Nothing Like Us

Nothing Like Us
Keluar rumah sakit




Singkat Cerita; Setelah tak lama sadar Yasmin langsung bersikukuh meminta pulang dengan terus menyakinkan suaminya jika ia sudah baik-baik saja


Awalnya keinginan tersebut terus-menerus tidak direspon oleh Reno, karena dokter sendiri menyarankan Yasmin harus dirawat setidaknya untuk malam ini saja agar memastikan kondisinya memang benar-benar sudah pulih; namun Reno yang saat itu melihat Yasmin terus merengek layaknya balita, pada akhirnya ia mau tidak mau menyetujui keinginannya tersebut, walaupun mengiyakan dengan raut wajah yang terlihat kesal; tentu saja ia kesal, karena Yasmin benar-benar gadis yang keras kepala. bahkan gadis itu tampaknya tidak memperdulikan sama sekali perasaan Reno yang begitu menghawatirkan dirinya. Yasmin tetap pada keinginannya untuk pulang


Kemudian Reno membawa Yasmin pulang, namun bukan ke apartemen melaikan ke rumahnya. Yasmin sempat mempertanyakan mengapa tidak pulang ke apartemen saja? Reno lalu menjawab mulai dari sekarang ia akan tinggal dirumah besarnya; Karena pria itu tidak akan merasa tenang disaat ia harus keluar meninggalkan Yasmin sendirian di apartemen tanpa satupun asisten rumah tangga disampingnya. jika Yasmin berada di rumahnya ia akan merasa tenang, toh ada nenek Kate dan beberapa asisten rumah tangga yang akan siap 24 jam melayaninya dan memperhatikan nya; terutama untuk mengingatkan Yasmin waktunya makan


Lalu Reno langsung membawa Yasmin ke kamar dan menyuruhnya untuk istirahat, ia begitu lembut dan penuh perhatian. Yasmin hanya tertegun dan mengiyakan segala hal yang Reno katakan; nampaknya ia terbuai dengan sikap lembut dan penuh perhatian dari suaminya itu


"Istirahatlah, jika butuh apa-apa kamu bisa langsung memanggilku atau pembantu disini" Ucapnya sambil mengelus lembut kepala Yasmin


Yasmin hanya mengangguk lalu tersenyum


"Aku keluar sebentar"


beberapa saat kemudian



"Apakah kamu menemuinya Reno?" tanya zidan anggara


"Ya."


"Apa yang bisa kamu katakan padanya? aku tahu kamu sangat mencintai Yasmin, tetapi bagaimanapun juga dia adalah ibumu" jelas Zidan anggara


"Aku hanya memperingatinya untuk tidak melukai Yasmin"


"Reno.. aku tidak pernah mengajarimu untuk membenci ibumu sendiri"


"Benar, aku yang berinisiatif sendiri untuk membencinya"


Ternyata ada Yasmin yang sedang mendengarkan percakapan Ayah dan anak itu dibalik pintu yang sedikit terbuka, namun tak lama sayangnya tiba-tiba saja Zidan anggara mengetahui keberadaan Yasmin


"Yasmin sedang apa kamu disitu?" sahutnya


Yasmin sontak terlihat panik. namun rasanya hal itu wajar, bagaimana tidak? ia tertangkap basah di saat sedang menguping percakapan yang sepertinya tak seharusnya ia dengarkan


Reno menoleh "Yasmin bukankah aku menyuruhmu untuk istrahat?" sahutnya


Yasmin terlihat gugup "Ak-aku haus, aku hanya ingin mengambil air minum ke dapur" jawabnya


Reno mendekat pada Yasmin "Kenapa tidak menyuruh orang lain saja?" tanya nya


"hm itu Ak-aku..."


Reno menarik tangan Yasmin agar ia kembali ke kamarnya "Sudahlah, ayo kembali ke kamar dan istirahat" ajaknya; pria itu sempat memanggil pembantu dan menyuruhnya mengambilkan air minum untuk Yasmin


Setelah sampai dikamar


"Tunggu dulu..." Ucap Yasmin tiba-tiba



Yasmin menarik lengan Reno untuk ikut duduk bersamanya sebentar; karena ada yang ingin ia tanyakan. sedangkan Reno tampak kebingungan pikirnya kenapa 'Kenapa Yasmin harus menariknya duduk dilantai sedangkan disampingnya terdapat sebuah sofa?


"Ada apa Yasmin?" Reno mengernyit


"Ada yang ingin aku tanyakan!" jawab Yasmin dengan raut wajah terlihat serius


"Oke! tetapi sebelumnya.. ada yang ingin aku tanyakan juga" ucap Reno


Yasmin hanya menujukan ekspresi wajah yang seolah-olah seperti bertanya 'Apa yang ingin kamu tanyakan?


"Kenapa kita harus duduk dilantai? apa kamu pikir sofa itu hanya untuk pajangan?" tanya Reno


Yasmin menoleh ke arah sofa tersebut, ia bahkan sebelumnya tidak menyadari keberadaan sofa itu; spontan saja ia malah menarik Reno untuk duduk dilantai. Entah kenapa setelah mendengar pertanyaan dari suaminya itu malah membuat ia merasakan malu diseluruh tubuhnya


Reno menghela nafasnya "Sudahlah, apa yang ingin kamu tanyakan? setelah itu langsung istrahat, kamu baru saja keluar dari rumah sakit dan belum benar-benar pulih" ucapnya


"Sebelumnya aku minta maaf karena telah menguping pembicaraanmu dan papimu"


"Tidak apa-apa, apa itu sebuah pertanyaan?"


