Nothing Like Us

Nothing Like Us
Dalam waktu 3 hari harus melunasi hutang papa ku?



08.00pm


Akhirnya jam kerja Yasmin pun selesai, ia pun langsung bergegas untuk segera pulang kerumahnya.


Saat ia sedang menunggu angkutan umum arah rumahnya tiba-tiba saja satu mobil jip hitam yang tak asing baginya berhenti tepat didepannya, Yasmin pun langsung terlihat pucat pasi ketakutan karena mobil itu tak lain adalah milik anak buah dari boss papa nya. Ia mencoba melarikan diri tetapi orang-orang itu lebih capat darinya, empat laki-laki bertubuh kekar dan bertato menarik paksanya untuk ikut masuk kedalam mobil itu. Ia hanya meronta-ronta dan sesekali berteriak meminta bantuan "Tolong! Lepaskan saya!" namun kala itu jalanan itu cukup sepi, hanya ada beberapa mobil Berlalu-lalang tetapi sepertinya mereka memilih untuk tidak ikut campur.


Karena ia terus berusaha melepaskan diri dan berteriak, kemudian ia pun dibius dan tak sadarkan diri.


Beberapa saat kemudian Yasmin pun tersadar dari efek obat bius yang mereka berikan kepadanya, Ia membuka matanya perlahan kemudian mencoba duduk dari posisi sebelumnya yang terbaring lalu menyadari ia sudah berada ditempat yang begitu asing.


"Gadis manis akhirnya kau terbangun juga"


Yasmin pun kini mulai mempertanyakan dengan penuh kekesalan. dimana keberadaannya dan sebenarnya apa mau mereka membawa paksanya ketempat seperti ini


"Dimana aku? kalian membawaku Kemana? Tempat apa ini? apa mau kalian sebenarnya"



Kemudian ada seorang laki-laki tua yang diperkirakan berumur hampir setengah abad mendekatinya dengan tongkat berwarna emasnya.


"Jadi gadis ini yang akan menjadi pengantinku"


Laki-laki tua itu pun memegang dagu Yasmin dengan lembut dan mengatakan padanya "Wanita, Kau benar-benar cantik ternyata"


Yasmin pun menepis tangan laki-laki tua itu, ia terlihat begitu tak suka disentuhnya.


"Anda siapa?" Yasmin kemudian bertanya pada laki-laki paruh baya itu dengan nada yang sedikit agkuh


Laki-laki paruh baya itu menjawab dengan percaya diri "Aku ini calon suamimu loh"


Kemudian Yasmin teringat perkataan wanita itu bahwa papa nya akan terbebas dari tuntutan hutang senilai 45,6M kalau dirinya mau menikahi bossnya.


Yasmin kemudian menjawab dengan tegas jika ia tidak mau menikah dengan laki-laki yang lebih cocok menjadi ayah atau bahkan kakeknya itu "Saya tidak mau menikah denganmu!"



Merasa kesal dengan jawaban Yasmin laki-laki paruh baya itu pun mencekik lehernya dan berkata "Lebih baik kau berfikir tentang ayahmu"


Yasmin pun hanya meronta kesakitan dan sesak nafas saat dicekik oleh laki-laki tua itu


Melihat Yasmin mulai tak teratur nafasnya laki-laki tua itu pun akhirnya melepaskan tangannya dari leher Yasmin.


Lelaki paruh baya itu pun memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengantarkan Yasmin ke sesuatu tempat dimana papa nya ditahan


"Bawa dia bertemu Steven Wesley"


"Baik Tuan"



Dua dari anak buah lelaki tua itupun memegangi kedua tangan Yasmin agar ia tak coba melarikan diri.


"Ayo jalan"



Kemudian dibawa lah Yasmin ke satu ruangan yang sedang dijaga oleh tiga laki-laki yang tak lain masih anak buah dari lelaki tua itu.


