Nothing Like Us

Nothing Like Us
Rencana alika gagal



Universitas dimana Yasmin kuliah.



"Fany.." yasmin menyahuti dan melambaikan tangannya sambil tersenyum ia memanggil dari jauh temannya itu



Namun ada yang aneh dari gelagat temannya itu, ia sempat melirik ke arahnya namun responnya seperti acuh tak acuh


fany malah mempercepat langkah kakinya seakan-akan ia memang benar-benar berniat mengindari yasmin


yasmin yang melihat begitu kebingungan dengan perubahan sikap temannya fany yang ia anggap begitu tiba-tiba.



Kemudian yasmin mengingat-ingat kembali apa yang fany ungkapkan padanya tadi malam



Walaupun yasmin tidak mengetahui pasti dimana letak kesalahannya, namun ia tetap merasa begitu bersalah pada fany.



Ini baru pertama kalinya fany bersikap demikian pada yasmin, gadis itu begitu merasa sedih atas tiba-tiba nya perubahan sikap dari fany padanya.



"Yas" Tiba-tiba saja ada yang menyahuti namanya dan menepuk pundaknya, itu membuat ia terkejut bukan main dan sontak tersadar dari heningnya



"Eh.."



"Maaf kamu kaget ya?" ternyata yang menyapanya tak lain adalah loly



"Loly?"



Yasmin memiliki sikap introvert, ia tak begitu suka bergaul dengan banyak orang


maka dari itu ia hanya memiliki dua teman terbaiknya dikampus, yang tak lain adalah fany dan loly.



"Udah selesai kelasnya?" tanya fany



Yasmin hanya mengangguk.



"Sini..sini.." Loly menarik tangan yasmin agar ia ikut dengannya untuk duduk dibangku taman kampus



"Yas ada masalah? coba cerita" loly menyadari ekspresi yasmin yang kurang baik, ia pun dengan nada khawatir mencoba mempertanyakan apa yang terjadi pada teman nya itu



"Apa kamu tahu soal fany yang suka sama gilang?" tanya yasmin spontan



"Aku tahu, cuma setauku dia sudah lama menyerah" ungkapnya



"Selama ini didepannya gilang selalu menunjukkan usahanya untuk mengejarku, dia pasti sangat terluka" yasmin mengatakannya dan menundukkan wajahnya



Loly menepuk pundak yasmin mencoba menenangkan "Perasaan mana bisa diatur sih yas?" ungkapnya



"Gilang suka sama kamu itu bukan salah kamu" tambahnya



Yasmin tersenyum sendu "Tadi malam fany mengungkapkan dia menyukai gilang, aku benar-benar terkejut" ungkap yasmin



"Lalu?" loly menyimak dengan serius



Yasmin mulai mengeluarkan air mata "Tapi bukan itu masalahnya.." namun dengan cepat ia menahannya dengan menggunkan jari-jarinya agar tak tumpah samapai ke pipinya



"Sekarang fany seperti sedang menghindariku" ungkapnya



Loly memeluk yasmin mencoba menenangkan suasana hatinya, namun sebenarnya loly sendiri bertanya-tanya mengapa fany tiba-tiba memiliki sikap seperti itu.



"Yas aku akan mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada fany dan mengapa dia sampai bisa bersikap demi kian padamu, tapi tolong kamu jangan terus-menerus menyalahkan dirimu. dalam hal seperti ini kamu sama sekali tidak salah" ungkapnya



Yasmin tersenyum sendu "Terimakasih loly"




Di bagian Resepsionis perusahaan besar anggara



"Saya mau bertemu Ceo perusahaan kalian, Reno anggara" dengan nada bicara begitu angkuh



"Wanita jalang yang mencoba mendekati tuan muda anggara tidak ada habisnya" gumam bagian resepsionis



Dengan ekspresi wajah menujukan ketidak sukaan dan gaya bicara malas-malasan "Apa nona sudah memiliki janji dengan Ceo perusahaan kami?" tanya nya



"Sudah." jawabnya jutek



"Bisa disebutkan nama nona siapa?" tanya nya



"Saya Alika meliana" ungkapnya



Bagian resepsionis dengan teliti melihat daftar tamu hari ini dan beberapa saat kemudian hasilnya benar saja tidak ada nama atas alika meliana di daftar tamu "Maaf nona sepertinya anda tidak memiliki janji apa-apa dengan Ceo perusahaan kami, nama anda tidak ada di daftar tamu hari ini"



Bagian resepsionis itu mengulurkan tangannya menujukan jalan keluar kepada alika



"Kamu berani mengusir saya? saya ini kekasih dari Ceo perusahaan kalian. hati-hati kamu" ungkapnya sedikit mengancam dengan nada bicara angkuh



Tiba-tiba saja gavin menghampiri ia mengernyit "Ada apa ini?"



Beberaap saat kemudian karena alika mengancam akan memberikan keributan luar biasa di perusahaan, pada akhirnya gavin yang sangat mengetahui sikap alika yang begitu nekat ia menyerah dan membantunya agar ia bisa bertemu dengan reno.



Gavin mengantarkan alika ke ruangan khusus reno, namun reno memang belum ada diruangan itu dikarenakan ia masih berada diruang meeting.




