MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Hari Terakhir



Marsha dan Al yang pagi itu masih terlelap, dengan Al memeluk sang istri dengan erat. Sepertinya saat ini Al berhasil tidur nyaman tanpa ada drama jatuh lagi hehe. Hingga cahaya matahari yang masuk ke celah jendela menyilaukan mata Marsha. Ia pun mengerjap dan membuka matanya, yang pertama ia lihat adalah wajah sang suami yang masih terlihat lelap.


Marsha pun melepas pelukan suaminya dengan sangat pelan agar tidak membangunkan sang suami yang terlihat lelah. Ia hendak beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Saat ia berhasil melepaskan pelukan sang suami, tiba tiba tangan kekar itu kembali menarik pinggang sang istri.


"Aku mau ke kamar mandi, Al"ucap Marsha berbisik, tapi Al bukan melepaskan malah mempererat pelukannya.


"Bentar lagi, yank! "gumamnya dengan mata masih terpejam,dan membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.


" Al, aku kebelet pipis ini! "gerutu sang istri yang kesulitan untuk bergerak.


" Di sini aza, yank! "jawab Al enteng, yang langsung mendapat cubitan di lengannya. Al pun mengaduh dan melepaskan pelukannya.


" Iya, iya"lanjutnya sambil membiarkan sang istri beranjak ke kamar mandi.


Al yang jadi terbangun, gegara cubitan sang istri sedikit menggerutu. "Tetep aza galak, padahal sekarang udah jadi suaminya juga."


"Aku denger lo Al! "teriak Marsha di kamar mandi. Al hanya mencebikan bibirnya tanpa merespon teriakan sang istri. Sudah 5 menit, 10 menit, setelah 15 menit sang istri baru keluar, dengan jubah mandi dan handuk melilit di rambutnya yang basah.


" Pantesan lama, kamu langsung mandi, yank! "ucap sang suami. Marsha hanya mengangguk dan langsung duduk di meja rias untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


" Cepetan mandi, katanya mau ajak aku jalan lagi!"ucap Marsha sambil tetap menggosok rambutnya yang basah.


"Masih pagi juga, yank, bentaran lagi lah, masih dingin. "jawab Al sambil menarik kembali selimutnya. Marsha pun memutarkan bola matanya dengan jengah, lalu ia menggunakan pakaiannya sebelum kembali membangunkan suaminya, karena ia tahu kalo ia membangunkan sang suami hanya menggunakan jubah mandi akan bahaya.


Setelah berpakain rapi, Marsha mendekati sang suami dan mengguncang bahunya.


"Al cepetan, mandi iih, katanya mau jalan, ini kan hari terakhir kita disini, masa cuma tiduran doang, Aal! "ucap Marsha sedikit merengek, yang membuat Al menarik bibirnya untuk tersenyum.


" Istri gue galak, tapi manja juga! "gumamnya dalam hati.


Merasa tak ada respon dari sang suami, Marsha pun menghentakan kakinya dan pergi keluar kamar.


" Ya udah kalo kamu ga mau, aku bakal pergi sendiri lagi, awas kalo nyariin! "ancamnya sebelum membuka pintu. Al yang memang tidak tertidur langsung melompat dari ranjang dan berlari menarik sang istri ke pelukannya.


" Iya, iya aku mandi, tungguin dong jan marah gitu, ntar cantiknya ilang lo! "goda Al yang mendapat cebikan sebal dari sang istri. Al pun terkekeh dan mengecup bibir tipis sang istri sekilas dan langsung kabur ke kamar mandi. Marsha yang masih berdiri mematung di sana akhirnya beranjak untuk membereskan tempat tidur.


Tak berapa lama Al sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan handuk melilit di pinggangnya. Sementara Marsha masih membereskan bantal yang berantakan tanpa tau sang suami suami sudah ada di belakangnya.


Tanpa aba-aba Al langsung melingkarkan tangannya di perut sang istri dari arah belakang. Marsha pun sempat kaget dan mengomel.


"Udah pake baju dulu sana! "titah sang istri tanpa menoleh ke arah suaminya yang tetap memeluknya dari belakang.


" Keringin rambut aku dulu lah, yank! "bisiknya yang membuat Marsha sedikit meremang karena Al berbisik begitu dekat di telinganya. Dan pergerakan aneh pun mulai Marsha rasakan di lehernya.


" Al udah ih cepetan pake baju, kamu tuh ga puas apa semalem aza ampe 3kali cape aku, Al! "omel Marsha yang melihat mata sang suami sudah berkabut ia tau apa artinya.


" Aku ngga akan pernah puas kalo sama kamu, yank!" bisiknya dan terus menciumi leher jenjang sang istri yang membuat Marsha kegelian.