“Apa papa disini” kata Yasmin dalam hatinya


Pintu ruangan itu pun terbuka, ruangan itu adalah gudang yang sangat berantakan dan terlihat benar-benar tak terurus sama sekali ada begitu banyak sarang Laba-laba dan barang-barang lama yang berdebu


Kemudian Yasmin melihat papa nya yang sedang tertidur dibawah lantai dengan alas kardus bekas


Yasmin benar-benar terkejut sampai menangis melihat kondisi papa nya tertidur hanya dengan beralaskan kardus bekas dan wajahnya yang dipenuhi memar memar bekas pukulan.


Ia pun memberontak agar kedua orang yang memeganginya melepaskan tangannya karena ia ingin memeluk papa nya detik itu juga


"Lepaskan tanganku!" "Aku bilang lepaskan tanganku"



Dua orang anak buah dari laki-laki tua itu pun melepaskan tangannya, kemudian Yasmin pun langsung berlari ke arah papa nya.


Ia pun melihat papa nya dari dekat dengan kondisi yang benar-benar begitu mengkhawatirkan.


"Papa" Yasmin menyentuh wajah papa nya sambil menangis tersedu-sedu


Steven Wesley pun terbangun dari tidurnya seolah tak percaya bahwa anak perempuannya berada disana ia jadi hanya menganggap dirinya berhalusinasi "Aku pasti berhalusinasi lagi bahwa anak ku datang untuk menolongku" Katanya


Yasmin pun memegang tangan papa nya untuk meyakinkan bahwa dia tak berhalusinasi "Pah, Aku benar-benar disini"


Steven Wesley pun sontak langsung terbangun dari tidurnya dan menyentuh wajah anak perempuannya itu "Kamu benar-benar Yasmin putriku? Kamu datang untuk menolong papa kan"


Steven Wesley pun langsung menangis dan memeluk anak perempuannya itu


Dan Yasmin pun baru menyadari bahwa begitu banyak bekas cambukan di punggung papa nya


Ia kemudian sangat marah melihat kondisi papa nya yang sangat menghawatirkan ini


"Kalian benar-benar bukan manusia kalian semua Iblis kalian sangat KEJAM!"


Steven Wesley pun mencoba menenangkan anaknya yang saat ini sedang begitu emosional "Yasmin, sudah nak"


Steven Wesley tiba-tiba batuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya


"Papa...." Yasmin pun terlihat begitu khawatir dengan papa nya


Namun Steven Wesley mencoba menenangkan Yasmin dengan berkata bahwa dia akan baik-baik saja "Papa baik baik saja yas" Katanya


Yasmin kemudian menyuruh anak buah dari lelaki tua itu untuk membantunya membawa papa nya kerumah sakit "Bantu aku untuk membawa papa ku kerumah sakit"


Kemudian Steven Wesley menjelaskan pada anaknya bahwa itu akan percuma mereka hanya bawahan dari Roger hardware "nak, sudah. Itu akan percuma mereka hanya akan mendengar perintah dari tuan Hardware" Katanya



Kemudian Yasmin menanyakan keberadaan lelaki tua itu "Dimana laki-laki tua bangka itu"



Tiba-tiba saja Lelaki tua itu menyaut dan mengatakan "Menikahlah denganku jika kau ingin penderitaan papa mu ini berakhir"



Yasmin kemudian menjawab dengan angkuh "Itu hanya akan terjadi dalam mimpimu"



Lelaki tua itu pun mulai mengancam Yasmin dengan akan menyakiti Papa nya lagi "Cambuk Steven Wesley dengan 10x cambukan"



Yasmin kemudian berteriak dengan sangat emosional "JANGAN SENTUH PAPA KU!"



"Gadis kecil kau hanya punya dua pilihan, pertama kembalikan uang perusahaan senilai 45,6 M atau kedua aku sudah memberimu pilihan gampang sekali menikahlah denganku dan berilah aku anak laki-laki" Katanya



Kemudian Yasmin Memilih untuk berusaha melunasi hutang dari papa nya walau ia sebenarnya tidak tahu caranya mendapatkan uang sebanyak itu "Beri aku waktu, aku akan melunasi hutang hutang papa ku"



Laki-laki tua itu dan beberapa anak buahnya pun tertawa angkuh, seakan akan mengucilkan bahwa Yasmin tidak akan mampu membayar hutang Steven Wesley senilai 45,6M



