
Al dan Marsha nampak terburu-buru karena mereka bangun kesiangan.
"Lagian udah dibilangin, jangan besok aza, malah maksa, jadi kek gini kan, buruan! "omel Marsha sambil mengikat rambutnya lalu mengambil tas dan hendak ke bawah. Al yang baru keluar dari kamar mandi hanya menggaruk tengkuknya yang ngga gatal.
" Iya,, iya,,, maaf, abis aku gakuna kalo deket kamu,yank! "ucap Al sambil mengeringkan rambutnya. Marsha yang hendak membuka pintu kamar terdiam dan menoleh pada sang suami.
" Apaan gakuna? "tanyanya sambil mengerutkan kening. Al pun mendekati sang istri dan berbisik di telinganya.
" Ga kuat nahan, sayang! "bisiknya, yang malah mendapat tabokan dari sang istri.
" Iih kamu tuh, udah cepetan sana pake baju, aku nunggu kamu di bawah! "jawab Marsha sambil beranjak meninggalkan sang suami ke bawah.
Tampak sang mamah sedang membereskan makanan di meja makan, sementara papah terlihat di ruang tamu dengan beberapa berkas di tangannya.
" Pagi, mah, maaf aku kesiangan! "ucap Marsha sambil mencium pipi sang mertua.
" Ga papa sayang, kalian pasti kecapean kan kemarin pulang malem, ayo buruan sarapan, Al mana? "tanya sang mamah.
" Dia masih siap-siap mah! "jawab Marsha sambil duduk di kursinya. Tak berapa lama Al datang menghampiri mereka.
" Pagi mah, maaf kesiangan! "ucapnya sambil mencium pipi sang mamah.
" Iya udah cepet sarapan, ntar kalian kesiangan, mamah mau manggil papah dulu!"ucap sang mamah sambil beranjak ke ruang tamu.
Mereka pun sarapan bersama, setelah itu Al dan Marsha pamit untuk pergi kuliah.
Di dalam mobil
Marsha yang masih tampak kesal, langsung duduk dan membuka ponselnya, sementara Al langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Jan cemberut gitu, napa sih, yank! "ucap Al sambil menoleh sekilas pada sang istri.
Marsha hanya menanggapinya dengan gumaman kecil yang tak berarti.
" Iya ntar ga akan maksa lagi deh, yank! "ucap Al pasrah. Ia mengingat kejadian semalam saat sang istri menolaknya untuk memberi jatah, bukan apa-apa karena memang kecapean. Mereka sampai rumah sekitar jm 9 malam.
" Besok aza lah, Al, aku cape banget hari ini! "ucap sang istri yang mulai memejamkan matanya. Tapi bukan Al kalo segitu aza langsung nyerah, ia terus menggoda sang istri. Bahkan Marsha sempat bilang,
" Besok kita kan kuliah, gimana kalo kesiangan, masa hari pertama kesiangan! "omelnya saat sang suami kekeh, hingga akhirnya kemenangan milik Al.
Kembali suasana di mobil yang masih hening.
" Yank..! "panggil Al lembut. Marsha menoleh dan memberi senyuman pada sang suami,
" Udah Al, fokus nyetir aza, aku ga papa, aku mo chat temen dulu! "ucapnya lalu membuka ponselnya dan ada notif dari grup ambyar.
Sita : Woiii,, banguuun hari ini pertama kuliah, terutama lo, Sha jan honeymoon mulu😂
Marsha : berisik lo, ta, gw lagi otw ini, udah pada masuk belum sih?
Ayu : belum, sha, cepetan lo sini kangen gw.
Resa : iya buruan, sha...
Diki : Njiir gw kesiangan ini, kalo ada dosen absenin gw ya
Arga : ogah..!
Diki : sadis amat lo, ga! Yaudah gw minta bantuan manten baru aza, ya sha!
Marsha : apaan gw juga telat, ki, masih di jalan ini.
Arga : lagian lo, ki, kaya ga tau aza manten baru kek gimana hahha
Marsha : paan sih lo, ga.
Ayu : Udah ki lo ga usah mandi, cuci muka aza, jomblo ini. Heheh
Diki : yaelah jan gitu ntar lo naksir ama gue!
Ayu : dih ogah amat gue, tiap ada cewe lo godain ga usah ya
Sita : jan gitu, yu, noh si Marsha juga kemakan omongan sendiri.
Marsha : ngapa jadi gw sih, ta.
Sita : ntu yang benci sama "cowo gila" tapi dinaikahin juga. Hahahha
Marsha : njiir bacot lo, ta..
Resa : iya bener, yu, ati ati lo heheh
Chat pun berakhir, dan tanpa Marsha sadari Al sudah berada dekat di sampingnya. Bahkan Al membaca chat sang istri dengan jelas. Bahkan Al terkekeh geli membacanya. Marsha yang menoleh terlonjak kaget saat sang suami berada dekat denganya bahkan hidung mereka hampir bersentuhan.
