Nothing Like Us

Nothing Like Us
Menikah?



Dirumah yasmin.



"Yasmin kamu pulang lagi?" tanya farah ibunya



“Aku belum menyusun sebuah alasan yang masuk akal untuk saat ini, aku harus memberikan alasan apa padanya aku benar-benar tidak tahu.


Mama tahu hubunganku dengan reno berakhir karena dia mengkhianatiku beberapa tahun lalu dan dia sangat tahu betapa terlukanya aku saat itu.


Jika aku mengatakan aku sangat mencintainya dan ingin kembali bersamanya apa itu akan masuk akal? tapi ini begitu mendadak bahkan bukan hanya kembali bersama tetapi aku juga menikah dengannya” batin yasmin



“Apa sebaiknya sku tidak mengatakannya, hanya dua tahun" pikir yasmin



"Ya, aku kembali ada barang yang ketinggalan" yasmin berusaha tenang



"Oh. mama bantu carikan ya?" tawar farah



"Tidak perlu ma, aku ambil barangnya dulu di kamar ya aku buru-buru aku akan langsung pergi kerja."



16 menit kemudian.



"Apa aku harus menghukummu karena tidak tepat waktu?" tanya reno menggoda



"Itu karena aku harus berjalan kaki telebih dahulu dari rumahku menuju mobilmu." yasmin meberi alasan



"Aku memaafkanmu."



Yasmin mengernyit "Aku tidak salah."



"Kamu telat satu menit"



Singkat cerita pada akhirnya reno dan yasmin telah resmi menikah, pernikahan itu sah secara hukum maupun agama. pernikahan itu telah terdaftar dicatatan sipil.



Saat keluar kantor catatan sipil reno tak mau melepaskan genggaman tangannya dari yasmin, sedangkan yasmin masih memasang ekspresi syok dan tak menyangka pada akhirnya ia harus menikah dengan reno pakai cara seperti ini.



Reno dengan tersenyum membukakan pintu mobil untuk yasmin.



“Aku sudah menikah dengan pria yang memang aku harapkan menjadi suamiku, dulu.” batin yasmin



“Namun harapan itu sudah lama aku kubur dalam-dalam bersama seluruh kenangannya, namun siapa sangka tuhan mewujudkannya. mewujudkan hal yang sudah tidak aku inginkan” batin yasmin



Reno melihat ke arah yasmin yang hanya temenung dalam lamunannya dan ia sedang telihat memasang ekspresi seperti tak senang.



“Apa dia begitu terpaksa menikah denganku?” batin reno bertanya-tanya



Beberapa saat kemudian, reno membawa yasmin ke apartemennya.



"Kamu akan tinggal disini sekarang." ungkap reno



“Lalu bagaimana dengan ibu dan juga adik-adik ku” pikir yasmin



"Kenapa aku harus tinggal disini?" tanya yasmin



Seharusnya memang reno tak menempatkannya di apartemen, seharusnya memang ia membawa gadisnya itu untuk tinggal divila yang memang reno bangun khusus untuk yasmin dari hasil desainnya. namun yasmin tak menyadari vila tesebut adalah wujud dari apa yang ia gambar saat ia masih berpacaran dengan reno, saat itu yasmin memimpikan bisa tinggal berdua setelah menikah dengan reno namun ia tak begitu ingin memiliki sebuah rumah, ia hanya ingin tinggal disebuah fila dengan dikelilingi pemandangan yang indah.


Namun sayang vila itu untuk saat ini di tempati oleh Nadia ibu dari reno, jadi pria itu hanya bisa menempatkan yasmin disebuah apartemen untuk sementara waktu.



"Tentu sebagai istriku kamu harus menuruti apapun kata-kataku."



"Sebenarnya apa alasanmu menikahku?" yasmin tiba-tiba menanyakannya



Reno tertegun.



"Aku..."



Yasmin belum sempat menyelesaikan ucapannya namun reno sudah mendorongnya hingga ia terjatuh ke atas ranjang.



"Eh."



Reno saat ini tepat berada di atas tubuh yasmin, gadis itu kemudian berusaha mendorong tubuhnya dengan kedua tangannya.



Yasmin mengernyit "Kamu... kamu.. kamu mau apa?" dengan terbata-bata ia mencoba bertanya




Yasmin tampak kebingungan dengan apa yang reno bicarakan "Kamu ngomong apa sih?" tanya yasmin sambil mengernyit



Tidak ada jawaban, namun pria itu malah tiba-tiba mencium bibirnya penuh nafsu.



"Apa kamu dengan pria itu juga melakukannya?" tanya reno sambil ia terus menciumi pipi yasmin hingga sampai telinganya



Pria itu dengan penuh hasrat menciumi dan menghisap bagian leher, bawah dagu dan dada yasmin hingga meninggalkan bekas kemerahan.


Ia menyilangkan tangan yasmin sambil memeganginya dengan satu tangannya dan ia menaruhnya diatas kepala gadis itu.


Satu tangannya menerobos masuk kedalam baju yasmin.



"Aaahhhh"



Yasmin merasa begitu geli saat reno meremas payudaranya. pria itu mulai mencium bibirnya lagi.



“Aku harus pergi kerja” pikir yasmin



Reno mulai melonggarkan dasi yang ia kenakan dan ia langsung melepasnya, ia juga satu-persatu melepaskan kancing bajunya.



Yasmin mencoba bangun "Aku harus pergi kerja" ungkapnya.



Namun reno kemudian kembali mendorongnya, telihat dengan begitu jelas jika ia memang sudah sangat terangsang.


Reno mencoba melepaskan celana yang Yasmin kenakan



"Aku... aku belum siap ren aku belum siap" ungkap yasmin sambil menahan tangan reno yang mencoba membuka celananya



"Jangan buat seolah-olah ini yang pertama kali, kamu sudah melakukannya dengan pria lain aku tahu." ucap reno kesal



"Sebenarnya apa yang kamu bicarakan? aku tidak mengerti." ungkap yasmin



"Yasmin ingat statusmu."



Tiba-tiba saja dering ponsel reno berbunyi.


Reno telihat kesal karena itu baginya sangat menganggu namun ia memilih tidak menghiraukannya dan melanjutkan apa yang harus ia dapat dari istrinya.


namun ponselnya terus berdering hingga mencapai lima kali



“Sialan.” kesal reno dalam hatinya



Pada akhirnya reno mau tak mau harus melihat telebih dahulu siapa yang berani menelpon dan mengganggu waktunya bersama gadisnya itu.


Ternyata yang menelponnya tak lain adalah gavin itu telihat dilayar ponselnya



“Gavin, sudah mau mati ya.” kesal reno dalam hatinya



Reno akhirnya menjawab telponnya hanya sekedar memperingatinya untuk tidak mengganggu waktunya lagi.



‘Ada apa?’ ucap reno dengan nada bicara ketus



‘Boss meeting.’



‘Kau ini tidak tahu bahasa manusia ya? bukan kah saya sudah bilang untuk dibatalkan.’



‘Boss mana bisa begitu, ini client kita dari turki lho. untuk mengatur waktu bertemu dengannya saja kita memerlukan usaha membujuknya selama tiga bulan dan kau masa seenaknya membatalkan begitu saja’



‘Oh.’



‘Aku sudah usaha untuk mengulur waktu, boss cepat ke kantor’



‘Oke.’



Reno melihat ke arah yasmin, yasmin langsung duduk dan merapihkan bajunya.



Reno menundukkan tubuhnya sedikit dan lalu mencium kening istrinya itu.



"Aku pergi dulu ya"