MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Bonchapt terakhir. Reuni



Tahun telah berganti geng ambyar sudah memiliki keluarga kecil mereka masing-masing. Marsha dan Al sekarang memiliki 2 orang anak, satu perempuan dan satu lagi laki-laki.


Arga juga sudah mau memiliki tiga anak, sang istri saat ini sedang hamil tua, Sita dan Jak memiliki anak kembar cewek, sementara Ayu dan Randi baru memiliki anak satu cowok, mereka sedang program untuk hamil anak kedua, sementara Diki dan Resa sama dengan Sita mereka memiliki anak kembar cowok.


Hari ini mereka berencana untuk acara reuni di Villa Alfan, tempat pertama kali Al menembak Marsha. Karena kesibukan mereka sebagai seorang ayah dan suami, jadi mereka jarang sekali bertemu apalagi buat nongkrong.


"Yank, kamu udah siapin baju semuanya kan, bentar lagi kita berangkat?"teriak Al dari bawah sambil menggendong putra keduanya yang masih berumur 2 tahun.


"Udah, bentar lagi aku turun lagi dandanin Naritta dulu nih!"jawab Marsha sambil mengikat rambut panjang putrinya yang sekarang berusia 5 tahun.


Tak berapa lama Marsha dan sang putri turun ke lantai bawah dengan koper di tangannya. Naritta tampak cantik dengan kuncirnya, sementara Marsha ibu beranak dua itu malah makin terlihat cantik dan sexy di mata sang suami.


"Udah siap kan? Ayo!"ajak Al sambil berjalan menuju keluar, Naritta yang memang dekat dengan Al tak mau lepas dari sang ayah hingga, Alfin putra kedua mereka digendong Marsha.


Setelah mereka semua masuk mobil, dan duduk dengan nyaman, Marsha menanyakan tentang sahabat mereka yang lain apa sudah berangkat atau belum?


"Udah kamu chat aja di grup, udah pada berangkat belum?"jawab Al kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Geng Ambyar


Marsha : udah pada berangkat belum woy? 😂


Sita : Otw, Sha ntar langsung ketemu di sana aja ya🤗


Resa : Gue masih sibuk ama si kembar nih, bentar lagi berangkat


Arga : Udah dong, untung istri gue sehat-sehat aja kita udah otw ya


Ayu. : Udah nih lagi di jalan


Diki :Lo pada jangan pada ninggalin gue ngapa?


Marsha : Dih,,, sono bantuin dulu bini lo


Marsha pun menutup kembali ponselnya dan memberitahu sang suami kalau yang lain udah pada jalan, kecuali Resa yang masih sibuk dengan babynya.


"Ya, udah ntar kalau udah pertengahan jalan wa lagi Resa kasian, kita tungguin!"jawab Al sambil tetap fokus pada jalan di depannya.


Perjalanan yang panjang membuat kedua putra putri mereka tertidur lelap, biasanya Naritta paling bawel kalau diajak jalan kayak gini, tapi hari ini mungkin karena cukup jauh, ia pun tertidur pulas di jok belakang, sementara Alfin tidur di pangkuan sang ibu.


"Aku bahagia, Yank, kita memiliki segalanya, putra dan putri kita yang ganteng dan cantik juga penurut."ucap Al tiba-tiba sambil mengusap puncak kepala Marsha.


"Iya, aku bersyukur dikasih dua anak yang cakep-cakep."timpal Marsha sambil mencium kening sang putra yang terlelap.


"Padahal dulu kamu susah banget aku dapetin, Yank!"kekeh Al yang langsung mendapat cubitan manja dari sang istri.


Percakapan mereka terus berlangsung, hingga tak terasa tempat tujuan mereka sebentar lagi sampai, bahkan Marsha dan Al juga lupa untuk mengabari Resa.


Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, nampak mobil Arga dan Ayu sudah berada di sana. Tinggal Sita sama Diki yang belum terlihat.


"Ya ampun, Yank, aku lupa ngabarin Resa tadi."ucap Marsha sambil menepuk jidatnya.


"Sama, Yank, udah nggak apa-apa kita tanya mereka aja."sambil membukakan sabuk pengaman sang istri, setelah dirinya. Kemudian mereka pun keluar dari mobil, tak lupa Al menggendong putri sulungnya yang masih betah dengan lelapnya, sementara Alfin yang berada di gendongan sang ibu sudah mulai bangun dan menguap.


Mereka pun masuk ke villa Al, yang disambut ramah oleh si bibi penjaga villa. Sebelum mereka melepas kerinduan mereka, semuanya menyimpan dulu barang mereka ke kamar masing-masing dan menidurkan putra dan putri mereka yang masih tertidur.


"Marshaaa,,,, gue kangen banget sama lo!"teriak Ayu saat mereka kembali ke ruang keluarga. Marsha pun menyambut pelukan sahabatnya,"sama."


Setelah itu ia pun berpelukan dengan Devita istri Arga yang sedang hamil tua. Semuanya berbincang ringan sambil melepas kerinduan mereka.


Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari luar yang bersahutan.


"Siapa si, berisik banget?"gerutu Rendi saat menggendong Alfin.