Yasmin menggeleng cepat "Bukan" jelasnya


"Kalau begitu.. cepat tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan, ini sudah larut malam.. kamu harus istirahat"


"Tanyakan saja" Sahut Reno meyakinkan


"Ke-kenapa... Kamu... kenapa kamu sangat mencintaku?" tanya Yasmin tiba-tiba


Reno mengernyit "Hah?" Hanya itu yang keluar dari mulutnya pertama kali setelah mendengar pertanyaan dari Yasmin


“Aku benar-benar malu menanyakan hal semacam ini, aku merasa aku terlalu percaya diri ughh...” batin Yasmin


Suasananya malah menjadi canggung, Reno hanya tertegun. nampaknya ia terkejut dengan pertanyaan Yasmin barusan


Yasmin tersenyum konyol "Sudahlah, tidak perlu dipikirkan aku.. aku hanya iseng bertanya" ucapnya sambil tertawa kecil


“Ughh apa yang telah aku lakukan? aku bahkan belum mengetahui pasti perasaan Reno yang sebenarnya, bisa saja papi hanya salah paham. kenapa aku malah begitu percaya diri mempertanyakan hal seperti itu? itu hanya akan mempermalukan diriku sendiri” batinnya


Yasmin berdiri "Aku akan istirahat." ucapnya; ia melangkahkan kakinya menuju tempat tidur


Namun tiba-tiba Reno memeluknya dari belakang ia berbisik "Aku terkejut mendengar kamu mempertanyakan hal seperti itu, tetapi sejujurnya aku senang karena itu artinya kamu sudah mulai memperdulikan perasaanku bukan? semala ini kamu selalu menganggap tidak serius ucapanku"


Yasmin hanya tertegun, karena itu benar. selama ini ia selalu menganggap ucapan Reno hanya bualan semata.


"Aku tidak tahu alasannya, tapi aku dapat membuktikan kepadamu kalau aku sangat mencintaimu" bisik Reno


"Hm.. Ak-aku..."


"Sudahlah, kamu harus istrahat. kita bisa membicarakannya lain waktu. jangan terus membuatku merasa khawatir" jelasnya, sambil membantu Yasmin berbaring


Tiba-tiba saja dering ponsel Reno berbunyi, dan ternyata sekertarisnya menelpon. ia menjawab telpon tersebut; tenyata Steffy hanya mengabari jika klien dari Jerman sudah datang ke klub yang telah dibooking sebelumnya, Reno seharusnya menyambut kedatangan kliennya dari Jerman itu namun ia enggan meninggalkan Yasmin yang sedang sakit sendirian. lagi pula pertemuan tersebut bukan untuk membicarakan bisnis atau pun hal penting lainnya; melainkan hanya sebuah sambutan dan hanya sekedar untuk mempererat pertemanan


Reno menyeruh Steffy menghubungi Gavin dan Abel untuk menemani klien bersenang-senang malam ini; Gavin kebetulan baru saja pulang setelah berhari-hari mengurus beberapa kesepakatan diluar negeri.


"Kenapa kamu tidak datang?" sahut Yasmin


"Karena istriku sedang sakit" jawabnya


"Aku baik-baik saja"


"Aku ingin menemanimu" jawabnya


Ke esok kan harinya


"Nenek kate tolong ingatkan dia untuk makan tepat waktu" ucap Reno


"Baik tuan"


“Nenek kate, entah kenapa aku selalu merasa dia menghindari ku” batin Yasmin


Yasmin mengantar Reno yang hendak pergi bekerja sampai pintu depan


"Jangan kemana-mana dulu.. istirahatlah dirumah, minum obatnya dan ingat jangan telat makan"


Yasmin hanya mengangguk


"Memar diwajahmu sudah mulai hilang dan luka dibibirmu juga sudah mulai membaik. ingat untuk mengoleskan salepnya pada bibimu"


lagi lagi Yasmin hanya mengangguk


"Satu lagi... Jika ada keperluan pakailah uang yang ada di Kartu yang telah aku berikan sebelumnya, tidak perlu mencari pekerjaan. itu milikmu pakai saja sesukamu" jelas Reno


"Ta-tapi...."


"Aku harus berangkat kerja"



Reno mendekat pada Yasmin dan mencium pipi istrinya itu dan juga ia mengarahkan bibir Yasmin untuk mencium pipinya.


"Tidak apa-apa aku tahu bibirmu sedang terluka, begini sudah cukup"


Yasmin sontak terperangah dengan apa yang Reno lakukan, dan setelah itu Reno hanya tersenyum konyol.


Tak lama Reno berbalik badan dan langsung melangkahkan kakinya menjauh. Yasmin tertawa kecil saat Reno sudah pergi, namun pria itu malah sontak menoleh kebelakang dan tersenyum padanya, Yasmin langsung tertegun ia takut dipergoki sedang menertawakan tingkahnya yang lucu. namun kemudian gadis itu membalas senyumannya dan melambaikan tangan.


***********