"Bagimana jika tiga hari" Katanya



Yasmin benar-benar tekejut dengan waktu yang diberikan oleh lelaki tua itu


Yasmin benar-benar kesal dan berkata dalam hatinya “laki-laki tua ini hanya memberikan aku waktu untuk melunasi hutang sebanyak itu dalam waktu tiga hari? Sepertinya dia hanya ingin membuatku tidak ada pilihan lain selain menikah dengannya”



"Bagian mana Gadis kecil?" Tanya lelaki tua itu pada Yasmin dengan angkuh



Dalam pikiran Yasmin saat ini tentu saja ia tidak akan mampu menghasilkan uang 45,6M dalam waktu sesingkat itu, Namun ia masih berusaha memutar otak agar pada akhirnya tidak perlu menyerahkan masa depannya pada lelaki Tua yang tidak tahu diri ini.



Yasmin pun inisiatif untuk tawar menawar dengan lelaki tua yang tak tahu diri itu "Bagaimana kalau kasih saya waktu satu bulan?"



Lelaki tua itu pun tetap pada pendiriannya hanya ingin dalam waktu tiga hari saja "Aku mau dalam waktu tiga hari uangku senilai 45,6M kembali atau kau gadis kecil menikah lah denganku kalau kau coba coba melarikan diri kau tahu sendiri akibatnya papa mu ini akan mati ditanganku sendiri! paham gadis kecil"



Dengan Ragu Yasmin pun menyetujui dalam waktu tiga hari akan melunasi hutang hutang papa nya senilai 45,6M "Saya..." Sambil memandang kondisi Papa nya yang menghawatirkan dalam hatinya Yasmin berjanji akan berusaha melunasi hutang Papa nya itu dengan cara apapun agar Papa nya bisa bebas dan tidak lagi diperlakukan tidak manusiawi oleh bajingan bajingan tua bangka ini.


Yasmin pun menggengam tangan Papa nya Steven Wesley seolah-olah mengisyaratkan kepada papa nya bahwa ia tak usah khawatir anak perempuannya ini pasti akan menolongnya.


"Saya... saya setuju. Dalam waktu tiga hari saya akan mengembalikan uangmu senilai 45,6M"



"Gadis kecil Aku suka dengan ke angkuhanmu! Baik lah ingat baik baik Gadis kecil hanya tiga hari" Katanya



Yasmin hanya menganggukkan kepalanya mengisyaratkan bahwa dia sudah mengerti.



Kemudian Yasmin pun meminta laki-laki tua bangka itu untuk melepaskan Papa nya


"Aku mohon lepaskan papa ku"



"Tidak akan sebelum kau membawa uang senilai 45,6M itu padaku, atau kau harus menyetujui menjadi pengantinku" Katanya



"Baik lah, tetapi bisakah anda lebih berperasaan sedikit? Tidak kah anda tahu tempat ini sudah tak layak dihuni ini adalah gudang dan anda tidak memberikan sebuah kasur untuk papa ku, anda bahkan menyiksanya sampai seperti ini. Saya mau selama saya berusaha mengembalikan uang itu papa ku harus diperlakukan dengan baik. Sampai saya melihat luka baru atau sampai terjadi sesuatu pada papa ku aku tak segan segan melaporkan ini kepolisi!"



"Gadis kecil apa kau sedang mengancamku? Sebelum kau melaporkannya saya akan membunuhmu terlebih dahulu"



Yasmin sekarang benar-benar tak melihat laki-laki tua itu sebagai manusia karena ia baginya adalah Iblis!



"tetapi baiklah, Aku menyetujuinya. aku akan membawa Steven Wesley untuk tidur ditempat yang layak dan memperlakukannya dengan baik. Lagi pula hasil akhirnya dia akan tatap menjadi ayah mertuaku hehe Bukan begitu ayah mertua"


Mendengarnya Yasmin ingin menyumpalnya dengan lobster agar binatang itu menghisap mulutnya yang menjijikkan itu




Dilain tempat disebuah villa mewah milik Reno anggara~


Ia hanya berulang-ulang kali mengubungi seluruh anak buahnya untuk melacak keberadaan Yasmin Wesley secepatnya. Saat itu ia yang sedang fokus bekerja tiba-tiba pokusnya buyar karena mendapati kabar bahwa Gadis yang ia cintai Tak sampai ke rumahnya tepat waktu sepulang kerjanya dan tak ada yang tahu dimana keberadaannya.


