
Siang harinya tepat setelah jam makan siang, Yasmin mendatangi perusahaan kosmetik yang akan menggunakannya sebagai model untuk produk liptint tersebut
Ia didampingi oleh salah satu staff perusahaan kosmetik itu untuk langsung menuju tempat pemotretan, Namun tiba-tiba..
Alika menyahut dari kejauhan "Yasmin"
Yasmin sontak saja menoleh, namun gadis itu tidak hanya melihat alika seorang diri; tetapi ia melihat alika berjalan mendekat padanya bersama seorang wanita dewasa disampingnya yang tak lain adalah Nadia ibu kandung Reno anggara; nadia ternyata diam-diam kembali ke negara ini dengan bantuan alika
Yasmin hanya terperangah, gadis itu bertanya-tanya dalam benaknya, alika bersama dengan siapa? sepertinya ia pernah melihatnya namun benar-benar lupa dimana
Nadia tiba-tiba saja menampar Yasmin, membuat Yasmin sendiri benar-benar syok. gadis itu merasa tidak mengenalnya apalagi bermasalah dengannya, tetapi mengapa wanita didepannya ini malah tiba-tiba menamparnya tanpa sebab?
Yasmin menoleh ke arah alika dengan tatapan meminta penjelasan; sedangkan disisi lain staff perusahaan kosmetik mencoba trus menenangkan dan mengingatkan bahwa ini adalah kantor tidak boleh ada keributan masalah pribadi
"Jauhi anak saya Reno" Ucap nadia dengan nada membentak
“Anaknya? reno? jadi dia adalah ibu kandung reno?” batin yasmin
"Saya sudah mengetahui semuanya dari alika, kamu adalah seorang wanita yang tidak benar. kamu memanfaatkan anak saya untuk melunasi semua hutang-hutang orang-tuamu yang jumlahnya puluhan miliar" bentak Nadia
Yasmin terdiam, gadis itu merasa memang ada benarnya yang dikatakan nadia, ia memang memanfaatkan Reno untuk menolongnya membayar hutang-hutang ayahnya saat itu.
"Dan masih memanfaatkannya untuk membayar rumah sakit jiwa ayahmu, kamu benar-benar seorang wanita parasit" bentak nadia
Nadia kemudian mengancam Yasmin "Saya peringatkan sekali lagi, jauhi anak saya atau saya akan menghancurkan hidupmu beserta keluargamu, saya hanya tidak mau anak saya terjerat oleh wanita parasit seperti kamu"
Yasmin terlihat menahan tangisnya
"Ayo alika kita pergi" ajak nadia
Alika tersenyum "Tapi tante aku harus menemui CEO perusahaan terlebih dulu"
"Kalau begitu tante duluan" Nadia hendak bergegas pergi namun masih sempat sempatnya menyenggol yasmin dengan keras; sehingga membuat yasmin yang pikirannya sedang kalang kabut kehilangan keseimbangan dan tejatuh sampai terbentur kesebuah meja hiasan didepannya
"Yasmin apakah sakit?" tanya alika
Staff perusahaan tersebut membantu yasmin berdiri, dan ia melihat bibir yasmin berdarah karena terbentur ke meja hiasan tersebut.
"Nona yasmin bibirmu berdarah, kalau seperti ini bagimana kamu akan menjadi model untuk produk liptint perusahaan kami?"
Yasmin menghela nafas "Tidak apa-apa, aku belum menandatangani kontrak juga? jadi kalian bisa mencari pengganti" ungkap yasmin berusaha ihklas
"Puas kamu alika?" tanya Yasmin
Alika tersenyum "Yasmin sayang ini belum seberapa"
Yasmin pergi meninggalkan perusahaan
"Nona apa yang terjadi dengan wajahmu? apa ada orang yang melukaimu?" tanya salah satu bodyguard terdengar sangat khawatir
"Seharusnya tadi anda mengijinkan kami untuk ikut bersamamu kedalam, kalau sampai terjadi apa-apa denganmu kita bisa-bisa habis oleh tuan muda anggara" sahut bodyguard yang lainnya
"Kalian tidak perlu berlebihan aku Baik-baik saja"
"Pak suhipto pulang ke apartemen" ucap yasmin
"Tapi saya mau pulang ke apartemen" jawab yasmin; batinnya bagaimana mungkin ia menemui reno dengan keadaan seperti ini
"Nona tolong saya, jika saya tidak berhasil membawa anda menemuinya saya akan dipecat."
"Ta-tapi aku...."
Beberapa saat kemudian, diperusahaan reno.
Yasmin telihat masuk kedalam perusahaan sambil menutupi wajahnya dengan menggunakan tangan, setiap karyawan dan staff perusahaan reno yang menyapanya; ia hanya menjawabnya namun tidak memperlihatkan senyuman ramah seperti biasanya, ia juga jalan terburu-buru menuju lift
Yasmin sampai di ruangan khusus Reno; pria itu mendengar suara pintu terbuka, sudah pasti itu adalah istrinya, karena sebelumnya ia sudah memperingati kepada siapapun untuk tidak mengganggunya siang ini.
Reno dengan nada bicara dingin menanyakan "Untuk apa datang ke perusahaan kosmetik?" tanya nya; posisinya berdiri membelakangi yasmin
"A-aku...."
Reno tiba-tiba berbalik, betapa terkejutnya ia ketika melihat pipi istrinya memar dan bibirnya terluka.
Reno mengernyit "Apa yang terjadi dengan wajahmu?" tanya nya
Yasmin hanya diam seribu bahasa
"Siapa yang melakukannya?" tanya reno serius
"Yasmin aku tanya siapa yang melakukannya? dimana dua bodyguard yang tidak berguna itu kenapa kamu bisa jadi seperti ini?"
Yasmin menggeleng "Aku tidak apa-apa"
Reno terlihat khawatir ketika melihat luka dibibir yasmin mengeluarkan darah, sontak ia mengeluarkan sapu tangan miliknya untuk mengelap darah tersebut.
"Bibirmu... berdarah" ia nampak sangat khawatir
"Pakai ini" reno menyodorkan sapu tangan miliknya
"Terima kasih" yasmin mengambil sapu tangan tersebut
"Yasmin katakan siapa yang membuatmu menjadi seperti ini? akan lebih buruk jika aku yang akan mencari tahunnya sendiri"
"Em..."
"Dimana dua bodyguardmu, apakah dia tahu sesuatu?" tanya reno
Yasmin menggeleng "Tidak, tidak." jawabnya
"Jadi mereka tidak menjagamu setiap saat?" reno nampak sangat marah
"A-aku yang menyuruhnya untuk menunggu diluar, itu bukan salah mereka" jawab yasmin
"Jangan mempersulit aku hanya ingin tahu siapa orang yang membuatmu seperti ini?"
Yasmin hanya menunduk terdiam tak ingin menjawab
Reno memukul meja kerjanya dengan keras karena kesal, hal tersebut membuat yasmin benar-benar terkejut. "Baik yasmin tidak mau memberitahuku? maka aku akan mencari tahunya sendiri."