Reno yang baru saja kelur dari ruang meeting melihat sekertaris pribadinya, steffy sedang membawakan segelas orange Juice dengan terus-menerus mengomel sampai ia tak sadar bahwa boss perusahaannya berada tepat dibelakangnya



"Siapa sih wanita yang berada di ruangan tuan muda anggara, uh merepotkan saja" omel nya



"Steffy"



tiba-tiba saja reno menegurnya sampai membuat steffy hampir saya menjatuhkan gelasnya



Steffy menundukkan sedikit tubuhnya "Selamat siang pak" ia menyapanya dengan ramah



Reno mengernyit "Memangnya ada siapa didalam?" tanya nya penasaran



"Dia bilang sih dia pacar bapak" steffy mengatakan itu dengan seluruh tubuh bergetar



“Gavin tidak mungkin berani memasukkan sembarangan wanita lagi ke dalam perusahaan setelah aku tegur dia beberapa kali, apa yang didalam itu yasmin?” pikir reno



"Apa dia sangat cantik? apa wanita itu memiliki tingginya sekitar 165 cm? tunggu, Apa dia memiliki pipi yang sedikit chubby?"



pertanyaan reno sontak membuat steffy tertegun



“Wanita itu biasa saja, dia cukup tinggi mungkin sekitar 173 cm” batin steffy



"Bapak bisa melihatnya sendiri" ucap steffy yang menolak mengatakan kebohongan



“Kalau aku mengatakan wanita itu sangat cantik aku berbohong, tetapi jika aku mengatakan kejujuran takutnya dia benar-benar kekasih tuan muda anggara. aku mengatakan hal buruk tentangnya bisa-bisa langsung ditendang dari perusahaan” batin steffy



"Berikan orange juice itu pada saya, saya yang akan memberikannya sendiri" ucap reno



Steffy telihat dengan senang hati saat memberikannya, ia juga tak ingin bertatap wajah dengan perempuan itu lagi


steffy merasa begitu kurang suka dengan sikapnya yang begitu arogan



Reno kemudian membuka pintu ruangan khusus nya, saat pintu terbuka wanita itu terlihat sedang duduk santai dikursi miliknya dan membelakangi nya.



"Sayang" sahut reno memanggil



Steffy yang masih berada di sekitar reno sontak tertegun, ia sangat terkejut mendengar reno memanggil wanita itu dengan sebutan sayang.



“Jadi perempuan itu benar-benar kekasihnya, astaga selama ini tuan muda anggara selalu banyak dikelilingi oleh wanita-wanita cantik, dari artis papan atas sampai supermodel aku tidak menyangka dia akan menyukai wanita seperti itu” batin steffy



Alika memutar kursinya menghadap reno, reno yang melihat ternyata wanita itu bukan yasmin melainkan alika sontak aura kekecewaannya sungguh terpancar dari raut wajahnya.



Alika menghampirinya dan mencium pipi reno dengan lembut sambil ia mengatakan "Ternyata kamu tahu ya aku mau datang?"



Reno mendorong tubuh wanita itu agar menjauh darinya, ia melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju kamar mandi khusus di ruangnya.



Dengan ekspresi penuh kebencian dan perasaan jijik pria itu membasuh wajahnya dengan air di wastafel, terutama untuk di bagian pipi yang baru saja dikecup alika.



Reno menyalahkan gavin sepenuhnya atas bisa masuknya alika ke ruangannya, pria itu dengan terburu-buru langsung mencoba menghubungi gavin namun sepertinya ponsel temannya itu sedang tidak aktif.



Saat reno keluar dari kamar mandi, ia begitu terkejut melihat alika sedang melonjorkan kakinya di atas sofa seolah-olah sedang menempatkan diri sendiri sebagai role model majalah sexy.



Wanita itu menggunakan gaun merah yang ketat, gaun itu jauh di atas lutut.


Awalnya ia mengunakan blazer sebagai luaran, namun sepertinya dengan sengaja alika buka.



Ia melihat alika dengan sinis “Apa yang sedang dilakukan wanita ini sebenarnya?” batin reno bertanya-tanya



“Cih. apa dia sedang berusaha menggodaku” pikir reno



“Dia pasti akan langsung bergairah dan langsung mencumbuku” pikir alika



Namun pada kenyataannya reno sama sekali tidak tertarik dengan tubuh alika, jika saja itu yasmin mungkin reno akan langsung bergairah dan sontak berlari untuk mencumbu nya.


baginya tubuh yasmin lah yang paling sexy, tubuh alika terlihat jelas hasil permak.



"KELUAR!!!" reno membentak nya



"Reno aku...." alika ingin mengatakan sesuatu namun terus-menerus patahkan oleh reno



"Alika tentunya kamu tidak ingin kan diusir dengan cara memalukan? diseret seret security misalnya?" reno bertanya dengan nada bicara jengkel



“Cih. sial. pakai cara ini tidak berhasil menarik perhatiannya” kesal batin alika



"Aku akan keluar" alika menyerah



"Pakai baju yang benar, datang ke sebuah perusahaan besar tetapi outfitmu itu lebih cocok untuk pergi having fun diklub. tidak kah kamu merasa malu?" sindir reno



Alika muak akan sindiran reno, ia langsung mengambil tas dan blazer nya dan berlari meninggalkan ruangan reno dengan penuh kekesalan.





Terimakasih untuk yang sudah meluangkan waktu membaca ♡


Tinggalkan komentarmu readers ❀~