MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Pisah Ranjang



Marsha dan geng ambyarnya sedang menikmati makan siang di kampus kantin, setelah menyelesaikan ujian terakhirnya.


"Sha, gue seneng banget, ternyata kita semua satu team KKN. "teriak Sita sambil menyuapkan lagi makanannya.


" Iya, berisik lo!"omel Marsha yang saat itu sedang fokus pada ponselnya, mungkin dia lagi chat dengan suaminya.


Yang lain hanya terkekeh mendengar ocehan Sita, yang dari tadi ga bisa diem.


"Oya, hati-hati lo Ki, jauh dari ortu jan macem-macem! "sindir Arga pada Diki yang sedang asyik menggoda kekasihnya.


" Tenang aza ada gue, Ga! "timpal Sita sambil menepuk dadanya.


" Apaan lo ama Diki mah 11,25!"omel Ayu yang dari tadi mengaduk jus lemonnya.


"Kejauhan woi, 11 ama 25! "seloroh Diki yang dari tadi menyimak perdebatan mereka tentang dirinya.


" hehehe,,, oya jauh ya! "ucap Ayu sambil tertawa.


Saat semuanya sedang asyik berbincang dengan candaan mereka yang bikin rame, tiba-tiba terdengar suara panggilan.


" Ayu...! "panggil seorang laki-laki.


Ayu pun menoleh ke arah suara, sama seperti yang dilakukan temannya.


" Kk,, Kak Rendi! "ucap Ayu terbata sambil mematung melihat cowo tinggi yang ada di hadapannya, terlihat lebih dewasa dengan kemeja birunya.


Rendi hanya tersenyum dan langsung berucap.


" Boleh bicara sebentar? "ucapnya lembut.


Ayu yang masih terpaku dengan apa yang didengarnya, belum menjawab iya atau tidak, sampai suara Sita mengejutkannya.


" Cieeee Ayu! "teriak Sita yang mendapat sikutan dari Resa.


Sementara Marsha hanya tersenyum kecil, karena sebelumnya ia sudah menceritakan tentang Ayu dan Rendi pada suaminya. Mungkin suaminya juga udah bilang tentang perasaan Ayu pada Rendi dari Marsha.


" Gimana, Yu? "ulang Rendi yang belum mendapat jawaban dari Ayu.


Ayu mengerjap dan mulai mengeluarkan suaranya.


" Eh,, em,, boleh kak! "ucap Ayu gugup. Tak menunggu lama Rendi langsung menarik tangan Ayu dan mengajaknya pergi, walau sebelumnya ia izin pada semuanya untuk membawa Ayu.


Semua temannya terus menatap 2 orang yang makin lama makin menjauh dan menghilang.


" Wah romannya ada yang mau jadian lagi ni! "ucap Diki sambil mengunyah makanannya yang belum habis.


Sementara di mobil Rendi, Ayu nampak terlihat gelisah saat Rendi mulai menjalankan mobilnya dan membawa Ayu entah kemana.


" Emm,,,, maaf Kak kita mau kemana? "tanya Ayu gugup, entah kenapa setelah ia menceritakan semuanya pada sahabatnya, perasaannya begitu berantakan saat bertemu langsung dengan Rendi.


" Ntar juga kamu tau, aku ga bakal nyulik kamu kok tenang aza! "ucap Rendi sambil terkekeh saat melihat Ayu yang terlihat agak pucat dan gelisah. Ayu pun sedikit bisa tenang saat mendengar jawaban dari laki-laki yang sudah ia sukai ntah sejak kapan.


Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah restoran yang terkenal di kotanya. Ayu sempat terdiam dan enggan untuk turun saat melihat tempat di hadapannya.


"Ayo! "ajak Rendi saat membuka pintu mobil untuk Ayu. Ayu sedikit ragu tapi akhirnya keluar juga saat Rendi mengulurkan tangannya.


" Kita mau ngapain disini, kak? Aku tadi udah makan bareng anak-anak. "ucap Ayu sambil tetap berjalan mengikuti Rendi yang menggandeng tangannya.


" Aku mau ngenalin kamu sama seseorang! "ucap Rendi tanpa menoleh pada Ayu. Ayu pun akhirnya diam dan mengikuti Rendi, sampai sebuah lambaian wanita paruh baya dari sebuah meja mengalihkan perhatiannya.


Rendi bergegas menghampiri meja wanita paruh baya yang tadi melambaikan tangannya. Saat mereka sampai di meja itu Rendi langsung mencium punggung tangan wanita itu dengan hormat. Lalu diikuti dengan Ayu sebagai hormat pada orang yang lebih tua. Walau ia masih bingung.


"Kenalin, Mah, ini Ayu calon mantu mamah! "ucap Rendi sambil mengenalkan Ayu pada mamahnya dengan resmi. Mamah Rendi terlihat bahagia karena ia sudah menantikan dari lama.


Sementara Ayu, hanya mematung mendengar penjelasan Rendi, apalagi saat mamahnya Rendi menyambutnya dengan baik bahkan memeluk Ayu dengan hangat.


Mereka pun duduk dan menunggu makanan yang sudah terlebih dahulu dipesan oleh sang mamah.


"Kamu masih kuliah ya? "tanya mamah Rendi lembut saat melihat Ayu hanya menunduk dan terlihat gugup.


" I,, iya tante, sebentar lagi mau KKN. "jawab Ayu sedikit gugup, namun Rendi langsung menggenggam tangan kekasihnya, menyalurkan rasa nyaman pada Ayu.