Reno yang begitu kesal akan anak buahnya yang lelet memberikan informasi membanting handphone miliknya sendiri dengan penuh emosi


"SIALAN!!!"



Reno pun kemudian berinisiatif mencari sendiri Gadis yang ia cintai~



Laki laki tua itu sudah mau melepaskan Yasmin karena kesepakatan memberikan kesempatan hanya tiga hari untuk bisa melunasi hutang Steven Wesley senilai 45,6M


Lelaki iblis itu memaksa mengantarkan Yasmin pulang sebelumnya, namun begitu tak disangka Yasmin justru diturunkan dipinggir jalan Raya yang sepi.


"Turun!" Katanya


"Hah? Anda serius" Kata Yasmin sambil melihat area sekitar dari kaca mobil yang terlihat begitu sepi


Anak buah dari laki-laki tua itupun kemudian membukakan pintu mobil dan menarik paksa Yasmin untuk turun dari mobil laki-laki tua itu.


"Nona cepat turun!" Katanya


"Tapi ini masih di tengah jalan! Kalian benar-benar Bajingan" Kata Yasmin yang sangat emosional



Mobil laki laki tua bangka itu pun benar-benar meninggalkan Yasmin, Yasmin sekarang hanya sendirian tak ada siapapun tak ada satu mobil pun berlalu lalang, tak ada angkutan umum ataupun kendaraan lain yang bisa ia ditumpangi. Yasmin hanya menelusuri jalanan dengan berjalan kaki tidak ada handphone tidak memegang uang hidup Yasmin saat ini benar-benar selalu mendapatkan ujian yang bertubi-tubi namun beruntung lah Yasmin bukan anak Gadis yang hanya bisa nya mengeluh ia benar-benar tipikal Gadis yang smart dan penuh optimistisme.


Tak lama kemudian ada satu mobil sedan hitam mepet mepet mendekati Yasmin laki-laki itu membuka kaca mobilnya rupanya ada sekitar tiga orang didalam mobil sepertinya dalam keadaan mabuk.


Yasmin saat ini benar-benar menyadari posisinya ia sendang sendiri dijalan raya yang sepi ini, ia juga tak akan mampu berhadapan dengan tiga laki-laki ini terlebih lagi mereka dalam keadaan mabuk Yasmin benar-benar pucat pasi ia benar-benar ketakutan.


"Cantik mau kakak anterin tidak?"


Mereka mulai menggoda Yasmin namun Yasmin tak berhenti melangkahkan kakinya namun mibilt sedan hitam itu mengikutinya dengan memperlambat kecepatan mobilnya


"Cantik kami ini tidak akan ngapa-ngapain kamu kok kami ini bukan lah orang jahat loh, kemari ikut kami saja nanti kami akan antar kamu sampai kerumah mu tetapi setelah kita puas main mian dulu haha"


Yasmin pun mencoba tak menghiraukan ocehan para lelaki iseng itu namun tiba-tiba mereka menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil itu lalu mendekatiku


Yasmin yang ketakutan mencoba lari tapi ternyata sudah dihalangi ia hanya bisa berteriak meminta bantuan walau entah ke siapa dia berteriak dijalan raya yang sepi seperti ini


"TOLONG!!!!" "KALIAN JANGAN MACAM MACAM!"


