
Beberapa saat kemudian setelah yasmin keluar dari ruangan reno dan ia hendak pulang, ada yang berbeda dari sikap para karyawan dan staff perusahaan suaminya tersebut
bagimana tidak? sikap mereka seperti berubah 180 derajat dari sebelum reno mengumumkan jika ia adalah istrinya
Sekarang mereka bersikap sangat segan pada nya, tak ada yang tidak menyapanya dengan ramah saat berpapasan bertemu dengannya.
Yasmin berjalan cepat menuju pintu keluar, ia masih saja terlihat kurang nyaman dengan cara orang-orang dalam perusahaan reno tersebut melihatnya
Beberapa saat kemudian, bukannya langsung pulang ke apartemen yasmin justru lebih memilih terlebih dulu mengunjungi ibu dan juga adik-adiknya
"Kak sebenarnya kapan kamu akan kembali tinggal bersama kami?" tanya kenzo dengan ekspresi penuh harapan
Yasmin sontak tertegun mendengar pertanyaan dari adiknya tersebut, namun telihat sangat jelas dari raut wajahnya ia menujukan rasa sedih yang mendalam.
"Kenzo biarkan kakakmu ini fokus dulu dengan kuliahnya" farah kemudian sontak menegur kenzo karena ia melihat dengan jelas perubahan ekspresi dari putrinya itu
Jam menujukan pukul 7 malam, dengan berat hati yasmin mau tak mau harus kembali meninggalkan keluarga kecilnya tersebut dan kembali tinggal bersama suaminya disebuah apartemen
Saat berpamitan gadis itu telihat jelas tengah menahan rasa sedihnya, namun farah sebagai ibunya tentu saja menyadari akan hal itu.
Farah berusaha menguatkan anak nya itu dan menyemangatinya, ia senantiasa selalu mendoakan anak perempuannya tersebut agar diberikan kemudahan saat mengerjakan skripsi kelulusannya.
Yasmin lalu menundukan wajahnya, ia terlihat merasa bersalah pada ibunya tersebut karena telah menutup-nutupi soal pernikahannya dengan reno
Beberapa saat kemudian di apartemen
“Kenapa waktu itu alika dengan percaya dirinya mengatakan jika ia akan segera menikah dengan reno? tapi reno, dia sepertinya sangat enggan untuk mengakui hal itu” batin yasmin yang tengah kepikiran soal hubungan suaminya itu dengan mantan sahabat dekatnya.
“Sepertinya bukan alika yang reno cintai, tapi kalau bukan alika trus siapa? siapa gadis yang sampai membuatnya depresi itu? aku benar-benar dibuatnya penasaran” pikir yasmin
Namun tiba-tiba terlintas dipikirannya “Apa ada kemungkinan itu aku???”
Namun yasmin mencoba menghilangkan fikiran narsisnya tersebut, ia mengetuk getuk kepalanya
sendiri "sepertinya aku berpikir terlalu jauh" ucapnya
yasmin teringat kembali cerita yang sempat diceritakan oleh pembantu di vila reno waktu itu
"Eh kalau dipikir-pikir mungkin kah gadis itu aku?" tanya nya pada diri sendiri “aku baru sadar selama kami menikah dia sangat bersikap baik padaku, kecuali ketika dia cemburu sih” pikir yasmin
Yasmin merasa dirinya sangat narsis "Uh! apa yang aku pikirkan mengapa aku berharap gadis itu adalah aku" ia mengacak-acak rambutnya sendiri “Semuanya sikap baiknya pasti ada maksud tertentu aku sebaiknya tidak berpikir terlalu jauh agar aku nggak merasa kecewa dikemudian hari” pikir yasmin
“Mengapa aku tiba-tiba sangat berharap reno masih mencintai aku? aku ini benar-benar bodoh” batinnya
Untuk mengalihkan pikiran yang menurutnya tak jelas dan sangat narsis itu, yasmin memutuskan untuk menonton televisi dengan ditemani beberapa makanan ringan.
Yasmin tekejut melihat suaminya itu ternyata sudah pulang, ya itu semua dikarenakan dia pulang lebih awal dari biasanya.
sekarang masih menujukan pukul 9 malam kurang, sedangkan biasanya reno akan pulang paling cepat jam 10 malam atau bahkan lewat.
"Kamu sudah pulang?" tanya yasmin; ia masih memegang satu snack ditangannya
Reno melangkah kan kakinya mendekat pada istrinya itu yang tengah duduk di sofa ruang tv, yasmin sontak menyimpan snack yang masih ditangannya itu ke meja, ia kemudian menjilati sisa sisa dari snack tersebut di jari-jarinya
Reno yang melihat yasmin menjilati jari-jarinya sendiri merasa jika istrinya itu benar-benar sangat seksi
Namun entah kenapa tiba-tiba saja ekspresi reno berubah menjadi seperti seseorang yang tengah kesal, yasmin terheran-heran melihat perubahan ekspresinya tersebut.
"Apa semuanya baik-baik saja?" tanya yasmin tersenyum canggung “Apa yang membuatnya kesal?” batin yasmin bertanya-tanya
"Bodoh sekali" reno bergumam
“Apa dia kesal karena aku memakan makanan yang ada dikulkas tanpa izin?” pikir yasmin
"Aku minta maaf aku janji akan menggantinya besok" ucap yasmin merasa tak enak hati
Reno mengernyit lalu bertanya dengan nada bicara serius "Apa kamu selalu melakukan hal itu?"
"Hey? kenapa kamu harus menujukan ekspresi seperti itu hanya karena aku memakan makananmu yang ada dikulkas tanpa izin" sahut yasmin
"Cih kamu ini sangat bodoh! jangan menjulurkan lidahmu dan menjilat seperti itu" sahut reno
"Apa?!!" yasmin sontak terkejut mendengarnya ternyata bukan prihal ia memakan makanan tanpa izin
"Aku sudah mencuci tanganku sebelumnya" ungkap yasmin ia memperlihatkan telapak tangannya
"Kamu ini bodoh sekali! aku bilang jangan menjulurkan lidahmu untuk menjilat, terutama didepan pria lain. apa kamu sudah mengerti?" reno mengatakan itu dengan nada bicara tinggi dan ia telihat sangat kesal
"Oh, ke..kenapa?" tanya yasmin
Enggan menjawab pertanyaan istrinya itu, ia malah tiba-tiba saja menciumnya.
"Aku ingatkan sekali lagi. yasmin ingat, aku tidak akan mengijinkanmu menjulurkan lidahmu seperti tadi lagi terutama didepan pria lain. apa kamu sekarang sudah mengerti?"
Walau masih belum paham mengapa reno mempermasalahkan hal sepele seperti itu, namun ia memilih mengiyakan apa yang suaminya katakan, yasmin menganggukan kepalanya.
Reno tersenyum "Pintar!" ucapnya sambil mengelus-elus kepala yasmin