" kamu ga usah takut, tante ga gigit ko! "ucap Mamah Rendi sambil terkekeh. Hingga akhirnya makanan pun datang, walau Ayu sudah kenyang tapi ia harus menghargai makanan yang sudah dipesan oleh mamah Rendi.


Mereka berbincang ringan yang diselingi tertawa lepas dari sang mamah, sampai akhirnya waktu pulang tiba.


Ketika di dalam mobil, Ayu masih belum percaya akan apa yang terjadi hari ini. Mana mungkin seorang Rendi mengharapkan dirinya menjadi pendamping hidupnya.


"Kak, apa yang kakak katakan tadi apa itu beneran, aku masih bingung, bukannya kakak masih mengharapkan mantan kakak itu? "tanya Ayu yang penasaran, karena sejak masih di restoran ia ingin menanyakan itu.


Rendi menoleh pada Ayu, lalu menggenggam tangan Ayu lembut.


" Beneran sayang! Aku ga main-main! "ucapnya dengan lembut yang membuat rona merah di pipi Ayu muncul.


" Tapi_"ucapan Ayu terhenti saat sebuah kecupan mendarat di bibir mungil Ayu, yang membuatnya terdiam dan mengerjap kaget. Kebetulan saat itu sedang lampu merah.


Rendi pun tersenyum kecil, karena ia tau kalau itu ciuman pertama bagi kekasihnya. Lalu kembali melajukan mobilnya dan mengantar sang kekasih ke rumahnya. Sementara Ayu masih tersipu dengan apa yang dilakukan Rendi.


Di Kantor Al


"Yank, kamu udah siapin semuanya buat KKN lusa? "tanya Al pada sang istri yang sedang asyik membaca novel di ponselnya. Marsha pun menoleh dan hanya mengangguk.


Al kadang kesal dengan kebiasaan istrinya yang selalu mengabaikannya saat ia sedang asyik dengan aplikasi bacanya. Tanpa Marsha sadari Al sudah ada di samping sang istri dan memeluknya dari samping.


"Al,, ih emang kamu udah beres kerjanya? "ucap Marsha sambil menoleh sebentar lalu beralih kembali ke ponselnya, yang membuat Al berdecak sebal.


" Udah, dari tadi malah, kamu nya asyok banget sih sama ponsel kamu. "sindir Al sambil mengambil ponsel istrinya dan menyimpannya di meja.


" Al,,, itu_"ucapan Marsha terputus karena Al langsung melahap bibir istrinya dengan rakus, hingga membuat Marsha kelabakan.


Saat pagutannya dilepaskan mereka menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.


Al menatap lekat sang istri dan hendak kembali melahap kembali candunya, tapi ditahan oleh sang istri.


"Bentar-bentar aku masih engap Al! "tolak sang istri, karena ia tau tatapan ini akan membuatnya tidak bisa kemana-kemana.


" Kamu kan bentar lagi KKN, yank, aku pasti kangen sama kamu, makanya 2 hari ini kita habisin waktu bersama kita, oke! "rajuk Al.


" Jangan lebay deh, Al, duku juga pas kamu KKN bisa kan kita pisah ranjang. "ucap Marsha.


" Hah? Apa, yank, pisah Ranjang, ga ada kata yang lebih enak apa, kaya kita kenapa - kenapa. "omel Al yang mendapat kekehan dari Marsha.


" Udah ayo, kalo udah beres kita pulang lah, aku mau mandi nih, badan aku lengket banget! "lanjut Marsha sambil berdiri.


" Oke, hayu, tapi inget ya jatah aku, yank! "goda Al yang mendapat cubitan diperutnya.


Mereka pun pulang tanpa banyak obrolan di dalam mobil.


Saat mereka sampai di rumah, keadaan rumah tampak sepi, dan Al menerima telpon dari seseorang.


Marsha pun langsung pergi ke kamarnya dan langsung membawa jubah mandinya. Sekitar 15 menit Marsha keluar dengan rambut dililit handuk.


Al sudah duduk bersandar ke kepala ranjang sambil memainkan ponselnya.


"Oya, yank,, mamah sama papah ga pulang hari ini, katanya ada hal yang harus diselesaikan paling besok pagi mereka pulang. Marsha pun mengangguk dan mulai menggosakan handuk pada rambutnya.


Tanpa disadari Marsha Al sudah ada di sampingnya dan langsung menggendong sang istri.


"Aaal,,, iih kebiasaan! "omel sang istri sambil memukul dada suaminya yang polos.


" Kita cuman berdua disini, jadi kamu bebas mau teriak kaya gimana juga tapi sebentar lagi sayang! "ucap Al sambil membaringkan sang istri di kasurnya.


Al pun mulai menciumi setiap inci dari wajah cantik istrinya, sampai membuat Marsha mendesah pelan.


Hingga tarikan tali jubah mandinya terbuka, dan tanpa menunggu lama, Al pun mulai melepas semua yang melekat di tubuhnya.


Saat mereka hendak menyatukan diri, tiba-tiba...


Suara panggilan dari ponsel Al berbunyi dengan nyaring, sehingga membuat keduanya terhenti.


Bersambung....


Eeeaaaa babang Al perasaan gagal mulu ya,,


Siapa lagi yang nelpon bikin kesel aza!


Hai,,, hai,, happy reading jan lupa like sama komennya ya... 😘 😘 😘