
Alfan kembali bisa mengantar jemput Marsha setelah mendapat maaf dari gadisnya. Dia selalu berusaha berada dekat dengan Marsha, yang kadang membuat Marsha jengkel.
"Oya, yank kata mamah sekarang kita ke toko perhiasan dulu buat nyobain cincin kita. "ucap Al sambil fokus menyetir saat pulang kuliah. Marsha hanya mengangguk sambil fokus pada ponselnya.
" Yank, dengerin aku ngga sih? "lanjut Al yang ngga juga mendapat jawaban dari kekasihnya.
" Iya, Al, bawel ih. "jawab Marsha sambil tetep fokus pada ponselnya, sampai sebuah tangan kekar mengambilnya dengan paksa.
" Iiiiih ngapain sih, ko diambil lagi rame tau! "gerutu Marsha sambil menoleh ke arah Al yang sedang menatapnya. Saat itu pas lagi lampu merah, jadi Al bebas menatap gadisnya yang sedang kesal.
" Kamu tuh, kalo aku lagi ngomong dengerin dong, yank, masa aku kalah sama hp kamu. "ucapnya sambil memasukan ponsel Marsha ke saku jaketnya. Marsha hanya menatap jengah dengan celotehan Al.
" Iya,, kan aku bilang iya. "jawab Marsha ngga mau kalah. Al hanya tersenyum melihat gadisnya yang masih kesal yang malah terlihat cantik di mata Al.
" Nah gitu dong, itu baru pacar aku eh tunangan deng. "ucal Al sambil mengusak rambut Marsha.
Marsha hanya melengos jengkel melihat kelakuan Al. Sementara Al kembali melajukan mobilnya.
" Siniin ngapa sih hp aku, kesel nih! "ucap Marsha tiba-tiba. Al menoleh sebentar dan menggelengkan kepalanya lalu kembali fokus nyetir.
Tak berapa lama mereka sudah sampai di toko perhiasan yang sudah mamah Desi tunjuk. Mereka pun masuk, Al langsung memeluk pinggang Marsha posesif, seolah ia ingin memberi tau semua orang disana kalo ia miliknya.
"Al, jan gini kenapa sih, malu tau diliatin orang"ucap Marsha merasa risih dengan perlakuan Al. Al malah mempererat pelukannya tanpa peduli dengan ocehan gadisnya.
Di dalam toko perhiasan Al bertanya pada pegawai toko tersebut tentang cincin pertunangan yang sudah dipesan Mamah Desi.
Pegawai toko itu pun langsung membawa kotak perhiasan beludru berwarna biru, di dalamnya terdapat 2 cincin yang satu ukurannya lebih besar, pasti untuk Al, sedang satunya lebih kecil dengan berlian kecil berwarna biru senada dengan kotaknya yang terkesan elegan.
"Cobain, yank! "ucap Al sambil memasangkan cincinnya di jari manis Marsha, ukurannya sangat pas dan terlihat cantik di jari lentik Marsha.
" Di dalamnya ada ukiran nama aku lo, yank, di cincin aku juga ada nama kamu"ucap Al sambil terus memegang tangan Marsha yang tersemat cincin. Marsha benar-benar kagum melihat cincin yang melingkar di jarinya.
Al pun lalu membuka kembali cincin yang sudah mereka cona lalu menyimpan ke tempatnya, lalu Al pun bilang ke pegawainya kalo perhiasannya sudah cocok dan aka langsung dibawa.
Akhirnya mereka pun pergi dari toko perhiasan.
"Yank, jalan dulu yu, kamu mau makan dimana? "ajak Al sambil melajukan mobilnya. Marsha berfikir sejenak lalu menjawab
" Aku mau makan baso langganan kita, Al yang di depan jalan sana itu, lagi pen yang pedes nih."ucap Marsha sambil menelan salivanya.
"Iya oke2, tapi jan pedes2, yank ntar sakit perut lagi. "ujar Al menasihati, karena ia tau gadisnya doyan banget sama pedes.
