak menyangka Daniel yang selalu sungkan saat bertemu dengannya sekarang bisa berbuat seperti ini padanya pria ini benar-benar menakutkan.


"Kamu tahu? aku cuma memiliki seorang Ayah didunia ini, jika ayah ku sampai membusuk dipenjara karena ulahmu, aku juga ingin kamu mati saja Yasmin. walaupun Aku begitu menyukaimu Tetapi aku tidak suka saat Ayahku di usik!"



"Daniel, Ayahmu menjebak ku. mungkin itu terjadi dengan wanita yang lainnya juga. kamu tahu pekerjaan ayahmu tidak benar itu ilegal dinegara kita"


Spontan Daniel menpar Yasmin dengan kencang



"Aku peringat kan jangan pernah kamu menjelek-jelekkan Ayahku" katanya



“Sepertinya Daniel benar-benar emosi sekarang, kalau aku salah bicara lagi, dengan kondisi seperti ini dia bisa saja berbuat yang tidak tidak padaku” pikir Yasmin



“Aku harus segera melarikan diri dari sini tempat ini benar-benar sepi aku takut.” batin Yasmin



"Daniel..." Yasmin kemudian memberanikan diri memberontak dengan menendang bagian sensitifnya



"SIALAN!"



Gadis itu berlari sangat cepat namun tetap diikuti oleh Daniel


setelah berlari 15 menitan akhirnya Yasmin menemukan Jalanan namun sepi tak ada satupun kendaraan berlalu lalang


"Ya tuhan" Yasmin mulai panik


Gadis itu benar-benar terlihat ketakutan Yasmin hanya berdoa dalam hatinya akan ada seseorang yang bisa menolongnya


Tak lama kemudian ada satu mobil melintas dijalan itu mobil yang cukup mewah namun mobil itu berjalan cukup ngebut


Ia melambaikan kedua tangannya ke mobil tersebut dari kejauhan, Namun ia takut mobil itu akan mengabaikan nya, tak ada pilihan lain Gadis itu memberanikan diri berdiri ditangah jalan dan merentangkan tangannya.


Saat dekat, sontak saja mobil itu terhenti.



"Tolong, Tolong saya. saya butuh tumpangan" Yasmin menggedor kaca mobilnya



lalu pemilik mobil itu pun membuka kaca mobilnya ternyata adalah seorang pria ia juga aktor muda populer yang tak lain adalah Justin Jonathan


"Kamu..."



Yasmin yang melihat Daniel sudah mendekat ia memohon pada Justin Jonathan untuk menolongnya


"Naik lah" katanya



Beberapa saat kemudian didalam mobil Justin Jonathan


"Terima kasih" kata Yasmin



"Orang yang mengejarmu siapa?" tanya nya



"Ah itu, dia teman kampusku"



"Dia tergila-gila padamu?"



"tidak, bukan"



"trus?"



Yasmin hanya diam membisu.



"Kamu mau kemana?" tanya nya



"Aku.. Aku turun di taman depan"



"Aku akan antar kamu sampai rumah" katanya



"tidak perlu, terima kasih"



Beberapa saat kemudian Yasmin memutuskan untuk turun di taman dekat dengan rumah nya


Ia turun dari mobil Justin


Saat Gadis itu turun Justin yang melihat gerak gerik kakinya yang terlihat kesakitan ikut turun untuk melihat


"kakimu kenapa?" tanya nya



"Tidak apa apa" Gadis itu tersenyum samar



"Aku antar kerumah sakit ya?"



"tidak perlu, Terima kasih" kata Yasmin



"apa kamu tidak mengenaliku?" tanya nya



"Siapa yang tidak kenal dirimu aktor paling populer tahun ini" kata Yasmin


pria itu hanya Tersenyum mendengarnya



Di perushaan besar Anggara~


Reno membanting ponselnya lagi, karena kesal oleh orang-orang yang ia suruh mengawasi dan menjaga Yasmin lagi-lagi begitu lalai dan kehilangan jejak Gadisnya.



"Gavin saya butuh informasi dimana Yasmin Wesley sekarang!"



"Satu lagi, cari lah orang yang benar-benar lebih berkompeten untuk jadi bodyguard Yasmin"



"Baik" jawab Gavin singkat