Nothing Like Us

Nothing Like Us
Ketika suasana hati bahagia



Beberapa saat kemudian: di perusahaan besar anggara


Reno datang-datang tak seperti biasanya, hari ini begitu terlihat dengan jelas diraut wajahnya itu ia sedang dalam suasana hati yang sangat baik dan bahagia.


Semua orang kantor namun aneh melihatnya, semuanya terheran-heran dengan gelagat CEO perusahaannya tersebut, bagaimana tidak? benar-benar tak seperti biasanya ia mau menjawab sapaan dari karyawan dan staff kantor perusahaannya. pria itu juga tak henti-hentinya menebar senyuman ke setiap orang yang dijumpainya, sikapnya yang dingin dan terlihat argon itu seperti begitu saja lenyap dari dirinya.



Beberapa saat kemudian, baru saja berpisah dengan yasmin sekitar tiga jam yang lalu namun reno sudah merasakan kerinduan yang luar biasa, sampai ia tak tahan ingin langsung menelpon istrinya itu untuk hanya sekedar mendengar suaranya saja.



Reno meraih ponselnya yang terletak di meja kerjanya, saat hendak menghubungi istrinya itu namun reno sempat menimbang nimbang naitnya dulu, ia sejujurnya takut menganggu nya. karena yasmin sempat mengatakan sebelumnya jika ia hari ini akan pergi ke kampus dan bertemu dosen pembimbingnya untuk mengerjakan skripsi kelulusan.


Namun pada akhirnya reno tetap saja tak tahan ingin menghubungi nya



(Tersambung via telpon)



‘Kamu dimana?’ tanya reno



‘Di restoran jepang dekat kampus, Sedang makan siang bersama teman-temanku, ada apa?’ jawab yasmin



reno mengernyit ‘Bukan kah seharusnya kamu berada dikampus?’ tanya reno



‘Ini jam makan siang, lagi pula aku sudah selesai’



‘Suamimu ini belum makan siang lho? antarkan makan ke sini’



‘Hah?’



‘Aku tunggu kamu’



Di sisi yang lainnya.



“Dia menutup telponnya?” batin yasmin kesal; karena ia merasa belum menyetujui permintaan reno tersebut, namun reno sudah begitu saja menutup telponnya.



"Yasmin kamu kenapa lama sekali ditoilet?" sahut loly




"Itu karena perutku tidak enak" yasmin membual



"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya loly sontak telihat begitu khawatir



"Aku baik-baik saja" yasmin tersenyum canggung "Itu, maaf aku harus pulang dulu" yasmin mengatakannya dengan tidak enak hati



"Kenapa? apa ada masalah?" tanya loly semakin khawatir



"Ya, sedikit. tapi nggak apa-apa" ungkap yasmin



"Benarkah?" tanya loly memastikan



"Kamu nggak perlu khawatir ini hanya masalah kecil saja" ungkap yasmin berusaha meyakinkan



"Baiklah"



"Aku akan pergi berbicara dulu dengan fany" ucap yasmin



Beberapa saat kemudian, yasmin membeli makanan di restoran yang berbeda dengan restoran Jepang yang tadi ia makan bersama teman-temannya. karena ia sebenarnya hanya tidak ingin ditanya ia akan membawa pulang makanan tersebut untuk siapa? karena teman-temannya tahu keluarga yasmin sebenarnya tak terlalu menyukai makan khas Jepang



Sepanjang jalan menuju ke kantor reno, yasmin hanya mengomel dalam hatinya karena merasa kesal dengan reno yang kesannya membuat iya tidak ada pilihan lain selain menuruti keinginannya itu. padahal sebenarnya yasmin masih sakit hati dengan perkataan dari bagian resepsionis dari perusahaan suaminya tersebut, ketika itu mereka menganggap dirinya sama dengan wanita-wanita lainnya yang mencoba berbagai cara untuk merayu CEO perusahaannya itu.