" Ya gimana nanti deh, Al"jawab Marsha cuek. Al hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadisnya kalo sudah pen makan baso pasti pedesnya minta ampun.
Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, Al pun memesan 2 porsi bakso dan mereka duduk di meja ujung dekat jendela. Tak berapa lama pesanan mereka dateng, Marsha langsung membumbui baksonya dengan sambel yang lumayan banyak, ia lupa kalo Al sedang menatapnya dengan penuh peringatan.
"Yank...! "ucap Al sambil melihat Marsha yang mau mengambil sambel lagi.
" Iya udah satu sendok lagi ya"bujuknya.
" Iih... Ngga enak tau masa bakso ngga pedes "gerutu nya sambil mengerucutkan bibir dan mulai mengaduk bakso di mangkuknya.
" Cepetan makan atau kamu aku makan! "ancam Al. Marsha menatap malas pada Al lalu mulai menyuapkan bakso nya satu per satu. Sekitar 30 menit mereka di warung bakso lalu mereka pun memutuskan untuk pulang.
" Yank, aku boleh mampir dulu kan ke rumah kamu, sambil liatin ini. "ucap Al sambil mengacungkan kotak perhiasan yang tadi ia bawa.
" Iya, tapi jan lama-lama aku mo istirahat ngantuk. "jawab Marsha cuek.
" Iih kamu tuh, yang lain mh betah kalo diapelin pacar, ini malah nyuruh cepet pulang. "celoteh Al dengan gemas.
Marsha hanya menanggapinya dengan jengah.
Tak berapa lama mereka pun nyampe di rumah Marsha. Mereka masuk, Al duduk di sofa ruang tamu ditemenin mamah sama papah sementara Marsha pergi ke kamarnya, terus mandi dan berganti pakaian rumah. Al dan mamahnya Marsha nampak serius ngobrol hingga ngga menyadari kedatangan Marsha.
"Serius amat ngobrolnya, Mah! "ucap Marsha sambil duduk disamping mamahnya.
" Eh kamu udah beres, Sha udah sana temenin Al kasian tau nungguin lama. "seloroh mamah Cantika sambil beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.
Al hanya tersenyum melihat Marsha dengan pakaian rumah yang santai dan rambutnya selalu diikat sembarangan yang membuat ia terlihat semakin cantik dan sexy.
" Aku suka kamu kaya gini, yank! "ucap Al sambil mendekat ke arah Marsha dan duduk disampingnya.
" Emang apa sih yang kamu ngga suka dari aku? "ucap Marsha terkekeh pelan. Ia selalu merasa tersanjung tiap kali Al memujinya setiap saat.
" Ngga ada. "ucap Al.
" Kalo kamu? "lanjutnya
Marsha berfikir sejenak dan langsung menjawab pertanyaan Al.
" Kamu tuh posesif banget, sampe aku susah nafas."ucap Marsha sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Al tertawa mendengar jawaban gadisnya.
"Karena aku takut kehilangan kamu, aku ngga mau kamu pergi dari aku, yank"jelas Al sambil meraih tangan Marsha dan menggenggamnya.
Marsha hanya menatap Al dan melihat manik coklat yang tak ada kebohongan disana.
"Iya, aku tau tapi aku suka kok kamu kaya gitu kalo ngga malah aneh. "ujar Marsha serius. Al tersenyum dan mencium tangan Marsha.
Tak berapa lama mamah Cantika memanggil mereka untuk makan malam, mereka pun beranjak dan makan malam bersama, setelah itu Al langsung pamit, karena ia juga melihat Marsha yang sudah sangat lelah.
Alfan pulang membawa kotak cincin tunangan mereka dan menyimpannya baik-baik. Hanya tinggal 2 hari lagi acara pertunangan itu diadakan. Keluarga Al dan Marsha hanya mengundang keluarga dan kerabat dekat mereka serta sahabat Al dan Marsha.
Bersambung....
Nah lo ngomong - ngomong hp Marsha udah dibalikin belum ya...?