Marsha dan Ayu keluar untuk melihat siapa yang bikin ribut, ternyata mereka Diki dan Sita si biang rusuh.


"Dih, rusuh kalian nggak ilang-ilang!"sindir Marsha dengan senyum merekah.


" Shaaa, bantuin gendong anak gua napa, ribet banget dah, laki gue bawa koper soalnya!"teriak Sita sambil menggendong kedua putrinya yang seumuran dengan Alfin.


"Iya, iya sini!"sambil menggendong satu putrinya Sita yang terlihat baru bangun tidur.


"Iya, iya, santuy dong jan ngegas gitu!"kekeh Ayu sambil menggendong satu putra kembar Resa yang masih berusia satu tahun.


"Beneran repot dah punya anak kembar yang lagi aktif gini, Yu, belum lagi kalo pergi kek gini busyet bekal mereka lebih banyak dari emak bapaknya."keluh Resa sambil berjalan masuk.


"Sabar, aku malah pengen punya anak kembar, Sa!"jawab Ayu.


Saat mereka masuk, langsung disambut oleh Arga dan Rendi dengan teriakan yang membuat Jak hampir saja melempar koper ke arah mereka.


"Sialan, ngagetin lu!"omelnya.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sekarang sudah masuk sore hari, mereka berencana untuk ke pantai membawa putra dan putri mereka untuk melihat sunset dan bermain pasir.


Para istri pamit dulu untuk berganti pakaian pantai yang sudah mereka siapkan sebelumnya. Namun saat mereka keluar para suami mengerutkan keningnya dalam.


"Kenapa sih?"


"Ganti!"ucap para suami kompak.


"Dih kan ini baju pantai, ceritanya kita udah pesan jauh-jauh hari buat dipaje sekarang!"jawab Sita dan meminta persetujuan sahabat perempuan lainnya.


"Buat ntar malam aja!"jawab Jak yang diangguki yang lainnya.


Akhirnya para istri pun kembali ke kamarnya masing-masing dan mengganti pakaian mereka dengan kaos longgar dan celana jins.


"Busyet dah bini kita makin kesini makin sexy ya!"celoteh Jak yang diangguki yang lain.


"Bisa galfok kalau mereka pake baju kayak tadi."timpal Rendi yang memang sedang program bayi kedua.


"Udah ntar malam pokoknya anak-anak harus pada tidur lebih awal, apalgi anak gue udah gedean tuh sama anak Al pasti mereka kepo!"bisik Arga pada yang lainnya.


"Iya bener tuh, terus masa iya mesti dikasih obat tidur si, kan mereka masih bocah-bocah banget, apalagi anak gue masih bayi lah!"timpal Diki yang langsung mendapat jitakan dari Arga.


"Njiiir, sakit woy!"sambil mengusap kepalanya yang kena jitak.


"Dasar otak kriminal mah gitu."timpal Jak.


"Kita ajak aja anak-anak main ampe puas, biasanya kalau mereka puas main, tidurnya pasti nyenyak!"jelas Al menengahi perdebatan mereka.


"Wah pengalaman nih!"ujar Rendi sambil terkekeh.


"Ya iyalah, secara bini gue sering banyak drama dulu sebelum mulai!"jawab Al sambil tertawa.


"Pada bahas apaan si, ayo keburu sore banget!"ajak Ayu yang ternyata mereka sudah ada di sana sejak tadi.


Mereka pun berangkat ke pantai berjalan kaki, anak-anak nampak riang saat melihat pantai yang begitu luas, putra dan putri mereka langsung bermain pasir ditemani para ayah, kecuali putra Resa yang memang masih terlalu kecil untuk bermain itu.


Acara bermain mereka membuat putra dan putrinya nampak kewalahan bahkan yang kecil sudah merengek ingin pulang, tapi sebelum mereka pulang, semuanya menyempatkan untuk melihat keindahan alam yang tiada tara saat matahari terbenam. Bahkan anak-anak pun terlihat takjub dengan pemandangan di depannya.


Saat pulang ke villa semua ibu memandikan anak mereka yang tampak kotor dengam pasir di bajunya, kemudian mereka makan malam dan mulai menidurkan anak mereka satu per satu yang memang sudah kelelahan dan mengantuk.


Sekarang mereka sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton film romantis. Semuanya tampak serius kecuali para istri mereka yang mulai curiga.


"Tumben tontonannya beginian biasanya juga komedi?"celoteh Sita tiba-tiba, tapi bukan ditanggapi ia malah ditarik ke pangkuan sang suami.


"Ih ngapain si, malu!"tolak Sita. Namun ternyata yang lain juga melakukan hal yang sama pada istri mereka.


"Kamu pake baju yang tadi ya!"rayu para suami pada sang istri.


"Nggak..!"namun tentu saja tolakan mereka tak berlaku dengan gesit mereka menggendong sang istri ke kamar masing-masing.


Reuni kali ini selain melepas rindu juga kayanya pada program punya bayi.


Tamaaaaaat


Makasih ya udah mampir ke novel ini tolong dong like, komen sama vote nya kencengin biar level novel ini ga turun.


Makasih semuanya lanjut ke cerita baru aku yang on going ya udah chapt 40an lebih....