"Aal,,, ngapain sih ngagetin tau! "omel Marsha sambil memegang dadanya. Al pun terkekeh dan berucap.
" Udah nyampe, sayang! "balanya sambil menjawil hidung mancung sang istri. Marsha pun mengedarkan pandangannya keluar jendela, ternyata ia mereka sudah ada di parkiran kampus.
" cepet amat, ya ga berasa aku, Al! "ucapnya sambil membuka sabuk pengaman.
Al kembali terkekeh dan berucap,
" Ga berasa lah, kamu anteng banget chat sama grup kamu, ampe cuekin aku, kalo yang berasa ini! "lanjutnya sambil mencium bibir istrinya sekilas.
" Aaal!! "gerutu sang istri sambil memukul bahu suaminya.
" Iya, iya, cuma dikit ko, yank! Ntar kalo ada apa-apa kabarin aku ya, udah gih cepet ke kelas! "ucap Al sambil terkekeh. Marsha pun menuruti sang suami, saat ia hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba tangannya ditarik Al.
" Apa lagi sih, Al? "gerutu Marsha.
" Masa ga salim dulu, sama suami! "ucap Al sambil mengulurkan punggung tangannya.
" Lupa! "jawab Marsha sambil mencium punggung tangan suaminya,
" ya udah aku pamit ya duluan ke kelas! "lanjutnya, yang diangguki oleh Al.
Hari pertama kuliah di semester baru ternyata tidak seramai saat hari pertama masuk kuliah, suasana kampus masih tampak lengang, bahkan ada juga beberapa doaen yang belum masuk. Hingga menjelang siang tidak ada satu pun dosen yang masuk.
Jam Makan Siang
Di kantin sudah banyak mahasiswa untuk mengisi perut mereka yang keroncongan.
Tak terkecuali geng Ambyar, mereka sudah menempati salah satu meja disana. Pesanan mie ayam memang mendominasi.
Al and the geng pun berada di kantin yang sama namun meja mereka sedikit berjauhan. Mereka asyik dengan cerita mereka masing-masing. Walau akhirnya Al pun menghampiri meja sang istri.
"Hai cantik! "ucap Jak saat berada di belakang kursi Sita. Sita yang sudah sangat kenal dengan suara bariton itu pun menoleh.
" Kak Jak, aku kangeen tau! "teriak Sita sambil menggandeng tangan kekasihnya. Jak hanya terkekeh menerima tingkah manja gadisnya.
" Woi ga kasian apa, disini masih ada yang jomblo! "gerutu Diki sambil melempar sedotan ke arah Sita.
" Bomat! "jawab Sita sambil menjulurkan lidahnya. Semua hanya tertawa saat melihat tingkah keduanya. Lalu mereka pun duduk bersama, bahkan beberapa kursi di meja sebelah mereka tarik agar bisa bersama.
" Oya Al, bener di villa yang waktu itu, ada kolam renangnya! "tanya Sita antusias, karena Marsha memang menceritakan semuanya saat ia liburan di villa.
" Ada! "jawab Al sambil meminum jus istrinya.
" Kapan-kapan boleh dong kita main kesana lagi! "seloroh Resa.
" Boleh dong hayu! "ucap Al.
" Emang kalian bisa renang? "lanjutnya.
" Bisa lah, timbang renang doang! "jawab mereka kecuali Sita dan Marsha.
" Ta, lo bisa juga kan? "tanya Diki heran saat melihat Sita hanya diam.
" Bisa lah, tapi gaya batu gw hehhe! "jawab nya cuek.
" Bagus deh, jadi kamu ada temennya, yank! "ucap Al tiba-tiba yang membuat semuanya menoleh pada Marsha.
" Sumpah lo, Sha, lo ga bisa renang? "timpal Ayu yang benar-benar kaget mengetahui kenyataan itu.
" Biasa aza kali, Yu, jan ngegas gitu! "gerutu Marsha sambil mencubit lengan suaminya yang comel.
" Tenang ntar abang ajarin neng! "timpal Diki langsung mendapat tendangan di kaki dari Al.
" Setdah, Al becanda doang mana berani gw ajarin istri lo! "lanjutnya sambil mengusap kakinya.
Hingga akhir jam makan siang belum ada tanda-tanda bakal kondusif, mereka pun berencana pulang setelah mendapat pengumuman kalo besok akan dimulai untuk jadwal pengambilan mata kuliah semester baru.
Sekitar jam 2 siang mereka pulang. Marsha dan Al pun pulang dan mampir dulu ke rumah Marsha.
Bersambung....
Hai.. Hai.. Aku datang....
Jan lupa like sm komennya, vote juga boleh
Happy Reading...