
Fany dengan tergesa-gesa meninggalkan restoran melalui pintu belakang
“Sudah 10 menit lebih setelah yasmin meminum minuman itu, sebentar lagi obatnya pasti akan bereaksi. aku harus cepat-cepat mengubungi anton” pikirnya
Fany sebenarnya hanya ingin yasmin segera memiliki kekasih agar ia bisa membuat keanu patah hati dan lalu menyerah. gadis itu ingin yasmin mencoba berkencan dengan seorang pria bernama Anton; Anton adalah kenalan fany, namun ia kuliah di Universitas berbeda.
Tetapi cara yang fany lakukan ini salah. sangat salah, dimananya bisa disebut benar? ia dengan teganya memasukkan sebuah obat ke minuman yasmin
Fany merencanakan ini saat ia dalam keadaan patah hati, ia dengan sengaja searching di internet sebuah obat untuk membuat seseorang menjadi agresif? lalu fany tanpa pikir panjang memesannya melalui situs online; namun sebenarnya obat tersebut tak lain adalah obat perangsang dan fany sendiri tidak mengetahui akan hal itu, tujuannya fany sebenarnya hanya ingin membuat yasmin sedikit bersikap agresif agar tidak kaku saat ia tengah berkencan
Di sisi yang lainnya
Yasmin menengok-nengok ke kiri dan ke kanan seperti orang linglung, ia sudah merasa kenyang dan sekarang sudah menujukan hampir pukul 8 malam; pikirnya ia harus segera pulang kalau tidak reno akan sampai duluan dirumah dan pria itu pasti akan marah-marah padanya, namun mengapa fany belum juga kembali dari toilet?
Pikirnya lagi sebaiknya ia menyusul ke toilet; ia menghela nafasnya sejenak, lalu saat ia hendak berdiri tiba-tiba ada suara seorang pria menyapanya
"Hai" sahutnya
Yasmin sontak tertegun, tak lama entah mengapa ia tiba-tiba saja merasa pusing dan pandangannya sedikit kabur sampai-sampai yasmin sontak duduk kembali.
"Kamu kenapa?" tanya Anton terdengar khawatir
Yasmin mengangkat tangannya sambil menggeleng untuk memberi tahu ia baik-baik saja
Anton lalu duduk begitu saja didepan yasmin, di kursi yang sebelumnya ditempati fany.
Yasmin mengernyit "Kamu siapa?" ia terlihat terheran-heran, lalu iya menjelaskan "Maaf itu tempat duduk teman saya"
Pria itu mengajak yasmin untuk berjabat tangan "Aku Anton, teman fany"
Yasmin tertegun, namun ia langsung menyadari ini semua sudah direncakan oleh temannya itu; pikir yasmin pantas saja fany terlihat gelisah sedaritadi, namun yasmin belum menyadari soal ia diberi obat
Yasmin menghela nafas sejenak, ia berdiri dan langsung memakai kembali mantelnya; Ia lalu menegaskan kepada pria yang bernama Anton itu "Aku sudah menikah" ucapnya
Yasmin hendak pergi, namun tangannya ditahan dan pria itu mengatakan "Ternyata benar kata fany, kamu ini sangat sulit" ungkapnya
Yasmin menarik tangannya dengan cepat "Aku mau pulang" sahutnya
Namun pria yang bernama Anton tersebut sontak berdiri dan menghalangi jalan yasmin dengan tubuhnya "Tunggu dulu, kita belum berkenalan" ia menambahkan "Siapa tahu setelah kita berkenalan kamu akan tertarik kepadaku?" ucapnya dengan percaya diri
Yasmin sekali lagi menegaskan kata-katanya "Aku sudah menikah."
Pria itu merangkul yasmin dan memaksanya untuk duduk kembali dan melanjutkan kencan yang telah susah payah ia rencanakan dengan fany
Yasmin menepis tangannya "Aku mau pulang"
Pria itu terus-menerus memaksa yasmin untuk duduk kembali; sedangkan yasmin terlihat mulai merasa pusing lagi, mungkinkah itu adalah salah satu efek obat yang diberikan fany padanya?
Tak lama, ada dua orang pria bertubuh kekar berlari ke arah yasmin dan Anton.