"Kami hanya ingin mencicipmu"



Kemudian lewat lah mobil Lamborghini berwarna hitam dengan plat nomor XxX yang Tak asing buat Yasmin Wesley


benar-benar sangat kebetulan itu adalah mobil mantannya Reno Anggara


Yasmin kemudian berteriak keras agar Reno bisa mendengar suaranya karena ia sekarang dikelilingi tiga laki-laki itu jadi tak mungkin jika ia akan bisa melihatnya



Posisi Reno dalam mobil ia memang sudah melihat dari kejauhan ada satu mobil sedan warna hitam sangat aneh behenti di pinggir jalan tengah malam, saat dekat akan melintasinya Reno kemudian melihat tiga laki-laki yang sedang ribut ribut argumen mengelilingi sesuatu namun ia tidak sadar bahwa itu gadisnya ia pun membuka kaca mobilnya karena punya feeling tidak enak.


Kemudian Reno mulai mendengar jelas bahwa ada suara perempuan meminta tolong tetapi ia tak tahu itu Yasmin Gadisnya karena suaranya tak terlalu jelas


Namun saat lelaki yang menghalangi wajah Yasmin bergeser sedikit Reno langsung terkejut melihat bahwa yang sedang di kerumuni tiga laki-laki itu adalah gadisnya pantas saja ia memiliki feeling tidak enak dan ingin mencari tahu apa yang terjadi. Bisa saja ia seharusnya tak perduli akan hal hal semacam ini karena maksud hati keluar hanya untuk mencari gadisnya.


Ia dengan penuh emosi langsung turun dari mobilnya dan menghajar tiga laki-laki itu habis-habisan sampai-sampai membuat Yasmin ketakutan


Reno sempat ada kena tonjok oleh satu dari laki-laki itu tapi kemudian ia membalasnya dengan puluhan tonjokan hingga membuat laki-laki itu terkapar tak sadarkan diri sedangkan dua temannnya meninggalkannya melarikan diri


Reno yang melihat Gadisnya ketakutan lalu memeluknya dengan hangat "Tidak usah takut" Katanya


Reno yang melihat pakaian gadisnya dirobek sampai beberapa kancing bajunya rusak oleh laki-laki itu benar-benar murka walaupun hanya sedikit ia benar-benar tak suka tubuh gadisnya dilihat laki-laki lain.


Ia kemudian memakaikan jas yang dipakainya untuk gadisnya


Dengan nada bicara ketakutan Yasmin bertanya "Ren? Apa kamu membunuhnya" Ia melihat salah satu laki-laki itu terkapar tak sadar kan diri berlumuran darah yang keluar dari mulutnya



"Dia belum mati, tapi akan jauh lebih baik kalau dia mati" Kata reno dengan penuh Amarah



"Apa kita perlu membawanya ke rumah sakit" Kata Yasmin



"Aku akan suruh Gavin untuk membereskannya" Kata reno



Reno pun lalu membawa Yasmin untuk ikut besamanya~


Sebenarnya reno ingin sekali menanyakan banyak hal pada Gadisnya, mengapa ia menghilang dan bisa ada bersama tiga laki-laki sialan itu. Namun melihat gadisnya benar-benar ketakutan ia hanya ingin membiarkan gadisnya memenangkan dirinya terlebih dahulu


Reno kemudian berinisiatif menurunkan kursi mobilnya agar gadisnya bisa tertidur nyaman


"Lebih baik kamu tidur saja" Kata Reno


Yasmin tersenyum kemudian mengatakan "Makasih"


Reno yang awalnya penuh kebencian akan kejadian barusan penuh amarah emosi dendam karena laki-laki itu berani-beraninya menyentuh gadisnya seketika luluh hanya dengan senyuman Gadisnya.


Kemudian Yasmin tertidur pulas dimobilnya~



Lalu Reno memutuskan untuk tak mengantarkan pulang Yasmin kerumahnya namun ia membawa Gadisnya ke Villa super mewahnya.


Sesampainya diVilla nya Reno sama sekali tak membangunkan gadisnya ia langsung menggendongnya dan membawanya ke kamarnya lalu menidurkannya diranjangnya dengan sangat hati-hati agar Yasmin tak terbangun.