"Udah,udah stop, Al! "ucap Marsha sambil membalikan tubuhnya menghadap sang suami. Marsha menutup mulut sang suami agar tidak menciuminya lagi. Tapi dasar Al walau pun mulutnya ditutup ia tetap mencondongkan wajahnya dan mencium telapak tangan sang istri.


" Kita jalan sekarang, atau kamu ga dapet jatah seminggu! "ancam sang istri yang mulai kesal dengan tingkah sang suami. Al pun mengalah ia langsung melepaskan pelukannya dan mengambil baju, lalu memakainya." Iya, iya aku udah pake baju nih, boro2 seminggu sehari aza aku ga kuat, yank! "omelnya.


Marsha hanya terkekeh geli saat mendengar omelan suaminya, memang ia akui Al itu mudah tergoda, padahal sebenernya Marsha juga ga ngapa-ngapain tapi kalo ia berdekatan dengan dirinya ada aza alasan untuk itu.


"Pagi,, bi! "sapa mereka pada bi inah yang sedang sibuk menuangkan air ke dalam gelas.


" Eh,, pagi non, den, udah bangun. Ayo dimakan sarapannya! "balasnya ramah.


" Mang Diman kemana, Bi? "tanya Al.


" Di belakang, den, lagi membersihkan kolam, banyak daun kering yang jatuh katanya. "jawab Bi inah yang diangguki oleh Al. Mereka pun melahap sarapannya dengan lahap, terutama Al, ia memang kelelahan gegara semalam jadi pagi ini ia sangat kelaparan.


" Kamu mau ajak aku ke mana hari ini, Al? "tanya Marsha di tengah sarapannya. Al menoleh sebentar dan melanjutkan makannya. Setelah itu ia baru menjawab.


" Pokoknya kamu pasti suka, yank! "jawab Al mantap. Marsha pun tersenyum dan kembali memakan sarapannya, ia ingin segera pergi ke tempat yang dikatakan Al. Walau sebenernya ia juga ga tau tempat apa itu.


Akhirnya mereka menyelesaikan sarapannya, Al duduk di sofa ruang tamu sebentar, semntara sang istri membawa tas dan ponsel yang ketinggalan di kamarnya.


"Udah siap, yank! "tanya Al saat melihat sang istri turun dari lantai atas. Marsha pun mengangguk dan menghampiri sang suami.


" Kita naek motor aza, ya, yank biar romantis! "ajak Al sambil menggandeng tangan sang istri. Marsha pun mengangguk dan tersirat kegembiraan di wajahnya, yang membuat Al gemas.


Tempat yang mereka kunjungi juga jaraknya tidak terlalu jauh, hanya dengan 15 menit menggunakan motor mereka sampai di tempat yang dituju. Tempat yang berdekatan dengan pantai tapi disana terdapat wahana permainan yang cukup banyak. Marsha memang menyukai wahana permainan.


"Al kita naik itu yu! "ajak Marsha antusias saat melihat banana boat. Al pun terkekeh, melihat tingkah sang istri.


" Emang kamu ga takut, tenggelem, yank? "bisiknya.


" Kan ada kamu! "jawab Marsha tanpa menoleh sedikitpun pada sang suami.


" Tapi kan banana boat ga mungkin buat 2 orang, terus gimana dong? "lanjutnya.


" Ya kita gabung sama yang lain aza lah, yank! "jawab Al enteng, lalu ia pun membeli tiket dan ternyata sudah ada 3 orang yang menyewa itu,, 2 perempuan dan 1 laki-laki, sepertinya mereka juga seumuran.


Setelah itu mereka diberi jaket pelampung untuk keamanan. Al duduk di barisan paling depan lalu Marsha, terus 2 cewe tadi dan yang paling ujung yang cowo. Marsha memeluk erat sang suami. Ia memang menikmati tapi tetap saja ada rasa takut jiga berhubungan denga air dan berenang.


Setiap wahana disana mereka coba sampai Marsha kelelahan. Untungnya di tempat itu juga disediakan restoran dan gazebo tempat duduk. Jadi mereka bisa memesan makanan sesuai keinginan mereka.


Al dan Marsha duduk di gazebo yang berhadapan langsung dengan pantai, sambil melepaskan penat mereka duduk selonjoran di sana, bahkan Al sudah memesan makan siang mereka untuk diantar ke gazebo itu.


"Nanti sore kita pulang ya, yank, paling nyampe rumah malem ga papa kan? "ucap Al sambil menempelkan kepalnya di paha sang istri. Marsha hanya mengangguk sambil mengusap rambut sang suami.


Makan siang pun datang, mereka menikmatinya dengan lahap karena seharian ini mereka mencoba hampir semua wahana yang ada.


" Alfan...! "


Bersambung....


Monmaaf lama ya, kadang ide itu tidak datang pada waktunya monmaaf sekali lagi...


Happy reading...


Jan lupa like komen, vote juga boleh😊