Yasmin tak mengerti mengapa tiba-tiba saja dua pria itu menghajar Anton habis-habisan, gadis itu berteriak saking terkejutnya, dua pria itu terus memukuli Anton hingga pria itu terdengar meminta ampun
Yasmin berteriak "Cukup! cukup!" ia melihat ke sekeliling betapa malunya gadis itu, mengetahui ternyata dirinya sekarang tengah menjadi pusat perhatian
"Tapi nona pria ini sudah berani menganggumu" sahut pria bertumbuh kekar itu
Yasmin mengernyit "Kalian siapa?" tanya nya terdengar penasaran
"Kami adalah sorang bodyguard yang dipekerjakan oleh tuan muda anggara untuk menjaga nona" jawabnya
"Kalian jangan memukulinya lagi" sahut yasmin
Yasmin langsung berlari bergegas menuju pintu keluar, gadis itu menundukkan wajahnya benar-benar merasa malu karena insiden yang terjadi.
Saat sudah diluar yasmin berusaha menghubungi pak suhipto, namun entah kenapa ponselnya selalu sibuk; Yasmin hendak bergegas pergi ke area parkir namun tiba-tiba mobil berwarna hitam berhenti tepat didepannya, mobil itu tak lain adalah mobil suaminya reno.
Reno membuka kaca mobilnya dan menyuruh yasmin untuk segera masuk, namun gadis itu menolak karena pikirnya ia kan harusnya bersama pak suhipto? tetapi reno menjelaskan jika sopirnya itu sudah ia suruh pulang; reno membuat yasmin tak ada pilihan selain ikut bersamanya
Sepanjang jalan reno sikapnya sangat dingin ia sepertinya marah karena soal tadi, yasmin juga hanya terdiam seribu bahasa.
Etah mengapa reno memberhentikan mobilnya di pinggir pantai, ia lalu menarik tubuhnya mendekat pada yasmin.
dengan tatapan penuh kekesalan ia menanyakan soal "Kencan??"
Namun yasmin yang sudah merasakan efek dari obat yang diberikan temannya itu, ia merasa benar-benar seperti orang yang tengah terbakar, tubuhnya sangat panas.
Reno mengernyit "Kamu kenapa?" tanya nya terheran-heran
Yasmin tiba-tiba saja menjadi agresif, ia langsung duduk dipangkuan suaminya itu, hal tersebut tentunya tidak mungkin ia lakukan dalam keadaan sadar.
sedangkan Reno ia hanya tertegun; matanya menyipit, ia sepertinya mulai merasakan ada yang aneh dari gelagat istrinya itu
Yasmin memegang wajah suaminya itu dan bertanya "Apa kamu cemburu?"
Reno hanya terdiam tak menjawab
"Aku hanya mencintaimu, jadi kamu tidak perlu khawatir" ungkap yasmin dengan santainya, ia lalu mengecup bibir reno sekali
Reno mengernyit "Kamu begitu berani?
"Apa kamu tidak mencintaiku?" tanya yasmin
"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu" jawab reno
"Bagus, maka aku juga akan mencintaimu" ungkap yasmin
"Yasmin, kamu tidak terlihat baik-baik saja. sebenarnya kamu ini kenapa?" tanya reno terdengar khawatir
Yasmin tidak menjawab, ia malah mengarahkan wajah reno untuk bersadar di dadanya
Reno mengatur kursi mobilnya menjadi sedikit mudur dan mengatur kaca mobil tersebut agar tidak bisa terlihat dari luar, pria itu langsung membuka jas dan melepaskan dasi serta kemejanya
keesokannya..
betapa malunya Yasmin ketika ia melihat pakaiannya berserakan di mobil suaminya, yasmin menoleh ke arah reno yang masih tertidur pulas.
Ia langsung memakai kembali pakaiannya, dan gadis itu keluar dari mobil; ia berdiri memandang ke arah pantai dan lalu mencoba mengingat kembali apa yang terjadi semalam
Tak lama setelah itu reno terbangun, ia langsung menoleh ke arah kursi disampingnya namun istrinya itu sudah tak ada, tetapi saat ia melihat kedepan terlihat lah yasmin yang sedang berdiri memandang ke arah pantai.
Reno lalu terburu-buru memakai pakaiannya dan ia keluar mobil langsung berjalan mendekat pada istrinya kemudian langsung memeluknya dari belakang sambil beberapa kali mencium pipinya.