Ia kemudian melihat baju kemeja gadisnya yang kancingnya beberapa rusak karena dirobek paksa laki-laki bajingan itu ia pun mencoba melepaskan baju kemeja gadisnya itu untuk digantikan dengan t-shirt miliknya


Namun saat membuka bajunya reno melihat dengan jalas buah dada milik Gadisnya itu yang dibalut dengan Convertible Bra berwarna hitam. Reno langsung bercucuran keringat melihatnya ia sedikit terangsang saat melihat keindahan buah dada milik gadisnya itu "Benar-benar menakjubkan" Katanya



Kemudian ia dengan pelan-pelan membuka satu-persatu lengan baju Gadisnya itu, lalu ia mengubah posisi Yasmin dari yang sebelumnya tidur untuk duduk agar ia bisa mudah memakaikan t-shirt miliknya ia lalu memeluknya dan mulai memakaikan t-shirt miliknya itu ke tubuh wanitanya dengan hati-hati dan perlahan agar Yasmin tak terbangun dari tidurnya.


Saat t-shirt miliknya sudah terpakai oleh gadisnya ia pun kembali membaringkan gadisnya itu dengan pelan-pelan


"Dia pasti sangat kelelahan" Katanya


Kemudian Reno pun ikut berbaring disamping gadisnya itu dan menyelimutinya lalu tertidur sambil memeluknya



Keesokan harinya~


Yasmin pun mulai terbangun dari tidurnya dan betapa terkejutnya ia mendapati melihat Reno anggara Berada disampingnya


"HAH"


Yasmin kemudian menyadari bahwa ia pastinya berada di Villa milik Reno anggara Lalu Yasmin pun mengingat-ingat kejadian semalam


Reno benar-benar sudah menolongnya dan Yasmin melihat memar diwajahnya


Ia memegangi lembut pipi Reno namun tiba-tiba reno terbangun dan menangkap tangan Yasmin


"Eh"


"Ngapain?" Tanya Reno



Yasmin hanya diam membisu tapi pipinya mengambarkan segala hal ia telihat tersipu malu ketahuan hanya memegang wajah mantannya itu


Kemudian Reno tertawa kecil lalu langsung terbangun duduk ia memegangi pipinya yang memar sambil sedikit merintih kesakitan


"Ah"



"Ren, Terimakasih ya" Kata Yasmin


"Terimakasih saja? Tidak terhitung tulus" Katanya


Yasmin pun mendekati Reno secara spontan Yasmin mencium bibir Reno tak hanya itu saja ia bahkan menghisap bibir bawah reno dalam beberapa detik saja


Kemudian agar tak ada kesan canggung setelahnya ia dengan salah tingkah mengucapkan selamat pagi padanya


"Pagi, Reno" Kata Yasmin dengan senyuman cantiknya


"Pagi" Reno saat ini hanya benar-benar terkejut Gadisnya bisa melakukan hal itu barusan



Reno yang masih tak menyangka Yasmin akan melalukannya masih tertegun bingung dan kaget tapi ada rasa bahagia luar biasa dihatinya.



Agar sedikit menghilangkan rasa canggung, Yasmin pun pergi kedapur dan memasak untuk Reno anggara.


Reno pun tiba-tiba Muncul dan memeluknya dari belakang


"Kamu masak" Tanya nya


Yasmin yang kaget sontak membalikkan badan sehingga membuat mereka saling menatap


Lalu Reno secara tiba-tiba mencium gadisnya lagi dan tetap memeluknya namun kali ini Yasmin tak memperlihatkan reaksi menolak ia justru seakan-akan menikmati ciuman dari mantannya itu.


Tiba-tiba munculnya pembantu, mereka yang asyik bercumbu penuh gairah seakan-akan tak perduli orang sekitar, namun posisinya kompor menyala dan Yasmin saat itu sedang memasak sesuatu.


Pembantu itu pun memberanikan diri mengganggu mereka yang sedang bercumbu mesra


"Nona"


Yasmin pun sontak mendorong tubuh reno agar menjauh darinya


“AH!! Benar-benar memalukan” kata Yasmin dihatinya



Sedangakan reno telihat kesal karena pembantunya mengganggu saja momen langka seperti tadi



"Maaf tuan saya mengganggu tapi nona sepertinya masakan anda gosong" Kata pembantu



"AH iya masakanku"



"Biarkan ini jadi tugas pembantu" Kata reno